Sistem Pencernaan pada Manusia

Sistem Pencernaan pada Manusia

Sistem Pencernaan pada ManusiaSistem Pencernaan pada Manusia

Tentang Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan merupakan sekelompok organ yang bekerja sama untuk mengubah makanan menjadi energi dan nutrisi dasar sebagai sumber makanan bagi seluruh sel dalam tubuh. Sebagian besar dari apa yang kita makan tidak dapat digunakan langsung dalam bentuk sesuai aslinya.

Nutrisi harus dipecah menjadi komponen yang lebih kecil, seperti asam amino dan monosakarida, yang sifatnya universal untuk semua spesies. Bayangkan apa yang terjadi jika Anda makan sepotong daging sapi. Myosin dari daging sapi hanya memiliki sangat sedikit perbedaan dari myosin yang ada pada otot kita, tetapi keduanya tetap tidak identik, bahkan jika mereka identik pun, myosin daging sapi tidak bisa diserap, diangkut dalam darah, dan terpasang langsung ke dalam sel otot kita.

Seperti protein makanan lainnya, myosin harus dipecah menjadi asam amino sebelum dapat digunakan. Karena protein daging sapi dan manusia terbuat dari 20 asam amino yang sama, protein-protein dari daging sapi tersebut mungkin memang menjadi bagian dari myosin yang ada pada otot kita sendiri namun bisa juga berakhir sebagai insulin, fibrinogen, kolagen, atau protein lainnya dalam tubuh dikarenakan sama-sama terbentuk dari asam amino.

Sistem pencernaan memiliki dua subdivisi anatomi, saluran pencernaan (digesti) dan organ aksesori. Saluran pencernaan adalah tabung berotot yang memanjang dari mulut hingga anus. Pada orang yang hidup, panjang saluran pencernaan adalah sekitar 5 meter; tetapi karena hilangnya tonus otot pada saat kematian, panjang saluran pencernaan biasanya menjadi sekitar 9 m. Saluran pencernaan juga dikenal sebagai kanal alimentary atau gut. Yang termasuk ke dalam saluran pencernaan antara lain: mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar. Bagian dari itu, perut dan usus, merupakan apa yang kita sebut sebagai saluran gastrointestinal (GI). Sementara yang termasuk organ aksesori adalah gigi, lidah, kelenjar ludah (saliva), hati, kandung empedu, dan pankreas.

Saluran pencernaan terbuka ke lingkungan pada kedua ujungnya. Sebagian besar materi yang masuk ke dalam saluran pencernaan belum dapat dikatakan masuk ke dalam tubuh; dengan kata lain masih dianggap berada di luar tubuh sampai diserap oleh sel-sel epitel saluran pencernaan. Dalam arti sempit, feses sebagai residu (zat sisa) proses pencernaan makanan tidak pernah berada dalam tubuh.

Untuk mencapai tujuannya dalam menyediakan energi dan nutrisi bagi tubuh; ada beberapa fungsi utama yang berlangsung dalam sistem pencernaan: proses pemasukan (ingesti), sekresi (enzim pencernaan), pencernaan (digesti), penyerapan (absorpsi),dan pengeluaran (ekskresi).

Lapisan pada Sistem Pencernaan
Dinding pada saluran pencernaan terdiri dari beberapa jenis lapisan jaringan, sesuai urutan dari dalam ke permukaan luar:

mukosa
epitel
lamina propria
mukosa muskularis
submukosa
muskularis eksterna
lapisan melingkar (sirkular)
lapisan longitudinal
serosa
jaringan areolar
mesothelium

Lapisan bagian dalam saluran pencernaan, yang disebut membran mukosa, terdiri dari epitel, lapisan jaringan ikat longgar yang disebut lamina propria, dan lapisan tipis dari otot halus yang disebut mukosa muskularis. Epitel berbentuk seperti tabung sederhana pada sebagian besar saluran pencernaan; tetapi pada mulut, faring, kerongkongan, dan lubang anus ia dapat berbeda. Lapisan paling dalam dari saluran pencernaan ini lebih berisiko terkena abrasi pada bagian saluran pencernaan selain bagian lambung dan usus, sehingga dengan demikian ia memiliki epitel skuamosa berlapis. Mukosa muskularis melapisi mukosa untuk menciptakan alur dan bentuk yang dapat meningkatkan luas permukaan dan kontaknya dengan makanan. Hal ini meningkatkan efisiensi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi. Pada lapisan mukosa ini banyak sekali terdapat limfosit dan nodul limfatik – atau yang biasa disebut MALT (mucosa associated lymphatic tissue).

Submukosa adalah lapisan tebal dari jaringan ikat longgar yang mengandung pembuluh darah, pembuluh limfatik, pleksus saraf, dan di beberapa tempat terdapat kelenjar lendir. MALT juga meluas ke submukosa di beberapa bagian saluran pencernaan.

Muskularis eksterna biasanya terdiri dari dua lapisan otot polos di dekat permukaan luar. Sel-sel dari lapisan dalam mengelilingi saluran membentuk lingkaran (sirkular) dan sel yang bagian luar berbentuk longitudinal. Di beberapa tempat, lapisan melingkar ini menebal untuk membentuk katup (sfingter) yang mengatur lewatnya bahan melalui sistem pencernaan. Muskularis eksterna bertanggung jawab untuk gerakan peristalsis dan gerakan lain yang bertugas mencampurkan enzim pencernaan dengan makanan serta mendorong bahan makanan melalui saluran tersebut.

