PANGAN FUNGSIONAL

PANGAN FUNGSIONAL :ISOFLAVON

  • Fitoestrogen merupakan komponen tumbuhan yang meskipun bukan merupakan steroid, namun memiliki kemiripan struktur dengan estrogen manusia dan dapat terikat pada reseptor estrogen manusia.
  • Flavonoida dan isoflavonoida => golongan senyawa metabolit sekunder yang banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan, khususnya dari golongan leguminoceae. Tanaman kedelai memiliki kandungan isoflavon yang lebih tinggi terutama pada biji kedelai, khususnya pada bagian hipokotil (germ) yang akan tumbuh menjadi tanaman. Sebagian lagi terdapat pada kotiledon yang akan menjadi daun pertama dari tanaman.
  • Kandungan senyawa flavonoida sendiri dalam tanaman sangat rendah, yaitu sekitar 0,25%. Senyawa-senyawa tersebut pada umumnya dalam keadaan terikat/ terkonjugasi dengan senyawa gula. (Zilliken, 1987)
  • Kandungan isoflavon pada kedelai berkisar 2-4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini pada umumnya berupa senyawa kompleks atau konjugasi dengan senyawa gula melalui ikatan glukosida. Jenis senyawa isoflavon ini terutama adalah genistin, daidzin, dan glisitin. Bentuk senyawa tersebut mempunyai aktivitas fisiologis kecil. (Prawiroharsono,1994).
  • Selama proses pengolahan, baik melalui proses fermentasi maupun proses non-fermentasi, senyawa isoflavon dapat mengalami transformasi, terutama melalui proses hidrolisa sehingga dapat diperoleh senyawa isoflavon bebas yang disebut aglikon yang lebih tinggi aktivitasnya. Senyawa aglikon tersebut adalah genistein, glisitein, dan daidzein. (Kuswanto, 2000)

DIABETES MELLITUS

Pada penderita DM biasanya mengalami poliuria, polifagi dan polidipsi.

TUJUAN MODIFIKASI DIET DM

  • Mencapai outcome metabolik optimal
  • Mencegah dan mengatasi komplikasi DM
  • Memperbaiki kesehatan
    Sumber :https://nomorcallcenter.id/
  • Memberikan saran spesifik bagi kelompok tertentu