Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas

Karakteristik PTK :

  1. On the job problem oriented
    2. Problem Solving oriented
    3. Improvement oriented
    4. Multidata oriented
    5. Partisipatory oriented
    6. Siklus: (1) perencanaan atau planning,(2) pelaksanaan tindakan atau acting, dan (3) pengamatan dan refleksi atau observasing-reflekting.


Manfaat PTK :
1. Guru menjadi dan peka terhadap masalah
2. Terjalinnya kerjasama untuk meningkatkan mutu KBM
3. Perhatian terhadap siswa terus menerus
4. Mutu diri dan kinerja
5. Capai tujuan KBM


Prinsip PTK (Hopkins, 1993) :
1. Tidak menggangu komitmen dan tugas utama guru yaitu menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas
2. Melaksanakan PTK pada dasarnya merekam dan melaporkan proses dan hasil pembelajaran secara sisematik dan terkendali menurut kaidah ilmiah
3. Kegiatan penelitian yang dilakukan merupakan bagian integral dari pembelajaran dan harus tetap bersandar pada alur dan kaidah ilmiah
4. Masalah yang dipecahkan adalah masalah pembelajaran riil dan merisaukan 5. Konsistensi sikap dan kepedulian dalam memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran sangat diperlukan
6. Cakupan masalah tidak hanya dibatasi pada masalah pembelajaran di ruang kelas


Bidang kajian PTK :
1. Pembelajaran di kelas : cara belajar dan proses
2. Desain dan strategi PBM : pengelolaan prosedur dan metode
3. Alat bantu,media dan sumber belajar
4. Sistem evalusai PBM
5. Implementasi kurikulum


Prosedur PTK :
1. Permasalahan
2. Alternatif pemecahan masalah
3. Pelaksanaan tindakan 1
4. Observasi 1
5. Analisis data 1
6. refleksi 1
7. Terselesaikan ? (siklus 1)
8. Tidak? Alternatif pemecahan (rencana tindakan 2)
9. Pelaksanaan tindakan 2
10. Observasi 2
11. Analisis data 2
12. Refleksi 2
13. Terselesaikan ? Siklus 2
14. Tidak ? rencana tindakan selanjutnya

Baca juga : 

catatan anekdotal

catatan anekdotal

catatan anekdotal

catatan anekdotal

Adapun instrumen lain selain catatan anekdotal yang dapat digunakan dalam pengumpulan data PTK dapat berwujud:
(1) Pedoman Pengamatan.
Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas (cf. Mills, 2004: 19). Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas, dan proses lainnya. Catatan lapangaan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses .
(2) Pedoman Wawancara
Untuk memperoleh data dan atau informasi yang lebih rinci dan untuk melengkapi data hasil observasi, tim peneliti dapat melakukan wawancara kepada guru, siswa, kepala sekolah dan fasilitator yang berkolaborasi. Wawancara digunakan untuk mengungkap data yang berkaitan dengan sikap, pendapat, atau wawasan .
Wawancara dapat dilakukan secara bebas atau terstruktur. Wawancara hendaknya dapat dilakukan dalam situasi informal, wajar, dan peneliti berperan sebagai mitra. Wawancara hendaknya dilakukan dengan mempergunakan pedoman wawancara agar semua informasi dapat diperoleh secara lengkap. Jika dianggap masih ada informasi yang kurang, dapat pula dilakukan secara bebas. Guru yang berkolaborasi dapat berperan pula sebagai pewawancara terhadap siswanya. Namun harus dapat menjaga agar hasil wawancara memiliki objektivitas yang tinggi.
(3) Angket atau kuesioner
Indikator untuk angket atau kuesioner dikembangkan dari permasalahan yang ingin digali.
(4) Pedoman Pengkajian Data dokumen
Dokumen yang dikaji dapat berupa: daftar hadir, silabus, hasil karya peserta didik, hasil karya guru, arsip, lembar kerja dll.
(5) Tes dan Asesmen Alternatif
Pengambilan data yang berupa informasi mengenai pengetahuan, sikap, bakat dan lainnya dapat dilakukan dengan tes atau pengukuran bekal awal atau hasil belajar dengan berbagai prosedur asesmen (cf. Tim PGSM, 1999; Sumarno, 1997; Mills, 2004).

