KOTAKUMATI, Solusi Mahasiswa ITS Kurangi Pemukiman Kumuh di Perkotaan

KOTAKUMATI, Solusi Mahasiswa ITS Kurangi Pemukiman Kumuh di Perkotaan

KOTAKUMATI, Solusi Mahasiswa ITS Kurangi Pemukiman Kumuh di Perkotaan

KOTAKUMATI, Solusi Mahasiswa ITS Kurangi Pemukiman Kumuh di Perkotaan

Permukiman kumuh menjadi masalah yang masih sulit dipecahkan oleh kebanyakan daerah perkotaan di Indonesia,

termasuk di Surabaya. Partisipasi masyarakat dalam program pemerintah untuk mengurangi permukiman kumuh juga dirasa belum efektif dan hanya berjalan searah. Mencoba mengatasi hal tersebut, sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencanangkan konsep yang dinamakan KOTAKUMATI.

KOTAKUMATI atau Kota Tanpa Kumuh dengan Masyarakat yang Berpartisipasi merupakan gagasan dari sekelompok mahasiswa

Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITS untuk ikut berperan mengurangi perkampungan kumuh yang ada di Kota Surabaya. Mereka adalah Herman, Tri Okta Argarini, dan Rifqi Asshiddiqie Rinaldi yang mencanangkan gagasan ini sebagai upaya penghubung pemerintah kota selaku pembuat program dan masyarakat yang melaksanakan program tersebut.

Penelitian ini fokus membahas efektivitas pelaksanaan program penanganan kawasan kumuh di kota dari sisi pelibatan masyarakat. Mereka menemukan adanya permasalahan dalam pelaksanaan program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang digagas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Surabaya, sehingga belum dapat mengurangi permukiman kumuh secara signifikan. “KOTAKUMATI ini bisa menjadi solusi dan arahan untuk dinas terkait dalam pelaksanaan program yang lebih efektif,” ungkap Rifqi.

Rifqi melanjutkan, KOTAKUMATI sendiri lebih sebagai program penghubung antara pemerintah dan masyarakat.

Bahkan dalam masa penyusunan gagasan ini, Rifqi dan timnya sering melaksanakan diskusi secara langsung di masyarakat dengan mendatangkan dinas terkait yang fokusnya menyelesaikan permasalahan permukiman kumuh. “Selama ini kami masih sebatas berdiskusi dengan warga di wilayah RW 07, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya,” jelas mahasiswa angkatan 2017 ini.

 

Sumber :

https://education.microsoft.com/Story/CommunityTopic?token=LWt5G