Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Kendaraan

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Kendaraan

Contoh Surat Perjanjian Jual Beli Kendaraan – Membeli sebuah kendaraan sudah pasti membutuhkan surat perjanjian menjual beli. Apapun style kendaraannya sudah pasti membutuhkan surat keterangan yang sanggup dijadikan pegangan ke-2 belah pihak. Dalam surat perjanjian tersebut disebutkan harga dan langkah pembayaran cocok kesepakatan.

SURAT PERJANJIAN JUAL/BELI KENDARAAN

Pada hari ini Kamis tanggal Empat bulan Oktober th. dua ribu Delapan belas (04/10/2018) bertempat di Jalan Ahmad Yani No. 12 Makassar, sudah diselenggarakan perjanjian menjual beli kendaraan yang ditandai bersama penandatanganan Surat Perjanjian, antara:

Nama    :               Ilham Hidayat

Umur    :               24 Tahun

Pekerjaan           :               Karyawan Swasta

Alamat  :               Jl. Ahmad Yani No. 12 Makassar

No KTP :               128103810310002

No HP   :               089696967676

Dalam perihal ini melakukan tindakan untuk dan atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PENJUAL.

Nama    :               Nelma Kharisma

Umur    :               28 Tahun

Pekerjaan           :               PNS

Alamat  :               Jl. Macan No. 23 Makassar

No HP   :               0896966767

Dalam perihal ini melakukan tindakan untuk dan atas nama sendiri yang selanjutnya disebut PEMBELI.

Kedua belah pihak bersepakat untuk mengadakan ikatan perjanjian menjual beli. Syarat dan ketentuannya diatur dalam 11 (sebelas) pasal layaknya tersebut di bawah ini:

Pasal 1

JENIS BARANG

Bahwa PENJUAL bersama ini menjual dan menyerahkan kepada PEMBELI yang menerangkan sudah membeli dan terima penyerahan dari PENJUAL berupa:

  1. Jenis kendaraan : Minibus
  2. Merek / Type : Toyota / Kijang LGX 2.0
  3. Tahun pembuatan : 2003
  4. Nomor Polisi : DD 1241 CX
  5. Nomor BPKB : 123456789
  6. Nomor rangka : 14HGT57X678B9
  7. Nomor mesin : BH00000254B899
  8. Warna : Hitam Solid
  9. Kondisi barang : 80%

Untuk selanjutnya disebut KENDARAAN.

Pasal 2

HARGA

Harga KENDARAAN yang sudah disepakati ke-2 belah pihak adalah Rp 104.000.000 (seratus empat juta rupiah).

Pasal 3

CARA PEMBAYARAN

PEMBELI menerapkan langkah pembayaran bersama syarat dan ketentuan yang termasuk sudah disepakati PENJUAL, yaitu:

  1. Pembayaran uang tunai sebesar Rp 14.000.000 (empat belas juta rupiah) yang dibayarkan PEMBELI setelah penandatanganan surat perjanjian ini.
  2. Pembayaran sebesar Rp 90.000.000 (sembilan puluh juta rupiah) berwujud cek bersama nomor : 123145789, jatuh tempo tanggal 30 Juni 2014.

Pasal 4

JAMINAN

PENJUAL memberi tambahan jaminan bahwa KENDARAAN yang dijualnya adalah milik sahnya sendiri, tidak ada orang atau pihak lain yang ikut memilikinya dan sebelumnya belum dulu dijual atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan kepada orang atau pihak lain bersama langkah bagaimanapun juga.

PEMBELI memberi tambahan jaminan bahwa biro gilyet yang diberikannya sanggup diuangkan cocok tanggal yang tertera padanya.

Pasal 5

PENYERAHAN KENDARAAN

PENJUAL menyerahkan KENDARAAN kepada PEMBELI setelah ditandatanganinya surat perjanjian ini.

Buku BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) masih senantiasa berada di tangan PENJUAL hingga PEMBELI melunasi total pembayarannya.

Pasal 6

STATUS KEPEMILIKAN

Status kepemilikan KENDARAAN masih senantiasa berada di tangan PENJUAL hingga PENJUAL terima total uang pembayaran dari PEMBELI bersama menguangkan bilyet giro cocok bersama tanggal yang tertera padanya.

Status kepemilikan dapat berubah kepada PEMBELI kecuali PENJUAL sudah terima lunas pembayarannya dan PENJUAL menyerahkan BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) KENDARAAN tersebut.

Pasal 7

SANKSI

Apabila ternyata bilyet giro PEMBELI tidak sanggup diuangkan cocok tanggal yang tertera padanya, PEMBELI dianggap terlambat membayar dan dikenakan curiga berwujud denda atas keterlambatan pembayarannya tersebut.

Denda layaknya tersebut pada ayat 1 ditetapkan sebesar 3% (persen) dari kuantitas uang yang sudah dibayarkan PEMBELI setiap hari dan maksimun denda adalah 5% (persen).

Pasal 8

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Selama dalam pemakaian dan penjagaannya, PEMBELI bertanggung jawab penuh atas KENDARAAN.

Apabila terjadi kerusakan, PEMBELI diharuskan melakukan perbaikan atau mengeluarkan ongkos ongkos atas kerusakan yang diderita KENDARAAN tersebut sehubungan bersama pemakaiannya.

Apabila terjadi kehilangan, PEMBELI senantiasa diharuskan membayar kekurangan pembayarannya.

Pasal 9

HAL-HAL LAIN

Hal-hal yang belum tercantum dalam perjanjian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh ke-2 belah pihak.

Pasal 10

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

Apabila terjadi perselisihan dan tidak sanggup diselesaikan secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat, ke-2 belah pihak bersepakat untuk menyelesaikannya secara hukum dan ke-2 belah pihak sudah setuju untuk pilih daerah tinggal yang umum dan senantiasa di Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri Makassar.

Pasal 11

PENUTUP

Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) bersama dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang PENJUAL dan PEMBELI dan terasa berlaku sejak ditandatangani ke-2 belah pihak.

Dibuat di : Makassar

Tanggal : 04 Oktober 2018

PENJUAL              PEMBELI

 

Ilham Hidayat    NNelma Kharisma

Saksi- saksi :

  1. Alimuddin Ishaq …………………………….
  2. Sulkifli Adiyaksa ……………………………..
  3. Thamrin Gunawan …………………………….

 

Baca Juga: