Cindelaras – Cerita Rakyat Jawa Timur

Cindelaras – Cerita Rakyat Jawa Timur
Raden Putra, Raja Jenggala, mempunyai dua orang istri. Keduanya adalah permaisuri dan selir. Selain cantik wajahnya, Sang Permaisuri juga baik hatinya. Sang Selir juga sangat cantik wajahnya. Namun, ia sangat buruk kelakuannya. Ia iri hati pada Sang Permaisuri. Ia merencanakan untuk menyingkirkan Sang Permaisuri dari istana kerajaan, agar perhatian dan kasih sayang Raden Putra semata-mata tertuju kepadanya.

Sang Selir bekerja sama dengan tabib istana untuk mewujudkan rencana jahatnya. Ia berpura- pura sakit. Ketika Raden Putra bertanya pada tabib istana; perihal penyebab sakitnya Sang Selir, tabib istana mengatakan jika sakit yang diderita Sang Selir disebabkan oleh racun. “Racun itu dibubuhkan pada minuman yang diberikan untuk Sang Selir,” kata tabib istana.

“Siapa yang tega memberikan minuman beracun untuk selirku itu?” tanya Raden Putra.

“Permaisuri Paduka sendiri,”jawab Sang Selir. “Tampaknya Permaisuri iri hati pada hamba hingga bermaksud membunuh hamba.”

Tak terkirakan kemarahan Raden Putra. Seketika itu ia mengusir Sang Permaisuri dari istana kerajaan dan membuangnya ke hutan belantara. Raden Putra bahkan memerintahkan patihnya untuk membunuh Sang Permaisuri ketika telah tiba di hutan.

Sang Permaisuri yang tengah mengandung itu terpaksa menerima perlakuan buruk yang ditimpakan kepadanya. Meski, sama sekali ia tidak melakukan keburukan seperti yang dituduhkan kepadanya itu.

Patih kerajaan Jenggala merasa jika Sang Permaisuri tidak bersalah. Menurutnya, Sang Permaisuri yang baik hati itu mustahil meracuni Sang Selir. Menurutnya pula, Sang Selir telah melakukan fitnah untuk menyingkirkan Sang Permaisuri dari istana. Oleh karena itu ia tidak melaksanakan perintah Raden Putra untuk membunuh Sang Permaisuri.

Patih kerajaan Jenggala lantas menangkap kelinci. Disembelihnya kelinci itu. Darahnya diusap- usapkannya pada keris pusakanya. Katanya kepada Sang Permaisuri, “Hamba akan menghadap Raden Putra dan menyatakan jika hamba telah membunuh Paduka. Darah kelinci pada keris pusaka hamba ini akan hamba jadikan bukti.”

“Terima kasih, Paman Patih,” ujar Sang Permaisuri.

Sepeninggal Patih kerajaan Jenggala, Sang Permaisuri hidup sendirian di dalam hutan belantara. Seiring berjalannya sang waktu, kian membesar kandungannya. Ia pun melahirkan sendirian di hutan belantara itu. Bayinya lelaki dan diberinya nama Cindelaras.

Cindelaras tumbuh menjadi anak lelaki yang kuat tubuhnya dan tampan wajahnya. Sejak kecil ia telah bergaul dengan aneka hewan yang terdapat di hutan tempat tinggalnya. Hewan-hewan itu senang berada di dekat Cindelaras dan mereka menuruti perintah Cindelaras.

Pada suatu hari, ketika Cindelaras tengah bermain, seekor burung rajawali menjatuhkan sebutir telur ayam di dekat Cindelaras. Cindelaras lantas mengeramkan telur ayam tersebut pada ayam hutan betina yang menjadi sahabatnya. Tiga minggu kemudian telur itu menetas.

Cindelaras merawat anak ayam itu baik-baik hingga tumbuh menjadi ayam jago yang kuat lagi gagah. Tubuhnya terlihat kuat lagi kekar. Paruhnya kokoh dan runcing seperti paruh burung rajawali. Kedua kakinya kekar berotot dengan kuku-kukunya yang runcing lagi tajam. Suara kokoknya terdengar aneh dan mengherankan, “Kukuruyuuuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra …”

Cindelaras keheranan mendengar kokok ayam jantannya. Ia lantas bertanya kepada ibunya perihal ayamnya. Cindelaras akhirnya mengetahui jika dirinya adalah anak Raden Putra, Raja Jenggala. Ia juga mengetahui penyebab ibu dan dirinya terusir dari istana kerajaan Jenggala. Cindelaras ingin membuka keburukan perilaku ibu tirinya.

Dengan izin dan restu ibunya, Cindelaras berangkat menuju istana kerajaan Jenggala. Ayam jago kesayangannya dibawanya pula. Dalam perjalanannya, Cindelaras mendapati beberapa orang tengah mengadu jago dengan taruhan. Ketika mereka melihat Cindelaras membawa ayam jago, mereka pun menantang untuk mengadu.

“Aku tidak mempunyai taruhan,” kata Cindelaras.

“Taruhanmu adalah dirimu,” jawab salah se orang penyabung. “Jika jagomu kalah, engkau harus bekerja dan mengabdi kepadaku selama beberapa tahun. Namun, jika ayam jagomu menang, aku akan memberikan banyak harta untukmu.”

Cindelaras semula tampak ragu-ragu. Namun, ayam jagonya terus meronta-ronta seperti memintanya untuk menerima tantangan itu. Cindelaras akhirnya setuju.

Kedua ayam jago lantas diadu. Hanya dalam beberapa gebrakan saja ayam jago Cindelaras telah dapat mengalahkan musuhnya. Ayam-ayam jago lainnya yang diadu melawan ayam jago Cindelaras juga tidak berkutik. Rata-rata mereka hanya bertahan dalam beberapa gebrakan saja untuk kemudian berkaok-kaok melarikan diri.

Cindelaras sangat banyak mendapatkan uang dan juga perhiasan karena kemenangan ayam jagonya itu. Para penyabung ayam benar-benar terperangah mendapati keperkasaan ayam jago Cindelaras. Berita perihal kehebatan ayam jago Cindelaras segera menyebar. Banyak penyabung yang menemui Cindelaras untuk mengadu jago. Ayam jago Cindelaras benar-benar tangguh, semua lawan-lawannya dikalahkan dalam beberapa gebrakan pertarungan saja.

“Tampaknya hanya ayam jago milik Gusti Prabu Putra saja yang mampu menandingi ayam jago anak ini,” kata salah seorang penyabung. “Sama halnya dengan ayam jago milik anak ini, ayam jago milik Gusti Prabu Putra juga tidak pernah terkalahkan. Pertarungan kedua ayam jago itu pasti akan seru jika terjadi.”

Raden Putra akhirnya mendengar kehebatan ayam jago Cindelaras. Ingin benar ia mengadu ayam dengan Cindelaras. Maka, Raden Putra lantas memerintahkan para prajuritnya untuk mendatangkan Cindelaras ke istana kerajaan.

Cindelaras datang dan langsung menghadap Raden Putra. Meski ia mengetahui sosok yang di hadapannya itu adalah ayah kandungnya, namun Cindelaras bersikap layaknya rakyat yang datang menghadap rajanya. Ia duduk bersila setelah menghaturkan sembah. Ayam jagonya juga duduk bersila di sampingnya. Sangat mengherankan, ayam jago itu tidak berkokok selama Cindelaras menghadap Raden Putra.

“Namamu Cindelaras?” tanya Raden Putra.

“Benar, Gusti Prabu.”

“Kudengar engkau mempunyai ayamjago yang hebat. Apakah engkau berani mengadu ayam jagomu itu dengan ayam jago milikku?”

“Hamba siap, Gusti Prabu,” jawab Cindelaras.

“Apa taruhanmu?”

Cindelaras sejenak berpikir sebelum akhirnya memberikan jawabannya, “Hamba hanya mempunyai selembar nyawa. Jika ayam jago hamba kalah, maka hamba serahkan nyawa hamba kepada Gusti Prabu. Namun jika ayam jago Gusti Prabu kalah, hamba meminta setengah wilayah kerajaan Jenggala.”

“Baik,” Raden Putra menyatakan kesediaannya. “Bersiap-siaplah untuk menyerahkan nyawamu. Lehermu akan dipenggal algojo kerajaan setelah ayam jagomu itu kalah!”

Alun-alun istana kerajaan segera disiapkan untuk menjadi arena pertarungan dua jago milik Cindelaras dan Raden Putra. Berduyun-duyun orang datang ke alun-alun untuk menyaksikan peristiwa yang sangat langka itu. Beberapa petaruh juga turut datang dan masing-masing mempertaruhkan uang yang dimilikinya untuk mendukung jago Cindelaras atau jago milik Raden Putra.

Ketika telah dihadapkan, jago milik Cindelaras terlihat kalah besar dan kalah kekar tubuhnya dibandingkan jago milik Raden Putra. Namun jago Cindelaras tidak memperlihatkan ketakutannya, bahkan seperti tak sabar ingin segera bertarung. Maka, dengan iringan sorak sorai penonton, kedua ayam jago itu pun memulai pertarungannya.

