BSI Berubah Jadi Universitas

BSI Berubah Jadi Universitas

BSI Berubah Jadi Universitas

BSI Berubah Jadi Universitas

 

Bina Sarana Informatika (BSI) secara resmi memutuskan untuk mengubah

statusnya menjadi universitas. Perubahan status tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan perubahan Akademi BSI menjadi Universitas BSI, yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Prof Ainun Na im PhD MBA kepada Direktur BSI Group, Naba Aji Notoseputro, di BSI Convention Center, Bekasi, Minggu (16/9).

“Perubahan dari akademi menjadi universitas membutuhkan proses yang cukup lama

. Dari 24 perguruan tinggi yang berada di bawah payung BSI Group, ada 21 perguruan tinggi yang diubah menjadi universitas. Sementara sisanya, statusnya masih sama,” kata Naba.

BSI

Menurutnya, dengan perubahan tersebut, maka pengelolaan kampus juga menjadi berubah.

Perubahan ini, juga menjadi wujud kesiapan BSI dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0.

“Dalam pengelolaannya nanti, kami mendapat bimbingan dari Dikti untuk menjadi kampus atau universitas kebanggaan dengan akreditasi yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Prof Ainun, mengatakan, perubahan status BSI ini merupakan salah satu implementasi kebijakan pemerintah dalam menyederhanakan jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Perubaan ini merupakan langkah efesiensi, sehingga BSI dapat memanfaatkan dana pengelolaannya untuk kepentingan akademik,” kata Prof Ainun.

Menurutnya, BSI tercatat sebagai salah satu kampus yang banyak memanfaatkan teknologi informasi (TI).

“Hal yang paling penting sekarang adalah menyiapkan sumber daya manusia agar siap menghadapi revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

Politisi PKS: Kisruh Guru Bukti Pemerintah Gagal Jalankan Amanat Konstitusi

Politisi PKS: Kisruh Guru Bukti Pemerintah Gagal Jalankan Amanat Konstitusi

Politisi PKS Kisruh Guru Bukti Pemerintah Gagal Jalankan Amanat Konstitusi

Politisi PKS Kisruh Guru Bukti Pemerintah Gagal Jalankan Amanat Konstitusi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjabat sebagai anggota DPR Komisi X,

Abdul Fikri Faqih mengatakan, permasalah guru menunjukkan pemerintah gagal menjalankan amanat konstitusi terlihat dari tidak adanya road map untuk guru maupun dosen.

DPR hanya bisa berupaya dengan revisi Undang- Undang Nomor 14/2005 tentang Sistem Pendidikan. Sedangkan upaya untuk merumuskan cetak biru pengajaran dan kesejahteraan guru menjadi tanggung jawab eksekutif.

Selain itu, dalam UUD 1945, pemerintah negara Indonesia dibentuk untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian diperkuat oleh pasal 31 UUD 1945 bahwa pendidikan sebagai hak warga negara yang wajib dibiayai pemerintah.

“Atas dasar itu, pemerintah tidak boleh berdalih bahwa sedang kesulitan keuangan,

sehingga menjadi alasan untuk tidak mengangkat guru PNS. Padahal di luar sana ada ratusan ribu honorer K2 yang sudah mengabdi puluhan tahun tapi tak kunjung diangkat menjadi PNS,” katanya kepada SP, Kamis (20/9).

Menurut Fikri, sebetulnya pemerintah memiliki anggaran yang besar. Sebanyak 20% APBN atau senilai Rp 444 triliun dialokasikan untuk fungsi pendidikan. Namun, 63% dana ditransfer ke daerah dan sisanya 37% dibagi-bagi ke 20 kementerian/ lembaga.

Meski dana transfer daerah, Fikri mengatakan, pengangkatan guru PNS tetap

menjadi wewenang pusat. Sehingga pemda tidak melakukan pengangkatan guru karena ada peraturan pusat yang melarang pemda mengangkat honorer baru. Sedangkan, sejak moratorium, sekolah mengalami kekurangan guru jika tidak diisi oleh guru baru.

Terkait dengan aksi solidaritas para guru, Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, mengimbau agar para guru melakukannya dengan tertib. Pasalnya, PGRI berdiri paling depan mengawal perjuangan para guru honorer, dan terus melakukan berbagai upaya agar ada solusi bagi mereka.

“Untuk itu, kami mengimbau agar aksi solidaritas di tempat masing-masing dilakukan dengan tertib, simpatik, dan proses pembelajaran tetap dilakukan secara bergantian. Jangan sampai ada kelas yang kosong. Anak-anak didik kita harus tetap layani  dengan baik. Semoga ada jalan keluar yang baik untuk teman-teman semua,” ujarnya di Jakarta, Rabu (20/9) malam.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Pemerintah Optimalkan Peran Guru BK dalam Sistem Zonasi

Pemerintah Optimalkan Peran Guru BK dalam Sistem Zonasi

Pemerintah Optimalkan Peran Guru BK dalam Sistem Zonasi

Pemerintah Optimalkan Peran Guru BK dalam Sistem Zonasi

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, mengatakan,

kebijakan penerapan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) akan mengotimalkan peran serta guru bimbingan konseling (BK). Dalam hal ini, guru BK tidak hanya bertugas untuk membina dan mengembangkan perilaku siswa di sekolah tetapi juga berkewajiban untuk memberi arahan kepada siswa dan orangtua dalam menentukan masa depan peserta didik.

Menurut Muhadjir, dalam pendidikan dengan skema zonasi, guru BK tidak harus berada di sekolah saja. Mereka harus terlibat di lapangan, membantu kepala sekolah memberikan pemahaman akan jenjang pendidikan yang harus ditempuh peserta didik sesuai bakat dan minatnya.

“Anak mau masuk kemana atau melanjutkan sekolah kemana itu sebetulnya sejak awal

tahun mereka sudah tahu. Anak itu harus dibimbing. Mereka tidak boleh memilih sekolah tanpa ada informasi yang cukup, karena nanti tidak tahu mau jadi apa. Kalau anak berbakat olahraga bola, ya sebaiknya diarahkan ke sekolah bola. Nanti jadi pemain profesional dan gajinya lebih tinggi dari seorang menteri,” kata Muhadjir pada Pembukaan Rapat Koordinasi Pengembangan Zonasi dalam Rangka Pemerataan Kulitas Pendidikan Tahun 2018, Region II Jakarta, di hotel Golden Boutique, Jakarta, Senin (17/9) malam.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini juga mengatakan, selama ini, bimbingan karier kepada siswa belum dilakukan oleh sekolah. Padahal, seharusnya sejak dini siswa sudah diarahkan sesuai dengan bakat dan minat untuk melanjutkan pendidikannya. Sehingga dunia pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi.

Untuk itu, dengan skema zonasi, para siswa diarahkan untuk memilih sekolah sesuai dengan bakat dan minatnya di zonasi tersebut. Tidak tersedianya wadah bimbingan karier di jenjang sekolah, menurutnya, sangat berdampak karena menyebabkan anak tidak memiliki kesiapan karier sejak dini.

Selain guru BK, mendatang, tugas guru secara umum akan menjadi multi grade. Artinya,

guru tidak hanya mengajar siswa di jenjang tertentu. Guru harus dapat membaur dengan jenjang di bawahnya.

