BERBAGAI MACAM KEADILAN

BERBAGAI MACAM KEADILAN

BERBAGAI MACAM KEADILAN

BERBAGAI MACAM KEADILAN

Plato berpendapat bahwa keadilan clan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat clan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Tha man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal.
Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakt bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara balk
menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagi-bagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan keserasian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.
Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.
B.Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata All menerima Rp.100.000,- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadian Ali dan Budi sama, justru hal tersebut tidak adil.

Baca Juga : 

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

MANUSIA DAN KEADILAN

Kcadilan menurut Aristotcles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kclayakan diartikan sebagai titik tengah diantara ke dua ujung ckstrem yang terlalu banyak dan tcrlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem itu menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama. kalau tidak sama, maka masing-masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelanggaran tcrhadap proporsi terscbut berarti ketidak adilan.
Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia schingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan difi, dan perasaannya dikendalikan olch akal.
Lain lagi pendapat Socrates yang mcmproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan balk. Mengapa diproycksikan pada pemerintah, scbab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika inasyarakat.
Kong Hu Cu berpendapat lain : Kcadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah mclaksanakan kcwajibannya. Pcndapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau discpakati.
Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya tentu cenderung disebut memeras. Sebaliknya pula, seorang majikan yang terus menerus menggunakan tenaga orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya, maim perbuatan itu menjurus kepada sifat memperbudak orang atau pegawainya. Oleh karena itu, untuk memperoleh keadilan, misalnya, kita menuntut kenaikan upah; sudah tentu kita harus berusaha meningkatkan prestasi kerja kita. Apabila kita menjadi majikan, kita hams memikirkan keseimbangan kerja mereka dengan upah yang diterim a.

Sumber : http://syifa.student.ittelkom-pwt.ac.id/baseball-apk/

Cara Menampilkan DONASI pada blog

Cara Menampilkan DONASI pada blog

Cara Menampilkan DONASI pada blog

Cara Menampilkan DONASI pada blog

Paypal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa rekening online membantu kita mempermudah dalam penerimaan donasi dari orang orang yang mau mendonorkan dolarnya.
Misalnya punya web site tentang satu fakultas atau web tentang daerah kamu .Tentunya harus butuh biaya untuk pembeliaan domain dan sewa server.

Disini saya akan menjelaskan bagaimana menampilkan tombol donasi pada blog kita

Langkah Langkah nya :
1. Anda sign in di paypal anda
2. Pilih Merchant Services
3. Accept payments for : pilihlah “Donations”
-Organization name/service : Isilah dengan ” Nama anda ataupun nama organisasi anda “.

-Donation ID (optional) : Isilah kode donasinya, bisa anda diisi dengan alamat blog.

-Pada bagian “Customize Button”, klik “Customize Appearance”, ada 2 bagian pilih sesukamu.

-Currency biarkan saja “USD”

-Contribution Amount :
(1).Donors enter their own contribution amount artinya orang yang memberikan donasi bebas untuk menentukan jumlah Donasinya.
(2). Donors contribute a fixed amount artinya orang yang akan memberikan Donasi akan memberikan sumbangan sesuai dengan nilai yang telah kita tentukan.

-Terakhir, klik “Create Button” dan copy pastekan pada blog teman-teman.

Semoga Bermanfaat,,,

Sumber : https://balikpapanstore.id/

Menghindari banned di ciao dengan 5 J

Menghindari banned di ciao dengan 5 J

Menghindari banned di ciao dengan 5 J

Menghindari banned di ciao dengan 5 J

Ini merupakan pengalam saya setelah di banned ciao.Program yang saat ini sebagian sahamnya dimiliki oleh microsoft.
Pengalaman adalah guru yang paling berharga.Benarkah begitu?
Terakhir saldo ciao saya 30 $ namun disaat ada feeiling ingin di banned saya beniat reguest pembayaran.Namun alangkah kagetnya setelah melihat bahwa saya tidak bisa log ini lagi di ciao.
Bisa anda check id ciao saya tumpal
Coba anda ketikkan di member center dan search tumpal disana pasti anda tidak akan bisa melihatreview saya yang sudah 20an di ciao .Ya karena itu tadi saya sudah di banned