Semangat bertarung ayam jago Cindelaras sangat besar. Tendangan kaki dan patukan paruhnya begitu kuat bertenaga hingga ayam jago milik Raden Putra terlihat kewalahan. Ayam jago Cindelaras juga cerdik lagi piawai menghindari serangan yang dilancarkan ayam jago milik Raden Putra. Pertarungan itu terus berlangsung dan ayam jago milik Raden Putra mulai terlihat kepayahan. Beberapa saat kemudian ayam jago milik Raden Putra tak lagi sanggup melayani perlawanan ayam jago Cindelaras. Ia berkaok-kaok melarikan diri dari arena pertarungan tanda menyerah kalah. Sebagian penonton yang menjagokan ayam jago Cindelaras bersorak-sorak gembira setelah mengetahui ayam jago Cindelaras memenangkan pertarungan.

Raden Putra sangat terkejut mendapati ayam jagonya kalah. Janji pertaruhan yang diucapkannya pun dipenuhinya. Setengah wilayah kerajaan Jenggala diberikan kepada Cindelaras.

Ayam jago Cindelaras mendadak berkokok dengan nyaring, “Kukuruyuuuk … Tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah rimba, atapnya daun kelapa, ayahandanya Raden Putra …”

Raden Putra kembali terkejut mendengar kokok ayam jago milik Cindelaras itu. Diperha-tikannya baik-baik Cindelaras yang tetap berdiri dengan sikap hormatnya. “Cindelaras, benarkah apa yang disebutkan ayam jagomu itu?”

“Benar, Gusti Prabu. Hamba adalah putra Gusti Prabu. Ibu hamba adalah Permaisuri Paduka yang tinggal di hutan.”

Raden Putra terlihat bingung. Menurutnya, permaisurinya itu telah meninggal dunia di tangan patihnya yang mengemban titahnya. Ketika itu ia juga telah ditunjukkan darah yang terdapat pada keris patihnya yang disebutkan patihnya sebagai darah permaisurinya.

Patih Jenggala segera menghadap Raden Putra dan menceritakan kejadian yang sesungguhnya.

Ia memang tidak jadi membunuh sang permaisuri sesuai titah Raden Putra karena ia sangat yakin dan mengetahui jika sang permaisuri sama sekali tidak bersalah. Menurutnya, Sang Permaisuri menjadi korban fitnah.

“Fitnah? Fitnah siapa?” tanya Raden Putra.

“Fitnah dari selir Paduka yang bekerja sama dengan tabib istana, Gusti Prabu,” jawab Patih Jenggala.

Sang Selir dan tabib istana segera dihadapkan pada Raden Putra. Keduanya akhirnya mengakui perbuatan jahat mereka. Tak ayal lagi, Raja Jenggala itu lantas menjatuhkan hukuman yang berat bagi keduanya. Tabib istana dijatuhi hukuman mati. Sementara Sang Selir dijatuhi hukuman buang ke hutan.

Terbukalah kebenaran itu. Raden Putra lalu memeluk tubuh Cindelaras seraya meminta maaf. Raja Jenggala itu juga memerintahkan para prajurit Jenggala untuk segera menjemput permaisurinya.

Sang Permaisuri kembali dengan segala kehormatannya ke istana kerajaan Jenggala. Ia hidup berbahagia bersama suami dan juga Cindelaras.

Baca Juga :

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Seekor singa tengah tertidur lelap di bawah polion. Tiba-tiba, dari kejauhan, terlihat tikus berlari amat kencang.

Sepertinya ia sedang terburu-buru. Olala, tikus itu pun menabrak wajah singa.

Singa yang sedang tidur, sontak terbangun. Ia marah kepada tikus yang sudah mengganggu tidur siangnya.

Tikus pun tak bisa mengelak. Ia tertangkap oleh singa.

“Kau telah mengganggu tidur siangku. Aku akan memakanmu, agar kamu tidak bisa mengganggu tidur siangku lagi,” ucap singa dengan garang.

Mendengar ucapan singa, tikus menjadi sangat ketakutan.

“Tolong singa, jangan makan aku. Lepaskan aku. Jika kamu melepaskan aku, aku berjanji akan membantumu saat engkau membutuhkan bantuan,” bujuk tikus.

Seketika, singa tertawa terbahak-bahak. “Hahaha! Binatang kecil sepertimu akan menolongku? Kamu pasti mengigau!”

Namun, karena singa masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya, ia pun melepaskan tikus.

Tikus berlari sangat girang. Tak lupa, ia berterima kasih karena tak jadi dimangsa oleh singa.

Suatu hari, seorang pemburu masuk ke dalam hutan. Ia memasang perangkap untuk binatang buruannya.

Olala, yang tertangkap adalah singa.

Tubuh singa pun terikat jaring yang dipasang pemburu.

Kebetulan, tikus mendengar kabar tertangkapnya singa.

“Aku harus menolong singa. Aku sudah berjanji akan menolong singa jika ia membutuhkan pertolongan,” gumam tikus.

Ia pun langsung berlari mencari singa.

Benar saja, singa terlihat tak berdaya terikat jaring.

“Tikus, tolonglah aku,” rengek singa.