Ada pun skema multi grade ini adalah, guru mata pelajaran IPA pada sekolah menengah pertama (SMP) harus turun ke Sekolah Dasar (SD) untuk mengetahui secara langsung sejauh mana materi IPA yang diajarkan di jenjang SD. Sehingga ketika siswa tersebut melanjutkan pendidikan ke SMP, tidak ada pengulangan materi, tapi hanya melanjutkan.

Ia mengatakan, penerapan skema multi grade itu akan diterapkan secara bertahap, dilakukan sesuai zonasi yang dikembangkan oleh Kadisidik dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) setempat.

 

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Prinsip-Prinsip Dasar Peta Dan Pemetaan

Prinsip-Prinsip Dasar Peta Dan Pemetaan

Prinsip-Prinsip Dasar Peta Dan Pemetaan – Peta merupakan gambaran permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil bersama dengan manfaatkan skala. Dewasa ini peta tidak cuma dimanfaatkan pada bidang geografi saja, melainkan digunakan juga pada bidang kedokteran, teknik sipil, perencanaan lokasi dan kota, ekonomi, sosial, pendidikan, dan tetap banyak lagi.

Peta skala detail/besar kisaran antara 1:5000 hingga 1:25.000. Peta bersama dengan skala cermat berikut biasa digunakan untuk pemetaan tanah, lahan pertanian, dan peta rupa bumi indonesia (RBI). Peta bersama dengan skala sedang 1:50.000 hingga 1:250.000 biasa digunakan untuk peta lokasi yang relatif luas, layaknya peta kecamatan, peta kabupaten/kota, peta daerah aliran sungai (DAS), dll. Peta skala 1:500.000 atau 1:1.000.000 merupakan peta skala kecil, yang sering digunakan untuk memetakan lokasi yang lebih luas, layaknya lokasi provinsi, peta nasional, peta laut, dll.

Peta terbagi kedalam 2 kategori utama, yakni peta umum/topografi dan peta khusus/tematik. Peta lazim memuat Info yang berwujud umum, yakni peta-peta basic layaknya peta rupa bumi indonesia. Informasi batas administratif, garis kontur, jalur transportasi, luas kecamatan, lahan permukiman dan lahan pertanian, dan lain-lain ada di dalam peta topografi. Sedangkan peta spesifik atau peta tematik merupakan peta yang memuat Info spesifik pada topik/tema tertentu. Seperti peta pemakaian lahan, peta curah hujan, peta bentuklahan, peta style tanah, peta geologi, dll.

Komponen peta adalah bagian-bagian mutlak yang harus ada di dalam peta. Jika keliru satu atau lebih anggota peta tidak ada, perumpamaan judul, maka peta disebut sebagai peta buta, berarti peta berikut tidak mengimbuhkan Info yang valid atau peta yang punya masalah atau peta yang tidak bisa dijadikan sumber rujukan/referensi.

Adapun komponen peta adalah sebagai berikut:
1.Judul peta
2.Skala (angka/batang)
3.Arah utara/orientasi
4.Garis tepi
5.Legenda
6.Garis lintang bujur astronomis (koordinat UTM/Geografis)
7.Insert peta
8.Sumber peta
9.Pembuat peta
10.Isi peta
11.Layout peta
12.Lattering/tata tulis
13.Tata warna
14.Simbol
15.dan lain-lain.

Fungsi dan fungsi peta ada banyak sekali, diantaranya sebagai berikut:
1.Informasi spasial suatu daerah
2.Riset penelitian tugas akhir (TA, skripsi, tesis, disertasi)
3.Kondisi pra dan pasca bencana di suatu daerah
4.Informasi cuaca dan musim dan juga iklim
5.Pemetaan daerah rawan bencana (tsunami, tanah longsor, kekeringan, dll)
6.Perencanaan tapak perumahan
7.Rencana tata area dan lokasi (RTRW) kabupaten/kota/provinsi/nasional
8.Potensi sumber energi alam (emas, batu bara, minyak bumi, nikel, dll)
9.Dan tetap banyak lagi.

Sumber : https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Baca Juga :

Masalah Sosial – Pengertian, Karakter, Penyebab dan Contoh

Masalah Sosial – Pengertian, Karakter, Penyebab dan Contoh

Masalah sosial merupakan suatu masalah atau masalah yang harus diselesaikan yang terjalin dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Masalah sosial dipandang oleh sejumlah orang didalam masyarakat sebagai suatu keadaan yang tidak diharapkan. Masalah sosial perihal erat dengan hal-hal yang mengganggu kedamaian didalam suatu kelompok masyarakat. Masalah sosial punyai lebih dari satu karakter, antara lain:

a.Kondisi yang dirasakan banyak orang
Suatu masalah bisa disebut sebagai masalah sosial kalau kondisinya dirasakan oleh banyak orang, tapi tidak tersedia batasan tentang berapa kuantitas orang yang harus merasakan masalah tersebut. Jika suatu masalah mendapatkan perhatian berasal dari lebih dari satu orang, maka masalah selanjutnya merupakan masalah sosial.

b.Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan
Menurut mengetahui hedonisme, orang cenderung ulangilah sesuatu yang menggembirakan dan jauhi sesuatu yang tidak mengenakkan. Orang tetap jauhi masalah, gara-gara masalah tetap tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat memilih suatu masalah bisa dikatakan sebagai masalah sosial.

c.Kondisi yang menuntut permecahan.
Suatu keadaan yang tidak menggembirakan tetap menuntut pemecahan.Umumnya, suatu keadaan diakui harus dipecahkan kalau masyarakat berpikiran masalah selanjutnya harus dipecahkan.

d.Pemecahan masalah selanjutnya harus diselesaikan lewat aksi secara kolektif.
Masalah sosial berlainan dengan masalah individual. Masalah individual bisa diatasi secara individual, tapi masalah sosial hanya bisa diatasi lewat rekayasa sosial layaknya aksi sosial, kebijakan sosial atau rencana sosial, gara-gara penyebab dan akibatnya berupa multidimensional dan menyangkut banyak orang.

Menurut Daldjoeni didalam Abulsyani (1994:187) bahwa, masalah social bisa bertalian dengan masalah alami ataupun masalah pribadi, maka secara menyeluruh tersedia lebih dari satu sumber penyebab munculnya masalah social, yakni antara lain:

a.Faktor alam (ekologis-geografis)
Ini menyangkut tanda-tanda menipisnya sumber energi alam. Penyebabnya bisa berupa tindakan eksploitasi berlebihan atasnya oleh manusia dengan teknologinya yang semakin maju, supaya kurang diperhatikan perlunya pelestarian lingkungan. Dapat pula gara-gara semakin banyaknya kuantitas masyarakat yang secara otomatis cepat menipiskan persediaan sumber energi meskipun sudah ditunaikan penghematan.

b.Faktor biologis (dalam arti kependudukan)
Ini menyangkut pertambahan kuantitas masyarakat dengan pesat yang dirasakan secara nasional, regional maupun local. Pemindahan manusia (mobilitas fisik) yang bisa dihubungkan pula dengan implikasi medis dan kesehatan masyarakat lazim dan juga mutu masalah pemukiman baik dipedesaan maupun diperkotaan.

c.Faktor budaya
Ini menimbulkan berbagai keguncangan mental dan berlalian dengan berbagai penyakit kejiwaan. Pendorongnya adalah perkembangan teknologi (komunikasi dan transportasi) dan implikasinya didalam kehidupan ekonomi hokum, pendidikan, keagamaan, dan juga pemanfaatan saat senggang.

d.Faktor sosial
Dalam arti berbagai kebijaksanaan ekonomi dan politik yang dikendalikan untuk masyarakat.

Berikut tersedia lebih dari satu semisal permasalahan yang berlangsung di lingkungan masyarakat anatara lain:

A.Pengangguran
Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan menghendaki mendapat pekerjaan tapi belum bisa memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak raih potensi maksimal yakni masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.

Adapun segi – segi munculnya pengangguran adalah sebagai berikut:
1).Jumlah pencari kerja lebih besar berasal dari kuantitas kesempatan kerja yang tersedia (kesenjangan antara supply and demand).
2).Kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensi yang diperlukan oleh pasar kerja.
3).Masih terdapatnya anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak terserap dunia kerja/berusaha berdiri sendiri gara-gara tidak punyai keterampilan yang memadai.
4).Terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) gara-gara krisis global.
5).Terbatasnya sumber energi alam di kota yang tidak amat mungkin lagi warga masyarakat untuk memproses sumber energi alam jadi mata pencaharian.

Penganggur itu berpotensi menimbulkan kerawanan berbagai kriminal dan gejolak sosial, politik dan kemiskinan. Selain itu, pengangguran terhitung merupakan pemborosan yang luar biasa. Setiap orang harus konsumsi beras, gula, minyak, pakaian, energi listrik, sepatu, jasa dan sebagainya tiap tiap hari, tapi mereka tidak mempunyai penghasilan. Bisa kita bayangkan berapa ton beras dan kebutuhan lainnya harus disubsidi tiap tiap harinya.

a.Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara
Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak bisa memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini berlangsung gara-gara pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh gara-gara itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

b.Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini berlangsung gara-gara pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kesibukan perekonomian me-nurun supaya pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar berasal dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kesibukan ekonomi pemerintah terhitung akan berkurang supaya kesibukan pembangunan pun akan konsisten menurun.

c.Pengangguran tidak menggalakkan perkembangan ekonomi. Adanya pengangguran akan menye-babkan energi beli masyarakat akan berkurang supaya keinginan terhadap barang-barang hasil memproses akan berkurang. Keadaan demikianlah tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk jalankan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikianlah tingkat investasi mengalami penurunan supaya perkembangan ekonomipun tidak akan terpacu.

b.Dampak pengangguran terhadap Individu yang Mengalaminya dan Masyarakat
1).Pengangguran bisa menghalau mata pencaharian
2).Pengangguran bisa menghalau ketrampilan
3).Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.
4).Bertambahnya tingkat kemiskinan
5).Timbulnya kriminalitas di kalangan masyarakat.

B.Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja adalah semua perubahan sikap atau tingkah laku anak remaja (usia belasan tahun) yang berlawanan dengan ketertiban lazim (nilai dan norma yang diakui bersama) yang ditujukan terhadap orang, binatang, dan barang-barang yang bisa menimbulkan bahaya atau kerugian terhadap pihak lain Kenakalan remaja meliputi semua tingkah laku yang menyimpang berasal dari norma-norma hukum pidana yang ditunaikan oleh remaja.

Perilaku selanjutnya akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.Penyebab kenakalan remaja adalah ulah atau tindakan para remaja yang tetap didalam tarap pencarian jati diri kerap sekali mengusik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan mudah yang mengganggu ketentraman lingkungan kira-kira layaknya kerap terlihat malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura layaknya minum-minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang tersedia disekitarnya.

Cukup banyak segi yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai segi yang tersedia selanjutnya bisa dikelompokkan jadi segi internal dan segi eksternal.Faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja secara lazim bisa dikelompokan ke didalam dua faktor, yakni sebagai berikut:

1.Faktor Intern
b.Faktor Kepribadian
Kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis terhadap proses psikosomatis didalam individu yang ikut memilih caranya yang unik didalam sesuaikan dirinya dengan lingkungannya (biasanya disebut cii-ciri psikisnya). Masa remaja dikatakan sebagai suatu era yang berbahaya.

Pada periode ini, seseorang meninggalkan era anak-anak untuk menuju era dewasa. Masa ini di rasakan sebagai suatu Krisis identitas gara-gara belum terdapatnya pegangan, saat kepribadian mental untuk jauhi munculnya kenakalan remaja atau tingkah laku menyimpang.

b.Faktor Kondisi Fisik
Faktor ini bisa mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin. Ada suatu teori yang menyatakan terdapatnya kaitan antara cacat tubuh dengan tindakan menyimpang (meskipun teori ini belum teruji secara baik didalam kenyataan hidup).

Menurut teori ini, seseorang yang tengah mengalami cacat fisik cenderung mempunyai rasa kecewa terhadap keadaan hidupnya. Kekecewaan selanjutnya jika tidak disertai dengan pertolongan bimbingan akan menyebabkan si penderita cenderung berbuat melanggar tatanan hidup dengan sebagai perwujudan kekecewaan akan keadaan tubuhnya.

c.Faktor Status dan Peranannya di Masyarakat
Seseorang anak yang pernah berbuat menyimpang terhadap hukum yang berlaku, setelah selesai menjalankan proses sanksi hukum (keluar berasal dari penjara), kerap kali terhadap saat lagi ke masyarakat standing atau sebutan “eks narapidana” yang diberikan oleh masyarakat sulit terhapuskan supaya anak selanjutnya lagi jalankan tindakan penyimpangan hukum gara-gara meresa tertolak dan terasingkan.

2.Faktor Ekstern
a.Kondisi Lingkungan Keluarga
Khususnya di kota-kota besar di Indonesia, generasi muda yang orang tuanya disibukan dengan kesibukan usaha kerap mengalami kekosongan batin gara-gara bimbingan dan kasih sayang segera berasal dari orang tuanya sangat kurang. Kondisi orang tua yang lebih mementingkan karier daripada perhatian kepada anaknya akan menyebabkan munculnya tingkah laku menyimpang terhadap anaknya. Kasus kenakalan remaja yang terlihat terhadap keluarga kaya bukan gara-gara kurangnya kebutuhan materi melainkan gara-gara kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

b.Kontak Sosial berasal dari Lembaga Masyarakat Kurang Baik atau Kurang Efektif
Apabila system pengawasan lembaga-lembaga sosial masyarakat terhadap pola tingkah laku anak muda saat ini kurang berlangsung dengan baik, akan membangkitkan tindakan penyimpangan terhadap nilai dan norma yang berlaku. Misalnya, mudah menoleransi tindakan anak muda yang menyimpang berasal dari hukum atau norma yang berlaku, layaknya mabuk-mabukan yang diakui perihal yang wajar, tindakan perkelahian antara anak muda diakui perihal yang biasa saja. Sikap kurang tegas didalam mengatasi tindakan penyimpangan tingkah laku ini akan semankin menaikkan kuantitas dan mutu tindak penyimpangan di kalangan anak muda.

c.Kondisi Geografis atau Kondisi Fisik Alam
Kondisi alam yang gersang, kering, dan tandus, bisa terhitung menyebabkan terjadinya tindakan yang menyimpang berasal dari ketetapan norma yang berlaku, terutama jika individunya bermental negative. Misalnya, jalankan tindakan pencurian dan mengganggu ketertiban umum, atau konflik yang bermotif memperebutkan keperluan ekonomi.