Serosa terdiri dari lapisan tipis jaringan areolar yang bagian atasnya dilapisi oleh skuamosa mesothelium sederhana. Lapisan ini dapat ditemukan mulai dari 3 sampai 4 cm di bawah kerongkongan dan berakhir tepat sebelum rektum. Faring, sebagian kerongkongan, dan rektum tidak memiliki serosa tetapi dikelilingi oleh lapisan jaringan ikat fibrosa yang disebut adventitia, yang menyatu ke dalam jaringan ikat organ lain yang berdekatan dengannya.

Anatomi Umum Sistem Pencernaan Manusia
Mulut
Mulut juga dikenal sebagai rongga mulut (buccal), memiliki fungsi dalam ingesti (pemasukan makanan), sensasi rasa, pengunyahan (pencernaan mekanik), pencernaan kimiawi, proses menelan, berbicara, dan respirasi. Mulut tertutup oleh pipi, bibir, langit-langit, dan lidah. Pembukaan anterior mulut yaitu antara kedua bibir dinamai fisura oral, dan pembukaan posteriornya ke dalam tenggorokan dinamakan fauces. Mulut dilapisi dengan epitel skuamosa berlapis. Lapisan ini mengalami keratinisasi pada bagian yang berisiko terhadap abrasi, seperti gusi dan langit-langit keras; sementara mukosanya tidak berkeratin di bagian lain seperti dasar mulut, langit-langit lunak, dan bagian dalam pipi serta bibir.

Gigi
Gigi secara kolektif disebut gigi-geligi. Organ ini berperan untuk mengunyah makanan, memecahnya menjadi potongan-potongan kecil. Ia tidak hanya membuat makanan lebih mudah untuk ditelan, tetapi juga memperluas permukaan untuk aksi enzim pencernaan sehingga mempercepat proses pencernaan kimiawi. Orang dewasa biasanya memiliki 16 gigi di rahang bawah dan 16 di rahang atas, total ada 32 buah gigi. Dari garis tengah ke bagian belakang masing-masing rahang; ada dua gigi seri, satu gigi taring, dua gigi geraham kecil, dan tiga gigi geraham besar.

Incisor (gigi seri) berbentuk seperti pahat – ia berperan layaknya pemotong yang digunakan untuk menggigit sepotong makanan. Canine (gigi taring) yang lebih runcing bertindak untuk menusuk dan merobek makanan tertentu seperti daging. Pada banyak mamalia ia sering berperan sebagai senjata tapi dalam perjalanan evolusi manusia sekarang ia tidak lagi menjadi salah satu metode pertahanan (senjata) seperti pada singa ataupun predator lain. Premolar (geraham kecil) dan molar (geraham besar) memiliki permukaan yang relatif luas; ini diadaptasi untuk menjalankan fungsinya menghancurkan serta menggiling makanan.

Lidah
Lidah, meskipun berotot dan besar, organ ini cukup fleksibel dalam bergerak dan merupakan organ yang sensitif dengan beberapa fungsi: reseptor sensorik untuk rasa, tekstur, dan suhu yang penting dalam penerimaan atau penolakan makanan; mengatur letak makanan di antara gigi untuk proses pengunyahan; mengeluarkan lendir dan enzim pencernaan; menekan makan yang telah dikunyah menjadi massa yang lembut (bolus) sehingga lebih mudah untuk ditelan; mendorong makanan keluar dari mulut masuk ke kerongkongan (penelanan), serta sangat penting dalam proses berbicara. Permukaannya ditutupi dengan epitel skuamosa berlapis tak berkeratin dan terdapat bagian seperti benjolan kecil yang disebut lingual papilla, tempat sensor pengecap rasa makanan. Ada beragam jenis papilla (filiformis, sirkumvalata dan fungiformis).

Kelenjar Ludah
Air liur (saliva) memilik fungsi untuk membasahi mulut; mencerna sejumlah kecil tepung dan lemak; membersihkan gigi; menghambat pertumbuhan bakteri; melarutkan molekul sehingga dapat merangsang indera perasa; serta melumasi makanan untuk membantu dalam menelan. Saliva merupakan cairan yang 97-99,5% bagiannya adalah air serta sisanya merupakan zat terlarut sebagai berikut:

● amilase, enzim yang memulai pencernaan pati di dalam mulut;
● lipase, enzim yang diaktifkan oleh asam lambung dan mencerna lemak setelah makanan ditelan;
● lendir, yang mengikat dan melumasi massa makanan dan membantu dalam menelan;
● lisozim, enzim yang membunuh bakteri;
● imunoglobulin A (IgA), antibodi yang menghambat pertumbuhan bakteri; dan
● elektrolit, termasuk sodium, kalium, klorida, fosfat, dan garam bikarbonat.

Faring
Faring adalah corong otot yang menghubungkan rongga mulut ke kerongkongan dan rongga hidung ke laring; dengan demikian ia merupakan titik di mana pencernaan dan pernafasan berpotongan. Faring terdiri dari tiga wilayah yang disebut nasofaring, orofaring, dan laringofaring. Nasofaring merupakan bagian yang eksklusif menjadi saluran pernapasan, ia dilapisi oleh epitel kolumnar pseudostartified; sementara orofaring dan laringofaring berperan sebagai saluran pernapasan sekaligus pencernaan, mereka dilapisi oleh epitel skuamosa berlapis nonkeratin, diadaptasi untuk menahan abrasi oleh makanan yang lewat.

 

Sumber: https://veragibbons.com/power-bank-dari-sampah-menangi-lomba-teknologi-tepat-guna/