Dengan sigap, tikus menggunakan gigi-giginya yang tajam untuk memutuskan jaring.

Satu per satu, jaring terputus. Singa pun berhasil bebas.

Singa mengucapkan terima kasih kepada tikus.

Ia juga meminta maaf, karena telah meremehkan kekuatan tikus.

Sejak saat itu, tikus dan singa menjadi teman baik.

Singa selalu melindungi tikus dari mara bahaya. Begitu pun sebaliknya.

Baca Juga :

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Belajar dari Keledai

Di sebuah desa, seorang petani kehilangan keledainya. Capek mencari, tak dia temukan juga keledai itu. Tapi, ketika dia lelah mencari dan duduk di bagian belakang rumah, samar telinganya mendengar ringkik memelas dari keledainya. Suara itu lirih, sedih. Tapi di mana? Dan kenapa suara itu bergema?

Beringsut, petani itu mencari sumber suara. Dan, jauh di belakang rumah, di dalam sumur kering yang tak terpakai, dia temukan keledainya, bergerak gelisah, memekik. Petani tua itu tak tahu harus berbuat apa. Menarik keledai ke atas, tentu dia tidak kuat. Juga bagaimana menariknya? Lama berpikir, akhirnya dia pun pasrah. “Keledai itu telah tua, dan sumur itu terlalu berbahaya jika dibiarkan saja,” batinnya.

Ia pun memutuskan untuk mengubur si keledai di sumur itu. Dengan mengajak beberapa tetangga, dia mulai mengayuh sekop dan melemparkan timbunan tanah ke dalam sumur. Ditutupinya telinga, agar tak mendengar pekikan keledai yang seperti kehilangan harapan, dan dia meminta tetangga mempercepat menimbun tanah ke sumur. “Kian cepat, makin lekas tangisan keledai itu hilang,” pikirnya.

Dan benarlah. Tak lama, tak terdengar lagi suara keledai dari dalam sumur.Karena menyangka sudah tertimbun, dia dan tetangga melongok ke dalam sumur. Tapi, pemandangan di bawah begitu mengagetkan mereka. Takjub. Terpukau. Ternyata, keledai itu masih segar-bugar, dan sibuk menggoyang-goyangka n badannya. Setiap satu sekop tanah jatuh menimpa tubuhnya, keledai itu akan menggoyangkan punggunya, menggugurkan timbunan tanah itu. Dan setelah tanah turun, keledai akan memijaknya, menjadikan titik tumpu. Menyadari hal itu, kian bersemangat petani dan para tetangga menimbunkan tanah. Keledai terus saja mengibaskan tubuhnya, dan bergerak naik seiring tanah yang kian banyak memenuhi sumur. Dan tak sampai setengah hari, sumur itu pun mulai penuh tanah, dan keledai itu meringkik, meloncati bibir sumur, dan berlari. Pergi.

Kehidupan, akan terus menuangkan tanah dan kotoran kepadamu. Hanya ada satucara untuk keluar dari kotoran –kesedihan, masalah, cobaan, dan lainnya– itu, yakni dengan menggerakkan tubuhmu, membuang segala kotoran itu dari pikiran dan hatimu. Dengan cara itulah, kamu dapat menjadikan semua masalah sebagai pijakan, melompati sumur kesengsaraan. Keledai itu memberi contoh terbaik. Dan tak ada salahnya, kita belajar dari keledai.

Baca Juga : 

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Belajar Mencintai

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.

Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat :
“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu.

Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Kupon Dalam Bambu

Alkisah ada seorang pengemis yang gemar membeli kupon berhadiah. Suatu hari bukan main gembiranya dia, karena nomor undiannya keluar sebagai pemenang pertama. Hadiah uang baru dapat diambil setengah bulan kemudian.Karena tidak memiliki tempat penyimpanan yang aman, maka kupon yang menang itu di simpan dalam mangkok bambu sedekahnya yang menyertai kemanapun dia pergi. Sejak hari itu, Si pengemis seolah-olah merasa dirinya begitu
agung. Karena saking gembira,dia menjadi lupa diri, berjalan pun penuh lagak. Sehabis mengemis,dia meluangkan waktunya untuk melamun dan mengkhayal bagaimana mengatur uangnya kalau sudah menerima hadiah nanti. Membeli sebuah rumah mewah, ada AC, televisi, kulkas dan lainnya yang tak satu pun ketinggalan. Lalu sebuah mobil sedan, mencari
seorang isteri…..Wah! kehidupan demikian sungguh nikmat sekali.

