Terdampak Tanah Longsor, Sekolah Dirobohkan

Terdampak Tanah Longsor, Sekolah Dirobohkan

Terdampak Tanah Longsor, Sekolah Dirobohkan

Terdampak Tanah Longsor, Sekolah Dirobohkan

Tepat berada di pinggir kali Cisadane, bangunan ruang kelas yang biasa ditempati siswa-siswi

kelas 4 SDN Cilendek 4 Kota Bogor terpaksa disamaratakan dengan tanah akibat longsor yang terjadi tepat di belakang kelas tersebut, demi keselamatan peserta didik.

Longsor terjadi beberapa hari lalu dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kota Bogor akhir-akhir ini. Hal ini menjadi alasan Kepala SDN Cilendek 4 Ahmad Askolani merobohkan bangunan kelas. “Bangunan tersebut tepat berada di belakang sungai, karena hujan, otomatis tanah terkikis air, sehingga mendekati pondasi sekolah,” ujarnya kepada Radar, kemarin.

Keputusan merobohkan bangunan, merupakan tindakan cepat tanggap sekolah yang juga disetujui oleh Dinas Pendidikan (disdik) Kota Bogor. Menurut Ahmad, dirinya telah melaporkan kejadian tersebut dan ditanggapi oleh bagian Sarana Prasarana Dinas Pendidikan.

“Kata mereka, utamakan dulu keselamatan anak-anak,” kata Ahmad

mengutip perkataan wakil bidang Sarpras Disdik Kota Bogor. Sehingga dia pun cepat melakukan saran tersebut dan membongkarnya.

Meski harus mengorbankan satu ruang kelas. Sekolah yang berada di Gang Kelor Bogor Barat itu, ternyata memiliki jumlah kelas yang cukup untuk memindahkan kelas 4, ke kelas lain yang tersedia. “Kami memang alhamdulillah tidak kekurangan kelas, makanya berani merubuhkan bangunan tersebut,” ucapnya.

Ahmad menambahkan, ke depan, bangunan tersebut akan dibiarkan sama rata dengan tanah dan berencana dijadikan sebuah lapangan, mengingat lapangan sekolah kurang terlalu besar untuk anak-anak bermain.

Hanya saja, yang masih dia khawatirkan adalah belum adanya pembatas atau sebuah pagar penjaga antara sekolah

dengan bibir sungai yang curam. Sedangkan, pihak Disdik pun sudah menjanjikan akan membuat sebuah pagar pembatas.

“Sudah ada konsep atau gambarannya, tapi sampai saat ini belum juga dibangun, mungkin masih menunggu anggaran cair, saya berencana ingin membuat pagar sederhana dulu, takut anak lari-lari dan bablas,” ungkap Ahmad.

Yang pasti, pihak sekolah berharap Disdik segera membangun pagar pembatas demi keselamatan peserta didik SDN Cilendek 4. Di samping itu, Ahmad yang ditemui di ruangan kepala sekolah yang gabung dengan ruang guru dan ruang operator pun berharap, ada bantuan dari Disdik untuk pembangunan sebuah gedung yang mengikuti standar pendidikan, yaitu terpisahnya ruang guru dan kepala sekolah beserta operator sekolah.

“Saat ini, ruang kepala sekolah, operator dan guru gabung dalam satu bangunan bekas kelas, kami bersyukur saja, tapi kan, idealnya harusnya terpisah, makanya diharapkan juga itu ada bantuan dari dinas,” tegas Ahmad.

 

Sumber :

https://miralaonline.net/teks-editorial/