d.Faktor Kesenjangan Ekonomi dan Disintegrasi Politik
Kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin akan mudah membangkitkan kecemburuan sosial dan bentuk kecemburuan sosial ini bisa mewujudkan tindakan perusakan, pencurian, dan perampokan. Disintegrasi politik (antara lain terjadinya konflik antar partai politik atau terjadinya peperangan antar kelompok dan perang saudara) bisa merubah jiwa remaja yang kemudian bisa menimbulkan tindakan-tindakan menyimpang.

e.Faktor Perubahan Sosial Budaya yang Begitu Cepat
Perkembangan teknologi di berbagai bidang terutama didalam teknologi komunikasi dan hiburan yang mempercepat arus budaya asing yang masuk akan banyak merubah pola tingkah laku anak jadi kurang baik, terutama anak selanjutnya belum siap mental dan akhlaknya, atau wawasan agamanya tetap rendah supaya mudah berbuat hal-hal yang menyimpang berasal dari tatanan nilai-nilai dan norma yang berlaku.

C.Kemiskinan
Kemiskinan diambil kesimpulan sebagai suatu keadaan di mana seseorang selanjutnya tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari atau bisa dikatakan dengan suatu keadaan serba kekurangan didalam arti minimnya materi yang di mana mereka ini tidak bisa menikmati fasilitas pendidikan, service kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia terhadap era modern.

Adapun indikator-indikator kemiskinan sebagaimana di kutip berasal dari Badan Pusat Statistika, antara lain sebagai berikut:
a).Ketidakmampuan mencukupi kebutuhan konsumsi basic (sandang, pangan dan papan).
b).Tidak terdapatnya akses terhadap kebutuhan hidup basic lainnya (kesehatan, pendidikan, sanitasi, air bersih, dan transportasi).
c).Tidak terdapatnya jaminan era depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
d).Kerentanan terhadap goncangan yang berupa individual maupun massa.
e).Rendahnya mutu sumber energi manusia dan terbatasnya sumber energi alam.
f).Kurangnya apresiasi didalam kesibukan sosial masyarakat.
g).Tidak terdapatnya akses didalam lapangan kerja dan mata pencaharian yang berkesinambungan.
h).Ketidakmampuan untuk mengupayakan gara-gara cacat fisik maupun mental.
i).Ketidakmampuan dan ketidaktergantungan sosial (anak-anak terlantar, wanita korban kekerasan tempat tinggal tangga, janda miskin, kelompok marginal dan terpencil).

Ada dua keadaan yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alami dan kemiskinan buatan. Kemiskinan alami berlangsung akibat sumber energi alam (SDA) yang terbatas, pemanfaatan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan buatan diakibatkan oleh imbas berasal dari para birokrat kurang berkompeten didalam penguasaan ekonomi dan berbagai fasilitas yang tersedia, supaya menyebabkan susahnya untuk terlihat berasal dari kemelut kemiskinan tersebut. Dampaknya, para ekonom tetap gencar mengkritik kebijakan pembangunan yang menekankan perkembangan ketimbang berasal dari pemerataan.

Di bawah ini lebih dari satu penyebab kemiskinan menurut pendapat Karimah Kuraiyyim, yang antara lain adalah:
1.Merosot nya standar perkembangan pendapatan per-kapita secara global.
Yang mutlak digaris bawahi di sini adalah bahwa standar pendapatan per-kapita bergerak sesuai dengan produktivitas yang tersedia terhadap suatu sistem. Jikalau produktivitas berangsur meningkat maka pendapatan per-kapita pun akan naik. Begitu pula sebaliknya, jika produktivitas berkurang maka pendapatan per-kapita akan turun beriringan.

2.Menurunnya etos kerja dan produktivitas masyarakat.
Terlihat mengetahui segi ini sangat urgent didalam pengaruhnya terhadap kemiskinan. Oleh gara-gara itu, untuk menaikkan etos kerja dan produktivitas masyarakat harus dapat dukungan dengan SDA dan SDM yang bagus, dan juga jaminan kesehatan dan pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan dengan maksimal

3.Biaya kehidupan yang tinggi
Melonjak tingginya ongkos kehidupan di suatu area adalah sebagai akibat berasal dari tidak terdapatnya keseimbangan pendapatan atau gaji masyarakat. Tentunya kemiskinan adalah konsekuensi logis berasal dari realita di atas. Hal ini bisa disebabkan oleh gara-gara kurangnya tenaga kerja ahli, lemahnya kegunaan wanita di depan publik dan banyaknya pengangguran.

4.Pembagian subsidi in come pemerintah yang kurang merata.
Hal ini selain menyulitkan akan terpenuhinya kebutuhan pokok dan jaminan keamanan untuk para warga miskin, terhitung secara tidak segera mematikan sumber pemasukan warga. Bahkan di segi lain rakyat miskin tetap terbebani oleh pajak negara.

Selain itu, tersedia terhitung penyebab utama lain berasal dari munculnya kemiskinan ini, diantaranya :
a).Terbatasnya kecukupan dan mutu pangan
b).Terbatasnya akses dan juga rendahnya mutu fasilitas kesehatan, pendidikan, dan sempitnya lapangan pekerjaan
c).Kurangnya pengawasan dan juga pertolongan terhadap asset usaha
d).Kurangnya penyesuaian terhadap gaji upah yang tidak cocok dengan pekerjaan yang ditunaikan seseorang
e).Memburuknya keadaan lingkungan hidup dan sumber energi alam
f).Besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga.
g).Tata kelola pemerintahan yang jelek yang menyebabkan inefisiensi dan inefektivitas didalam service publik, meluasnya korupsi dan rendahnya jaminan sosial terhadap masyarakat.

Sumber : https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Baca Juga :

Masalah Pendidikan – Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Solusi

Masalah Pendidikan – Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Solusi

Pendidikan merupakan sistem mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Pendidikan adalah kasus asasi bagi manusia. Manusia sebagai makhluk yang bisa didik dan mesti dididik bakal tumbuh menjadi manusia dewasa dengan sistem pendidikan yang dialaminya. Semenjak kelahirannya, manusia udah memiliki potensi dasar yang berupa universal. Indonesia adalah salah satu Negara berkembang di dunia yang tetap membawa kasus besar didalam dunia pendidikan. Kita membawa target bernegara ”mencerdaskan kehidupan bangsa” yang mestinya menjadi sumbu pertumbuhan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa. Yang kami rasakan saat ini adalah terdapatnya ketertinggalan didalam mutu pendidikan.

Masalah adalah sesuatu yang mesti diselesaikan (dipecahkan),dengan kata lain kasus merupakan kesenjangan pada kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik, sehingga tercapai target dengan hasil yang maksimal. Dalam perjalanannya menuju target pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang didalam Undang-Undang Nomor 2 th. 1989 tentang target pendidikan nasional adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yakni manusia yang beriman dan bertaqwa pada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kebugaran jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan berdiri sendiri dan juga rasa tanggung jawab dan kemasyarakatan dan kebangsaan.”

