Hubungan luar negeri Australia – Indonesia

Hubungan luar negeri Australia – Indonesia

Hubungan luar negeri Australia - Indonesia

Hubungan luar negeri Australia – Indonesia

Letak Geografis  Australia dan  Indonesia

                 Australia adalah sebuah benua kecil yang terletak  diantara Lautan Hindia dan Lautan Pasifik yang bertetanggan dengan Indonesia.  Papua Nuguni di sebelah utara, Solomon dan Fiji disebelah timur. Secara geografis Australia masuk kedalam kawasan Lautan Pasifik walaupun negara ini lebih dekat ke kawasan Asia karena sangat dekat dengan Indonesia.  Australia merupakan negara ke enam terluas  didunia yang memiliki luas 7.792.000 Km2  yang wilayahnya empat kali luasnya Indonesia. Benua ini dikontrol secara tunggal oleh sebuah federasi yang disebut Australia yaitu nama aslinya ( Commonwealh of Australia ) di bentuk  1 Januari 1901.

                 Indonesia adalah negara yang terletak disebelah Utara Australia, yang pada saat itu belum menjadi sebuah negara  mardeka. Negara yang luas, penduduk yang banyak dan kaya akan sumber daya alam.

Latar Belakang Australia Melirik  Indonesia

            Di Australia ada tiga partai yang selalu berkoalisi untuk mendapat kursi pemerintahan yaitu Partai Baruh, Partai Liberal dan Partai Country ( nasional). Partai ini saling berkoalisi untuk menduduki kursi pemerintahan. Pada tahun 1945 yang menduduki kursi pemerintahan adalah partai buruh. Perdana menteri Australia adalah J. B. Chifly dan Menteri Luar Negeri Australia adalah  Herbert Vere  Evatt,   Hubungan luar negeri Australia  dimulai  sesudah Perang Dunia II. Australia yang bekerjasama dengan Amerika Serikat setelah  Perang Dunia II mempunyai tujuan yaitu mengantisipasi masalah pertahanan, yang bisa dikatakan sebagai kepentigan pertahanan meliter Australia. Yang sangat bergantung kepada Amerika Serikat. Akan tetapi Australia tidak hanya sampai disini, sebab masalah pertahanan tidak bisa diselesaikan dengan mengandalkan mesin pertempuran yang cangih. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kesalahan  letak Asutralia mengharuskan negara ini menata kehidupan politik luar negerinya dengan mempertimbangkan Good Neighbourhood (tetangga yang baik) dengan negara sekitarnya. Dalam kaitanya dengan Australia, Containment Policy ( kebijakan pertahanan) yang diperkaisai oleh Amerika Serikat, membuat Australia harus memahami proses terjadinya kebangkitan nasionalisme di negara – negara Asia dan Afrika. Sehingga Australia mulai melirik Indonesia.

            Australia dan Indonesia  bertetanggaan sangat dekat, namun perhatian Australia pada saat itu terhadap Indonesia belum  ada, karena Australia  menganggap Indonesia adalah Hindia Belanda jadi mereka selalu mengadakan kerjasama dengan orang Belanda. Perhatian Australia sudah mulai ada ketika  Australia mulai menyadari Indonesia merupakan sebuah kawasan yang kaya akan sumber daya alam dan juga sangat strategis untuk bisa melindungi Australia dari serangan bagian Utara karena wilayah ini sangat mudah diserang dibagian utara. Jadi yang ditakutkan Australia serangan dari sebelah utara ( Jepang, Indonesia dll ). Untuk mempertahankan negaranya Australia berusaha mengadakan kerjasama dengan Indonesia.  Sehingga ia berusaha mengambil simpati terhadap Indonesia

 

Kondisi  Indonesia tahun 1945

            Indonesia pada masa ini sedang berusahan mendapat kemerdekaan dari Belanda. Akibat  penderitaan  yang selalu dirasakan oleh rakyat  karena kolonialisme barat. Keinginan untuk mencapai kemerdekaan sangat besar. Sehingga terjadi perlawanan secara besar – besaran. Australia sangat banyak membantu Indonesia dalam bidak politik yaitu mengirim angkatan bersenjata Australia untuk mengusir Jepang. Sesudah  kemerdekaan Indonesia masih berjuang dengan agresi militer I dan II untuk melawan Belanda.