Setelah di banned tentunya rasa kesal pasti selalu ada.Namun apa hendak dikata,nasi udah menjadi bubur.
Setelah saya mengulas berbagai kesalahan yang saya lakukan di ciao ternyata didapat 5 kesalahan yang menurut saya tidak boleh diulangi.
Jadi sekarang saya akan berbagi ilmu bagaimana supaya tidak di banned di ciao dengan 5 J.Berikut cara Menghindari banned di ciao dengan 5 J

1.Jangan pernah menebar referal di ym,blog,mirc dll karena anda bisa dianggap spam
Ini pengalaman saya setelah mengajak teman saya ikutan ciao,dengan maksud baik agar mereka juga bisa punya penghasilan di ciao.Stelah beberapa hari punya referal feeling saya sudah tidak enak.Dan terbukti satu kata “banned” yang gak bisa ditangisi menghampiriku

2.Jangan melakukan copy paste .Ini merupakan kesalahan fatal jika bermain di ciao.
Karena sangat mudah untuk mengetahui review anda copy paste atau bukan

3.Jangan sering sering melakukan rating sebelum waktu nya.Maksud saya disini sebelum kita merating tunggu kira2 30 detik sebelum mamberikan rating agar rating kita valid

4.Jangan memberikan rating jelek pada bule yang punya rating bintang 5.
Awalnya saya sangat kesal melihat status bule tersebut yang mengatakan “saya akan memberitahukan siapa yang mengkopi review saya”
Dalam hati saya sok hebat kali bule ini,so ambil solusi ingin menjatuhkannya dengan kasih rating jelek.
Ini sudah saya lakukan.Dan yang saya dapat adalah pesan yang mengatakan kamu mengambil review ini dari link ini.
Waduh ternyata dia malah mencari semua kesalahan pada review saya.SAmpai ke akar akarnya coi …
Jangan sampai kejadian ini menimpa anda.APalagi anda yang suka kopas.
Dan wajar kita melakukan kopas apalgi yang masih newbie.Lagian kita g mungkin tau tu produk.Dengar namaya aja mungkin g pernah.
Tetapi hati hatilah jika berhubungan dengan bule

5.Jangan memberikan komen yang sama dalam 1 review hanya untuk menambah poin karena anda bisa dianggap spam

Sumber : https://sorastudio.id/

Cindelaras – Cerita Rakyat Jawa Timur

Cindelaras – Cerita Rakyat Jawa Timur
Raden Putra, Raja Jenggala, mempunyai dua orang istri. Keduanya adalah permaisuri dan selir. Selain cantik wajahnya, Sang Permaisuri juga baik hatinya. Sang Selir juga sangat cantik wajahnya. Namun, ia sangat buruk kelakuannya. Ia iri hati pada Sang Permaisuri. Ia merencanakan untuk menyingkirkan Sang Permaisuri dari istana kerajaan, agar perhatian dan kasih sayang Raden Putra semata-mata tertuju kepadanya.

Sang Selir bekerja sama dengan tabib istana untuk mewujudkan rencana jahatnya. Ia berpura- pura sakit. Ketika Raden Putra bertanya pada tabib istana; perihal penyebab sakitnya Sang Selir, tabib istana mengatakan jika sakit yang diderita Sang Selir disebabkan oleh racun. “Racun itu dibubuhkan pada minuman yang diberikan untuk Sang Selir,” kata tabib istana.

“Siapa yang tega memberikan minuman beracun untuk selirku itu?” tanya Raden Putra.

“Permaisuri Paduka sendiri,”jawab Sang Selir. “Tampaknya Permaisuri iri hati pada hamba hingga bermaksud membunuh hamba.”

Tak terkirakan kemarahan Raden Putra. Seketika itu ia mengusir Sang Permaisuri dari istana kerajaan dan membuangnya ke hutan belantara. Raden Putra bahkan memerintahkan patihnya untuk membunuh Sang Permaisuri ketika telah tiba di hutan.

Sang Permaisuri yang tengah mengandung itu terpaksa menerima perlakuan buruk yang ditimpakan kepadanya. Meski, sama sekali ia tidak melakukan keburukan seperti yang dituduhkan kepadanya itu.

