Masalah Pendidikan – Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Solusi

Masalah Pendidikan – Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Solusi

Pendidikan merupakan sistem mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Pendidikan adalah kasus asasi bagi manusia. Manusia sebagai makhluk yang bisa didik dan mesti dididik bakal tumbuh menjadi manusia dewasa dengan sistem pendidikan yang dialaminya. Semenjak kelahirannya, manusia udah memiliki potensi dasar yang berupa universal. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang di dunia yang tetap membawa kasus besar didalam dunia pendidikan. Kita membawa target bernegara ”mencerdaskan kehidupan bangsa” yang mestinya menjadi sumbu pertumbuhan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa. Yang kami rasakan saat ini adalah terdapatnya ketertinggalan didalam mutu pendidikan.

Masalah adalah sesuatu yang mesti diselesaikan (dipecahkan),dengan kata lain kasus merupakan kesenjangan pada kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, sehingga tercapai target dengan hasil yang maksimal. Dalam perjalanannya menuju target pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 2 th. 1989 tentang target pendidikan nasional adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertaqwa pada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kebugaran jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan berdiri sendiri dan juga rasa tanggung jawab dan kemasyarakatan dan kebangsaan.”

Rendahnya mutu pendidikan menghindar penyediaan sumber energi menusia yang membawa keahlian dan keterampilan untuk mencukupi pembangunan bangsa di beraneka bidang. Pemecahan masalah-masalah pendidikan yag komplek itu dengan cara pendekatan pendidikan yang konvensional udah dianggap tidak efektif. Karena itulah inovasi atau pembaruan pendidikan sebagai persepektif baru didalam dunia pendidikan mulai dirintis sebagai alternative untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang belum bisa diatasi dengan cara konvensional secara tuntas Adapun faktor-faktor yang bisa mengundang persoalan pokok pendidikan berikut adalah sebagai berikut.

1.IPTEK
Adanya pertumbuhan IPTEK tidak bisa dipungkiri memicu kemajuan teknologi yang memepngaruhi kehidupan sosial,politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Diakui bahwa sistem pendidikan yang kami memiliki dan ditunaikan sepanjang ini belum bisa ikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan berikut sehingga dunia pendidikan belum bisa menghaslkan tenaga-tenaga pembangunan yang produktif, kreatif dan aktif dan juga sesuai dengan wawasan dan permintaan masyarakat luas. Bagaimanapun berkembangnya pengetahuan pengetahuan moderen berharap dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kebolehan yang tetap menerus.

2.Pertambahan Penduduk
Laju eksplosi masyarakat yang memadai pesat tentunya menuntut terdapatnya perubahan, sekaligus pertambahannya permintaan masyarakat untuk meraih pendidikan yang secara komulatif menuntut dari segi layanan pendidikan yang memadai. Kenyataan berikut tunjukkan energi tampung, ruang dan layanan pendidikan sangat tidak seimbang. Hal inilah yang memicu sulitnya pilih bagaiman relevansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya pada output instansi pendidikan dengan peluang yang tersedia.

3.Meningkatnya Animo masyarakat untuk meraih pendidikan yang lebih baik
Munculnya gerakan inovasi pendidikan yang erat kaitannya dengan terdapatnya beraneka tantanga dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dewasa ini, yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK yang terjadi selamanya merubah aspirasi masyarakat. Pada umumnya mereka menginginkan pendidikan yang lebih baik, padahal di satu sisi peluang untuk itu sangat terbatas sehingga terjadilah kompetisi atau kompetisi yang sangat ketat. Berkenaan dengan ini pula saat ini bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus, bahkan unggulan.

4.Menurunnya Kualitas Pendidikan
Kualitas pendidikan yang dirasakan dewasa ini semakin menurun, dilengkapi belum ikuti pertumbuhan pengetahuan dan teknologi, menuntut terdapatnya sejumlah perubahan. seumpama tidak demikian, memahami bakal berakibat fatal dan tetap ketinggalan.

