Pentingnya Sebuah Identitas

Pentingnya Sebuah Identitas

Pentingnya Sebuah Identitas

Identitas  adalah  simbolisasi  ciri  khas  yang  mengandung  diferensiasi dan  mewakili  citra  organisasi.  Identitas dapat  berasal  dari sejarah,  visi  atau  cita-cita, misi atau fungsi, tujuan, strategi atau program. Berbicara mengenai identitas   sebenarnya  itu  adalah  sebuah  definisi  diri  dan  itu  bisa  di  berikan  oleh  orang  lain  atau  kita  yang  memberikanya.  Pelacakan  identitas  akan menerangkan  tentang  siapa  kita,  karena  pelacakan  identitas  adalah  upaya pendefinisian di

ri. Baik definisi dari orang lain maupun dari kita sendiri. Ketika kita berbicara identitas maka mau tidak mau kita harus melihat ke  masa  lalu,  di  dalam  konteks,  identitas  itu  bukanlah  sebuah  proses  produksi  di  ruang  vakum  tetapi   di  dalam  relasi-relasi  kita  dengan  orang lain.  Kemudian  kemajemukan  adalah  yang  mencerminkan  ketinggalan  diri, definisi  siapa  kita  dan  yang  bukan  kita   adalah  definisi  yang  di  lakukan    sendiri  dan  definisi  diri  yang  di  nisbahkan  oleh  pihak  lain  yang  berelasi dengan kita.  Cara  kita  mendefinisikan  diri  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  pikiran,  tindakan  dan  keputusan  yang  kita  ambil.  Cerita  menarik  yang beredar  di  internet menceritakan  tentang  seekor  anak  elang  yang dipelihara dan  dibesarkan  keluarga  ayam.  Tentu  saja  keluarga  ayam  ini  mengajarkan kepada  sang  anak  elang tentang  segala  sesuatu  yang  menyangkut  ke-ayam-  an,  antara  lain  ayam  memakan  biji-bijian,  ayam  tidak  bisa  terbang  tinggi, ayam hanya

bisa begini, dan begitu saja. Pada suatu  waktu,  si  anak  elang  ini melihat  burung elang yang  gagah  melintas  di  angkasa.  Dengan  decak  kagum,  sang  anak  elang  berkata, “Alangkah  gagah  dan  anggunnya  burung  itu.”  Lalu,  keluarga  ayam  yang mendengar  komentar sang anak elang berkata, “Itu adalah burung  elang.  Ia  memang  memiliki  kemampuan  untuk  terbang tinggi  di angkasa. Sedangkan kita  adalah  ayam.  Ayam  hanya  bisa  terbang  re

Singkat kara

ndah  dan  tak  akan  pernah terbang tinggi seperti elang.  Singkat  kata,  sang  anak  elang  menerima  bulat-bulat  apa  yang diajarkan  keluarga  ayam.  Ia  akhirnya  mendefinisikan  dirinya  sebagai  anak ayam.  Karena  ia  mendefinisikan  diri  sebagai  anak  ayam,  ia  pun  berpikir,  berlaku,  dan  bertindak  seperti  anak  ayam.  Sampai  akhir  hayat  sang  anak elang, beraktivitas, bertindak dan mengambil keputusan seperti seekor ayam sesuai  definisi  yang  diyakininya.  Coba  bayangkan,  apa  yang  terjadi  jika sang  anak  elang  ini  mencoba  mengoptimalkan  kemampuannya  seperti  impiannya untuk terbang tinggi seperti elang yang dilihatnya. Dari  ilustrasi  diatas  kita  bisa  mendapatkan  beberapa  pelajaran berharga  mengenai  pengaruh  definisi  identitas  diri  yang  kita  yakini.  Cara kita mende

