Panen tanaman KUNYIT

Panen tanaman KUNYIT

Panen tanaman KUNYITPanen tanaman KUNYIT

Ciri dan Umur Panen

Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan, saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan, yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan.

Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).

3.6.2. Cara Panen
Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Sebelum dibongkar, batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.

3.6.3. Periode Panen
Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.

3.6.4. Prakiraan Produksi
Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.

3.7. Pascapanen
3.7.1. Penyortiran dan Penggolongan
Rimpang kemudian dipilih (sortasi) berdasarkan ukuran panjang, lebar, besar dan kecil untuk memisahkan bahan yang berkualitas rendah (rusak) dengan yang baik (seragam). Sortasi pada kunyit dilakukan melalui dua tahap, yaitu sortasi basah dan kering. Sortasi basah dilakukan pada bahan segar untuk memisahkan bahan-bahan dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma yang dimungkinkan mencemari bahan hasil panen. Sortasi kering dilakukan pada bahan yang telah mengalami pengeringan guna memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing, seperti kerikil, tanah dan kotoran-kotoran lain. Setelah bersih, rimpang dikumpulkan dalam wadah berupa karung untuk memudahkan pengangkutan dan mempertahankan kebersihan rimpang hasil panen selama pengangkutan.

3.7.2. Penyimpanan
Rimpang disimpan dalam gudang yang memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup, serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Untuk mencegah timbul hama gudang seperti rayap, dilakukan dengan mengoleskan oli bekas pada lantai gudang. Setelah oli itu kering baru dipasang bantalan dari kayu, untuk meletakkan kunyit yang telah dimasukkan dalam karung. Upaya yang dilakukan untuk menghindari serangan hama/cendawan yaitu dengan melakukan penyemprotan insektisida/fumigasi sebelum gudang digunakan.

3.7.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Rimpang selanjutnya dikemas dalam karung/plastik atau bahan yang kedap udara.

3.7.4. Lain-lain
Pembersihan
Rimpang hasil panen dibersihkan dari kotoran yang menempel, seperti tanah dan sisa akar tanaman bersamaan pada saat dicuci. Tujuannya untuk menurunkan jumlah mikroba patogen penyebab pembusukan dan membuat tampilan fisiknya menjadi lebih menarik. Rimpang disemprot dengan air bertekanan tinggi dan hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar dan banyak mengandung bakteri, seperti Pseudomonas, Proteus, Micrococcus, Bacillus, Streptococcus, Enterobacter, dan Escherichia. Rimpang yang telah bersih selanjutnya ditiriskan dan jangan langsung dijemur untuk menghindari terjadinya fermentasi/pembusukan. Penirisan dilakukan pada rak/bambu/kawat dengan cara diangin-anginkan pada tempat yang teduh.

Pengawetan
Pengawetan rimpang kunyit dengan cara merubah bentuk rimpang menjadi irisan, serutan, dan potongan rimpang, lebih ditujukan untuk memudahkan dalam proses pengeringan, pengepakan, dan pengolahan lebih lanjut. Rimpang yang diiris adalah seluruh rimpang, baik empu (umbi induk) maupun rimpang tunas. Tebal irisan antara 1-3 mm. Selanjutnya rimpang dikeringkan secara tradisional dengan panas sinar matahari selama 5-8 hari atau dengan menggunakan pengering buatan (oven) selama 5-12 jam pada suhu udara 50-80 derajat C. Semakin tipis irisan semakin cepat proses pengeringan. Bila pengirisan terlalu tipis mengakibatkan senyawa aktif yang terkandung didalamnya menjadi mudah menguap. Pengeringan secara tradisional dilakukan dengan menghamparkan irisan kunyit pada kain katun hitam (tebal + 2-5 cm), tikar/rak. Pengeringan ini dilakukan dengan membolak-balik irisan hingga kering. Penjemuran dihentikan setelah kadar air bahan tinggal 8-10 %.

 

RECENT POSTS