 

Hubungan Australia dan  Indonesia

            Hubungan  Australia dengan  Indonesia masih sangat lemah karena terlalu banyak perbedaan antara keduanya baik itu dari sistem politik, sosial, budaya, hukum serta latar belakang sejarah keduanya yang sama sekali tidak mempunyai kesamaan. Tapi karena Australia dekat dengan Indonesia mau tidak mau Australia harus melakukan kerjasama dengan Indonesia, apalagi masalah keamana dan pertahanan negara mereka.

            Australia telah menjalin hubungan dengan Indonesia sebelum kemerdeaan Indonesia 1945. Simpati Australia ditandai dengan peryataan Menteri Luar Negeri Australia, Dr. Herbert Vere Evatt, yang pada waktu kunjungannya ke Amerika Serikat menyarankan agar Hindia Belanda dan Indonesia dapat menjadi mitra yang erat dalam mengembangkan dan mendatangkan cara hidup yang lebih baik bagi rakyat Indonesia. Selain itu, Indonesia mendapat dukungan dari partai yang ketika itu bersuara di pemerintahan Australia. Menanggapi pertikaian antara Indonesia-Belanda partai buruh menginginkan Belanda agar lebih liberal dan realistis dalam menyesuaikan tuntutan rakyat Indonesia. Harapan dari  pemerintah Australia terhadap pendapatnya tentang Indonesia dan Belanda, dengan tidak mendukung kolonialisme dan tidak mendukung nasionalisme Indonesia maka pemerintah Australia punya keyakinan akan dapat melindunggi keamanan Australia dan membantu stabilitas kawasan Asia Tenggara.

            Usaha-usaha Pemerintah Belanda untuk menegakkan kembali kolonialnya di Indonesia diantara tahun 1945-1949 benar-benar dihalangi oleh Serikat Buruh dan Pemerintah Australia yang pada saat itu dikuasai oleh Partai Buruh. Kapal-kapal Belanda tidak tidak diberi bahan bakar, dan para pekerja pelabuhan tidak mau menaikkan muatan bahan persediaan ke atas kapal Belanda.

            Australia berperan penting dalam menbantu para pejuang nasonalis Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Di dalam mempertahankan kemerdekaannya Indonesia menempuh dua cara yaitu  melawan dan  berunding. Keduanya saling terikat dan berhubungan antara satu dengan lainya. Selama masa revolusi fisik perjuangan melalui diplomasi banyak dilakukan Pemerintah Indonesia dengan Belanda, baik disponsori oleh pihak ketiga maupun tidak. Perjuangan dengan jalan diplomasi adalah salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Indonesia pada awal kemerdekaan.

 

Australia merupakan negara yang sangat membantu Indonesia

Australia merupakan jembatan penghubung antara Indonesia dengan negara-negara barat terutama Amerika dan Ingris yang sangat besar pengaruhnya di dalam PBB. Australia juga sangat aktif dan gigih dalam memperjuangkan agar masalah Indonesia-Belanda dimasukan dalam agenda PBB. Australia berusaha untuk mendapatkan pengakuan  kemerdekaan Indonesia dari negara lain, karena pengakuan dari negara lain sangat penting bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan bahwa Indonesia belum diakui secara De jure. Pemerintah Indonesia dengan cepat menyusun strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia Internasional dengan cara mencari pengakuan dan dukungan sebanyak-banyaknya dari negara lain dan yang terpenting adalah mencari dukungan dari negara yang kuat dan terbaik untuk memperjuangkan pengakuan yang sama dari Belanda. pada saat agresi militer  I Australia menyarankan  pihak Indonesia memintak bantuan  kepada sekretaris jenderal  PBB, begitu juga pada agresi militer Belanda ke-II pemerintahan  Australia sendiri yang  memintak bantuan langsung kepada dewa PBB agar seragan Belanda itu dihentikan. Bantuan ini dikabulkan oleh PBB sehingga terjadi beberapa perundingan antara Indonesia dengan Belanda dimulai dari perundingan Renville sampai KMB ( Konferensi meja Bundar ).

Sumber : https://www.givology.org/~danuaji/blog/696982/