finisikan identitas kita akan menentukan masa depan kita melalui  cara  kita  berpikir  dan  cara  kita  bertindak.  Definisi  identitas  diri mempengaruhi  cara  kita  berpikir.  Sang  elang  yang  mendefinisikan  diri sebagai anak ayam akhirnya berpikir dan bertindak seperti anak ayam.
Dalam  pemilu  legislatif  yang  baru  saja  berlangsung  di  Indonesia, kebanyakan  rakyat  belum  mampu  menidentifasikan  diri  mereka  sebagai pemegang  kedaulatan.  Pada  pemilu  kali  ini,  identitas  yang  terbentuk  di  wajah  rakyat  adalah  sebagai penjual  kedaulatan,  hal tersebut  terindikasikan melalui  banyaknya  kasus  money  politik.  Secara  bahasa  sederhana  money  politik  dipersepsikan  sebagai  politik  uang.  Di  sini  ada  dua  dimensi,  yakni politik dan uang. Politik  selama ini diorientasikan  pada kekuasaan dan  uang  dipersepsikan   sebagai  salah  satu  kekuatan  yang  berbasis  material.  Artinya politik  uang  merupakan  manifestasi  dari  upaya  merebut  kekuasaan  lewat  jalur politik dengan mengandalkan kekuatan uang. Kekuatan uang dalam hal ini  adalah  proses penentuan  pemenang  kekuasaan tidak berdasarkan pilihan rasional  namun  dengan  dengan  pertimbangan  pragmatisme.  Di  sinilah kemudian stigma negatif melekat dalam persoalan money politik.  Jika legislatif yang ihasilkan melalui mekanisme jual beli suara maka akan hadir para politisi yang mengidentifikasikan dirinya  sebagai  pedagang. Modal  yang  mereka  keluarkan  kepada  rakyat  harus  kembali  dalam  jangka waktu  tertentu  dan  harus  bertambah  karena  begitulah  identitas  pedagang,  kemudian  lahirlah  apa  yang  dinamakan  politik  dagang  sapi.  Entah  siapa yang  memulai  istilah  tersebut,  tapi  ketika  kita  mendengar  dan  mencoba memahami  ternyata politik dagang sapi  itu merupakan  cara untuk bagi-bagi kedudukan  dalam  kabinet.  Presiden  dan  Wakil  Presiden  yang  tepilih  nanti  merupakan  pilihan  rakyat langsung,  karena itu  mereka memperoleh mandat yang  penuh  dari  rakyat  sebagai  pemilih.  Karena  itu  mereka  mempunyai kedudukan  yang  lebih  kuat  dari  pilihan  anggota  MPR.  Akan  tetapi  dalam sistim  yang  berjalan  presiden  serta  pemerintah  yang  dipimpinnya  harus  bekerjasama dengan DPR. Dengan demikian pemerintah yang akan disusun oleh persiden terpilih harus  pandai-pandi  bekerja  sama  dengan  DPR  agar  program-program mereka  disepakati  DPR  sebelum  dapat  dilaksanakan.  Sebaik  apapun  program  yang  diusulkan,  kalau  DPR  tidak  menyetujuinya,  apapaunalasannya, maka  program  tersebut  tida

k  dapat  dilaksanakan dan pemerintah   tidak  efektif  menjalankan  mandat  yang  diemban  dari  pemilih.  Di  dalam  media  sudah  banyak  diberitakan  bahwa  negosiasi  antar  berbagai  partai capres  dalam  meminang  cawapres  sekaligus  melakukan  tawar  menawar mengenai pembagian kursi dalam kabinet yang akan datang.  Maka  harapan  akan  perbaikan  kesejahteraan  rakyat  yang  berjalan beriringan  dengan  demokratisasi  nampaknya  hanya  angan-angan,  karena tidak ada eksekutif dan legislatif yang memikirkan hal  tersebut.  Jadi, selagi kedaulatan  itu  masih  berada  di  tangan  rakyat,  mengidentifikasi  diri kemudian  melakukan  tindakan  yang  tepat  untuk  mempergunakannya  demi kesejahteraan  dalam  jangka  waktu  lima  tahun  kedepan  harus  menjadi perhatian serius agar tidak menyesal dikemudian hari.