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/

Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Pengamatan terhadap Kelas (Observing Classrooms)

Catatan anekdotal dapat dilengkapi sambil melakukan pengamatan terhadap segala kejadian yang terjadi di kelas. Pengamatan ini sangat bermanfaat karena dapat mengungkapkan praktik-praktik pembelajaran yang menarik di kelas. Di samping itu, pengamatan itu dapat menunjukkan strategi yang digunakan guru dalam menangani kendala dan hambatan pembelajaran yang terjadi di kelas. Catatan anekdotal kelas meliputi deskripsi tentang lingkungan fisik kelas, tata letaknya, dan manajemen kelas.
Beberapa model catatan anekdotal kelas yang diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) dan dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Format Anekdotal Organisasi Kelas (Form for Anecdotal Record of Classroom Organization),
b) Format Peta Kelas (Form for a Classroom Map),
c) Observasi Kelas Terstruktur (Structured Observation of Classrooms),
d) Format Skala Pengkodean Lingkungan Sosial Kelas (Form for Coding Scale of Classroom Social Environment),
e) Lembar Cek Wawancara Personalia Sekolah (Checklist for School Personnel Interviews),
f) Lembar Cek Kompetensi (Checklist of Competencies), dsb.

c. Pengamatan terhadap Siswa (Observing Students)
Pengamatan terhadap perilaku siswa dapat mengungkapkan berbagai hal yang menarik. Masing-masing individu siswa dapat diamati secara individual atau berkelompok sebelum, saat berlangsung, dan sesudah usai pembelajaran. Perubahan pada setiap individu juga dapat diamati, dalam kurun waktu tertentu, mulai dari sebelum dilakukan tindakan, saat tindakan diimplementasikan, dan seusai tindakan.
Beberapa model pengamatan terhadap perilaku siswa diusulkan oleh Reed dan Bergermann (1992) yang dapat digunakan dalam PTK, antara lain:
a) Tes Diagnostik (Diagnostic Test) ,
b) Catatan Anekdotal Perilaku Siswa (Anecdotal Record for Observing Students),
b) Format Bayangan (Shadowing Form),
c) Kartu Profil Siswa (Profile Card of Students),
d) Carta Deskripsi Profil Siswa (Descriptive Profile Chart),
e) Sistem Koding Partisipasi Siswa (Coding System to Observe Student Participation in Lessons),
f) Inventori Kalimat tak Lengkap (Incomplete Sentence Inventory),
g) Pedoman Wawancara untuk Refleksi (Interview Guide for Reflection),
h) Sosiogram, dsb

LAGI-LAGI KEJADIAN di TAXI NIY

LAGI-LAGI KEJADIAN di TAXI NIY

LAGI-LAGI KEJADIAN di TAXI NIY

LAGI-LAGI KEJADIAN di TAXI NIY

LAGI-LAGI KEJADIAN di TAXI NIY……..

* Peringatan ini terutama untuk para karyawati yg

lembur dan pulang larut malem dengan

menggunakan taxi. Kejadian ini baru saja terjadi ,

jadi saya peringatkan berhati-hatilah buat kamu-

kamu yang kerja di lokasi mega –

kuningan ,Jakarta. Setidaknya cerita ini bisa

menjadi pelajaran bagi kamu semua agar tidak

terjadi pada kamu.

Kamu pernah enggak melintas di lapangan

bunderan Mega Kuningan ? Nah , kalau belum

simak baik-baik ya kejadian ini ,karena benar

benar terjadi baru-baru ini.

Seorang karyawati setelah kecapaian bekerja

hingga larut malam di depan menara Rajawali ,

menyetop sebuah taksi yang meluncur melalui

lapangan mega kuningan tersebut. Waktu ketika

itu menunjukkan pukul 10.00 malam dan karyawati

tersebut langsung duduk dikursi belakang taksi

sambil menyebutkan daerah Pasar Minggu

sebagai tujuannya kepada sopir taksi tersebut.

Karena sudah kecapaian si karyawati tersebut

langsung tertidur, tapi tidak berapa lama kemudian

si karyawati merasakan taksi tersebut berjalan

makin lama makin lambat.Karena dia merasa ada

yang enggak beres , si karyawati tersebut

terbangun……dan apa yang terjadi sungguh

mengejutkan……………

Ternyata waktu si Karyawati itu melihat ke

depan……. sopir taksi tersebut tidak ada ……..

yang ada hanya bangku kosong dan suasana

yang sepi karena malam hari , namun taksi

tersebut tetap berjalan meskipun lambat sekali ,

dan secara reflek menjeritlah si karyawati itu kuat-

kuat , dan tiba tiba ……………………

dari balik kaca jendela taksi dimana si karyawati

tersebut duduk tersebut muncullah ………….

kepala si sopir taksi………………. Sopir itu

mengatakan :

“Mbak , tolong mbak , jangan tidur saja , ini

mobilnya mogok , bantuin dorong

dong……….

