Menganalisis Video Geologi

Menganalisis Video Geologi

Dalam bumi terdiri atas perlapisan-perlapisan,yang setiap lapisan memiliki sifat karakteristiktersendiri,khisusnya untuk perlapisan palingdalam memiliki sifat latin magmatis(cair,gas,dan pijar) yang disebut magma.Magma didalam bumi selalu dinamis(bergolak) sehingga dapat menyebabkan dinamika perlapisan bagian atas yang bersifat”soil rigid” menjadi retak membentuk lempeng-lempeng, pergerakan lapisan bumi ini dapat menyebabkan proses-proses Geologi seperti:lipatan,patahan,retakan ,dll. Yang pada hakekatnya disebut Diastropisme,proses-proses geologi ini secara global dapat digolongkan sebagai:proses volkanime ,tektonime ,dan seisme.

Di dalam kerak bumi secara terpisah dalam kantong-kantong tertentu terdapat magma. Magama dalam arti luas adalah lelehan batuan yang pijar dalam wujub yang mengandung gas, terdapat secara alamiah di dalam bumi.

Oleh proses alamiah (proses fisikokimia) magma sebagian ada yang menyususp antara perlapisanbatuan di dalam kerak bumi (intrusi magma), dan sebagian lagi dapat menerobos keprmukaan bumi melalui rekehan atau sesar perlapisan batuan (disebut : ekstrusi magma).

Erupsi volkan (gunung api) adalah suatu kegiatan penerobosan magma ke permukaan bumi. Bila di sertai tekanan gas yang kuat, terjadilah suatu letusan atau ledakan yang dinamakan dengan erupsi eksplosif

  1. Diagram Blok

Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912.[6] dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti ‘bongkahan es’ dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat.[7][8] Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak-gerak. Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya

Batas divergen/konstruktif (divergent/constructive boundaries) terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen

Batas konvergen/destruktif (convergent/destructive boundaries) terjadi jika dua lempeng bergesekan mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain, atau tabrakan benua (continental collision) jika kedua lempeng mengandung kerak benua. Palung laut yang dalam biasanya berada di zona subduksi, di mana potongan lempeng yang terhunjam mengandung banyak bersifat hidrat (mengandung air), sehingga kandungan air ini dilepaskan saat pemanasan terjadi bercampur dengan mantel dan menyebabkan pencairan sehingga menyebabkan aktivitas vulkanik. Contoh kasus ini dapat kita lihat di Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan busur pulau Jepang (Japanese island arc).

Pergerakan lempeng tektonik bisa terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera dan karakter astenosfer yang relatif lemah. Pelepasan panas dari mantel telah didapati sebagai sumber asli dari energi yang menggerakkan lempeng tektonik. Pandangan yang disetujui sekarang, meskipun masih cukup diperdebatkan, adalah bahwa kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah di zona subduksi adalah sumber terkuat pergerakan lempengan.

 

Sumber :

https://fgth.uk/