strategi risiko yang dapat diterapkan

strategi risiko yang dapat diterapkan

strategi risiko yang dapat diterapkan

strategi risiko yang dapat diterapkan
strategi risiko yang dapat diterapkan

Sebagai seorang pelaku usaha di Indonesia, penting untuk mengembangkan strategi pengelolaan risiko yang relevan untuk menghadapi berbagai risiko tersebut. Beberapa strategi risiko yang dapat diterapkan adalah sebagai berikut:

  1. Bauran produk

Perusahaan berencana untuk menerapkan strategi bauran produk atau strategi produk, yaitu suatu kegiatan digunakan oleh perusahaan dalam memasarkan sekumpulan lini produk yang ditawarkan pada pembeli. Tujuan dari dilakukannya strategi ini adalah untuk menunjang kegiatan perusahaan, dengan harapan dapat menjadi suatu bentuk kompensasi atas risiko yang ditimbulkan karena pelemahan nilai rupiah. Selain itu, juga ada berbagai alasan dilakukannya strategi produk untuk perusahaan. Di antaranya adalah setiap produk yang ada dalam perusahaan akhirnya tidak akan terpakai lagi karena pangsa pasar dan volume penjualan dikurangi produk saingan. Lagipula, keuntungan pada umumnya akan menurun karena usia produk semakin menua. Dengan dilaksanakannya strategi ini, diharapkan dapat meningkatkan laba perubahan, dengan kata lain dapat meningkatkan volume penjualan suatu perusahaan.

  1. Efisiensi biaya produksi dan pemasaran

Agar perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain dibutuhkan suatu proses produksi yang efisien dan efektif, yang dapat dicapai jika ditunjang dengan perencanaan dan pengendalian kualitas produk yang optimal. Dengan demikian, perusahaan dapat menekan biaya produksi tanpa mengurangi kualitas produk yang dihasilkan.

Setiap penyimpangan atau kesalahan yang terjadi pada proses produksi harus dideteksi sedini mungkin sehingga dapat mengurangi pemborosan biaya yang dikeluarkan untuk memproses kembali barang yang cacat. Konsumen menjadi puas dan setia terhadap produk yang ada yang nantinya akan meningkatkan penjualan juga, yang dikarenakan hasil produksi yang berkualitas. Produk cacat dan unit yang dikerjakan ulang merupakan hal yang harus mendapat perhatian yang cukup besar dari perusahaan. Karena hal tersebut akan mempengaruhi efisiensi dan efektifitas serta kelancaran kegiatan produksi dan juga mempengaruhi produksi barang yang akan dipasarkan.

Dalam efisiensi biaya pemasaran, repeat customer merupakan sumber pemasaran yang dapat merekomendasi layanan kepada teman dan rekannya dan mendukung secara positif layanan dan produk yang ditawarkan. Mereka merupakan sumber word of mouth. Hal ini tentu akan mengurangi biaya pemasaran bagi perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan profit.

  1. Penyediaan cadangan valuta asing

Penyediaan cadanga valuta asing merupakan hal yang penting karena keterbatasan cadangan valuta asing ini menyebabkan kemampuan untuk mengimpor barang-barang baik bahan baku; maupun barang modal yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan sektor industri menjadi terbatas pula (Sari, 2006). Belum lagi ditambah dengan adanya demonstration effect yang dapat menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Akibat dari lambatnya laju pembangunan sektor industri, seringkali menyebabkan laju pertumbuhan supply barang tidak dapat mengimbangi laju pertumbuhan permintaan.

  1. Strategi hedging

Strategi hedging atau lindung nilai adalah suatu investasi yang dilakukan khususnya untuk mengurangi atau meniadakan risiko pada suatu investasi lain. Lindung nilai adalah suatu strategi yang diciptakan untuk mengurangi timbulnya risiko bisnis yang tidak terduga, di samping tetap dimungkinkannya memperoleh keuntungan dari invetasi tersebut. Prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging. Sebelum melakukan hedging, hedger hanya memegang sejumlah aset awal. Setelah melakukan hedging, hedger memegang sejumlah aset awal dan instrumen hedging-nya disebut portfolio hedging (Putro & Hardanto, 2012). Dengan transaksi hedging, maka fluktuasi nilai tukar rupiah akan lebih terkendali. Selama ini kebutuhan pembayaran utang luar negeri diambil dari pasar spot yang riskan terhadap fluktuasi. Apabila dilakukan hedging, valas yang dibutuhkan untuk hedging akan menurunkan permintaan valas di pasar spot Indonesia.

Dengan dilakukannya berbagai strategi manajemen risiko tersebut, diharapkan perusahaan tidak akan terkena dampak yang terlalu besar dari pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini tengah dialami oleh Indonesia.

Sumber : http://ejurnal.plm.ac.id/index.php/Teknovasi/comment/view/110/1806/64359