Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo

Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo

Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebagai badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan, namun tujuan organisasi Budi Utomo tidak maksimal karena banyak hal, yakni :

1)       Mengalami kesulitan dinansial

2)       Kelurga R.T. Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat.

3)       Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata.

4)       Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar.

5)       Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing.

6)       Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.

7)       Pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis.

Sarekat Islam (SI)

Pada awal berdirinya, organisasi ini bernama “Sarekat Dagang Islam”, didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1911 dengan tujuan :

  1. memajukan perdagangan Indonesia dibawah panji panji Islam
  2. mengadakan persaingan dengan pedagang pedagang China

Karena sifatnya yang merakyat dan pertumbuhannya yang amat pesat, maka atas usul HOS Cokroaminoto pada tahun 1912 Sarekat Dagang Islam namanya diubah menjadi “Sarekat Islam”. Organisasi Sarekat Islam memiliki tujuan :

  1. mengembangkan jiwa dagang
  2. membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam berusaha
  3. memajukan pengajaran dan semua usaha yang mempercepat naiknya derajat rakyat
  4. memperbaiki pendapat pendapat yang keliru mengenai agama islam
  5. hidup menurut perintah agama islam

Sarekat Islam dalam waktu relative singkat berhasil menjadi organisasi masa terbesar di Indonesia saat itu dengan jumlah anggota 800.000 orang yang tersebar dalam 90 Sarekai Islam lokal diseluruh Indonesia. Untuk menghambat Sarekat Islam Belanda senantiasa memantai gerak langkah Sarekat Islam.

Dalam perkembangannya, akibat taktik infiltrasi yang dilakukan oleh Parat Komunis Indonesia (PKI), pada tahun 1917 Sarekat Islam pecah menjadi dua, yaitu :

  1. Sarekat Islam Putih (SI Putih), yaitu Sarekat Islam yang tetap nerlandaskan pada asas perjuangan semula, dipimpin oleh HOS Cokroaminoto, Abdul Muis dan H. Agus Salim.
  2. Sarekat Islam Merah (SI Merah), yaitu Sarekat Islam yang telah terpengaruh oleh paham komunis, dipimpin oleh Semaun, Darsono dan Alimin
  3. Organisasi Keagamaan (Muhammadiyah)

Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H. Ahmad Dahlan.Muhammadiyah berarti umat Muhammad atau pengikut Muhammad. Dengan nama ini memiliki harapan dapat mencontoh segala jejak perjuangan dan pengabdian Nabi Muhammad. Tujuan yang ingin dicapai adalah:

  1. Memajukan pengajaran berdasarkan agama islam, dan
  2. Memupuk  keimanan dan ketaqwaan para anggotanya.

Dalam rangka mencapai tujuan itu, Muhammadiyah melakukan beberapa upaya berikut:

  • Mendirikan sekolah-sekolah (bukan pondok pesantren) dengan pengajaran agama dan kurikulum yang modern.
  • Mendirikan rumah sakit dengan nama Pusat Kesengsaraan Umum (PKU).
  • Mendirikan rumah yatim piatu.
  • Mendirikan perkumpulan kepanduan Hisbul Wathan.

Dalam perkembangannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan dari golongan Islam konservatif. Mereka melihat Muhammadiyah begitu terbuka terhadap kebudayaan Barat sehingga khawatir kemurnian Islam akan dirusakkan. Oleh karena itu para ulama mendirikan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926.Gerakan NU dipelopori oleh K.H. Hasyim Asy’ari. Gerakan Muhammadiyah banyak mendapat simpati termasuk pemerintah kolonial Belanda karena perjuangannya tidak bersifat konfrontatif(menentang).

Disamping Muhammadiyah, gerakan keagamaan lain yang memiliki andil bagi kemajuan bangsa antara lain, berikut ini:

  1. Jong Islamienten Bond, berdiri tanggal 1 Januari 1925 di Jakarta.
  2. Nahdlatul Ulama (NU), berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 di Surabaya, Jawa Timur
  3. Nahdlatul Wathan, berdiri tahun 1932 di Pacor, Lombok Timur.

SUmber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/