Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional

Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional

Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional

  • Afektifitas

Afektifitaas adalah sebuah hubungan antar sesama manusia yang dilandasi oleh perasaan dan sifat kasih sayang, tolong-menolong, rasa cinta, dan kesetiaan.


  • Diffuseness

Diffuseness merupakan gambaran sebuah sikap yang tidak terus terang terutama pada hubungan antara pribadi. Masyarakat tradisional biasanya masih menggunakan bahasa yang bertele-tele tidak langsung menuju sasaran permasalahan.

  • Partikularisme

Partikularisme merupakan sebuah hubungan yang berkaitan dengan sesuatu yang khusus yang berlaku di suatu tempat atau daerah tertentu karena masih terdapat hubungan dengan perasaan subjektif dan rasa kebersamaan.


  • Orientasi kolektif

Orientasi Kolektif yang merupakan dampak dari rasa afektifitas yaitu meningkatkan kerja sama, kebersamaan, tidak sombong, congkak, ego, dan berbeda pendapat.

  • Askripsi

Askripsi adalah sifat khusus yang tidak diperoleh melalui usaha yang disengaja, tetapi semuanya atas dasar kebiasaan dan keharusan.


Menurut Gunawan, 2009 masyarakat tradisonal berasal dari bahasa latin yaitu “Traditum” yang memiliki makna Transmitted yaitu pewarisan sesuatu dari sutu generasi ke generasi berikutnya.

  • Ciri-ciri masyarakat tradisional menurut Talcott Parson :
  1. Masyarakat yang terikat kuat dengan tradisi.
  2. Masyarakatnya homogen ( hampir dalam segala aspek).
  3. Sifat pelapisan sosialnya “tertutup “
  4. Mobilitas sulit terjadi.
  5. Perubuhan terjadi secara lambat.
  6. Masyarakatnya cenderung tertutup terhadap perubahan.

Sumber: https://downloadaplikasi.co.id/cottage-garden-apk/