Patih kerajaan Jenggala merasa jika Sang Permaisuri tidak bersalah. Menurutnya, Sang Permaisuri yang baik hati itu mustahil meracuni Sang Selir. Menurutnya pula, Sang Selir telah melakukan fitnah untuk menyingkirkan Sang Permaisuri dari istana. Oleh karena itu ia tidak melaksanakan perintah Raden Putra untuk membunuh Sang Permaisuri.

Patih kerajaan Jenggala lantas menangkap kelinci. Disembelihnya kelinci itu. Darahnya diusap- usapkannya pada keris pusakanya. Katanya kepada Sang Permaisuri, “Hamba akan menghadap Raden Putra dan menyatakan jika hamba telah membunuh Paduka. Darah kelinci pada keris pusaka hamba ini akan hamba jadikan bukti.”

“Terima kasih, Paman Patih,” ujar Sang Permaisuri.

Sepeninggal Patih kerajaan Jenggala, Sang Permaisuri hidup sendirian di dalam hutan belantara. Seiring berjalannya sang waktu, kian membesar kandungannya. Ia pun melahirkan sendirian di hutan belantara itu. Bayinya lelaki dan diberinya nama Cindelaras.

Cindelaras tumbuh menjadi anak lelaki yang kuat tubuhnya dan tampan wajahnya. Sejak kecil ia telah bergaul dengan aneka hewan yang terdapat di hutan tempat tinggalnya. Hewan-hewan itu senang berada di dekat Cindelaras dan mereka menuruti perintah Cindelaras.

Pada suatu hari, ketika Cindelaras tengah bermain, seekor burung rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam di dekat Cindelaras. Cindelaras lantas mengeramkan telur ayam tersebut pada ayam hutan betina yang menjadi sahabatnya. Tiga minggu kemudian telur itu menetas.

Cindelaras merawat anak ayam itu baik-baik hingga tumbuh menjadi ayam jago yang kuat lagi gagah. Tubuhnya terlihat kuat lagi kekar. Paruhnya kokoh dan runcing seperti paruh burung rajawali. Kedua kakinya kekar berotot dengan kuku-kukunya yang runcing lagi tajam. Suara kokoknya terdengar aneh dan mengherankan, “Kukuruyuuuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra …”

Cindelaras keheranan mendengar kokok ayam jantannya. Ia lantas bertanya kepada ibunya perihal ayamnya. Cindelaras akhirnya mengetahui jika dirinya adalah anak Raden Putra, Raja Jenggala. Ia juga mengetahui penyebab ibu dan dirinya terusir dari istana kerajaan Jenggala. Cindelaras ingin membuka keburukan perilaku ibu tirinya.

Dengan izin dan restu ibunya, Cindelaras berangkat menuju istana kerajaan Jenggala. Ayam jago kesayangannya dibawanya pula. Dalam perjalanannya, Cindelaras mendapati beberapa orang tengah mengadu jago dengan taruhan. Ketika mereka melihat Cindelaras membawa ayam jago, mereka pun menantang untuk mengadu.

“Aku tidak mempunyai taruhan,” kata Cindelaras.

“Taruhanmu adalah dirimu,” jawab salah se orang penyabung. “Jika jagomu kalah, engkau harus bekerja dan mengabdi kepadaku selama beberapa tahun. Namun, jika ayam jagomu menang, aku akan memberikan banyak harta untukmu.”

Cindelaras semula tampak ragu-ragu. Namun, ayam jagonya terus meronta-ronta seperti memintanya untuk menerima tantangan itu. Cindelaras akhirnya setuju.

Kedua ayam jago lantas diadu. Hanya dalam beberapa gebrakan saja ayam jago Cindelaras telah dapat mengalahkan musuhnya. Ayam-ayam jago lainnya yang diadu melawan ayam jago Cindelaras juga tidak berkutik. Rata-rata mereka hanya bertahan dalam beberapa gebrakan saja untuk kemudian berkaok-kaok melarikan diri.

Cindelaras sangat banyak mendapatkan uang dan juga perhiasan karena kemenangan ayam jagonya itu. Para penyabung ayam benar-benar terperangah mendapati keperkasaan ayam jago Cindelaras. Berita perihal kehebatan ayam jago Cindelaras segera menyebar. Banyak penyabung yang menemui Cindelaras untuk mengadu jago. Ayam jago Cindelaras benar-benar tangguh, semua lawan-lawannya dikalahkan dalam beberapa gebrakan pertarungan saja.