5.Kurang terdapatnya relevansi pada pendidikan dan keperluan masyarakat yang udah membangun.
Dalam jaman moderen saat ini masyarakat menuntut terdapatnya instansi pendidikan yang sangat bisa untuk diharapkan, terutama yang siap menggunakan dengan dibekali skill yang dibutuhkan didalam pembangunan. Umumnya, kurang sesuainya materi pendidikan dengan keperluan masyarakat udah diatasi dengan menyusun kurikulum baru. Oleh dikarenakan itu perkembangannya di indonesia kami ketahui udah mengalami sebagian kali penggantian kurikulum.

Hal ini ditunaikan didalam upaya menanggulangi kasus relevansi. Dengan kurikulum baru inilah peserta didik dibina kepribadiaannya lewat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan jaman kini dan jaman yang bakal datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum baru yang selamanya meraih perhatian tertentu dan prioritas.

Dengan terdapatnya fator berikut akhirnya membangkitkan baanyak kasus yang memicu pendidikan di Indonesia tidak bisa berkembang, diantaranya:

a.Mahalnya ongkos pendidikan.
Pendidikan di Indonesia menjadi sukar bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mayoritas masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan memicu terbengkalai nya mereka didalam perihal pendidikan. Selain kemauan mereka yang tidak dulu tumbuh dan memahami bakal pendidikan, segi ekonomi menjadi alasan utama mereka untuk tidak menyentuh dunia pendidikan.

Pemerintah udah mencanangkan pendidikan gratis dan bahkan pendidikan mesti 12 tahun, bakal namun biaya-biaya lain yang mesti di tangguh oleh para siswa tidaklah gratis. Selain itu, ongkos hidup yang semakin meninggi kadang kala memicu masyarakat lebih pilih untuk bekerja melacak nafkah dibanding mesti melanjutkan pendidikannya.

b.Fasilitas pendidikan yang kurang memadai
Yang menjadi persoalan pendidikan di Indonesia adalah layanan pendidikan yang tetap kurang memadai. Banyak sekolah-sekolah yang bangunannya udah nyaris rubuh, tidak memiliki layanan penunjang seperti meja belajar, buku, perlengkapan teknogologi, dan alat-alat penunjang lainnya yang memicu pendidikan tidak bisa berkembang secara optimal.

c.Rendahnya peluang pemerataan pendidikan
Perhatian yang diberikan pemerintah didalam perihal pendidikan di kota dan di desa sangatlah berbeda. Pemerintah yang lebih menaruh perhatian pada pendidikan di perkotaan memicu mutu pendidikan di perkotaan dan di pedesaan menjadi timpang. Salah satu contohnya ialah didalam kasus kesejahteraan guru. Gaji guru di desa jauh lebih rendah dibading gaji guru di kota.

Hal ini memicu banyak guru yang lebih pilih bekerja di kota daripada di desa. Selain kasus kesejahteraan guru, juga terkandung ketimpangan didalam perihal bantuan untuk fasilatas pendidikan, dan banyak perihal lainnya. Maka tidak heran seumpama mutu pendidikan di Indonesia tetap belum merata dimana mutu pendidikan di kota lebih baik daripada di desa.

Permasalahan Pemerataan bisa terjadi dikarenakan kurang tergorganisirnya koordinasi pada pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini memicu terputusnya komunikasi pada pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu kasus pemerataan pendidikan juga terjadi dikarenakan kurang berdayanya suatu instansi pendidikan untuk melakukan sistem pendidikan, perihal ini bisa saja terjadi jika pemeriksaan pendidikan yang ditunaikan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi perihal ini bakal memicu mayoritas masyarakat Indonesia yang didalam usia sekolah, tidak bisa mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.

Permasalahan pemerataan pendidikan bisa ditanggulangi dengan menyediakan layanan dan layanan belajar bagi setiap susunan masyarakat yang mesti meraih pendidikan. Pemberian layanan dan prasrana pendidikan yang ditunaikan pemerintah sebaiknya ditunaikan setransparan mungkin, sehingga tidak ada oknum yang bisa mempermainkan program yang ditunaikan ini.