Rendahnya mutu pendidikan menghindar penyediaan sumber energi menusia yang membawa keahlian dan keterampilan untuk mencukupi pembangunan bangsa di beraneka bidang. Pemecahan masalah-masalah pendidikan yag komplek itu dengan cara pendekatan pendidikan yang konvensional udah dianggap tidak efektif. Karena itulah inovasi atau pembaruan pendidikan sebagai persepektif baru didalam dunia pendidikan mulai dirintis sebagai alternative untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang belum bisa diatasi dengan cara konvensional secara tuntas Adapun faktor-faktor yang bisa mengundang persoalan pokok pendidikan berikut adalah sebagai berikut.

1.IPTEK
Adanya pertumbuhan IPTEK tidak bisa dipungkiri memicu kemajuan teknologi yang memepngaruhi kehidupan sosial,politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Diakui bahwa sistem pendidikan yang kami memiliki dan ditunaikan sepanjang ini belum bisa ikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan berikut sehingga dunia pendidikan belum bisa menghaslkan tenaga-tenaga pembangunan yang produktif, kreatif dan aktif dan juga sesuai dengan wawasan dan permintaan masyarakat luas. Bagaimanapun berkembangnya pengetahuan pengetahuan moderen berharap dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kebolehan yang tetap menerus.

2.Pertambahan Penduduk
Laju eksplosi masyarakat yang memadai pesat tentunya menuntut terdapatnya perubahan, sekaligus pertambahannya permintaan masyarakat untuk meraih pendidikan yang secara komulatif menuntut dari segi layanan pendidikan yang memadai. Kenyataan berikut tunjukkan energi tampung, ruang dan layanan pendidikan sangat tidak seimbang. Hal inilah yang memicu sulitnya pilih bagaiman relevansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya pada output instansi pendidikan dengan peluang yang tersedia.

3.Meningkatnya Animo masyarakat untuk meraih pendidikan yang lebih baik
Munculnya gerakan inovasi pendidikan yang erat kaitannya dengan terdapatnya beraneka tantanga dan persoalan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dewasa ini, yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan IPTEK. Kemajuan IPTEK yang terjadi selamanya merubah aspirasi masyarakat. Pada umumnya mereka menginginkan pendidikan yang lebih baik, padahal di satu sisi peluang untuk itu sangat terbatas sehingga terjadilah kompetisi atau kompetisi yang sangat ketat. Berkenaan dengan ini pula saat ini bermunculan sekolah-sekolah favorit, plus, bahkan unggulan.

4.Menurunnya Kualitas Pendidikan
Kualitas pendidikan yang dirasakan dewasa ini semakin menurun, dilengkapi belum ikuti pertumbuhan pengetahuan dan teknologi, menuntut terdapatnya sejumlah perubahan. seumpama tidak demikian, memahami bakal berakibat fatal dan tetap ketinggalan.

5.Kurang terdapatnya relevansi pada pendidikan dan keperluan masyarakat yang udah membangun.
Dalam jaman moderen saat ini masyarakat menuntut terdapatnya instansi pendidikan yang sangat bisa untuk diharapkan, terutama yang siap menggunakan dengan dibekali skill yang dibutuhkan didalam pembangunan. Umumnya, kurang sesuainya materi pendidikan dengan keperluan masyarakat udah diatasi dengan menyusun kurikulum baru. Oleh dikarenakan itu perkembangannya di indonesia kami ketahui udah mengalami sebagian kali penggantian kurikulum.

Hal ini ditunaikan didalam upaya menanggulangi kasus relevansi. Dengan kurikulum baru inilah peserta didik dibina kepribadiaannya lewat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sesuai dengan tuntutan jaman kini dan jaman yang bakal datang. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum baru yang selamanya meraih perhatian tertentu dan prioritas.

Dengan terdapatnya fator berikut akhirnya membangkitkan baanyak kasus yang memicu pendidikan di Indonesia tidak bisa berkembang, diantaranya:

a.Mahalnya ongkos pendidikan.
Pendidikan di Indonesia menjadi sukar bagi mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan. Mayoritas masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan memicu terbengkalai nya mereka didalam perihal pendidikan. Selain kemauan mereka yang tidak dulu tumbuh dan memahami bakal pendidikan, segi ekonomi menjadi alasan utama mereka untuk tidak menyentuh dunia pendidikan.

Pemerintah udah mencanangkan pendidikan gratis dan bahkan pendidikan mesti 12 tahun, bakal namun biaya-biaya lain yang mesti di tangguh oleh para siswa tidaklah gratis. Selain itu, ongkos hidup yang semakin meninggi kadang kala memicu masyarakat lebih pilih untuk bekerja melacak nafkah dibanding mesti melanjutkan pendidikannya.

b.Fasilitas pendidikan yang kurang memadai
Yang menjadi persoalan pendidikan di Indonesia adalah layanan pendidikan yang tetap kurang memadai. Banyak sekolah-sekolah yang bangunannya udah nyaris rubuh, tidak memiliki layanan penunjang seperti meja belajar, buku, perlengkapan teknogologi, dan alat-alat penunjang lainnya yang memicu pendidikan tidak bisa berkembang secara optimal.

c.Rendahnya peluang pemerataan pendidikan
Perhatian yang diberikan pemerintah didalam perihal pendidikan di kota dan di desa sangatlah berbeda. Pemerintah yang lebih menaruh perhatian pada pendidikan di perkotaan memicu mutu pendidikan di perkotaan dan di pedesaan menjadi timpang. Salah satu contohnya ialah didalam kasus kesejahteraan guru. Gaji guru di desa jauh lebih rendah dibading gaji guru di kota.

Hal ini memicu banyak guru yang lebih pilih bekerja di kota daripada di desa. Selain kasus kesejahteraan guru, juga terkandung ketimpangan didalam perihal bantuan untuk fasilatas pendidikan, dan banyak perihal lainnya. Maka tidak heran seumpama mutu pendidikan di Indonesia tetap belum merata dimana mutu pendidikan di kota lebih baik daripada di desa.

Permasalahan Pemerataan bisa terjadi dikarenakan kurang tergorganisirnya koordinasi pada pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. Hal ini memicu terputusnya komunikasi pada pemerintah pusat dengan daerah. Selain itu kasus pemerataan pendidikan juga terjadi dikarenakan kurang berdayanya suatu instansi pendidikan untuk melakukan sistem pendidikan, perihal ini bisa saja terjadi jika pemeriksaan pendidikan yang ditunaikan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. Jadi perihal ini bakal memicu mayoritas masyarakat Indonesia yang didalam usia sekolah, tidak bisa mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan.

Permasalahan pemerataan pendidikan bisa ditanggulangi dengan menyediakan layanan dan layanan belajar bagi setiap susunan masyarakat yang mesti meraih pendidikan. Pemberian layanan dan prasrana pendidikan yang ditunaikan pemerintah sebaiknya ditunaikan setransparan mungkin, sehingga tidak ada oknum yang bisa mempermainkan program yang ditunaikan ini.

Tujuan pemerataan Pendidikan adalah buat persiapan masyarakat untuk bisa berpartisipasi didalam pembangunan dan pengembangan bangsa, oleh dikarenakan itu setelah pelaksanaan pemerataan pendidikan terpenuhi maka yang marus ditunaikan selanjutnya adalah tingkatkan mutu pendidikan.

Sebagaimana dijelaskan UU Nomor 20 th. 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) bab 3 tentang penyelenggaraan pendidikan pasal 4 yang berbunyi sebagai berikut:
1).Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan dan juga tidak diskriminatif dengan menjungjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
2).Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka multibermakna.
3).Pendidikan diselenggarakan sebagai sistem pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang terjadi seumur hidup.
4).Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan, dan juga mengembangkan kreatifitas peserta didik didalam sistem pembelajaran
5).Proses pendidikan dikembangkan dengan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi setiap masyarakat.
6).Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat lewat peran dan juga didalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

d.Masalah Mutu Pendidikan
Mutu serupa halnya dengan memiliki mutu dan bobot. Jadi pendidikan yang bermutu yakni pelaksanaan pendidikan yang bisa membuahkan tenaga profesional sesuai dengan keperluan negara dan bangsa pada waktu ini. Sedangkan relevan bermakna bersangkut paut, kait mangait, dan berfungsi secara langsung. searah dengan sistem pemerataan pendidikan, peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan lewat persekolahan juga dilaksanakan.

Kurangnya dana, kurangnya kuantitas guru, kurangnya layanan pendidikan bisa merubah merosotnya mutu pendidikan. Oleh dikarenakan itudalam menanggulangi kasus ini pemerintah udah mengupayakan dengan sebaik mungkin untuk tingkatkan kebolehan guru lewat training-training, dengan tingkatkan fasilitas, dengan tingkatkan dana pendidikan, melacak sestem pengajaran tepat guna, dan juga sistem eveluasi yang sebaik mungkin dengan target bisa tingkatkan mutu pendidikan secara bertahap.

Tujuan Mutu pendidikan adalah untuk beri tambahan jaminan mutu pendidikan yang sesuai dengan target pendidikan. Oleh dikarenakan itu perlu ditunaikan atau ditunaikan oleh instansi pendidikan. Mutu pendidikan erat kaitannya dengan instansi pendidikan, yakni sekolah yang merupakan instansi pendidikan secara tertentu yang mengembangkan SDM.

e.Masalah Efektivitas dan Efisiensi
Permasalahan efisiensi pendidikan dipandang dari segi internal pendidikan. Maksud efisiensi adalah seumpama sasaran didalam bidang pendidikan bisa dicapai secara efektif atau berdaya guna. Artinya pendidikan bakal bisa beri tambahan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumberdaya yang ada, seperti uang, waktu, tenaga dan sebagainya.

Pelaksanaan sistem pendidikan yang efektif adalah seumpama pendayagunaan sumber energi seperti waktu, tenaga dan ongkos tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pada waktu sekarng ini, pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien, dimana pemakaian segala sumber energi yang ada tidak membuahkan lulusan yang diharapkan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh mutu pendidikan yang udah mereka peroleh. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menanggung mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani.

Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rancangan / program yang udah ditetapkan sebelumnya. Jika rancangan belajar yang udah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna, maka pelaksanaan pendidikan berikut tidak efektif.

Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan mutu SDM sedini mungkin, terarah, terpadu dan menyeluruh lewat beraneka upaya. Dari target tersebut, pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk membuahkan peserta didik yang memeiliki mutu SDM yang mantap. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak bakal bisa membuahkan lulusan yang berkualitas. Melainkan bakal membuahkan lulusan yang tidak diharapkan. Keadaan ini bakal membuahkan kasus lain seperti pengangguran.

Penanggulangan kasus pendidikan ini bisa ditunaikan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. Jika mutu tenaga pengajar baik, bukan tidak mungkin bakal meghasilkan lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Selain itu, pemantauan pemakaian dana pendidikan bisa membantu pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien.

Kelebihan dana didalam pendidikan lebih memicu tindak kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir dengan baik juga bisa tingkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. Pelaksanaan aktivitas pendidikan seperti ini bakal lebih berfungsi didalam bisnis penghematan waktu dan tenaga.

Pendidikan diusahakan sehingga bisa meraih hasil yang baik dengan terdapatnya ongkos dan waktu yang sedikit. Ini bermakna mesti dicari sistem edukatif dan mengajar yang efektif dan efektif, yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pendidikan.

Tujuan Efisiensi Pendidikan didalam konteks penyelenggaraan pendidikan di indonesia erat kaitannya dengan profesional didalam management nasional pendidikan yang diterapkan, pada lain : disiplin keahlian, etos kerja, dan ongkos effectiveness.

Bedasarkan deskripsi diatas bisa dipahami bahwa efisiensi pendidikan merupakan salah satu segi pendukung didalam membentuk instansi pendidikan yang efektif dan juga sesuai dengan yang diharapkan. Oleh dikarenakan itu sistem pendidikan mesti diusahakan sehingga meraih hasil yang maksimal denga waktu yang terbatas.

f.Permasalahan Relevansi
Relevansi pendidikan merupakan kesesuaian pada pendidikan dengan pertumbuhan di masyarakat. Misalnya:Lembaga pendidikan tidak bisa mencetak lulusan yang siap pakai. tidak terdapatnya kesesuaian pada output (lulusan) pendidikan dengan tuntutan pertumbuhan ekonomi.

Masalah relevansi ini pada prinsipnya memadai mendasar. Dalam situasi saat ini ini sangat dibutuhkan output pendidikan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat terutama didalam hubungannya dengan persiapan kerja. Hal berikut lebih memahami dengan digulirkannya rancangan Link plus Match yang salah satu tujuannya adalah untuk menanggulangi kasus relevansi tersebut.

Tujuan Relevensi upaya peningkatan relevasi didalam sstem pendidikan bertujuan agarhasil pendidikan sesuai dengan keperluan peserta didik, didalam artian prosese pendidikan bisa beri tambahan pengaruh pemenuhan keperluan peserta didik, baik kebutuha kerja, kehidupan dimasyarakat, dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi.

Untuk mengurangi atau meinimalisir kasus pendidikan mesti terdapatnya solusi. Solusi adalah penyelesaian, pemecahan atau jalan keluar. Jadi solusi persoalan pendidikan adalah jalan terlihat untuk merampungkan persoalan pendidikan lewat segi internal (masalah atau hambatan tercapainya target utama didalam pelaksanaaan aktivitas pendidikan), dan eksternal (masalah atau hambatan didalam pelaksanaaan aktivitas pendidikan. Masalah-masalah didalam pelaksanaan pendidikan).

a.Solusi persoalan pemerataan dan peningkatan kualitas
1).Meningkatkan kebolehan pendidik lewat penataran-penatara
2).Memperkaya pengalaman dan memperlancarkan sistem belajar peserta didik
3).Memantapkan nilai, keterampilan, sikap dan kesadaran lingkingan pada peserta didik.

b.Solusi persoalan pelayanan pendidikan
1).memberiakan ketetampilan bagi mereka yang tidak dulu sekolah
2).penyebaran pesan-pesan yang merangsang aktivitas belajar da partisipasi untuk ikut membangun
3).penyebaran informasi untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan.
4).Usaha beri tambahan pengalaman pendidikan yang sesuai dengan keperluan dan aspirasi yang berkembang dan realistis.

c.Solusi persoalan relevansi pendidikan
1).Menanamkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang fungsional untuk kehidupan dimasyarakat kelak.
2).Menentukan kebolehan untuk memahami dan memecahkan persoalan yang actual didalam masyarakat.
3).Menunjukan jalan untuk mengembangkan keterampilan hidup dimasyarakat.

d.Solusi permasahan efiktifitas dan efisiensi pendidikan
1).Memberikan kebebasan sesuai dengan minat, kemampuan,dan keperluan kearah pertumbuhan yang optimal.
2).Memberikan pengalaman yang bulat sehingga peserta didik berdiri sendiri dan memiliki sikap tanggung jawab.
3).Megintegrasikan beraneka pengalaman dan aktivitas pendidikan
4).Mengusahakan isi, metode, dan bentuk pendidikan yang tepat guna, tepat saat, menarik dan mengesankan.

Baca Juga :

Pengertian jaringan ikat lengkap

Karena memiliki fungsi mekanis. Mereka terdiri dari matriks yang berfungsi untuk menghubungkan dan mengikat sel-sel dan organ-organ dan akhirnya memberikan dukungan kepada tubuh. Bertentangan dengan jaringan lain (epitel, saraf dan otot). Jaringan ikat bekerja terutama melalui komponen seluler ekstra.

Pengertian jaringan ikat

ektoderm embrionik. Karakteristik jaringan ikat adalah bahwa ia memiliki beberapa komponen seluler dibandingkan dengan substansi antar selnya. Dalam hal komposisi struktural, jaringan ikat dibagi menjadi dua komponen, yaitu sel dan matriks seluler ekstra. Matriks ekstraseluler, terdiri dari (i) serat protein, (ii) zat berbasis amorf dan (iii) cairan jaringan. Cairan jaringan terutama terdiri dari air dan zat terlarut. Dalam matriks sel ekstra ada beberapa jenis sel jaringan ikat khusus (lihat gambar 2.1).

Baca juga: Selesaikan jaringan penguatan Sklerenkim Kolenkim

Lihat daftar utama:
FUNGSI JARINGAN
Jaringan ikat dapat bertindak sebagai pendukung, pengikat, pengisi, pembungkus, pelestarian, pertahanan, perbaikan, transportasi dan nutrisi pada berbagai jenis hewan.

Pendukung, pengikat dan pengisi
Jaringan epitel, jaringan otot, dan jaringan saraf saling terhubung oleh jaringan ikat. Selanjutnya, jaringan ikat mengisi ruang di antara sel-sel. Tendo adalah jaringan ikat yang mendukung atau menghubungkan jaringan otot dan tulang.

selubung
Jaringan ikat mengandung jaringan lain, biasanya berupa membran atau kapsul yang mengelilingi organ seperti kapsul dan ginjal dan meninges yang mengelilingi otak.

penyimpanan
Berbagai jenis lipid yang penting sebagai cadangan makanan disimpan dalam bentuk lemak yang kaya akan glikosaminoglikan. Relaksasi jaringan ikat bertindak sebagai deposit air dan cadangan elektrolit, khususnya ion Na +. Sepertiga dari protein plasma tubuh disimpan dalam ruang intraseluler dalam jaringan ikat.

pertahanan
Peran jaringan koneksi defensif tergantung pada komponen seluler. Jaringan ikat mengandung sel fagosit yang disebut makrofag yang mampu memakan partikel dan mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh.

Sel plasma menghasilkan protein khusus yang disebut antibodi. Antibodi penting untuk pertahanan tubuh. Selain itu, komponen matriks jaringan ikat adalah penghalang fisik yang menghalangi penyebaran mikroorganisme yang menembus penghalang epitel. Sel limfosit dapat melewati kapiler darah yang disentuh dan berperan dalam pengkondisian tubuh.

Reparasi (perbaikan)
Kemampuan meregenerasi jaringan ikat tinggi dapat dengan mudah memperbaiki jaringan yang rusak (luka). Luka pada jaringan di mana sel tidak dapat membelah lagi akan diisi oleh jaringan ikat dan membentuk bekas luka.

sarana transportasi
Ada hubungan erat antara kapiler darah, pembuluh darah dan jaringan ikat. Kedua pembuluh ini selalu dihubungkan oleh jaringan ikat yang membantu transportasi nutrisi dari pembuluh darah ke jaringan lain.

nutrisi
Matriks jaringan ikat berfungsi sebagai media di mana nutrisi dan limbah metabolisme dipertukarkan antara sel dan suplai darah yang mengandung nutrisi.

Baca juga: Metamorfosis sempurna dan tidak sempurna: pemahaman, bersama dengan contoh dan gambar, fase dan bentuk perubahan

JENIS KOMPONEN JARINGAN IKAT
Komponen seluler
fibroblas

Fibroblas memiliki proyeksi sitoplasma tidak teratur, inti ovoid, kromatin besar dan halus dan memiliki inti jelas. Di dalam sitoplasma, ada butiran R. yang berkembang dengan baik dan tubuh golgi.

fibroblas

Fibroblast adalah sel yang paling sering ditemukan dan paling penting dalam jaringan ikat. Fibroblast memiliki fungsi mensintesis matriks ekstraseluler seperti serat kolagen, serat elastis dan zat amorf. Selain itu, ia bekerja dengan mengikat matriks ekstraseluler untuk membentuk jaringan dan mempercepat penyembuhan luka.

Bentuk fibroblas bervariasi. Dalam jaringan ikat padat normal. Fibroblast tampaknya fusiform dalam bentuk serat kain. Pada jaringan ikat longgar ditemukan bintang atau berbentuk bintang karena serat jaringan ikat tidak beraturan. Fibroblas dewasa disebut fibrosit.

Fungsi biologis fibroblas adalah untuk berdiferensiasi untuk mensintesis dan mengeluarkan matriks ekstraseluler. Sintesis dan sekresi fibroblas meliputi kolagen, fibronektin, glikoprotein, dan proteoglikan. Fibroblast membantu mensintesis glikokonat ekstraseluler. Fibroblast memiliki banyak mikrofilamen dan mikrotubulus aktin.

Sumber : https://santinorice.com

Menristekdikti: Jangan Ada Politisasi dalam Pemilihan Rektor

Menristekdikti: Jangan Ada Politisasi dalam Pemilihan Rektor

Menristekdikti Jangan Ada Politisasi dalam Pemilihan Rektor

Menristekdikti Jangan Ada Politisasi dalam Pemilihan Rektor

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

mengimbau perguruan tinggi negeri yang saat ini sedang memilih rektor untuk apat menghindari politisasi kampus.

Kampus sebagai lambaga akademik harus mengunakan cara pandang yang rasional dalam pemilihan rektor dan tidak boleh ada kubu-kubuan.

“Selesai pemilihan rektor, semua harus mengembangkan kampus secara bersama-sama. Saya harap jangan terjadi politisasi kampus karena akan merendahkan marwah (muruah – red) pendidikan tinggi. Ini harus dihindari oleh perguruan tinggi mana pun,” kata Nasir saat ditemui belum lama ini.

Menurut Nasir, kampus sebagai lembaga akademik tertinggi harus menjadi teladan.

Dalam hal ini, pertimbangan pemilihan rektor harus fokus pada visi dan misi untuk pengembangan kampus.

Selain itu, mempertimbangkan pengelaman dan kapabilitas dari calon rektor sebagai pertimbangan utama. Dalam hal ini salah satu persyaratan mutlak adalah calon rektor harus bersih dari paham radikal dan menegakkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai pedoman hidup berbangsa, serta menyemboyankan Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, ia mengimbau perguruan tinggi ketika akan mengadakan pemilihan calon rektor harus dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat kampus mengetahui siapa saja yang menjadi calon rektor selanjutnya.

Mantan rektor Univeritas Diponegoro (Undip) ini menambahkan, syarat lain untuk menjadi calon rektor yaitu pertama

, calon pendaftar belum berusia 60 tahun pada saat dilantik menjadi rektor sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Kedua, sehat jasmani dan rohani serta memiliki visi dan misi yang jelas. Ketiga, harus bergelar doktor dari perguruan tinggi yang terakreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) berdasarkan tanda lulus yang sama atau berpendidikan doktor perguruan tinggi luar negeri yang telah disetarakan oleh Kemristekdikti. Dan keempat; harus memiliki pengalaman manajerial seperti pernah menjabat sebagai rektor, ketua pembantu dekan hingga ketua juruan dengan rentang waktu minimal dua tahun.

Hak Suara 35%
Nasir juga mengingatkan Kemristekdikti punya 35% hak suara dalam pemilihan rektor di perguruan tinggi negeri (PTN) baik itu PTN Berbadan Hukum (PTNBH), PTN Badan Layanan Umum (PTNBLU), dan PTN Satker meskipun melalui tahap-tahapan pemilihan berbeda.

 

Baca Juga :

Menristekdikti: Lulusan Sekolah Tinggi Vokasi Tak Cuma Pegang Ijazah

Menristekdikti: Lulusan Sekolah Tinggi Vokasi Tak Cuma Pegang Ijazah

Menristekdikti Lulusan Sekolah Tinggi Vokasi Tak Cuma Pegang Ijazah

Menristekdikti Lulusan Sekolah Tinggi Vokasi Tak Cuma Pegang Ijazah

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir

mengatakan kompetensi lulusan pendidikan tinggi vokasi akan diprioritaskan di samping persyaratan formal dalam bentuk ijazah.

“Sehingga para lulusan pendidikan tinggi vokasi tidak saja memegang ijazah, namun memiliki pula sertifikat kompetensi. Jangan sampai para lulusan memiliki ijazah, tapi tidak kompeten,” kata Nasir dalam seminar Revitalisasi Pendidikan Tinggi Vokasi di Indonesia di Kampus Universitas Prasetya Mulya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Nasir menyampaikan, program sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa sudah berjalan sejak 2017

, di mana mahasiswa vokasi menjalani program perkuliahan dua tahun di Indonesia dan dua tahun di luar negeri dan setelah itu dia akan lulus dengan sertifikat kompetensi.

“Dengan begitu, nantinya sebelum bekerja, mereka tidak lagi ditanya berasal dari perguruan tinggi mana, tetapi ditanya apa sertifikat kompetensi yang dimiliki,” kata Nasir.

“Harapannya, seluruh inisiatif perusahaan dalam pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan

tersertifikasi, berkesempatan mendapatkan insentif tadi.”

Dalam praktiknya, sistem pengajaran ganda atau dual system ini melibatkan sektor industri dalam penyusunan kurikulum pendidikan tinggi yang memadukan pembelajaran teori sebanyak 30 persen dan 70 persen berupa praktik di lingkungan kerja, sesuai kebutuhan industri terkait.

Chairman of Swiss Federal Institute for Vocational Education &Training (SFIVET), Gnaegi Philippe yang hadir sebagai pembicara mengatakan, hadirnya negara bersama sektor privat akan menghasilkan sistem pendidikan vokasi yang efektif, sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/bedhaya-ketawang-dan-bedhaya-semang/

 

Setelah UPH Menang, AYDA 2019 Kembali Mencari Arsitek dan Desain Interior Terbaik

Setelah UPH Menang, AYDA 2019 Kembali Mencari Arsitek dan Desain Interior Terbaik

Setelah UPH Menang, AYDA 2019 Kembali Mencari Arsitek dan Desain Interior Terbaik

Setelah UPH Menang, AYDA 2019 Kembali Mencari Arsitek dan Desain Interior Terbaik

Kompetisi arsitektur dan desain interior antar-negara, Asia Young Designer Awards

(AYDA) kembali digelar. AYDA 2019 menjadi kompetisi tahun ke-8, yang diselenggarakan oleh Nippon Paint di Indonesia, bekerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia.

Peluncuran AYDA 2019 di Jakarta, Selasa (16/7/2019), dihadiri oleh Jon Tan, CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia bersama Prof. Dr. Ismunandar. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) Republik Indonesia.

CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia Jon Tan mengatakan,

Dengan adanya dukungan Kemenristekdikti RI, kami yakin kompetisi ini akan berkembang dan bersinergi dengan lebih baik. Ditambah dukungan yang telah diberikan oleh para praktisi, industri, dan berbagai universitas ternama di Indonesia, tentunya meningkatkan kualitas kompetisi ini dan mendukung talenta-telenta baru menjadi pemimpin di masa depan industri arsitektur dan desain interior,” kata Jon Tan.

Kompetisi AYDA tahun ini menekankan pada ide-ide baru yang dapat menjadi solusi

desain praktis dengan tema “Forward: A Sustainable Future”. Tema merefleksikan masa depan yang berkelanjutan. AYDA selalu mengedepankan tema dinamis dan terus disesuaikan dengan perkembangan lingkungan dan industri, yang menjadikan kompetisi ini sebagai katalis untuk mendorong kreativitas dan keberanian dalam berkarya.

Sebagai contoh, karya pemenang tahun lalu, yaitu Silvia Ervina (Universitas Pelita Harapan) untuk desain interior. “Desain saya terinspirasi oleh Lawang Sewu yang menurut saya justru dinamis dan banyak berhubungan dengan sejarah,” kata Silvia.

Karya Daniel dari Universitas Kristen Petra yang menang di kategori arsitektur tak kalah menarik. “Setiap hari mencium bau ikan asap dari kampung nelayan Kenjeran, Surabaya, saya tergugah mendesain rusun (rumah susun),” kata Daniel yang tetap mengakomodasi kebutuhan nelayan untuk melaut dan juga membuat ikan asap di teras rusun.

Kedua pemenang ini akan berangkat ke Singapura tahun ini untuk bertanding di AYDA tingkat Asia. Selain uang, keduanya bakal memperebutkan beasiswa Summer School Program di Harvard Graduate School of Design .

Prof. Dr. Ismunandar. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (kemenristekdikti) memuji kompetisi ini. “Sebelumnya kami di Kemenristekdikti juga membuat kompetisi untuk mahasiswa, tetapi belum ada di bidang arsitek dan desain interior. Kompetisi ini merupakan pembelajaran yang otentik dan hanya yang punya passion saja yang ikut,” kata Ismunandar.

AYDA 2019 di Indonesia bersinergi dengan berbagai pihak, dengan dukungan dari Kemenristekdikti Republik Indonesia di tahun ini, serta Universitas dan para Praktisi Arsitektur dan Desainer Interior. Pada skala internasional, AYDA bekerjasama dengan Harvard Graduate School of Design. Hal ini menjadikan AYDA sebagai sebagai salah satu penghargaan bergengsi di Asia yang diselenggarakan di 15 lokasi geografis, yaitu Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Tiongkok, Wilayah Teritori Tiongkok (Hong Kong & Taiwan), dan Vietnam.

 

Sumber :

https://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/sejarah-bandung-jawa-barat/