Penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia

Penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia

Penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia

Penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia
Penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia

 

Apabila laporan keuangan secara material terpengaruh oleh suatu penyimpangan dari standar akuntansi keuangan di Indonesia dan auditor teah mengaudit laporan keuangan tersebut berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Insitute Akuntan Publik Indonesia, maka ia harus menyatakan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar.
Laporan Auditor Independen
[Pihak yang dituju oleh auditor]
[Sama dengan paragraf pertama laporan auditor bentuk baku]
Perusahaan tidak mengakui aset dan liabilitas sewa guna usaha tertentu dalam laporan posisi keuangan (neraca) terlampir, dan yang menurut pendapat kami, jumlah tersebut seharusnya diakui agar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Jika liabilitas sewa guna ini diakui, aset tetap akan bertambah sebesar Rp………..dan Rp…….liabilitas jangka panjang sebesar Rp…………. dan Rp……..dan saldo laba masing-masing sebesar Rp………. dan Rp……… pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1. Di samping itu, laba bersih akan bertambah (berkurang) masing-masing sebesar Rp…. dan Rp…. dan laba per saham akan bertambah (berkurang) masing-masing sebesar Rp…. dan Rp…. untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut.
Menurut pendapat kami, kecuali untuk dampak tidak diakuinya aset dan liabilitas sewa guna usaha tertentu seperti yang kami uraikan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1, dn hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.