Penghambat Kesiapan Belajar

  1. Penghambat Kesiapan Belajar

            Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa kesiapan adalah kesediaan seseorang untuk berbuat sesuatu. Sedangkan belajar menurut Suryabrata dalam Khairani[14] adalah suatu aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri pelajar. Perubahan itu pada pokoknya didapatkan dari pengetahuan dan keterampilan baru. Dan perubahan juga berasal dari usaha manusia itu sendiri. Jika dikaitkan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia, memang perubahan seseorang atau suatu kaum bukanlah dari orang lain melainkan dirinya sendiri yang mampu merubah dirinya[15]. Namun menurut Dalyono[16] belajar adalah suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu dapat mengarahkan kepada tingkah laku yang lebih baik, tetapi juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk.

Perubahan yang terjadi melalui latihan atau pengalaman, perubahan yang dihasilkan harus relatif mantap artinya memiliki jangka waktu yang panjang. Karena pada akhirnya yang diharapkan dari belajar adalah mendapatkan perubahan yang baik, seperti keadaban, keterampilan, pengamatan, berfikir asosiatif dan daya ingat, berfikir rasional, sikap, inhibisi, apresiasi, dan tingkah laku yang efektif.

Untuk berlangsungnya perubahan yang diharapkan dari proses kesiapan atau kesedian belajar, ternyata perjalanan proses belajar itu tidak selalu berjalan sesuai planing, namun mengalami hambatan-hambatan tertentu. Hambatan ini sering disebut sebagai kesulitan belajar. Kesulitan belajar adalah suatu keadaan yang menyebabkan siswa tidak dapat belajar sebagaimana mestinya[17].

Faktor yang dapat menyebabkan kesulitan belajar di sekolah itu banyak dan beragam. Apabila dikaitkan dengan faktor-faktor yang berperan dalam belajar, penyebab kesulitan belajar tersebut dapat kita kelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa (faktor internal) dan faktor yang berasal dari luar diri siswa (faktor eksternal)[18].

  1. Faktor internal
  • Faktor fisiologi

Yaitu sakit, kurang sehat, dan juga cacat tubuh. Seorang anak yang sakit atau kurang sehat akan mengalami kelemahan fisik, sehingga saraf sensorik dan motoriknya lemah akibatnya rangsangan yang diterima melalui indranya tidak dapat diteruskan ke otak. Anak yang kurang sehat akan mengalami kesulitan belajar, sebab ia mudah lelah, pusing, mengantuk, daya konsentrasinya berkurang dan kurang bersemangat dalam belajar.

https://penirumherbal.co.id/the-doomsday-apk/