Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Forum Wali Nagari Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, mengadakan pertemuan dengan tenaga pendidik Paud/

TK se-Kecamatan X Koto Diatas, Senin (29/08/2016), di ruang serba guna Nagari Paninjauan. Pertemuan dihadiri oleh 32 orang tenaga pendidik Paud/TK , serta wali nagari Sibarambang, Labuah Panjang, Bukik Kanduang, Pasilihan, Tanjung Balit, Paninjauan, termasuk Penilik dan Fasilitator Paud.

“Pertemuan ini dilakukan untuk menyatukan persepsi pemerintahan nagari dan tenaga pendidik Paud,” kata Ketua Forum Wali Nagari, Zulhidin. Seluruh Wali Nagari di Kecamatan X Koto Diatas, mendukung Pendidikan Anak Usia Dini baik moril maupun materil. Seluruh tendik Paud di nagari di kecamatan X Koto Diatas diberi insentif dari dana desa, tambahnya.

Sementara Penilik, Yelnita Asri, berterima kasih atas bantuan dana insentif bagi tendik Paud,

yang diberikan pemerintahan nagari di Kecamatan X Koto Diatas. Insentif dari pemerintahan nagari akan menambah kegairahan tendik Paud.

Pendidikan untuk anak usia dini akan mudah dicapai. Karena transpor dan insentif dana desa ini bisa mencukupi kebutuhan minimal tendik. Tendik Paud/TK Budo Kanduang Nagari Sulit,SulitAir Budi Yarni menambahkan, pendidikan anak usia dini penting diberikan bagi anak untuk menstimulasi tumbuh kembangnya. Melalui PAUD, anak diharapkan bisa melatih kompetensi emosionalnya saat berinteraksi dengan teman sebayanya.

“Fungsi PAUD adalah membentuk kecerdasan emosi anak,” tambahnya. Di PAUD anak akan belajar berbagi

, belajar mengenal emosi teman sebayanya, bagaimana cara menenangkan teman yang sedang sedih.

“Pengetahuan yang bersifat kognitif seperti pengenalan warna, jenis benda, dan penyebutan kata tertentu,” kata Budi. Pengetahuan bisa diberikan orangtua di rumah dengan bantuan kecanggihan teknologi yang membuat semuanya menjadi lebih mudah. Namun, penekanan pada kecerdasan emosional ini hanya bisa didapatkan anak di PAUD bersama teman-teman lainnya.

“PAUD atau TK intinya adalah melatih empati anak. Sekarang banyak orang pinter tapi kelakuannya nggak benar, sama orangtua melawan, sama teman sering konflik, ini karena kecerdasan emosionalnya yang tidak terasah sejak kecil,” tambahnya.

PAUD/TK, kata Budi, bisa menjadi wadah untuk memperbaiki krisis moral anak bangsa yang semakin memburuk. Dengan kecerdasan emosional yang baik, anak akan tumbuh menjadi orang yang berkepribadian positif di usia yang dewasa. ***

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/gtBXx3Au7bl4d334R5rfd9