Kampus Ini Buka Peluang Kuliah Buat 85 Atlet Sandang Gelar Sarjana

Kampus Ini Buka Peluang Kuliah Buat 85 Atlet Sandang Gelar Sarjana

Kampus Ini Buka Peluang Kuliah Buat 85 Atlet Sandang Gelar Sarjana

Kampus Ini Buka Peluang Kuliah Buat 85 Atlet Sandang Gelar Sarjana

Menjadi atlet bukan alasan untuk tidak bisa berpendidikan tinggi. Saat ini sudah banyak program

yang memudahkan mereka untuk tetap bisa mengenyam bangku kuliah. Salah satunya beasiswa studi di perguruan tinggi.

Sebut saja Universitas dr Soetomo (Unitomo). Pada tahun akademik baru ini, Unitomo memberikan beasiswa kepada 85 atlet dari berbagai cabang olahraga. Ada atlet dari cabor ski air, sepak bola, badminton, tenis meja, dan tarung drajat. Nama-nama atlet terkenal juga masuk di dalamnya. Antara lain Evan Dimas, Satria Tama Hardianto, dan Muhammad Zahidi Putu Pranoto.

Rektor Unitomo Dr Bachrul Amiq menuturkan, para atlet diberi kebebasan untuk memilih jurusan sesuai bidang yang diminati. Mereka mendapatkan potongan biaya pendidikan yang dihitung berdasar prestasi yang diraih.

Lebih lanjut Amiq memaparkan, prestasi internasional mendapatkan potongan tertinggi,

mencapai 85 persen. Sementara itu, atlet dengan prestasi nasional mendapatkan potongan biaya 70 persen. Adapun potongan biaya kuliah untuk atlet dengan prestasi provinsi 55 persen dan regional 40 persen. ”Kenapa masih berbayar? Agar mereka mempunyai tanggung jawab terhadap studi,” terang Amiq.

Unitomo juga menerapkan peraturan lain. Beasiswa diberikan kepada atlet selama satu tahun. Jika dalam waktu itu dia berprestasi lagi, beasiswanya diperpanjang. Jika tidak ada prestasi, beasiswa dicabut.

Guna mengimbangi kesibukan para atlet, Unitomo menerapkan kebijakan yang memudahkan mereka untuk tetap berkuliah. Misalnya sistem e-learning di fakultas ilmu administrasi (FIA). Modul pembelajaran dikirimkan melalui e-mail. Jadwal tes bisa disesuaikan dengan waktu senggang atlet.

Jurusan lain yang belum menerapkan e-learning akan menerapkan kebijakan yang lebih longgar.

Para atlet bisa menegosiasikan jadwal kuliah dan tes. ”Kalau perlu, kami kirimkan dosen ke mes kalian,” tegasnya.

Sementara itu, Muhammad Zahidi Putu Pranoto mengaku bersyukur dengan beasiswa tersebut. Atlet ski air yang baru saja menyumbangkan emas dalam SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, itu mengaku tak akan menyia-nyiakan kesempatan. ”Jadi semangat untuk sekolah, bisa punya ijazah S-1,” tuturnya.

Pria kelahiran Surabaya, 5 Juni 1990, itu mengambil jurusan administrasi negara seperti Evan Dimas. ”Nanti jadwalnya disesuaikan antara kuliah dan latihan,” ucap dia.

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768