Tujuan pemerataan Pendidikan adalah buat persiapan masyarakat untuk bisa berpartisipasi didalam pembangunan dan pengembangan bangsa, oleh dikarenakan itu setelah pelaksanaan pemerataan pendidikan terpenuhi maka yang marus ditunaikan selanjutnya adalah tingkatkan mutu pendidikan.

Sebagaimana dijelaskan UU Nomor 20 th. 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) bab 3 tentang penyelenggaraan pendidikan pasal 4 yang berbunyi sebagai berikut:
1).Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan dan juga tidak diskriminatif dengan menjungjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
2).Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka multibermakna.
3).Pendidikan diselenggarakan sebagai sistem pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang terjadi seumur hidup.
4).Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan juga mengembangkan kreatifitas peserta didik didalam sistem pembelajaran
5).Proses pendidikan dikembangkan dengan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi setiap masyarakat.
6).Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat lewat peran dan juga didalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

d.Masalah Mutu Pendidikan
Mutu serupa halnya dengan memiliki mutu dan bobot. Jadi pendidikan yang bermutu yakni pelaksanaan pendidikan yang bisa membuahkan tenaga profesional sesuai dengan keperluan negara dan bangsa pada waktu ini. Sedangkan relevan bermakna bersangkut paut, kait mangait, dan berfungsi secara langsung. searah dengan sistem pemerataan pendidikan, peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan lewat persekolahan juga dilaksanakan.

Kurangnya dana, kurangnya kuantitas guru, kurangnya layanan pendidikan bisa merubah merosotnya mutu pendidikan. Oleh dikarenakan itudalam menanggulangi kasus ini pemerintah udah mengupayakan dengan sebaik mungkin untuk tingkatkan kebolehan guru lewat training-training, dengan tingkatkan fasilitas, dengan tingkatkan dana pendidikan, melacak sestem pengajaran tepat guna, dan juga sistem eveluasi yang sebaik mungkin dengan target bisa tingkatkan mutu pendidikan secara bertahap.

Tujuan Mutu pendidikan adalah untuk beri tambahan jaminan mutu pendidikan yang sesuai dengan target pendidikan. Oleh dikarenakan itu perlu ditunaikan atau ditunaikan oleh instansi pendidikan. Mutu pendidikan erat kaitannya dengan instansi pendidikan, yakni sekolah yang merupakan instansi pendidikan secara tertentu yang mengembangkan SDM.

e.Masalah Efektivitas dan Efisiensi
Permasalahan efisiensi pendidikan dipandang dari segi internal pendidikan. Maksud efisiensi adalah seumpama sasaran didalam bidang pendidikan bisa dicapai secara efektif atau berdaya guna. Artinya pendidikan bakal bisa beri tambahan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumberdaya yang ada, seperti uang, waktu, tenaga dan sebagainya.

Pelaksanaan sistem pendidikan yang efektif adalah seumpama pendayagunaan sumber energi seperti waktu, tenaga dan ongkos tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada waktu sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemakaian segala sumber energi yang ada tidak membuahkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh mutu pendidikan yang udah mereka peroleh. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menanggung mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.

Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rancangan / program yang udah ditetapkan sebelumnya. Jika rancangan belajar yang udah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka pelaksanaan pendidikan berikut tidak efektif.

Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan mutu SDM sedini mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh lewat beraneka upaya. Dari target tersebut, pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk membuahkan peserta didik yang memeiliki mutu SDM yang mantap. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak bakal bisa membuahkan lulusan yang berkualitas. Melainkan bakal membuahkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini bakal membuahkan kasus lain seperti pengangguran.

Penanggulangan kasus pendidikan ini bisa ditunaikan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Jika mutu tenaga pengajar baik, bukan tidak mungkin bakal meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Selain itu, pemantauan pemakaian dana pendidikan bisa membantu pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien.

Kelebihan dana didalam pendidikan lebih memicu tindak kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir dengan baik juga bisa tingkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. Pelaksanaan aktivitas pendidikan seperti ini bakal lebih berfungsi didalam bisnis penghematan waktu dan tenaga.

