organisasi perusahaan teh botol sosro

organisasi perusahaan teh botol sosro

organisasi perusahaan teh botol sosro

Sejarah Teh Botol Sosro

Tak banyak merek-merek lokal di luar merek-merek rokok yang dapat berkibar dan melegenda. Salah satunya adalah Teh Botol Sosro, yang sekarang telah dikepung oleh dua merek global legendaris : Coca Cola dan Pepsi. Pasar yang digemgam Teh Botol ini sangat menggiurkan, sehingga menarik beberapa raksasa minuman ringan. Tak kurang dari Lipton yang didukung oleh Unilever, Tekita yang masih berkaitan dengan Pepsi, serta Hi-C dan Frestea dari Coca Cola. Lipton berakhir dengan kegagalan, demikian pula Hi-C. Namun Coca Cola yang tidak jera kembali meluncurkan Frestea dengan aroma melati yang lebih kuat, mulai menampakkan hasil. Tampaknya konsumen i\Indonesai memang lebih menyukai teh wangi (Jasmine Tea). Teh Botol Sosro tampaknya harus waspada, dan memulai jurus strategi baru.

Pada tahun 1969 mulailah keluarga Sosrodjojo menjual teh siap minum dalam kemasan botol. Merek yang digunakan adalah dengan merek Teh Botol Sosro. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo.Untuk kemunculan desain botol pertama, adalah pada tahun 1970 dan desain botol tidak berubah, lebih dari 2 tahun.Untuk desain botol kedua yaitu pada tahun 1972 juga bertahan sampai dengan 2 tahun.Dan pada tahun 1974, dengan didirikan PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung Menteng (waktu itu masuk wilayah Bekasi, tetapi sekarang masuk wilayah Jakarta), maka desain botol Teh Botol Sosro berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut, merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di Dunia.

Untuk lebih memudahkan penjualannya, maka Teh Botol Sosro lebih sering disebut Teh Botol.Pada awalnya, pembotolah teh dilakukan secara manual. Pengisian teh yang sudah diseduh menggunakan gayung, serta botol yang dipakai adalah botol yang sangat sederhana, dengan grafis merek yang sangat sederhana. Pricing-nya tergolong unik, harga ditentukan dengan prinsip tidak melebihi harga parkir, yang saat itu sebesar 25 rupiah.Ketika permintaan pasar telah mencapai 100 krat per hari, cara konvensional sudah tidak memadai. Mereka berprinsip tidak akan menggunakan bahan pengawet. Dengan segala pertimbangan pada tahun 1974 dibangunlah pabrik pembotolan teh siap minum pertama di Indonesia dan di dunia, dengan nama PT. SINAR SOSRO. Dengan kapasitas mesin pertama yang mencapai 6.000 botol per jam, maka diperlukan upaya pemasaran yang lebih intensif.

Teh Botol merintis penjualan di pinggir jalan. Pada awalnya dicoba di jalan Kemayoran. Setiap penjual dibekali dengan cooler box. Hasil keuntungan yang melebihi upah minimum saat itu, maka minat para pedagang meningkat. Profit margin yang diberikan kepada pedagang cukup menarik, Harga dari perusahaan Rp. 25 dan sampai di tangan konsumen konsumen Rp. 50. Ternyata strategi ini berhasil, dan diiringi pembukaan warehouse di luar kota Jakarta.Untuk memperkuat ekuitas merek Teh Botol, dimulailah program komunikasi secara nasional dengan beriklan di media masa, terutama televisi. Pada mulanya, penyebutan merek dalam komunikasi menggunakan Teh Botol.

Awal dasawarsa 1980, mulai banyak pesaing yang mencoba memasuki pasar teh siap minum ini. Jumlah produsen yang ada saat itu lebih dari sepuluh dan semua menyebut produk-produk mereka dengan cara yang sama, Teh Botol. Hal ini mengakibatkan merek Teh Botol menjadi generik. Untuk membedakan Teh Botol Sosro dari teh botol-teh botol yang lain, maka cara berkomunikasi pun dirubah dengan merubah cara menyebut Teh Botol dengan Teh Sosro. Langkah ini ternyata cukup berhasil untuk membedakan dari produk-produk teh botol lainnya.

Inilah sebuah pelajaran bagaimana sebuah merek lokal dibangun dan dipertahankan. Tapi perjalanan untuk mempertahankan merek di tengah persaingan global merupakan tantangan tersendiri. Beberapa inovasi telah dilakukan Sosro, dari teh kotak (ini juga merupakan merek yang telah menjadi generik), Fruit Tea, dan sederet inovasi berupa resep-resep olahan dari teh. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah bagiamana mempertahankan Teh Botol yang telah menjadi ikon mereka. Keberhasilan mereka menembus KFC yang dekat dengan Pepsi merupakan prestasi tersendiri. Tetapi perjalanan masih panjang dan berliku, dalam tantangan merek-merek global

Sumber :https://indianapoliscoltsjerseyspop.com/