Rukun dan Syarat Qiradh

Rukun dan Syarat Qiradh

Rukun-rukun Qirad antara lain:

  1. Shighat

Yaitu ijab dan qabul dengan ucapan apa saja yang membawa makna qiradh atau bagi hasil karena yang menjadi maksud adalah makna sehingga boleh dengan ucapan  yang menunjukan akad.

  1. Dua pihak yang berakad

Yaitu pemilik modal dan pekerja. Keduanya harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut. Syarat pertama, bagi pemodal sama dengan syarat yang memberi hak wakil dan pekerja sama dengan syarat yang menjadi wakil sebab akad qiradh merupakan wakil dan perwakilan. Syarat kedua, ada izin secara  mutlak, tidak boleh bagi pemodal mempersempit ruang gerak pekerja. Syarat ketiga, pekerja bebas bekerja.

  1. Harta

Harta dalam akad qiradh syarat-syaratnya sebagai berikut: Syarat pertama, berupa uang, yaitu yang sudah di cetak atau belum yang terbuat dari emas dan perak berupa uang dirham atau dinar yang murni; Syarat kedua, hendaknya modal di ketahui jumlah, jenis, dan sifatnya untuk menghindari jahalah (ketidaktahuan) terhadap keuntungan; Syarat ketiga, harta yang di qiradhkan diketahui oleh pemilik; Syarat keempat, hendaknya harta diserahkan kepada pekerja, dan dia bebas berbuat dan bertindak.

  1. Pekerjaan

Pekerjaan ini disyaratkan harus pekerjaan dalam perdagangan dan bukan semua pekerjaan bisa untuk qiradh, yang boleh hanya pekerjaan yang bisa mendatangkan keuntungan didapat dengan cara menekuni satu keahlian.

  1. keuntungan

Jika ada keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi untuk pemilik pemodal dan pekerja dan tidak dibolehkan ada syarat untuk pihak ketiga karena pemilik modal mengambil keuntungan karena pekerjaanya, dan jika dia memberi qiradh dengan syarat istri, anaknya atau orang ketiga mendapat sepertiga keuntungan, maka qiradh menjadi batal sebab dia memberi orang lain sesuatu tanpa ada jerih payah tapi jika dia juga mensyaratkan kepada mereka harus bekerja ini artinya dia memberi qiradh kepada dua orang.

RECENT POSTS