“Tampaknya hanya ayam jago milik Gusti Prabu Putra saja yang mampu menandingi ayam jago anak ini,” kata salah seorang penyabung. “Sama halnya dengan ayam jago milik anak ini, ayam jago milik Gusti Prabu Putra juga tidak pernah terkalahkan. Pertarungan kedua ayam jago itu pasti akan seru jika terjadi.”

Raden Putra akhirnya mendengar kehebatan ayam jago Cindelaras. Ingin benar ia mengadu ayam dengan Cindelaras. Maka, Raden Putra lantas memerintahkan para prajuritnya untuk mendatangkan Cindelaras ke istana kerajaan.

Cindelaras datang dan langsung menghadap Raden Putra. Meski ia mengetahui sosok yang di hadapannya itu adalah ayah kandungnya, namun Cindelaras bersikap layaknya rakyat yang datang menghadap rajanya. Ia duduk bersila setelah menghaturkan sembah. Ayam jagonya juga duduk bersila di sampingnya. Sangat mengherankan, ayam jago itu tidak berkokok selama Cindelaras menghadap Raden Putra.

“Namamu Cindelaras?” tanya Raden Putra.

“Benar, Gusti Prabu.”

“Kudengar engkau mempunyai ayamjago yang hebat. Apakah engkau berani mengadu ayam jagomu itu dengan ayam jago milikku?”

“Hamba siap, Gusti Prabu,” jawab Cindelaras.

“Apa taruhanmu?”

Cindelaras sejenak berpikir sebelum akhirnya memberikan jawabannya, “Hamba hanya mempunyai selembar nyawa. Jika ayam jago hamba kalah, maka hamba serahkan nyawa hamba kepada Gusti Prabu. Namun jika ayam jago Gusti Prabu kalah, hamba meminta setengah wilayah kerajaan Jenggala.”

“Baik,” Raden Putra menyatakan kesediaannya. “Bersiap-siaplah untuk menyerahkan nyawamu. Lehermu akan dipenggal algojo kerajaan setelah ayam jagomu itu kalah!”

Alun-alun istana kerajaan segera disiapkan untuk menjadi arena pertarungan dua jago milik Cindelaras dan Raden Putra. Berduyun-duyun orang datang ke alun-alun untuk menyaksikan peristiwa yang sangat langka itu. Beberapa petaruh juga turut datang dan masing-masing mempertaruhkan uang yang dimilikinya untuk mendukung jago Cindelaras atau jago milik Raden Putra.

Ketika telah dihadapkan, jago milik Cindelaras terlihat kalah besar dan kalah kekar tubuhnya dibandingkan jago milik Raden Putra. Namun jago Cindelaras tidak memperlihatkan ketakutannya, bahkan seperti tak sabar ingin segera bertarung. Maka, dengan iringan sorak sorai penonton, kedua ayam jago itu pun memulai pertarungannya.

Semangat bertarung ayam jago Cindelaras sangat besar. Tendangan kaki dan patukan paruhnya begitu kuat bertenaga hingga ayam jago milik Raden Putra terlihat kewalahan. Ayam jago Cindelaras juga cerdik lagi piawai menghindari serangan yang dilancarkan ayam jago milik Raden Putra. Pertarungan itu terus berlangsung dan ayam jago milik Raden Putra mulai terlihat kepayahan. Beberapa saat kemudian ayam jago milik Raden Putra tak lagi sanggup melayani perlawanan ayam jago Cindelaras. Ia berkaok-kaok melarikan diri dari arena pertarungan tanda menyerah kalah. Sebagian penonton yang menjagokan ayam jago Cindelaras bersorak-sorak gembira setelah mengetahui ayam jago Cindelaras memenangkan pertarungan.

Raden Putra sangat terkejut mendapati ayam jagonya kalah. Janji pertaruhan yang diucapkannya pun dipenuhinya. Setengah wilayah kerajaan Jenggala diberikan kepada Cindelaras.