Baca Juga : 

Manfaat Surah Yassin

Manfaat Surah Yassin

Manfaat Surah Yassin

Manfaat Surah Yassin

RASULULLAH SAW telah bersabda yang bermaksud:
“Bacalah surah Yassin karena ia mengandung keberkahan”, yaitu:

1. Apabila orang lapar membaca surah Yassin, ia boleh menjadi kenyang.
2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.
3. Jika orang belum berkawin akan mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.
10.Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar dari pada penyakitnya.
11.Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai
hati dan hati Al-Quran itu ialah Yassin. Barang siapa membaca surah Yassin, niscaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca Al-Quran sebanyak 10 kali.
12.Sabda Rasulullah s.a.w lagi, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari,turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
13.Malaikat Maut tidak mau memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yassin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa minuman
untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan ke dalam kuburdengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
14.Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Siapa bersembahyang sunat
dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yassin dan
rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya dihadapannya
padahari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya ditangan kanan
dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya, tetapi
barangsiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.

Siapa yang menerima email ini tolong forwardkan kepada teman seagama yang lain.
Berwasiat-wasiatan-lah dengan kebenaran dan kebajikan walaupun itu cuma seujung jarimu.

Sumber : https://forbeslux.co.id/

Kiat Sehat Ala….Rasulullah

Kiat Sehat Ala….Rasulullah

Kiat SKiat Sehat Ala....Rasulullahehat Ala....Rasulullah

Kiat Sehat Ala….Rasulullah

Kiat Sehat Ala….Rasulullah

>

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

> Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun

> sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan

> sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini

> memberi hikmah yg mendalam antara lain :

> – Berlimpah pahala dari Allah

> – Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB

> – Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

>

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

> Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari

> kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut

> halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan

> berminyak wangi.

> “Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap

> orang-orang dewasa.

> Demikian pula menggosok gigi dan memakai

> harum-haruman”(HR Muslim)

>

3.TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

> Sabda Rasul :

> “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum

> lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (

> tidak sampai kekenyangan)”(Muttafaq Alaih)

> Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :

> Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan

> sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu

> tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya

> Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan

>

4. GEMAR BERJALAN KAKI

> Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan

> jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya.

> Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,

> pori-pori terbuka dan peredaran darah akan

> berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah

> penyakit jantung

>

5. TIDAK PEMARAH

> Nasihat Rasulullah : “Jangan Marah”diulangi sampai

> 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan

> kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah

> belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh

> kebersihan dan kesehatan jiwa.

> Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

> – Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk,

>  dan bila duduk maka berbaring

> – Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon

> – Segeralah berwudhu

> – Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan

> hati

>

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

> Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis

> yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap

> sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta

> tawakal kepada Allah SWT

>

> 7. TAK PERNAH IRI HATI

> Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa,

> mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan

> tindakan preventif yang sangat tepat.

>

::Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat

> mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat

> mahmudah…::