Identitas  adalah  simbolisasi  ciri  khas  yang  mengandung  diferensiasi dan  mewakili  citra  organisasi.  Identitas dapat  berasal  dari sejarah,  visi  atau  cita-cita, misi atau fungsi, tujuan, strategi atau program. Berbicara mengenai identitas   sebenarnya  itu  adalah  sebuah  definisi  diri  dan  itu  bisa  di  berikan  oleh  orang  lain  atau  kita  yang  memberikanya.  Pelacakan  identitas  akan menerangkan  tentang  siapa  kita,  karena  pelacakan  identitas  adalah  upaya pendefinisian diri. Baik definisi dari orang lain maupun dari kita sendiri. Ketika kita berbicara identitas maka mau tidak mau kita harus melihat ke  masa  lalu,  di  dalam  konteks,  identitas  itu  bukanlah  sebuah  proses  produksi  di  ruang  vakum  tetapi   di  dalam  relasi-relasi  kita  dengan  orang lain.  Kemudian  kemajemukan  adalah  yang  mencerminkan  ketinggalan  diri, definisi  siapa  kita  dan  yang  bukan  kita   adalah  definisi  yang  di  lakukan    sendiri  dan  definisi  diri  yang  di  nisbahkan  oleh  pihak  lain  yang  berelasi dengan kita.  Cara  kita  mendefinisikan  diri  akan  sangat  berpengaruh  terhadap  pikiran,  tindakan  dan  keputusan  yang  kita  ambil.  Cerita  menarik  yang beredar  di  internet menceritakan  tentang  seekor  anak  elang  yang dipelihara dan  dibesarkan  kel

Mengajarkan

uarga  ayam.  Tentu  saja  keluarga  ayam  ini  mengajarkan kepada  sang  anak  elang tentang  segala  sesuatu  yang  menyangkut  ke-ayam-  an,  antara  lain  ayam  memakan  biji-bijian,  ayam  tidak  bisa  terbang  tinggi, ayam hanya bisa begini, dan begitu saja. Pada suatu  waktu,  si  anak  elang  ini melihat  burung elang yang  gagah  melintas  di  angkasa.  Dengan  decak  kagum,  sang  anak  elang  berkata, “Alangkah  gagah  dan  anggunnya  burung  itu.”  Lalu,  keluarga  ayam  yang mendengar  komentar sang anak elang berkata, “Itu adalah burung  elang.  Ia  memang  memiliki  kemampuan  untuk  terbang tinggi  di angkasa. Sedangkan kita  adalah  ayam.  Ayam  hanya  bisa  terbang  rendah  dan  tak  akan  pernah terbang tinggi seperti elang.  Singkat  kata,  sang  anak  elang  menerima  bulat-bulat  apa  yang diajarkan  keluarga  ayam.  Ia  akhirnya  mendefinisikan  dirinya  sebagai  anak ayam.  Karena  ia  mendefinisikan  diri  sebagai  anak  ayam,  ia  pun  berpikir,  berlaku,  dan  bertindak  seperti  anak  ayam.  Sampai  akhir  hayat  sang  anak elang, beraktivitas, bertindak dan mengambil keputusan seperti seekor ayam sesuai  definisi  yang  diyakininya.  Coba  baya

