PANGAN FUNGSIONAL

PANGAN FUNGSIONAL : SQUALENE

Skualen merupakan prekursor biokimia untuk seluruh steroid. Oksidasi (melalui squalene monooxygenase) salah satu dari ikatan rangkap skualen akan menghasilkan 2,3-squalene oksida yang akan masuk pada siklus dengan katalisis enzim dan berubah menjadi lanosterol serta akan bergabung dengan kolesterol dan steroid lainnya.

PANGAN FUNGSIONAL : POLIFENOL

  • Polifenol adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya. Polifenol berperan dalam memberi warna pada suatu tumbuhan seperti warna daun saat musim gugur.
  • Polifenol dapat ditemukan pada kacang-kacangan,teh hijau, teh putih, anggur merah, anggur putih, minyak zaitun dan turunannya, cokelat hitam, dan delima. Kadar polifenol yang lebih tinggi dapat ditemukan pada kulit buah seperti pada anggur, apel, dan jeruk. (Webb, 2006)

PANGAN FUNGSIONAL :FITOSTEROL

  • Sesudah dipurifikasi, fitosterol tampak sebagai bubuk putih dengan bau lembut yang khas. Senyawa ini tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam alkohol.
  • Senyawa ini banyak digunakan sebagai bahan tambahan pangan obat-obatan dan kosmetik. Pada sel hewan, peran tersebut digantikan oleh kolesterol.
  • β-sitosterol dan campesterol => fitosterol yang ditemukan berlimpah pada makanan manusia dan hampir 80% dari seluruh asupan fitosterol yang secara khusus sejumlah 100-300mg/hari, hampir sama dengan jumlah asupan harian kolesterol (dengan catatan bahwa vegetarian mengkonsumsi jumlah fitosterol lebih banyak daripada omnivora).
  • Fitosterol => sangat sedikit diserap pada usus (khususnya fitostanol ).
  • <1% β-sitostanol yang dicerna dapat diserap oleh tubuh.
  • Fitosterol memiliki kemampuan untuk menghambat absorpsi kolesterol dan rearbsorpsi kolesterol empedu. =>dengan menggantikan kolesterol dari misel pada usus; misel merupakan partikel suspensi yang berasal dari lemak dan vitamin larut lemak yang diserap dalam usus.
  • Fitosterol memiliki potensi untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan cara meningkatkan jumlah kolesterol dan kolesterol empedu yang hilang melalui faeces. (Webb, 2006)

 

Sumber :

https://callcenters.id/