>

Kalau rajin… Tolong sebarkan maklumat ini kepada

> saudara Muslim Muslimat yang lain

> agar menjadi renungan dan pelajaran

> kepada kita semua. Ilmu yang bermanfaat ialah

> salah satu amal yang berkekalan bagi orang yang

> mengajarnya meskipun dia sudah meninggal dunia

>

Sumber : https://cialis.id/

Rincian Prossesor AMD Athlon 64

Rincian Prossesor AMD Athlon 64

Rincian Prossesor AMD Athlon 64

Rincian Prossesor AMD Athlon 64

Nama prosesor : AMD Athlon 64
Nama kode : Clawhammer, Newcastle, Winchester, San Diego, Venice
Dirilis : 23 September 2003
Proses manufaktur: 130 nanometer (Clawhammer, Newcastle) 90 nanometer (Winchester, Venice)
Kecepatan bus : 1600 MT/s HyperTransport (Clawhammer, Newcastle)2000 MT/detik HyperTransport (Winchester, Venice)
Range kecepatan : 1800 MHz hingga 2600 MHz
Range Thermal Design Power (TDP) : 59 Watt hingga 89 Watt
Set Instruksi : AMD64 (x86-64), MMX, 3DNow!, SSE, SSE2 (semua versi), SSE3 (Venice)
Fitur tambahan : Kontrolir memori terintegrasi di dalam prosesor: 64-bit DDR-SDRAM PC2700 (Clawhammer/Newcastle), 128-bit DDR-SDRAM PC3200 (Winchester/Venice), untuk mempercepat akses kepada memori (karena memang memori diakses langsung oleh prosesor, tidak melewati chipset).Cool-n-Quiet (manajemen daya prosesor secara otomatis).
Pipeline : 12-stage
Cache Level-1 :128 KB (64 KB Instruction cache + 64 KB Data cache) , 2-way Set Associative, Write Back, dengan ukuran line 64 byte.
Cache Level-2 : 1024 KB (Clawhammer)/512 KB (Newcastle, Winchester, Venice), 128-bit, 16-way Set Associative, Write back, dengan ukuran line 64 byte.
Jumlah transistor : 105,9 juta transistor (Clawhammer).
Interkoneksi ke motherboard : Socket 754, Socket 939, Socket M2
Tegangan CPU : 1.5 Volt (Clawhammer)/1.400 Volt (Newcastle, Winchester)/1.35 Volt (Venice)

Kelebihan :
Prossesor ini lebih murah,cepat dari pada intel & hanya perlu ditambah ramnya banyak khusus gamers(biasanya prossesor ini khusus buat game karma kecepatannya)
Prosesor ini menggunakan teknologi AMD 64 yg bisa bekerja pada system operasi dan aplikasi 32 bit maupun 64 bit.
Athlon 64 menggunakan satu buah link HyperTransport 16-bit agar dapat dikoneksikan ke chipset motherboard
Hyper Transport Tekhnologi Penggandaan Bus pada jalur system sehingga data yang dapat diantar dalam satu waktu lebih banyak karena lalu lintas data yang lebih cepat.
Kelemahan:
Prosesor cepat panas , tidak tahan lama di bandingkan dengan intel.

Baca Juga : 

AMD(ADVANCED MICRO DEVICES)ATHLON 64

AMD(ADVANCED MICRO DEVICES)ATHLON 64

AMD(ADVANCED MICRO DEVICES)ATHLON 64

AMD(ADVANCED MICRO DEVICES)ATHLON 64

Prosesor AMD Athlon 64 ini adalah mikroprosesor 64-bit yang dibuat oleh Advanced Micro Devices. Prosesor ini di buat/manufaktur dengan menggunakan proses manufaktur 130 nanometer atau 90 nanometer dan teknologi Silicon-On-Insulator (SOI). Prosesor ini adalah prosesor 64-bit dengan set instruksi AMD64, yang adalah sebuah ekstensi terhadap set instruksi x86 yang berupa set instruksi 32-bit. Dengan menggunakan set instruksi AMD64, Athlon 64 dapat menjalankan aplikasi 32-bit & aplikasi 64-bit. Ini berbeda dengan prosesor Intel IA-64 (Itanium, Itanium 2) yang hanya menggunakan set instruksi yang 64-bit (bukan ekstensi terhadap x86), sehingga prosesor IA-64 tidak dapat menangani aplikasi 32-bit secara native (dibutuhkan proses emulasi untuk mengekeskusi aplikasi 32-bit).

AMD Athlon 64 pada saat dikembangkan memiliki nama kode Clawhammer, karna memang set perintah AMD64 memiliki julukan sebagai “Hammer”. Pengaturan rangkaian(Arsitektur) AMD64 juga sering disebut sebagai K8 karena memang penerus dari K7 yang digunakan oleh keluarga prosesor AMD Athlon (Athlon, Athlon XP, Sempron, Duron).

Athlon 64 menggunakan satu buah link HyperTransport 16-bit agar dapat di hubungkan ke chipset motherboard. Ini berbeda dengan prosesor AMD64 lainnya, AMD Opteron dan AMD Athlon 64 FX-51/FX-53 (Socket-940), yang memiliki tiga buah link HyperTransport (dua link dapat digunakan untuk dihubungkan dengan prosesor lainnya, sementara satu link lagi dihubungkan dengan chipset I/O motherboard).