Ayam jago Cindelaras mendadak berkokok dengan nyaring, “Kukuruyuuuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahandanya Raden Putra …”

Raden Putra kembali terkejut mendengar kokok ayam jago milik Cindelaras itu. Diperha-tikannya baik-baik Cindelaras yang tetap berdiri dengan sikap hormatnya. “Cindelaras, benarkah apa yang disebutkan ayam jagomu itu?”

“Benar, Gusti Prabu. Hamba adalah putra Gusti Prabu. Ibu hamba adalah Permaisuri Paduka yang tinggal di hutan.”

Raden Putra terlihat bingung. Menurutnya, permaisurinya itu telah meninggal dunia di tangan patihnya yang mengemban titahnya. Ketika itu ia juga telah ditunjukkan darah yang terdapat pada keris patihnya yang disebutkan patihnya sebagai darah permaisurinya.

Patih Jenggala segera menghadap Raden Putra dan menceritakan kejadian yang sesungguhnya.

Ia memang tidak jadi membunuh sang permaisuri sesuai titah Raden Putra karena ia sangat yakin dan mengetahui jika sang permaisuri sama sekali tidak bersalah. Menurutnya, Sang Permaisuri menjadi korban fitnah.

“Fitnah? Fitnah siapa?” tanya Raden Putra.

“Fitnah dari selir Paduka yang bekerja sama dengan tabib istana, Gusti Prabu,” jawab Patih Jenggala.

Sang Selir dan tabib istana segera dihadapkan pada Raden Putra. Keduanya akhirnya mengakui perbuatan jahat mereka. Tak ayal lagi, Raja Jenggala itu lantas menjatuhkan hukuman yang berat bagi keduanya. Tabib istana dijatuhi hukuman mati. Sementara Sang Selir dijatuhi hukuman buang ke hutan.

Terbukalah kebenaran itu. Raden Putra lalu memeluk tubuh Cindelaras seraya meminta maaf. Raja Jenggala itu juga memerintahkan para prajurit Jenggala untuk segera menjemput permaisurinya.

Sang Permaisuri kembali dengan segala kehormatannya ke istana kerajaan Jenggala. Ia hidup berbahagia bersama suami dan juga Cindelaras.

Baca Juga :

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Seekor singa tengah tertidur lelap di bawah polion. Tiba-tiba, dari kejauhan, terlihat tikus berlari amat kencang.

Sepertinya ia sedang terburu-buru. Olala, tikus itu pun menabrak wajah singa.

Singa yang sedang tidur, sontak terbangun. Ia marah kepada tikus yang sudah mengganggu tidur siangnya.

Tikus pun tak bisa mengelak. Ia tertangkap oleh singa.

“Kau telah mengganggu tidur siangku. Aku akan memakanmu, agar kamu tidak bisa mengganggu tidur siangku lagi,” ucap singa dengan garang.

Mendengar ucapan singa, tikus menjadi sangat ketakutan.

“Tolong singa, jangan makan aku. Lepaskan aku. Jika kamu melepaskan aku, aku berjanji akan membantumu saat engkau membutuhkan bantuan,” bujuk tikus.

Seketika, singa tertawa terbahak-bahak. “Hahaha! Binatang kecil sepertimu akan menolongku? Kamu pasti mengigau!”

Namun, karena singa masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya, ia pun melepaskan tikus.

Tikus berlari sangat girang. Tak lupa, ia berterima kasih karena tak jadi dimangsa oleh singa.

Suatu hari, seorang pemburu masuk ke dalam hutan. Ia memasang perangkap untuk binatang buruannya.

Olala, yang tertangkap adalah singa.

Tubuh singa pun terikat jaring yang dipasang pemburu.

Kebetulan, tikus mendengar kabar tertangkapnya singa.

“Aku harus menolong singa. Aku sudah berjanji akan menolong singa jika ia membutuhkan pertolongan,” gumam tikus.

Ia pun langsung berlari mencari singa.

Benar saja, singa terlihat tak berdaya terikat jaring.

“Tikus, tolonglah aku,” rengek singa.

Dengan sigap, tikus menggunakan gigi-giginya yang tajam untuk memutuskan jaring.

Satu per satu, jaring terputus. Singa pun berhasil bebas.

Singa mengucapkan terima kasih kepada tikus.

Ia juga meminta maaf, karena telah meremehkan kekuatan tikus.

