LKS SMK 2018, Memotivasi Siswa untuk Berkontribusi

LKS SMK 2018, Memotivasi Siswa untuk Berkontribusi

LKS SMK 2018, Memotivasi Siswa untuk Berkontribusi

LKS SMK 2018, Memotivasi Siswa untuk Berkontribusi

Sebanyak 27 siswa mengikuti lomba Graphic Design Technology dalam kegiatan Lomba

Kompetensi Siswa (LKS) SMK 2018 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPTIK) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Cikarang, Bekasi, pada Kamis, 18 Oktober 2018.

Salah satu juri lomba Graphic Design Technology, Dea Rachman menjelaskan terdapat tiga modul dalam lomba bidang ini. Pertama siswa membuat poster dengan tema pembangunan Indonesia, kedua, packaging product Indonesia, dan ketiga membuat logo LKS tahun depan.

“Untuk logo nantinya akan kita usulkan ke panitia LKS, mungkin saja bisa

dipertimbangkan dan panitia tertarik untuk menggunakan logo LKS tahun depan dari hasil siswa ini,” ujar Dea.

Siswa diharapkan dapat membuat tiga modul tersebut sesuai dengan tema yang telah ditentukan. Hal tersebut pun merupakan salah satu kriteria penilaian. Kriteria penilaian tersebut terdiri dari kesesuaian tema, kreatifitas, prinsip desain, dan kesesuaian hasil akhir produk.

“Misalnya untuk kesesuaian tema, kita melihat apakah peserta dapat menangkap maksud dari panitia, dan dapat siswa tuangkan dalam produk tersebut. Lalu dari penilaian kreatifitas, bagainaba siswa membuat hasil yang kreatif. Semakin unik semakin baik,” ujar Dea menjelaskan.

Dea mengatakan potensi siswa SMK di Jawa Barat dalam bidang Graphic Design Technology

sudah cukup baik. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang pesat, pengetahuan siswa pun lebih mudah berkembang.

“Potensinya siswa SMK zaman sekarang sudah maju dan bagus. Apalagi ditunjang dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Berbeda dengan zaman saya dulu,” ujar Dea.

Dea mengatakan, siswa yang menjadi pemenang nantinya merupakan siswa terbaik yang kreatif dan lebih menonjol dari peserta lain. Walaupun persaingan terbilang ketat, akan tetapi siswa pemenang merupakan siswa dengan perolehan poin terbanyak.

“Yang menjadi pemenang itu mendominasi. Dari cara dia menuangkan idenya, packagingnya berbeda dengan yang lain, unik. Dan dia bisa mengerjakan produk yang wah itu, dengan waktu yang sama dengan peserta lainnya,” ujar Dea.

Dea berharap, kegiatan LKS tahun depan lebih baik lagi. LKS merupakan kegiatan positif yang dapat memotivasi siswa. Sehingga kegiatan ini harus terus dilaksanakan setiap tahunnya.

“LKS dapat memotivasi pelajar SMK untuk menggali dan berkontribusi di dunia yang mereka senangi,” ujar Dea.***

 

Sumber :

https://miralaonline.net/niat-puasa-syawal/