Kebijakan Ekonomi Bangsa Spanyol

Kebijakan Ekonomi Bangsa Spanyol

Kebijakan Ekonomi Bangsa Spanyol

Bangsa Spanyol datang di indonesia

pada tahun 1580 raja Spanyol Filip II memerintahkan gubernur jendral Spanyol di manila untuk ekspedisi di wilayah Ternate. Kedatangan Spanyol di Ternate berhasil untuk membujuk Kerajaan ternate untuk menandatangani perjanjian yang mengharuskan Ternate mengakui kekuasaan dan memberi hak monopoli cengkih di Spanyol (Djoened.1992:20).


Selain itu kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh spanyol di indonesia adalah mengenai kebijakan barter yang dilaksanakan di pulau jawa, kebijakan ini dilakukan karena pihak spanyol sulit untuk mendapatkann pengaruh di Maluku maupun di Ternate karena adanya campur tangan dari pihak VOC, barter yang digunakan oleh spanyol adalah dengan menukar kebutuhan sehari-haari seperti beras, jagung dan gandum serta kain, kemudian ditukar dengan rempah-rempah.


Untuk hal ini selain Vasco da Gama, dikenal pula Magelhaens atau Fernao de Magalhaes “Ferdinand Magellan/Fernando de Magallanes” sebagai salah seorang pelaut ulung atau penjelajah dari Portugis. Magelhaens yang melayani Raja Charles I dari Spanyol dikenal dengan rutenya dalam pencarian ke arah barat menuju kepulauan rempah-rempah yakni Kepulauan Maluku di Indonesia “Nusantara”.


Penjelajahan penting yang dilakukannya membuatnya terkenal karena beberapa alasan berikut:

  • Ia menjadi orang pertama yang berlayar dari Eropa ke barat menuju Asia.
  • Ia menjadi orang Eropa pertama yang melayani Samudera Pasifik.
  • Ia menjadi orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia.

Walaupun pada akhirnya ia tewas terbunuh oleh Datuk Lapu-Lapu di Filipina dalam persinggahannya di Hindia Timur sebelum menuju Eropa, 18 anggota kru dan armadanya berhasil kembali ke Spanyol pada tahun 1522 setelah mengelilingi Bumi.


Baca Juga :