Tenggelam dalam suasana khayal, dia lalu membenci kehidupannya sebagai pengemis yang telah hidup susah selama bertahun-tahun, lalu ia pun mengekspresikan kebenciannya dengan mencampakkan mangkok bamboo sedekahnya ke dalam sungai, “Saya sudah kaya,untuk apa
lagi bambu usang ini?” Memang sudah nasibnya, waktu pengemis itu pergi menerima hadiahnya, ia baru teringat kupon berhadiahnya tersimpan dalam mangkok bambunya. Dia menjadi terpaku, semua impian indah hilang tak berbekas.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Rumah Hantu

Rumah Hantu

Suatu hari, ada seorang gadis berusia 10 tahun yang tinggal di Malang di sebuah rumah yang sangat tua. Dia membenci rumah itu. Itu dingin dan lembab sepanjang waktu.

Ditambah lagi, tidak ada teman yang mau berkunjung karena diyakini oleh semua orang di lingkungan itu bahwa ada hantu yang tinggal di rumah. Gadis kecil itu ingin tahu tentang hantu itu, tetapi tidak ada yang akan berbicara dengannya ketika dia bertanya tentang hal itu atau sejarah rumah itu.

Rumah itu menakutkan, dan beberapa malam lebih buruk daripada yang lain. Suatu malam, ketika dia berada di kamarnya membaca, lampu tiba-tiba mati. Dia pikir bola lampu sudah mati. Dia tidak ingin mengganggu ibunya, yang sudah tidur, dengan meminta bola lampu baru. Jadi dia meletakkan bukunya dan bersiap untuk tidur.

Tiba-tiba, ada ketukan pelan di jendela di samping tempat tidurnya. Dia melihat pantulan seorang anak lelaki, sekitar usianya, tercermin di kaca jendela.

Gadis itu berbalik untuk melihat kamarnya, tetapi tidak melihat apa-apa. Dia bangkit dari tempat tidur dan pergi ke pelitanya. Dia merasakan sesuatu yang basah di tanah. Dia menyalakan lampu, yang sekarang berfungsi, dan melihat noda merah di tempat dia berdiri.

Lalu menghilang. Itu bukan darah, karena merah terlalu cerah, hampir merah muda, seperti cat. Dia menggaruk dinding ungu kamarnya dan, percaya atau tidak, di balik cat ungu itu merah muda, warna gelap yang sama yang pernah ada di lantai.

Gadis itu berlari keluar dari kamarnya menuju kamar orang tuanya. Tetapi kemudian dia melihat sesuatu yang membuatnya membuka mulutnya untuk berteriak, meskipun tidak ada suara yang keluar.

Pagi harinya…

Dia ingin bukti. Dia ingin tahu di pagi hari apakah yang dilihatnya adalah mimpi atau nyata. Dia mengambil foto tempat tidurnya, dan, tanpa melihatnya, berlari untuk menjemput ibunya.

Dengan marah, ibunya naik ke atas. Gadis itu menunjuk ke tempat jerat itu berada, tapi sekarang, hanya ada seutas tali dari perlengkapan menjahit ibunya. Dia menuntun ibunya ke kamarnya, untuk menunjukkan tubuh anaknya, tetapi sekarang tidak ada apa-apa.

Ketika ibunya berbalik untuk meninggalkan ruangan, gadis itu ingat akan kamera. Dia mengambilnya dan menyalakannya, menunjukkannya kepada ibunya.

Tidak ada lagi foto tempat tidurnya. Alih-alih ada foto seorang anak remaja, dengan tanda merah di lehernya, dan cat merah muda di seluruh bajunya yang sobek.

Ibunya menyuruhnya berhenti bercanda. Namun, wajahnya terlihat sangat khawatir. Ketika ditanya apa yang salah, dia berkata, “Dia kembali!”

Gadis kecil itu tidak pernah melihat bocah itu lagi dan ibunya menolak untuk mengatakan siapa dia.

Baca Juga :

Cerita Rakyat Ande – Ande Lumut

Cerita Rakyat Ande – Ande Lumut

Berikut ini adalah cerita rakyat Ande – ande lumut yang dapat menjadi referensi untuk bahan cerita anda. Alkisah terdapat kerajaan bernama Kerajaan Kahuripan. Kerajaan tersebut terbagi atas dua yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala. Kedua kerajaan tersebut akhirnya bersatu kembali sesuai dengan permintaan sang raja.

Namun, kepuusan untuk menikahkan Pangeran Raden Panji dan Putri Sekartaji ditentang oleh ibu tirinya. Lalu ibu tirinya merencanakan untuk menyembunyikan Putri Sekartaji dan ibu kandungnya.

Suatu hari Pangeran datang dan ingin menikahi Sekartaji namun ia tidak ada. Dengan segera ibu tirinya meminta untuk menikah dengan anaknya Indah Sari. Namunsaat itu juga pangeran menolaknya dan akhirnya ia mencari sang putri.

