Morfologi Dan Anatomi Ubur-Ubur

Morfologi Dan Anatomi Ubur-Ubur

Morfologi Dan Anatomi Ubur-Ubur

Morfologi Dan Anatomi Ubur-Ubur

Ubur-ubur Scyphozoa (Scyphomedusae)

mempunyai ciri antara lain tubuhnya berbentuk payung atau genta (bell) yang disertai dengan umbai-umbai berupa tentakel. Bagian payung sebelah atas berbentuk cembung dan disebut eksumbrella (exumbrella) sedangkan bagian bawah berbentuk cekung subumbrella (subumbrella). Diantara keduanya terdapat mesoglea yang mempunyai lendir yang sangat kental. Ditengah subumbrella terdapat bukaan mulut. Detail morfologi dan anatomi ubur-ubur jenis Aurelia aurita disajikan dalam Gambar 1 di bawah ini.


Ubur-ubur ini dicirikan dengan adanya sel-sel penyengat yang disebut nematosis (nematocyst) yang mengandung racun. Nematosis hampir terdapat di sekujur tubuhnya, namun yang terbanyak adalah ada bagian lengan atau tentakelnyayang berguna untuk menangkap mangsanya. Bentuk nematosis ini sangat beragam menurut jenisnya, tetapi pada umumnya nematosis ini berupa kantong kecil atau kapsul yang berisikan sel yang mirip panah harpun.


Apabila ubur-ubur itu terangsang maka akan melumpuhkan mangsanya, sehingga panah harpun yang mikroskopis dengan benang panjang dan beracun tersebut ditembakkan serempak oleh ratusan hingga ribuan nematosis.daya racun nematosis itu bervariasi menurut jenis ubur-uburnya. Bagi orangyang sering berenang di laut banyak yang pernah merasakan gangguan sengatan ubur-ubur ini, yang berakibat kulit terasa gatal hingga perih. Ubur-ubur yang mempunyai racun yang sangat kuat adalah Chironex fleckeri, bila menyengat manusia bisa menimbulkan kematian.


Sebagian besar tubuh ubur-ubur terdiri dari air (sekitar 95-99%) yang membuat daya apungnya (buoyancy) sangat cocok untuk hidup melayang dalam laut. Tentakelnya relatif panjang bahkan pada jenis tertentu bisa mencapai puluha meter.


Ubur-ubur adalah hewan karnivor, makanannya terdiri atas berbagai jenis hewan, dari berbagai zooplankton hingga ikan yang ditangkapnya dengan tentakel yang dilengkapi banyak nematosis. Tapi ada pula yang “memelihara” simbion dalam tubuhnya. Simbion ini berupa mikroalga yang hidup dalam jaringannya, dan saling memberi keuntungan. Mikroalga dapat menggunakan produk metabolik seperti karbon dioksida (CO2) dari ubur-ubur, sebaliknya ubur-ubur dapat menggunakan oksigen yang dihasilkan dari fotosintesis mikroalga.


Pada saat-saat tertentu ubur-ubur dapat tumbuh meledak hingga populasinya merajai perairan laut sehingga terlihat seolah-olah laut penuh dengan ubur-ubur saja, dan tampak seperti cendol ubur-ubur. Bila hal ini terjadi, dapat menimbulkan kerugian bagi kegiatan pariwisata pantai, perikanan atau juga bagi industri yang menggunakan air laut sebagai pendingin.


Aurelia aurita atau juga dikenal dengan ubur-ubur bulan merupakan spesies yang dipelajari secara luas dari genus Aurelia. Yang semua spesies dalam genus saling berkaitan erat, dan sulit untuk mengindentifikasi medusa Aurelia tanpa pengambilan sampel genetik, sebagian besar apa yang berlaku sama bagi semua spesies dalam genus.


Pada ubur-ubur ini tampak tembus pandang, biasanya memiliki ukuran sekitar 25 hingga 40 cm, dan dapat diidentifikasi oleh empat gonad berbentuk tapal kuda, mudah dilihat melalui bagian atas bel. Ubur-ubur ini makan dengan mengumpulkan medusa, plankton dan moluska dengan tentakelnya dan membawa mengsanya ke dalam tubuh untuk dicerna. Pada ubur-ubur ini hanya mampu bergerak terbatas dan hanyut dengan arus bahkan ketika berenang.


Baca Juga :