Pengertian Embriogenesis 

Pengertian Embriogenesis

Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.

Secara umum, embriogenesis adalah proses pembelahan sel dan diferensiasi sel dari embrio manusia yang terjadi pada saat tahap-tahap awal dari perkembangan manusia. Tepatnya, embriogenesis terjadi pada saat spermatozoa bertemu dan menyatu dengan ovum yang disebut fertilisasi sampai akhir dari minggu ke-8 dari perkembangan manusia (Langman,1994). Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain:

  1. Sel tunggal (yang telah dibuahi)
  2. Blastomer
  3. Blastula
  4. Gastrula
  5. Neurula
  6. Embrio / Janin

Tahapan embrionik

yaitu fase pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup selama masa embrio yang diawali dengan peristiwa fertilisasi sampai dengan terbentuknya janin di dalam tubuh induk betina.

Fase fertilisasi adalah pertemuan antara sel sperma dengan sel ovum dan akan menghasilkan zygote. Zygote akan melakukan pembelahan sel (cleavage). Tahapan-tahapan fase embrionik yaitu :

  1. a. Fertilisasi

Adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar. Fertilisasi akan menghasilkan sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri /pembelahan sel (cleavage) menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio

  1. b.Pembelahan / cleavage

Adalah proses pembelahan sel tanpa diikuti oleh pertumbuhan sel atau ekspresi gen yang terjadi pada awal embryogenesis. Pembelahan atau cleavage atau juga disebut segmentasi, terjadi setelah pembuahan. Zigot membelah berulang kali sampai terdiri dari berpuluh sel kecil, yang disebut blastomer. Pembelahan itu bisa meliputi seluruh bagian, bisa pula hanya pada sebagian kecil zigot. Pembelahan ini terjadi secara mitosis, meskipun terkadang juga diikuti pembelahan inti yang terus menerus tanpa diikuti sitoplasma.

Saat fertilisasi, kepala sel sperma menembus dinding sel telur, sedangkan ekor dan lehernya tertinggal di luar. Selanjutnya inti sel (nukleus) telur dan inti sel sperma bersatu. Setelah bersatu, ovum menjadi zigot. Zigot adalah sel dengan jumlah kromosom 23 pasang (42 buah). Selanjutnya sambil bergerak ke arah uterus (rahim), zigot membelah berkali-kali. Zigot membelah diri menjadi 2, 4, 8, 16, dan seterusnya.

  1. c. Pembentukan blastokista,embrioblast, dan rongga amnion.

Pada waktu waktu morulla memasuki rongga rahim (kira – kira hari keenam), cairan mulai menembus zona pelusida masuk ke dalam ruang antar sel yang ada pada inner cell mass. Berangsur-angsur ruang antar sel menyatu, dan akhirnya terbentuklah sebuah rongga, blastokel, pada saat ini mudigah dikenal sebagai blastokista. sel-sel di dalam inner cell mass berkembang menjadi embrio yang disebut embrioblast, sedangkan sel-sel di luar inner cell mass atau trofoblast, menipis dan membentuk dinding epitel untuk blastokista yang selanjutnya menjadi plasenta sehingga implantasi bisa dimulai.

  1. d. Cakram mudigah trilaminer

Pada hari ke-8 sampai hari ke-9, inner cell mass (embrioblas) akan berdiferensiasi menjadi epiblas dan hipoblas (cakram mudigah bilaminer). Epiblas akan membentuk rongga amnion, sedangkan hipoblas akan membentuk rongga eksoselom (kantung kuning telur primitif). Dan pada hari ke-16, terjadi peristiwa gastrulasi, di mana epiblas berdiferensiasi menjadi tiga lapisan germinal, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm.

Baca juga: