Klasifikasi Amfibi

Klasifikasi Amfibi

Table of Contents

Klasifikasi Amfibi

Klasifikasi Amfibi

Bangsa caudata atau salamander merupakan bangsa yang bertubuh serupa kadal, namun berkulit licin tanpa sisik. Bangsa kedua yaitu apoda atau gymnophiona yang mempunyai ukuran paling kecil diantara amfibi yang lain. Bentuknya seperi cacing dengan kepala dan mata yang tampak jelas. Satu lagi bangsa amfibi yang paling umum dijumpai yaitu bangsa anura atau katak. Katak mudah dikenali dari tubuhnya yang tampak seperti berjongkok dengan empat paha untuk melompat, leher yang tidak jelas, dan tanpa ekor (Iskandar 1998). Bangsa apoda tersebar di daerah tropis, kecuali di Madagaskar, New Guinea dan Australia. Salamander tersebar luas di daerah temperate dari belahan bumi utara meskipun terdapat satu famili yang terdapat di daerah tropis. Sedangkan bangsa anura


tersebar hampir di seluruh dunia, dengan keanekaragaman tertinggi di daerah tropis (Cogger & Zweifel 2003).
Bangsa apoda mempunyai ukuran terkecil 15 mm sedangkan yang terbesar mencapai 1,5 meter. Bangsa salamander mempunyai ukuran terkecil 27 mm dan yang terbesar mencapai 160 cm. Sedangkan bangsa anura terkecil berukuran 1 cm dan yang terbesar mencapai 40 cm dengan berat 3,3 kg (Hofrichter 2000).


Menurut AmphibiaWeb (2011) jumlah amfibi di dunia sekarang ini mencapai 6810 jenis yang terdiri dari 6013 anura, 608 caudata dan 189 gymnophiona. Indonesia memiliki sekitar 450 jenis anura dan terdapat 10 famili dari bangsa anura yang ada di dunia. Famili tersebut adalah Bombinatoridae (Discoglossidae), Megophryidae (Pelobatidae), Bufonidae, Lymnodynastidae, Myobatrachidae, Microhylidae, Pelodryadidae, Ranidae, Rhacophoridae dan Pipidae (Iskandar 1998).


Dari penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa amfibi dibagi menjadi 3 ordo yaitu:

  • Urodela / Caudata contohnya salamander.
  • Apoda / bymnophyona contohnya salamander cacing.
  • Anura contohnya katak dan kodok.

Berikut adalah penjelasan setiap ordo berdasarkan contoh-contohnya.

  • Caudata

    Ciri-cirinya:
    a) Hewan karnivora (pemakan daging).
    b) Makanannya berupa invertebrata kecil (serangga, sifut, cacing, keong kecil)
    c) Fertilisasi secara internal. Salamander jantan menghasilkan sel sperma yang mengandung spermatofor. Setelah proses kopulasi (kawin) spermatofor ditampung di dalam kloaka salamander betina, merupakan muara dari saluran urine, genital, dan pemcernaan. Didalam kloaka sel telur dibuahi oleh sel sperma.

  • Apoda
    Ciri-ciri Apoda:
    a) Tidak berkaki
    b) Sering kali buta
    c) Ukuran sama dengan cacing pada umumnya panjang 10 cm sampai 1 m.
    d) Habitat di dalam tanah yang subur.
    e) Makanan berupa cacing dan invertebrate tanah lainnya.
    f) Contohnya yaitu lehthyiphis glutinosus.
  • Anura
    Ciri-ciri katak :
    a) Jenis amfibi tidak berekor.
    b) Kepala bergantung pada anggota badan belakang yang terspesialisasi untuk melompat
    c) Memiliki kulit yang halus.
    d) Habitat didekat perairan air tawar.
  • kodok
    Ciri-ciri kodok :
    a) Jenis amfibi tak berekor
    b) Kepala terhubung dengan anggota badan sehingga dapat terspesialisasi untuk melompat.
    c) Bertubuh gemuk.
    d) Kulit kasar berintil
    e) Habitat ditempat lumpur

Sumber:

https://movistarnext.com/one-deck-dungeon-apk/