Masalah Sosial – Pengertian, Karakter, Penyebab dan Contoh

Masalah Sosial – Pengertian, Karakter, Penyebab dan Contoh

Masalah sosial merupakan suatu masalah atau masalah yang harus diselesaikan yang terjalin dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang didalam masyarakat sebagai suatu keadaan yang tidak diharapkan. Masalah sosial perihal erat dengan hal-hal yang mengganggu kedamaian didalam suatu kelompok masyarakat. Masalah sosial punyai lebih dari satu karakter, antara lain:

a.Kondisi yang dirasakan banyak orang
Suatu masalah bisa disebut sebagai masalah sosial kalau kondisinya dirasakan oleh banyak orang, tapi tidak tersedia batasan tentang berapa kuantitas orang yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapatkan perhatian berasal dari lebih dari satu orang, maka masalah selanjutnya merupakan masalah sosial.

b.Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan
Menurut mengetahui hedonisme, orang cenderung ulangilah sesuatu yang menggembirakan dan jauhi sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang tetap jauhi masalah, gara-gara masalah tetap tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat memilih suatu masalah bisa dikatakan sebagai masalah sosial.

c.Kondisi yang menuntut permecahan.
Suatu keadaan yang tidak menggembirakan tetap menuntut pemecahan.Umumnya, suatu keadaan diakui harus dipecahkan kalau masyarakat berpikiran masalah selanjutnya harus dipecahkan.

d.Pemecahan masalah selanjutnya harus diselesaikan lewat aksi secara kolektif.
Masalah sosial berlainan dengan masalah individual. Masalah individual bisa diatasi secara individual, tapi masalah sosial hanya bisa diatasi lewat rekayasa sosial layaknya aksi sosial, kebijakan sosial atau rencana sosial, gara-gara penyebab dan akibatnya berupa multidimensional dan menyangkut banyak orang.

Menurut Daldjoeni didalam Abulsyani (1994:187) bahwa, masalah social bisa bertalian dengan masalah alami ataupun masalah pribadi, maka secara menyeluruh tersedia lebih dari satu sumber penyebab munculnya masalah social, yakni antara lain:

a.Faktor alam (ekologis-geografis)
Ini menyangkut tanda-tanda menipisnya sumber energi alam. Penyebabnya bisa berupa tindakan eksploitasi berlebihan atasnya oleh manusia dengan teknologinya yang semakin maju, supaya kurang diperhatikan perlunya pelestarian lingkungan. Dapat pula gara-gara semakin banyaknya kuantitas masyarakat yang secara otomatis cepat menipiskan persediaan sumber energi meskipun sudah ditunaikan penghematan.

b.Faktor biologis (dalam arti kependudukan)
Ini menyangkut pertambahan kuantitas masyarakat dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional maupun local. Pemindahan manusia (mobilitas fisik) yang bisa dihubungkan pula dengan implikasi medis dan kesehatan masyarakat lazim dan juga mutu masalah pemukiman baik dipedesaan maupun diperkotaan.

c.Faktor budaya
Ini menimbulkan berbagai keguncangan mental dan berlalian dengan berbagai penyakit kejiwaan. Pendorongnya adalah perkembangan teknologi (komunikasi dan transportasi) dan implikasinya didalam kehidupan ekonomi hokum, pendidikan, keagamaan, dan juga pemanfaatan saat senggang.

d.Faktor sosial
Dalam arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan untuk masyarakat.

Berikut tersedia lebih dari satu semisal permasalahan yang berlangsung di lingkungan masyarakat anatara lain:

A.Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan menghendaki mendapat pekerjaan tapi belum bisa memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak raih potensi maksimal yakni masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.

Adapun segi – segi munculnya pengangguran adalah sebagai berikut:
1).Jumlah pencari kerja lebih besar berasal dari kuantitas kesempatan kerja yang tersedia (kesenjangan antara supply and demand).
2).Kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi yang diperlukan oleh pasar kerja.
3).Masih terdapatnya anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak terserap dunia kerja/berusaha berdiri sendiri gara-gara tidak punyai keterampilan yang memadai.
4).Terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) gara-gara krisis global.
5).Terbatasnya sumber energi alam di kota yang tidak amat mungkin lagi warga masyarakat untuk memproses sumber energi alam jadi mata pencaharian.

Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran terhitung merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus konsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya tiap tiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi tiap tiap harinya.

a.Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak bisa memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini berlangsung gara-gara pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh gara-gara itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

b.Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini berlangsung gara-gara pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kesibukan perekonomian me-nurun supaya pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar berasal dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kesibukan ekonomi pemerintah terhitung akan berkurang supaya kesibukan pembangunan pun akan konsisten menurun.

c.Pengangguran tidak menggalakkan perkembangan ekonomi. Adanya pengangguran akan menye-babkan energi beli masyarakat akan berkurang supaya keinginan terhadap barang-barang hasil memproses akan berkurang. Keadaan demikianlah tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk jalankan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikianlah tingkat investasi mengalami penurunan supaya perkembangan ekonomipun tidak akan terpacu.

b.Dampak pengangguran terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat
1).Pengangguran bisa menghalau mata pencaharian
2).Pengangguran bisa menghalau ketrampilan
3).Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
4).Bertambahnya tingkat kemiskinan
5).Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat.

B.Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perubahan sikap atau tingkah laku anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban lazim (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan terhadap orang, binatang, dan barang-barang yang bisa menimbulkan bahaya atau kerugian terhadap pihak lain Kenakalan remaja meliputi semua tingkah laku yang menyimpang berasal dari norma-norma hukum pidana yang ditunaikan oleh remaja.

Perilaku selanjutnya akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.Penyebab kenakalan remaja adalah ulah atau tindakan para remaja yang tetap didalam tarap pencarian jati diri kerap sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan mudah yang mengganggu ketentraman lingkungan kira-kira layaknya kerap terlihat malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura layaknya minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang tersedia disekitarnya.

Cukup banyak segi yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai segi yang tersedia selanjutnya bisa dikelompokkan jadi segi internal dan segi eksternal.Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja secara lazim bisa dikelompokan ke didalam dua faktor, yakni sebagai berikut:

1.Faktor Intern
b.Faktor Kepribadian
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis terhadap proses psikosomatis didalam individu yang ikut memilih caranya yang unik didalam sesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut cii-ciri psikisnya). Masa remaja dikatakan sebagai suatu era yang berbahaya.

Pada periode ini, seseorang meninggalkan era anak-anak untuk menuju era dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas gara-gara belum terdapatnya pegangan, saat kepribadian mental untuk jauhi munculnya kenakalan remaja atau tingkah laku menyimpang.

b.Faktor Kondisi Fisik
Faktor ini bisa mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu teori yang menyatakan terdapatnya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik didalam kenyataan hidup).

Menurut teori ini, seseorang yang tengah mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap keadaan hidupnya. Kekecewaan selanjutnya jika tidak disertai dengan pertolongan bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup dengan sebagai perwujudan kekecewaan akan keadaan tubuhnya.

c.Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat
Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar berasal dari penjara), kerap kali terhadap saat lagi ke masyarakat standing atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan supaya anak selanjutnya lagi jalankan tindakan penyimpangan hukum gara-gara meresa tertolak dan terasingkan.

2.Faktor Ekstern
a.Kondisi Lingkungan Keluarga
Khususnya di kota-kota besar di Indonesia, generasi muda yang orang tuanya disibukan dengan kesibukan usaha kerap mengalami kekosongan batin gara-gara bimbingan dan kasih sayang segera berasal dari orang tuanya sangat kurang. Kondisi orang tua yang lebih mementingkan karier daripada perhatian kepada anaknya akan menyebabkan munculnya tingkah laku menyimpang terhadap anaknya. Kasus kenakalan remaja yang terlihat terhadap keluarga kaya bukan gara-gara kurangnya kebutuhan materi melainkan gara-gara kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

b.Kontak Sosial berasal dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik atau Kurang Efektif
Apabila system pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola tingkah laku anak muda saat ini kurang berlangsung dengan baik, akan membangkitkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah menoleransi tindakan anak muda yang menyimpang berasal dari hukum atau norma yang berlaku, layaknya mabuk-mabukan yang diakui perihal yang wajar, tindakan perkelahian antara anak muda diakui perihal yang biasa saja. Sikap kurang tegas didalam mengatasi tindakan penyimpangan tingkah laku ini akan semankin menaikkan kuantitas dan mutu tindak penyimpangan di kalangan anak muda.