Pangeran tersebut diangkat menjadi anak oleh mbok rondo dan kini ia bernama anmde – ande lumut. Suatu hari ia meminta ibunya untuk mengabarkan bahwa dia ingin mencari istri. Kabar tersebut telah menyebar hingga ketelingan putri yang saat ini juga mengembara dan menjadi kleting kuning.

Setelah sampai di tempat tujuan ketiga kleting itu langsung ditolak olerh ande – ande lmut karena mereka telah dicium oleh yuyu kakang yang telah membantu mereka menyeberangi sungai.

Sementara itu setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah kini klething kuning menyusul ketiga kakaknya untuk bertemu dengan ande – ande lumut. Saat sampai di sungai ia pun juga kebingungan untuk menyeberang. Akhirnya, yuyu kakang datang dan membantunya menyeberangi sungai tersebut.

Saat yuyu kakang menagih janji, klething kuning mengolesi pipinya dengan kotoran ayam lalu yuyu kakang tidak mau mencium dan menyuruhnya untuk segera pergi. Lalu sampailah klething kuning di kediaman ande – ande lumut. Kedatangannya disambut bahagia oleh ande – ande lumut.

Semua orang heran mengapa ande – ande lumut memilih seorang wanita yang kumal dan bau. Mbok Randa pun bingung. Begitu juga dengan klething kuning yang melihat ande – ande lumut itulah tunangannya yang selama ini dia cari.

Saat itu, ia langsung mengubah dirinya menjadi sosok wanita yang cantik. Ketiga kakaknya pun terkejut abhwa selama ini yang mereka perlakukan tidak baik itu adalah putri sekartaji. Tak lama kemudian ande – ande lumut pun mengubah dirinya menjadi pangeran Panji. Setelah itu mereka hidup bahagia.

Cerita rakyat lutung kasarung, cerita rakyat alue naga, cerita rakyat rawa pening, cerita rakyat sangkuriang, cerita rakyat roro jonggrang, cerita rakyat malin kundang, cerita rakyat danau toba, cerita rakyat timus mas, bawang merah bawang putih, batu menangis, keong mas, ande ande lumut, dll.

Baca Juga :

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Cerita ini disarikan seperti tulisan asli di sebuah blog, seperti dikisahkan oleh seorang dokter bernama Howard Kelly.

Suatu hari, seorang anak laki-laki berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengantarkan koran seperti biasanya. Karena dari keluarga kurang mampu, ia harus terbiasa bekerja sejak kecil untuk membiayai sekolahnya sendiri. Bekerja sepanjang hari terkadang ia harus menahan lapar, tanpa makan dan tanpa minum. Hal itu sudah biasa ia rasakan, sampai suatu saat ia tak mampu menahan rasa lapar di perutnya.

“Oh, tidak. Aku harus makan sesuatu, perutku terasa sangat sakit,” katanya bergumam pada diri sendiri.

Ia pun memutuskan, di rumah terakhir nanti ia akan memberanikan diri meminta makanan untuk ia sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Ia pun mulai melatih setiap kalimat yang akan ia katakan. “Permisi, saya hendak mengantarkan koran. Bolehkah saya meminta sesuatu untuk dimakan?” gumamnya lagi. Berulangkali kalimatnya dibenarkan dan disusunnya ulang. Dalam hatipun ia berdoa, semoga pemilik rumah terakhir nanti berbaik hati memberikannya sepiring nasi goreng untuk mengenyangkan perutnya.

Tak disangka, begitu pintu dibuka, sang anak tersebut justru gugup. Ia takut bahwa ia akan diusir dan dimaki. Alhasil, dari bibirnya ia hanya dapat berkata, “bolehkah aku meminta segelas air putih. Aku haus,” katanya. Namun wanita muda yang membukakan pintunya tahu benar, anak kecil itu tampak lemah dan kelaparan. “Harus bangun sepagi ini dan mengantarkan koran, kau pasti kelaparan,” kata wanita itu sambil menyodorkan segelas penuh susu kental. Diminumnya susu itu perlahan, “berapa aku harus membayarnya?” tanyanya polos. Wanita itu menjawab, “tak ada yang harus kau bayar. Ibuku mengajarkan untuk tidak mengharapkan apapun saat berbuat kebaikan.” Setelah hari itu, Howard Kelly, anak kecil pengantar koran itu selalu hidup dalam semangat dan tak kenal menyerah. Ia berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya, serta tak menyia-nyiakan kesempatannya bersekolah.

Bertahun-tahun kemudian, Dr. Howard Kelly mendapat panggilan kritis dari salah seorang pasien yang baru saja dibawa dengan ambulan. Melihat kota asal pasien wanitanya yang merupakan kota kelahirannya, ia pun bergegas dengan penuh rasa penasaran. Memeriksa dengan cermat, Dr. Howard Kelly tak akan pernah lupa tatapan lembut wanita yang lekat dalam ikatannya. Ya, belasan tahun lalu, wanita itu telah menyodorkan segelas susu hangat kental agar ia tak kelaparan. Dan kali ini, tiba giliran Howard membalas ketulusan dan kebaikan hatinya.