Sejak saat itu, tikus dan singa menjadi teman baik.

Singa selalu melindungi tikus dari mara bahaya. Begitu pun sebaliknya.

Baca Juga :

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Di sebuah desa, seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana? Dan kenapa suara itu bergema?

Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. “Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja,” batinnya.

Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. “Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang,” pikirnya.

Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.

Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran –kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya– itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.

Baca Juga : 

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.

Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Alkisah ada seorang pengemis yang gemar membeli kupon berhadiah. Suatu hari bukan main gembiranya dia, karena nomor undiannya keluar sebagai pemenang pertama. Hadiah uang baru dapat diambil setengah bulan kemudian.Karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang aman, maka kupon yang menang itu di simpan dalam mangkok bambu sedekahnya yang menyertai kemanapun dia pergi. Sejak hari itu, Si pengemis seolah-olah merasa dirinya begitu
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri…..Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.

Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, “Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?” Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Rumah Hantu

Rumah Hantu

Suatu hari, ada seorang gadis berusia 10 tahun yang tinggal di Malang di sebuah rumah yang sangat tua. Dia membenci rumah itu. Itu dingin dan lembab sepanjang waktu.

Ditambah lagi, tidak ada teman yang mau berkunjung karena diyakini oleh semua orang di lingkungan itu bahwa ada hantu yang tinggal di rumah. Gadis kecil itu ingin tahu tentang hantu itu, tetapi tidak ada yang akan berbicara dengannya ketika dia bertanya tentang hal itu atau sejarah rumah itu.

Rumah itu menakutkan, dan beberapa malam lebih buruk daripada yang lain. Suatu malam, ketika dia berada di kamarnya membaca, lampu tiba-tiba mati. Dia pikir bola lampu sudah mati. Dia tidak ingin mengganggu ibunya, yang sudah tidur, dengan meminta bola lampu baru. Jadi dia meletakkan bukunya dan bersiap untuk tidur.

Tiba-tiba, ada ketukan pelan di jendela di samping tempat tidurnya. Dia melihat pantulan seorang anak lelaki, sekitar usianya, tercermin di kaca jendela.

Gadis itu berbalik untuk melihat kamarnya, tetapi tidak melihat apa-apa. Dia bangkit dari tempat tidur dan pergi ke pelitanya. Dia merasakan sesuatu yang basah di tanah. Dia menyalakan lampu, yang sekarang berfungsi, dan melihat noda merah di tempat dia berdiri.

Lalu menghilang. Itu bukan darah, karena merah terlalu cerah, hampir merah muda, seperti cat. Dia menggaruk dinding ungu kamarnya dan, percaya atau tidak, di balik cat ungu itu merah muda, warna gelap yang sama yang pernah ada di lantai.

Gadis itu berlari keluar dari kamarnya menuju kamar orang tuanya. Tetapi kemudian dia melihat sesuatu yang membuatnya membuka mulutnya untuk berteriak, meskipun tidak ada suara yang keluar.

Pagi harinya…

Dia ingin bukti. Dia ingin tahu di pagi hari apakah yang dilihatnya adalah mimpi atau nyata. Dia mengambil foto tempat tidurnya, dan, tanpa melihatnya, berlari untuk menjemput ibunya.

Dengan marah, ibunya naik ke atas. Gadis itu menunjuk ke tempat jerat itu berada, tapi sekarang, hanya ada seutas tali dari perlengkapan menjahit ibunya. Dia menuntun ibunya ke kamarnya, untuk menunjukkan tubuh anaknya, tetapi sekarang tidak ada apa-apa.

Ketika ibunya berbalik untuk meninggalkan ruangan, gadis itu ingat akan kamera. Dia mengambilnya dan menyalakannya, menunjukkannya kepada ibunya.

Tidak ada lagi foto tempat tidurnya. Alih-alih ada foto seorang anak remaja, dengan tanda merah di lehernya, dan cat merah muda di seluruh bajunya yang sobek.

Ibunya menyuruhnya berhenti bercanda. Namun, wajahnya terlihat sangat khawatir. Ketika ditanya apa yang salah, dia berkata, “Dia kembali!”

Gadis kecil itu tidak pernah melihat bocah itu lagi dan ibunya menolak untuk mengatakan siapa dia.

Baca Juga :