Ketika Ponpes Libatkan Orang Tua dan Santri Sembelih Hewan Kurban

Ketika Ponpes Libatkan Orang Tua dan Santri Sembelih Hewan Kurban

Ketika Ponpes Libatkan Orang Tua dan Santri Sembelih Hewan Kurban

Ketika Ponpes Libatkan Orang Tua dan Santri Sembelih Hewan Kurban

Banyak cara untuk mengajarkan anak soal nilai-nilai kebersamaan. Memanfaatkan momentum Idul Adha, Pondok Pesantren Baitul Qur’an (BQ) Cirata, Purwakarta, mengajak guru-guru, orang tua murid dan santri melaksanakan salat Idul Adha 1438 H dan pemotongan hewan kurban dengan suka cita.

Anak-anak diajarkan bagaimana penyembelihan dilakukan dengan nilai-nilai keagamaan

atas dasar keikhlasan. Sudah dua tahun ini Ponpes Baitul Qur’an Cirata berpartisipasi dalam kegiatan pemotongan hewan kurban. Ponpes BQ memotong hewan kurban sebanyak 28 kambing dan 3 sapi. Ada 50 orang tua santri yang terlibat dalam partisipasi ini.

“Tujuan pemotongan hewan kurban yang melibatkan partisipasi orang tua murid agar memotivasi orang tua untuk berbagi dengan masyarakat yang ada di sekitar desa Karoya, kecamatan Tegalwaru, Purwakarta dan orang tua yang datang dapat menjalin keakraban dengan ananda yang tinggal di Ponpes Baitul Qur’an ini,” kata Pembina ponpes Baitul Qur’an, ustadz Muhammad Muslih, Lc dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Sabtu (2/9).

Pihak ponpes sengaja menyediakan tempat menginap untuk orang tua santri

agar para orang tua dapat menikmati suasana religi dan kebahagiaan beribadah. Sanbil berkurban dan bertemu dengan buah hatinya.

Antusias santri di ponpes Baitul Quran begitu luar biasa, para santri bergotong royong dan berjibaku menggotong hewan kurban yang telah disembelih. Sementara di sudut gazebo lain ada beberapa santri yang sedang serius proses mencacah daging kurban dan menimbangnya. Setelah daging kurban di bungkus akan langsung dibagikan untuk 350 warga sekitar dan 100 orang di Baitul Quran itu sendiri.

Salah satu orangtua murid Baitul Quran, Lia Puspita Sari menilai banyak hikmah

yang dapat diambil dalam perayaan hari raya kurban di Baitul Qur’an. Dia berharap terjadi pemerataan dalam penyaluran hewan kurban di desa sekitar ponpes.

Para santri juga dapat belajar peduli pada warga desa di sekitarnya dengan cara berbagi untuk sesama yang membutuhkan. Menurutnya, para santri dapat mengambil hikmah dari pengorbanan nabi Ibrahim untuk anaknya Ismail.

“Kami tentu gembira saat orang tua bertemu dengan ananda tercinta.
Keberkahan dan kebaikan akan dinilai dari perhelai bulu-bulu hewan kurban serta merupakan ibadah yang sangat disukai oleh Allah SWT,” kata Lia.

 

Sumber :

https://works.bepress.com/m-lukito/2/