Dr. Howard Kelly, memutuskan menyembuhkan wanita tersebut sepenuh hati. Menanggung semua biaya rumah sakit dan memeriksa setiap inci tubuh wanita tersebut untuk memastikan ia sudah sehat dan siap pulang ke rumah. Wanita tua itupun cemas, memegang sebuah amplop tagihan rumah sakit. Dan saat membaca isi amplop tersebut ia hanya bisa takjub, air mata perlahan menetes di pipinya.

Dr. Howard Kelly berkata “Paid in full with one glass of milk”

Kebaikan dalam segelas susu, dibalas beratus kali lipat dengan sebuah jasa tak terkira.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Alkisah, di sebuah desa di pinggiran hutan, ada tiga anak muda yang pekerjaan sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan. Potongan kayu-kayu kecil yang ada di hutan itu dikumpulkan untuk dijual ke desa lain.Hasilnya, digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka dan keluarganya.

Suatu hari, ketika sedang mencari kayu bakar, ketiganya menemukan sebuah kotaknya yang aneh. Ketika dibuka, mereka sangat terkejut! Rupanya di dalam kotak itu terdapat begitu banyak perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu mereka bertiga berembuk dan keputusannya adalah perhiasan yang mereka temukan itu akan dibagi tiga sama rata.

Namun sebelum perhiasan itu dibagi, ketiga pemuda itu sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu pemuda yang usianya paling muda diminta mengambil sebatang emas dan pergi ke desa terdekat untuk membeli makanan yang paling enak.

Ketika dia pergi meninggalkan teman-temannya, kedua temannya menyusun rencana untuk membunuhnya agar perhiasan itu bisa dibagi untuk berdua saja; dengan begitu masing-masing akan mendapatkan bagian lebih banyak.

Sewaktu pemuda yang berangkat pergi untuk membeli makanan, tiba-tiba dia juga terpikir suatu pikiran negatif! Dia berpikir, “Jika makanan yang saya beli ini diberi racun, kedua temanku pasti akan meninggal setelah memakannya. Dengan demikian perhiasan itu akan menjadi milikku sepenuhnya!” Maka, setelah membeli makanan, dia lalu mampir ke sebuah kedai yang menjual racun serangga dan diam-diam menaburkannya pada makanan yang baru dibelinya itu. Kemudian, dia bergegas kembali ke hutan.

Ketika sampai di tempat perhiasan itu ditemukan, tanpa disangkanya, kedua temannya ini langsung melampiaskan niatnya untuk membunuh, dan pemuda malang itu pun meninggal. Jenazahnya kemudian disingkirkan, dibuang di sebuah semak-semak yang lain. Puas karena niatnya terlaksana, serta merasa sangat lapar, kedua pemuda itu sepakat untuk menikmati makanan yang tadi dibeli oleh temannya. Dengan rakus, mereka malahapnya sampai habis dan akhirnya meninggal karena keracunan.

Singkat kata, ketiga pemuda ini tewas karena pikiran negatif yang mereka pikirkan.

Kerabat Imelda, jika kita berpikiran negatif pada seseorang, tentu ada orang lain yang juga akan berpikiran negatif pada diri kita. Inilah hukum timbal-balik; memang tidak kelihatan, tetapi bisa terjadi kapan saja.

Pikiran negatif yang dikembangkan tidaklah membawa kebaikan pada diri kita; sebaliknya justru akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Olah karena itu, berpikirlah positif terhadap orang lain, agar ada orang lain yang berpikiran positif terhadap diri kita. Jangan mudah untuk menuduh, menghakimi, dan menilai seseorang sebelum kita mengetahui lebih dekat. Lebih baik kembangkan pikiran netral, yaitu lihatlah dahulu, dengarkan, dan kemudian baru memberikan respons. Ini lebih tepat.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Toyota Lampung Spesifikasi All New Alphard 2019

PT. Pada 27 Maret 2015, Toyota Astra Motor (TAM) meluncurkan varian Toyota Alphard terbaru dan varian Toyota Vellfire terbaru. Karena banyak hal telah berubah baik dari varian Toyota Alphard terbaru dan dari varian Toyota Vellfire terbaru, ada penambahan nama dari Toyota Alphard & Vellfire sebelumnya menjadi All New Alphard & All New Vellfire.

Premium MPV otomatis

Seperti yang diketahui pembaca, Toyota Alphard dan Toyota All New Vellfire adalah bagian dari kategori premium keluarga MPV (Multi Purpose Vehicle). Kami, sebagai salah satu penyedia layanan penyewaan mobil mewah di Bali, juga menyediakan layanan penyewaan Toyota Alphard di Bali bagi Anda yang menginginkan kenyamanan transportasi selama liburan Anda di Bali.

