FTK UIN STS Jambi Sukses Laksanakan UP-UKMPPG

FTK UIN STS Jambi Sukses Laksanakan UP-UKMPPG

FTK UIN STS Jambi Sukses Laksanakan UP-UKMPPG

FTK UIN STS Jambi Sukses Laksanakan UP-UKMPPG

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN STS Jambi sukses menggelar Uji Pengetahuan Uji Kompetensi Mahasiswa

Pendidikan Profesi Guru (UP-UKMPPG) dalam Jabatan Tahun 2019, yang dilaksanakan online secara nasional, bertempat di Laboratorium Komputer PTIPD UIN STS Jambi, Sabtu, 23 Maret 2019.

Ujian dilaksanakan dalam 2 sesi. Sesi 1 jam 09.00-12.00 WIB berjumlah 37 peserta, dan sesi 2 jam 13.00-16.00 WIB berjumlah 36 peserta. Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja sama Dr. H. Mahbub Daryanto, M. Pd.I., mendampingi penyelia yang berasal dari Kemenristek Dikti dan monev dari GTK kemenag RI.

Kegiatan ini sudah sesuai dengan SOP buku panduan ujian pengetahuan UKMPPG UP.

Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), M. Sodik mengapresiasi sukses dan lancarnya FTK UIN STS

Jambi menyelenggarakan kegiatan ini. Semua sudah sesuai prosedur yang berlaku.

Penyelia dari Kemristek Dikti, Dr. Budi Purwoko juga memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini. Pada prosesnya, fasilitas penunjang sudah dilengkapi, mulai dari internet yang lancar, genset jika sewaktu-waktu mati lampu dan lain sebagainya. Prosedur kesiapan peserta juga sudah sesuai.

Dr. H. Armida, M. Pd Dekan FTK UIN STS Jambi menuturkan
Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru ini untuk mahasiswa PPG. Penentu kelulusannya pada uji kinerja setelah praktek pengalaman lapangan (PPL) dan uji pengetahuan (UP) secara online.

“Pada UP-UKMPPG tidak serta merta seluruh peserta dapat lolos. Tidak semua peserta langsung lulus setelah mengikuti kegiatan PPG selama 3 bulan ini, tetapi untuk kegiatan berikutnya kita akan lebih ketat lagi dalam menyeleksinya,” tandasnya.

Ridwan, S. Psi, M. Psi, Psikolog Kepala Pengawas menuturkan UP berisi uji pada kompetensi pedagogig

, profesional, kepribafian dan sosial serta pengetahuan tentang pengetahuan pada mata pelajaran yang diampu. Peserta 73 oran dari 7 provinsi, yakni Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Riau.

“Dengan 3 mata pelajaran, Quran Hadits. Fiqih dan Sejarah Kebudayaan Islam,” tandasnya.

 

Baca Juga :