Pendidikan diusahakan sehingga bisa meraih hasil yang baik dengan terdapatnya ongkos dan waktu yang sedikit. Ini bermakna mesti dicari sistem edukatif dan mengajar yang efektif dan efektif, yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pendidikan.

Tujuan Efisiensi Pendidikan didalam konteks penyelenggaraan pendidikan di indonesia erat kaitannya dengan profesional didalam management nasional pendidikan yang diterapkan, pada lain : disiplin keahlian, etos kerja, dan ongkos effectiveness.

Bedasarkan deskripsi diatas bisa dipahami bahwa efisiensi pendidikan merupakan salah satu segi pendukung didalam membentuk instansi pendidikan yang efektif dan juga sesuai dengan yang diharapkan. Oleh dikarenakan itu sistem pendidikan mesti diusahakan sehingga meraih hasil yang maksimal denga waktu yang terbatas.

f.Permasalahan Relevansi
Relevansi pendidikan merupakan kesesuaian pada pendidikan dengan pertumbuhan di masyarakat. Misalnya:Lembaga pendidikan tidak bisa mencetak lulusan yang siap pakai. tidak terdapatnya kesesuaian pada output (lulusan) pendidikan dengan tuntutan pertumbuhan ekonomi.

Masalah relevansi ini pada prinsipnya memadai mendasar. Dalam situasi saat ini ini sangat dibutuhkan output pendidikan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat terutama didalam hubungannya dengan persiapan kerja. Hal berikut lebih memahami dengan digulirkannya rancangan Link plus Match yang salah satu tujuannya adalah untuk menanggulangi kasus relevansi tersebut.

Tujuan Relevensi upaya peningkatan relevasi didalam sstem pendidikan bertujuan agarhasil pendidikan sesuai dengan keperluan peserta didik, didalam artian prosese pendidikan bisa beri tambahan pengaruh pemenuhan keperluan peserta didik, baik kebutuha kerja, kehidupan dimasyarakat, dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Untuk mengurangi atau meinimalisir kasus pendidikan mesti terdapatnya solusi. Solusi adalah penyelesaian, pemecahan atau jalan keluar. Jadi solusi persoalan pendidikan adalah jalan terlihat untuk merampungkan persoalan pendidikan lewat segi internal (masalah atau hambatan tercapainya target utama didalam pelaksanaaan aktivitas pendidikan), dan eksternal (masalah atau hambatan didalam pelaksanaaan aktivitas pendidikan. Masalah-masalah didalam pelaksanaan pendidikan).

a.Solusi persoalan pemerataan dan peningkatan kualitas
1).Meningkatkan kebolehan pendidik lewat penataran-penatara
2).Memperkaya pengalaman dan memperlancarkan sistem belajar peserta didik
3).Memantapkan nilai, keterampilan, sikap dan kesadaran lingkingan pada peserta didik.

b.Solusi persoalan pelayanan pendidikan
1).memberiakan ketetampilan bagi mereka yang tidak dulu sekolah
2).penyebaran pesan-pesan yang merangsang aktivitas belajar da partisipasi untuk ikut membangun
3).penyebaran informasi untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.
4).Usaha beri tambahan pengalaman pendidikan yang sesuai dengan keperluan dan aspirasi yang berkembang dan realistis.

c.Solusi persoalan relevansi pendidikan
1).Menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang fungsional untuk kehidupan dimasyarakat kelak.
2).Menentukan kebolehan untuk memahami dan memecahkan persoalan yang actual didalam masyarakat.
3).Menunjukan jalan untuk mengembangkan keterampilan hidup dimasyarakat.

d.Solusi permasahan efiktifitas dan efisiensi pendidikan
1).Memberikan kebebasan sesuai dengan minat, kemampuan,dan keperluan kearah pertumbuhan yang optimal.
2).Memberikan pengalaman yang bulat sehingga peserta didik berdiri sendiri dan memiliki sikap tanggung jawab.
3).Megintegrasikan beraneka pengalaman dan aktivitas pendidikan
4).Mengusahakan isi, metode, dan bentuk pendidikan yang tepat guna, tepat saat, menarik dan mengesankan.

Baca Juga :