Saat ini PT. Toyota Astra Motor (TAM) dibawa langsung dari Jepang dalam bentuk secara keseluruhan atau dikenal sebagai CBU (Completely built) untuk Toyota Alphard & All New Vellfire.

Sekadar informasi, All New Alphard dan All New Vellfire diluncurkan di Jepang sebelum akhir 2014. Jadi, mereka yang suka mobil Toyota Alphard pasti penasaran! Seperti spesifikasi mesin, interior, eksterior Toyota All New Alphard 2019 terbaru. Untuk ini, baca review di bawah ini!

Mesin Alphard 2019 yang sepenuhnya baru

Semua mesin Toyota Alphard baru Indonesia
Terlihat dari mesin Toyota Alphard 2 series yang diluncurkan pada tahun 2012, mesin Toyota Alphard memiliki kapasitas 2,4 liter sedangkan untuk seri ketiga, All New Alphard, ada 2 pilihan mesin, yaitu:

1. mesin 2.5 liter
Motor dengan kapasitas 2.5 liter (2.500 cc) dengan motor seri 2AR-FE, 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC, VVT-i ganda. Mesin seri 2AR-FE untuk All New Alphard Indonesia berada dalam varian All New Alphard 2.5 G dan dalam varian All New Alphard 2.5 X.

Dengan mesin 2AR-FE – 2.5 liter, output daya maksimum adalah 180 ps / 6.000 rpm dengan torsi maksimum 23,9 Kgm / 4,100 rpm.

Klik di sini untuk melihat semua spesifikasi baru dari mesin Toyota Alphard 2.5 G dan 2.5 X.
2. mesin 3.5 liter
Motor dengan kapasitas 3,5 liter (3.500 cc) dengan seri mesin 2GR-FE, silinder 6 V, 24 katup, DOHC, penggerak rantai dengan VVT-i ganda. Mesin seri 2GR-FE untuk All New Alphard Indonesia tersedia dalam versi All New Alphard 3.5 Q.

Dengan mesin 2GR-FE – 3.5 liter, output daya maksimum adalah 275 ps / 6.200 rpm dengan torsi maksimum 34,7 Kgm / 4.700 rpm. Khususnya untuk New Alphard 3.5 Q, ia menggunakan penggerak semua roda dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 9,5 kilometer / 1 liter.

Klik di sini untuk melihat semua spesifikasi baru dari mesin Toyota Alphard 3.5 Q.
Ukuran, sasis dan transmisi mobil
Semua transmisi Toyota Alphard baru Indonesia
Ketiga varian All New Alphard 2019 memiliki dimensi yang persis sama. Untuk dimensi dimensi All New Alphard Indonesia, lihat tabel berikut.

Panjang kendaraan 4.915
Lebar kendaraan 1,850
Tinggi kendaraan 1,895
Jarak antara as roda 3.000
Jarak jalan kaki 1,575
1.570 Jarak pangkalan belakang
Ground clearance 160
Suspensi depan dengan MacPherson strut dengan torsion bar
Suspensi belakang dengan lengan ayun ganda dengan batang torsi
Rem depan dengan cakram berventilasi
Kemudi rack dan pinion dengan EPS
Ukuran ban 235/50 / R18
Perbedaan yang sangat besar terlihat pada sistem transmisi antara All New Alphard 2.5 dengan 3.5.

Alfard 2.5 Alfard 3.5
Transmisi CVT Transmisi A / T
Lihat di sini! Perbedaan antara transmisi CVT dan transmisi A / T
Pada tabel di atas, Anda pasti dapat melihat suspensi belakang Toyota All Alpin yang menggunakan Double Wishbone dengan suspensi torsion bar. Menggunakan tipe suspensi Double Wishbone, kenyamanan dan kontrol All New Toyota Alphard pasti akan meningkat.

Fitur eksterior mobil Alphard 2019 yang baru

Perubahan signifikan di Nuova Alphard tidak hanya berkaitan dengan mesin, suspensi, dan ukuran mobil yang lebih besar. Perubahan signifikan terlihat jelas dari luar All New Alphard dengan konsep mewah.

Di bagian depan mesin, perubahan penampilan pada grill sangat jelas. Model panggang terbaru mendominasi bagian depan All New Alphard dengan ornamen jala tebal. Juga terintegrasi ke grid dengan grid yang lebih rendah. Di belakangnya memiliki struktur berbentuk U yang menggabungkan lampu belakang yang dikombinasikan dengan dekorasi plat nomor.

Tentunya akan lebih mudah untuk melihat perubahan dari luar All New Toyota Alphard jika Anda melihat foto secara langsung. Klik pada gambar di bawah ini untuk melihat gambar yang lebih besar!

Sumber : toyota lampung