Prosesor ini memiliki 3 variant socket dengan bentuk yg berbeda yaitu socket 754, 939, dan 940. Socket 754 memiliki kontroler memori yg mendukung penggunaan memori DDR kanal tunggal. Socket 939 memiliki kontroler memori yg mendukung memori kanal ganda. Prosesor ini merupakan prosesor pertama yg kompatibel/mendukung terhadap komputasi 64bit

Sumber : https://bingo.co.id/

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

A. Memahami secara mendalam konseli yang hendak dilayani

  1. Menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, individualitas, kebebasan memilih, dan mengedepankan kemaslahatan konseli dalam konteks kemaslahatan umum: (a) mengaplikasikan pandangan positif dan dinamis tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bermoral, sosial, individual, dan berpotensi; (b) menghargai dan mengembangkan potensi positif individu pada umumnya dan konseli pada khususnya; (c) peduli terhadap kemaslahatan manusia pada umumnya dan konseli pada khususnya; (d) menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sesuai dengan hak asasinya; (e) toleran terhadap permsalahan konseli, dan (f) ersikap demokratis

B. Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling.

  1. Menguasai landasan teoritik bimbingan dan konseling; (b) menguasai ilmu pendidikan dan landasan keilmuannya; (c) mengimplementasikan prinsipprinsip pendidikan dan proses pembelajaran; (d) menguasai landasan budaya dalam praksis pendidikan
  2. Menguasai esensi pelayanan bimbingan dan konseling dalam jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan: (a) menguasai esensi bimbingan dan onseling pada satuan jalur pendidikan formal, non formal, dan informal; (b) menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenis pendidikan umum, kejuruan, keagamaan, dan khusus; dan (c) menguasai esensi bimbingan dan konseling pada satuan jenjang pendidikan usia dini, dasar dan menengah.
  3. Menguasai konsep dan praksis penelitian bimbingan dan konseling: (a) memahami berbagai jenis dan metode penelitian; (b) mampu merancang penelitian bimbingan dan konseling; (c) melaksanakan penelitian bimbingan
    dan konseling; (d) memanfaatkan hasil penelitian dalam bimbingan dan konseling dengan mengakses jurnal pendidikan dan bimbingan dan konseling.
  4. Menguasai kerangka teori dan praksis bimbingan dan konseling: (a) mengaplikasikan hakikat pelayanan bimbingan dan konseling; (b) mengaplikasikan arah profesi bimbingan dan konseling; (c) mengaplikasikan dasar-dasar pelayanan bimbingan dan konseling; (d) mengaplikasikan pelayanan bimbingan dan konseling sesuai kondisi dan tuntutan wilayah kerja; (e) mengaplikasikan pendekatan/model/ jenis layanan dan kegiatan pendukung bimbingan dan konseling; dan (f) Mengaplikasikan dalam praktik format pelayanan bimbingan dan konseling.

C. Menyelenggarakan bimbingan dan konseling yang memandirikan

  1. Merancang program bimbingan dan konseling: (a) menganalisis kebutuhan konseli; (b) menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasar kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan; (c) menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling; dan (d) merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling.
  2. Mengimplemantasikan program bimbingan dan konseling yang komprehensif: (a) Melaksanakan program bimbingan dan konseling: (b) melaksanakan pendekatan kolaboratif dalam layanan bimbingan dan konseling; (c) memfasilitasi perkembangan, akademik, karier, personal, dan sosial konseli; dan (d) mengelola sarana dan biaya program bimbingan dan konseling.
  3. Menilai proses dan hasil kegiatan bimbingan dan konseling: (a) melakukan evaluasi hasil, proses dan program bimbingan dan konseling; (b) melakukan penyesuaian proses layanan bimbingan dan konseling; (c) menginformasikan hasil pelaksanaan evaluasi layanan bimbingan dan konseling kepada pihak terkait; (d) menggunakan hasil pelaksanaan evaluasi untuk merevisi dan
    mengembangkan program bimbingan dan konseling.
  4. Mengimplementasikan kolaborasi intern di tempat bekerja: (a) memahami dasar, tujuan, organisasi dan peran pihak-pihak lain (guru, wali kelas, pimpinan
    sekolah/madrasah, komite sekolah/madrasah di tempat bekerja; (b) mengkomunikasikan dasar, tujuan, dan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling kepada pihak-pihak lain di tempat bekerja; dan (c) bekerja sama dengan pihak-pihak terkait di dalam tempat bekerja seperti guru, orang tua, tenaga administrasi)
  5. Berperan dalam organisasi dan kegiatan profesi bimbingan dan konseling: (a) Memahami dasar, tujuan, dan AD/ART organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri.dan profesi; (b) menaati Kode Etik profesi
    bimbingan dan konseling; dan (c) aktif dalam organisasi profesi bimbingan dan konseling untuk pengembangan diri.dan profesi.
  6. Mengimplementasikan kolaborasi antar profesi: (a) mengkomunikasikan aspek-aspek profesional bimbingan dan konseling kepada organisasi profesi lain; (b) memahami peran organisasi profesi lain dan memanfaatkannya untuk suksesnya pelayanan bimbingan dan konseling; (c) bekerja dalam tim bersama tenaga paraprofesional dan profesional profesi lain; dan (d) melaksanakan referal kepada ahli profesi lain sesuai keperluan.