c.Kondisi Geografis atau Kondisi Fisik Alam
Kondisi alam yang gersang, kering, dan tandus, bisa terhitung menyebabkan terjadinya tindakan yang menyimpang berasal dari ketetapan norma yang berlaku, terutama jika individunya bermental negative. Misalnya, jalankan tindakan pencurian dan mengganggu ketertiban umum, atau konflik yang bermotif memperebutkan keperluan ekonomi.

d.Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik
Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin akan mudah membangkitkan kecemburuan sosial dan bentuk kecemburuan sosial ini bisa mewujudkan tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan. Disintegrasi politik (antara lain terjadinya konflik antar partai politik atau terjadinya peperangan antar kelompok dan perang saudara) bisa merubah jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan-tindakan menyimpang.

e.Faktor Perubahan Sosial Budaya yang Begitu Cepat
Perkembangan teknologi di berbagai bidang terutama didalam teknologi komunikasi dan hiburan yang mempercepat arus budaya asing yang masuk akan banyak merubah pola tingkah laku anak jadi kurang baik, terutama anak selanjutnya belum siap mental dan akhlaknya, atau wawasan agamanya tetap rendah supaya mudah berbuat hal-hal yang menyimpang berasal dari tatanan nilai-nilai dan norma yang berlaku.

C.Kemiskinan
Kemiskinan diambil kesimpulan sebagai suatu keadaan di mana seseorang selanjutnya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari atau bisa dikatakan dengan suatu keadaan serba kekurangan didalam arti minimnya materi yang di mana mereka ini tidak bisa menikmati fasilitas pendidikan, service kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia terhadap era modern.

Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip berasal dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagai berikut:
a).Ketidakmampuan mencukupi kebutuhan konsumsi basic (sandang, pangan dan papan).
b).Tidak terdapatnya akses terhadap kebutuhan hidup basic lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih, dan transportasi).
c).Tidak terdapatnya jaminan era depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
d).Kerentanan terhadap goncangan yang berupa individual maupun massa.
e).Rendahnya mutu sumber energi manusia dan terbatasnya sumber energi alam.
f).Kurangnya apresiasi didalam kesibukan sosial masyarakat.
g).Tidak terdapatnya akses didalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
h).Ketidakmampuan untuk mengupayakan gara-gara cacat fisik maupun mental.
i).Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan tempat tinggal tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).

Ada dua keadaan yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alami dan kemiskinan buatan. Kemiskinan alami berlangsung akibat sumber energi alam (SDA) yang terbatas, pemanfaatan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan buatan diakibatkan oleh imbas berasal dari para birokrat kurang berkompeten didalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, supaya menyebabkan susahnya untuk terlihat berasal dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom tetap gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang menekankan perkembangan ketimbang berasal dari pemerataan.

Di bawah ini lebih dari satu penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim, yang antara lain adalah:
1.Merosot nya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
Yang mutlak digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak sesuai dengan produktivitas yang tersedia terhadap suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, jika produktivitas berkurang maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.

2.Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Terlihat mengetahui segi ini sangat urgent didalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh gara-gara itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus dapat dukungan dengan SDA dan SDM yang bagus, dan juga jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal

3.Biaya kehidupan yang tinggi
Melonjak tingginya ongkos kehidupan di suatu area adalah sebagai akibat berasal dari tidak terdapatnya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis berasal dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh gara-gara kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya kegunaan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.

4.Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, terhitung secara tidak segera mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di segi lain rakyat miskin tetap terbebani oleh pajak negara.

Selain itu, tersedia terhitung penyebab utama lain berasal dari munculnya kemiskinan ini, diantaranya :
a).Terbatasnya kecukupan dan mutu pangan
b).Terbatasnya akses dan juga rendahnya mutu fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sempitnya lapangan pekerjaan
c).Kurangnya pengawasan dan juga pertolongan terhadap asset usaha
d).Kurangnya penyesuaian terhadap gaji upah yang tidak cocok dengan pekerjaan yang ditunaikan seseorang
e).Memburuknya keadaan lingkungan hidup dan sumber energi alam
f).Besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga.
g).Tata kelola pemerintahan yang jelek yang menyebabkan inefisiensi dan inefektivitas didalam service publik, meluasnya korupsi dan rendahnya jaminan sosial terhadap masyarakat.

Sumber : https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Baca Juga :