PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

Manusia dalam masyarakat selalu hidup secara berkelompok-kelompok atau bergolong-golong. Hal ini disebabkan karena manusia sebagai anggota masyarakat, dia ingin mencukupi kebutuhan-kebutuhan hidupnya untuk mempertahankan kehidupannya.

Kebutuhan manusia sangat banyak jumlahnya diantaranya adalah kebutuhan pokok yang meliputi kebutuhan akan makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal, kebutuhan untuk melangsungkan keturunannya, kebutuhan akan perlindungan dan keamanan baik harta maupun jiwa dan lain sebagainya. Untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan tersebut sebagian besar tidak dapat dicukupi sendiri melainkan harus bersama-sama dengan orang lain. Karena itu manusia mudah untuk berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan kelompoknya. Disamping itu pembentukan kelompok ditentukan oleh faktor lain diantaranya adalah :

a. Faktor waktu dan jaman

b. Sebab dan tujuan pembentukan kelompok

c. Sifat-sifat dari para anggota-anggotanya

d. Cara pembentukan kelompok tersebut (dengan paksaan, kebetulan, ataupun sukarela)

SEBAB-SEBAB PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL

a. Bierens den Haan

Bierens den Haan mengatakan bahwa suatu kelompok memperoleh bentuknya dari kesadaran akan keterikatan yang ada pada anggota-anggotanya. Kelompok tidak hanya karena jumlah anggota-anggotanya saja, melainkan adalah suatu kenyataan yang ditentukan oleh datang perginya anggota-anggotanya. Kenyataan kelompok dinyatakan oleh nilai yang dihayati bersama oleh fungsi kelompok sebagaimana disadari oleh anggotanya. Jadi diantara anggota dalam kelompok tersebut memiliki ikatan psychologis.

b. Andersen dan Parker

Keduanya berpendapat bahwa kelompok adalah kesatuan dari dua atau lebih individu yang mengalami interaksi psychologis satu sama lain. Bahwa kebutuhan akan kelompok ini tidak ditentukan oleh situasi geografis saja, tetapi pada jaman dengan kemajuan tehnologi tinggi dimungkinkan komunikasi satu sama lain dan inilah sebagai faktor pembentuk kelompok.

Dikatakan selanjutnya bahwa kelompok akan berakhir sebagai kelompok, apabila interaksi mental diantara para anggotanya berakhir. Faktor pembentukan kelompok adalah faktor psychologis diantara para anggota-anggotanya. Dapat berbentuk norma mengikat, ketidakseragaman pendapat dengan persamaan pendapat harus seimbang, apabila tidak kelangsungan kelompok terancam.

c. Park dan Burgess

Park dan Burgess menyebut bahwa kelompok sebagai “social group” antara para anggotanya perlu ada interaksi dengan faktor-faktor terutama

  1. An inter relationship (hubungan antara paraa anggotanya)
  2. An interplay of personality (teman bermain)
  3. A moving unit of interacting pershonalites (gerak gosial)

d. Lasswell dan Kaplan

Laswell dan Kaplan berpendapat bahwa cooperation adalah fase dalam pembentukan kelompok, sedangkan cooperation (kerjasama) ini terjadi karena adanya tugas yang berbeda-beda. Agar supaya tidak kehilangan tujuan pokoknya maka perlu adanya koordinasi dari bermacam tugas yang berbeda itu.

Di dalam ikatan cooperation itu, disamping ikatan formil, maka diketemukan “doing together”. “thingking together” dan “feeling together” dan “feeling toge bher”, orang mau bekerja, berfikir, mempunyai perasaan yang sama karena atau demi kelompoknya. Selanjutnya dalam kelompok inilah ikatan dalam cooperation tersebut mencapai fase ideal. Jadi pembentukan kelompok didasarkan pada:

  1. Adanya keyakinan bersama akan perlunya pengelompokan dan tujuan
  2. Adanya harapan yang dihayati oleh anggota-anggotanya
  3. Adanya ideologi yang mengikat semua

e. Dr. P.Y. Bouman

Kelompok akan gelongan pada umumnya adalah kesatuan-kesatuan sosial yang dikuasai oleh perasaan persatuan. Perasaan persatuan ini mungkin sifatnya dalam tetapi mungkin juga dangkal. Suatu kelompok atau golongan dengan ikatan / perasaan persatuan yang dalam misalnya masyarakat paguyuban, masyarakat dengan ikatab darah dll. Sedangkan masyarakat dengan ikatan persatuan yang dangkal, misalnya : hanya bertujuan praktis/organisatoris saja, atau ikatan yang secara kebetulan saja terjadi.

Sumber : https://uberant.com/article/624699-dosenpendidikan-releases-abrand-new-article-onthe-respiratory-system-of-differen/