Baca Juga :

Sertifikasi Guru Bimbingan

Sertifikasi Guru Bimbingan

Sertifikasi Guru Bimbingan

Sertifikasi Guru Bimbingan

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) memiliki karakteristik yang berbeda dengan guru pengampu mata pelajaran. Guru Bimbingan dan Konseling lebih mengedepankan dan menitikberatkan pada pendekatan interpersonal serta sarat dengan nilai, sedangkan guru mata pelajaran lebih mengutamakan pada pendekatan instruksional dan terikat dengan bahan ajar dari mata pelajaran yang diampunya. Kendati demikian, keduanya tetap memiliki tujuan yang sama yaitu terwujudnya perkembangan pribadi peserta didik secara optimal.Terkait dengan penilaian portopolio dalam rangka sertifikasi, yang membedakan antara guru pengampu mata pelajaran dengan guru bimbingan dan konseling terletak pada komponen perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

Bukti fisik penilaian dalam merencanakan kegiatan bimbingan dan konseling, berbentuk :

  1. Mengumpulkan 5 buah Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling (PPBK) yang berbeda, dengan aspek-aspek penilaian meliputi : (a) perumusan tujuan pelayanan; (b) pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan; (c) pemilihan instrumen/media; (d) strategi pelayanan; dan(e) rencana evaluasi dan tindak lanjut.
  2. Mengumpulkan Program Semesteran dan Program Tahunan, dengan aspek-aspek penilaian meliputi : (a) program semesteran Bimbingan dan konseling dan (b) program tahunan Bimbingan dan konseling

Sedangkan bukti fisik penilaian dalam pelaksanaan pelayanan berbentuk Laporan Pelaksanaan Program Pelayanan Bimbingan dan Konseling (PPBK) , dengan aspek-aspek penilaian meliputi :
1. Agenda kerja guru bimbingan dan konseling (konselor)
2. Daftar konseli
3. Data kebutuhan dan permasalahan konseli
4. Laporan bulanan
5. Laporan semesteran/tahunan
6. Aktivitas pelayanan Bimbingan dan Konseling :

  • Pemahaman : (antara lain : sosiometri, kunjungan rumah, catatan anekdot, konferensi kasus)
  • Pelayanan langsung : (antara lain : konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, referal)
  • Pelayanan tidak langsung : (antara lain : papan bimbingan, kotak masalah, bibliokonseling, audio visual, audio, media cetak : liflet, buku saku)

7. Laporan hasil evaluasi program, proses, produk bimbingan dan konseling serta tindak lanjutnya.

Implikasi dari adanya ketentuan penilaian di atas, maka guru bimbingan dan konseling (konselor) mutlak harus mampu merencanakan kegiatan pelayanan secara tertulis , yang didalamnya mengandung aspek-aspek yang menjadi bahan penilaian serta dapat mendokumentasikan secara baik dan tertib. Dalam hal ini, perencanaan layanan dengan gaya goal in mind tampaknya menjadi tidak relevan lagi.

Begitu juga dalam pelaksanaan layanan, guru bimbingan dan konseling dituntut untuk melakukan kegiatan pencatatan atas segala aktivitas yang dilakukannya dan melaporkannya kepada pihak yang kompeten, khususnya kepada kepala sekolah selaku atasan langsung.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang aspek-aspek yang dinilai dari guru Bimbingan dan Konseling (konselor) dalam rangka sertifikasi, Anda bisa meng-klik dalam tautan di bawah ini.

Sumber : https://andyouandi.net/