Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar

Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar

Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar

Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar
Kalangan Profesional Kini Bisa Jadi Guru Besar

Untuk memenuhi kebutuhan dosen yang masih terbatas, Kemenristekdikti

telah memberikan kesempatan kalangan profesional menjadi dosen perguruan tinggi dengan diberikan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Kini dosen dengan NIDK bisa memperoleh sertifikasi dosen dan guru besar.

Kebijakan pemberian NIDK ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 2 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi nomor 26 Tahun 2015 tentang Registrasi Pendidik pada Perguruan Tinggi. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dosen dan memperbaiki rasio dosen di perguruan tinggi.

“Dosen NIDK mendapatkan pengakuan yang sama dengan dosen NIDN

(Nomor Induk Dosen Nasional) baik dari jabatan akademik, maupun kesempatan mendapatkan sertifikasi dosen bahkan menjadi guru besar,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Menristekdikti) Mohamad Nasir.

Salah seorang dosen dengan NIDK yang mendapatkan gelar Guru Besar berasal dari Dosen Pendidik Klinis RS.dr. Soetomo yakni Prof. Dr. I Dewa Gede Ugrasena, dr, SpA(K). Beliau merupakan Dosen Pendidik Klinis yang mengajar di Universitas Airlangga.

“Salah satu persyaratan Dosen NIDK menjadi Guru Besar adalah publikasi di jurnal

internasional berreputasi, sama halnya syarat yang berlaku bagi dosen NIDN,” papar Nasir.

Direktur RS Dr. Soetomo Harsono dalam laporan penyelenggaraan acara menyebutkan bahwa sebanyak 216 dari 222 dokter klinis di RS dr Soetomo mendapatkan NIDK. Lebih lanjut Harsono menyampaikan bahwa 19 orang dosen tersebut telah lulus sertifikasi dosen dan satu orang mendapatkan gelar guru Besar. Harsono berharap ke depan, akan lebih banyak dosen NIDK yang mendapatkan sertifikasi dosen dan gelar guru besar. (Dikti/IK-SS)