Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Seekor singa tengah tertidur lelap di bawah polion. Tiba-tiba, dari kejauhan, terlihat tikus berlari amat kencang.

Sepertinya ia sedang terburu-buru. Olala, tikus itu pun menabrak wajah singa.

Singa yang sedang tidur, sontak terbangun. Ia marah kepada tikus yang sudah mengganggu tidur siangnya.

Tikus pun tak bisa mengelak. Ia tertangkap oleh singa.

“Kau telah mengganggu tidur siangku. Aku akan memakanmu, agar kamu tidak bisa mengganggu tidur siangku lagi,” ucap singa dengan garang.

Mendengar ucapan singa, tikus menjadi sangat ketakutan.

“Tolong singa, jangan makan aku. Lepaskan aku. Jika kamu melepaskan aku, aku berjanji akan membantumu saat engkau membutuhkan bantuan,” bujuk tikus.

Seketika, singa tertawa terbahak-bahak. “Hahaha! Binatang kecil sepertimu akan menolongku? Kamu pasti mengigau!”

Namun, karena singa masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya, ia pun melepaskan tikus.

Tikus berlari sangat girang. Tak lupa, ia berterima kasih karena tak jadi dimangsa oleh singa.

Suatu hari, seorang pemburu masuk ke dalam hutan. Ia memasang perangkap untuk binatang buruannya.

Olala, yang tertangkap adalah singa.

Tubuh singa pun terikat jaring yang dipasang pemburu.

Kebetulan, tikus mendengar kabar tertangkapnya singa.

“Aku harus menolong singa. Aku sudah berjanji akan menolong singa jika ia membutuhkan pertolongan,” gumam tikus.

Ia pun langsung berlari mencari singa.

Benar saja, singa terlihat tak berdaya terikat jaring.

“Tikus, tolonglah aku,” rengek singa.

Dengan sigap, tikus menggunakan gigi-giginya yang tajam untuk memutuskan jaring.

Satu per satu, jaring terputus. Singa pun berhasil bebas.

Singa mengucapkan terima kasih kepada tikus.

Ia juga meminta maaf, karena telah meremehkan kekuatan tikus.

Sejak saat itu, tikus dan singa menjadi teman baik.

Singa selalu melindungi tikus dari mara bahaya. Begitu pun sebaliknya.

Baca Juga :