ngkan,  apa  yang  terjadi  jika sang  anak  elang  ini  mencoba  mengoptimalkan  kemampuannya  seperti  impiannya untuk terbang tinggi seperti elang yang dilihatnya. Dari  ilustrasi  diatas  kita  bisa  mendapatkan  beberapa  pelajaran berharga  mengenai  pengaruh  definisi  identitas  diri  yang  kita  yakini.  Cara kita mendefinisikan identitas kita akan menentukan masa depan kita melalui  cara  kita  berpikir  dan  cara  kita  bertindak.  Definisi  identitas  diri mempengaruhi  cara  kita  berpikir.  Sang  elang  yang  mendefinisikan  diri sebagai anak ayam akhirnya berpikir dan bertindak seperti anak ayam.
Dalam  pemilu  legislatif  yang  baru  saja  berlangsung  di  Indonesia, kebanyakan  rakyat  belum  mampu  menidentifasikan  diri  mereka  sebagai pemegang  kedaulatan.  Pada  pemilu  kali  ini,  identitas  yang  terbentuk  di  wajah  rakyat  adalah  sebagai penjual  kedaulatan,  hal tersebut  terindikasikan melalui  banyaknya  kasus  money  politik.  Secara  bahasa  sederhana  money  politik  dipersepsikan  sebagai  politik  uang.  Di  sini  ada  dua  dimensi,  yakni politik dan uang. Politik  selama ini diorientasikan  pada kekuasaan dan  uang  dipersepsikan   sebagai  salah  satu  kekuatan  yang  berbasis  material.  Artinya politik  uang  merupakan  manifestasi  dari  upaya  merebut  kekuasaan  lewat  jalur politik dengan mengandalkan kekuatan uang. Kekuatan uang dalam hal ini  adalah  proses penentuan  pemenan

g  kekuasaan tidak berdasarkan pilihan rasional  namun  dengan  dengan  pertimbangan  pragmatisme.  Di  sinilah kemudian stigma negatif melekat dalam persoalan money politik.  Jika legislatif yang ihasilkan melalui mekanisme jual beli suara maka akan hadir para politisi yang mengidentifikasikan dirinya  sebagai  pedagang. Modal  yang  mereka  keluarkan  kepada  rakyat  harus  kembali  dalam  jangka waktu  tertentu  dan  harus  bertambah  karena  begitulah  identitas  pedagang,  kemudian  lahirlah  apa  yang  dinamakan  politik  dagang  sapi.  Entah  siapa yang  memulai  istilah  tersebut,  tapi  ketika  kita  mendengar  dan  mencoba memahami  ternyata politik dagang sapi  itu merupakan  cara untuk bagi-bagi kedudukan  dalam  kabinet.  Presiden  dan  Wakil  Presiden  yang  tepilih  nanti  merupakan  pilihan  rakyat langsung,  karena itu  mereka memperoleh mandat yang  penuh  dari  rakyat  sebagai  pemilih.  Karena  itu  mereka  mempunyai kedudukan  yang  lebih  kuat  dari  pilihan  anggota  MPR.  Akan  tetapi  dalam sistim  yang  berjalan  presiden  serta  pemerintah  yang  dipimpinnya  harus  bekerjasama dengan DPR. Dengan demikian pemerintah yang akan disusun oleh persiden terpilih harus  pandai-pandi  bekerja  sama  dengan  DPR  agar  program-program mereka  disepakati  DPR  sebelum  dapat  dilaksanakan.  Sebaik  apapun  program  yang  diusulkan,  kalau  DPR  tidak  menyetujuinya,  apapaunalasannya, maka  program  tersebut  tidak  dapat  dilaksanakan dan pemerintah   tidak  efektif  menjalankan  mandat  yang  diemban  dari  pemilih.  Di  dalam  media  sudah  banyak  diberitakan  bahwa  negosiasi  antar  berbagai  partai capres  dalam  meminang  cawapres  sekaligus  melakukan  tawar  menawar mengenai pembagian kursi dalam kabinet yang akan datang.  Maka  harapan  akan  perbaikan  kesejahteraan  rakyat  yang  berjalan beriringan  dengan  demokratisasi  nampaknya  hanya  angan-angan,  karena tidak ada eksekutif dan legislatif yang memikirkan hal  tersebut.  Jadi, selagi kedaulatan  itu  masih  berada  di  tangan  rakyat,  mengidentifikasi  diri kemudian  melakukan  tindakan  yang  tepat  untuk  mempergunakannya  demi kesejahteraan  dalam  jangka  waktu  lima  tahun  kedepan  harus  menjadi perhatian serius agar tidak menyesal dikemudian hari.

sumber :

https://rhydianroberts.com/satria-bima-x-mod-apk/