693 Peserta Ikuti Seleksi Penerima Beasiswa Program Doktor Dalam Negeri

693 Peserta Ikuti Seleksi Penerima Beasiswa Program Doktor Dalam Negeri

693 Peserta Ikuti Seleksi Penerima Beasiswa Program Doktor Dalam Negeri

693 Peserta Ikuti Seleksi Penerima Beasiswa Program Doktor Dalam Negeri

Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama kembali menggelar ujian tulis

dan wawancara Seleksi Penerima Beasiswa Program Doktor (full scholarship) dalam negeri. Seleksi digelar selama dua hari, 7-8 Agustus 2019 dan diikuti 693 peserta dari 730 pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.

“Pelaksanaan ujian untuk program Islamic Studies secara serentak dilaksanakan di 15 UIN (Universitas Islam Negeri) dan 2 IAIN (Institut Agama Islam Negeri),” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Arskal Salim GP di Jakarta, Rabu (7/8).

Menurutnya, beasiswa program doktor (full scholarship) ini diberikan Kemenag

bagi dosen dan tenaga kependidikan yang bekerja pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) atau pegawai Kemenag yang ingin menempuh studi jenjang doktor (S3) di perguruan tinggi berkualitas di dalam negeri.

“Kuota tahun ada sekitar 250 penerima beasiswa,” lanjutnya.

Kasubdit Ketenagaan Syafi’i menyampaikan, program beasiswa ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk dapat memilih universitas tujuan yang merupakan mitra Kemenag, baik PTKIN maupun PTU.

“Peserta ujian hari ini adalah yang memilih PTKIN, sedangkan bagi PTU

akan dilaksanakan ujian wawancara pada tanggal 15 Agustus 2019,” terangnya.

Syafi’i berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya agar berhasil memperoleh bantuan studi doktor. Gelar doktor yang dimiliki pengajar diharapkan akan memperkuat basis keilmuan dan juga status kelembagaan PTKI.

“Kita masih sangat membutuhkan jumlah dosen yang cukup besar untuk meningkatkan kualifikasi tenaga pengajar PTKI di seluruh Indonesia yang rata-rata masih bergelar Master,” terangnya.

Kepala Seksi Pengembangan Profesi PTKIN, M. Aziz Hakim menjelaskan bahwa ada tiga mata ujian yang diujikan pada hari pertama, yaitu: TPA, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
“Sedangkan hari kedua ujian wawancara proposal disertasi,” jelas Aziz.

 

Sumber :

https://educacao.telessaude.ifes.edu.br/eportfolios/45/Pgina_inicial/Understanding_Stimulation_Objectives_Benefits_and_According_to_Experts

Tolak Rektor Impor = Kampungan?

Tolak Rektor Impor = Kampungan?

Tolak Rektor Impor = Kampungan

Tolak Rektor Impor = Kampungan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

(Menko-PMK), Puan Maharani, mengatakan, rencana mendatangkan rektor asing merupakan cara untuk berpikir maju dalam mencari solusi meningkatkan kualitas perguruan tinggi negeri (PTN).

Lantas, apakah menolak kehadiran rektor impor pun kemudian menjadi pemikiran yang tidak maju alias kampungan?

Rencana mengimpor rektor itu kini masih digodok Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Mohamad Nasir.

“Jadi semangatnya bagaimana universitas itu bisa lebih baik daripada sekarang. Kenapa kemudian kita tidak mencoba untuk bisa mempunyai pemikiran yang lebih maju,” kata Puan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (5/8/2019).

Puan menyebut, kehadiran rektor asing diharapkan bisa membawa universitas negeri di Indonesia

lebih baik daripada saat ini.

“Namun tentu saja itu harus dilihat lagi konsekuensi dan manfaat ke depan seperti apa,” ujarnya melanjutkan.

Puan belum mengetahui, perguruan tinggi mana (PTN) mana saja yang nanti akan dipimpin oleh rektor asing.

Menurutnya, pembahasan soal rektor asing belum pada tahap pemilihan kampus yang akan dipimpin nanti.

Ia menyatakan akan ada kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah.

Politikus PDIP itu menjelaskan, pemerintah turut memperhatikan konsekuensi rektor asing memimpin PTN.

Yang pasti, kata Puan, pemerintah Presiden Joko Widodo yang fokus

dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) pada lima tahun mendatang.

“Ini mau kami lihat. Yang pasti ke depan itu fokus pemerintah adalah SDM yang lebih unggul, sumber daya manusia Indonesia yang lebih berdaya dan bisa mempunyai kompetensi lebih baik. Ya bagaimana menuju ke arah sana,” tuturnya.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir berencana mendatangkan rektor asing untuk memimpin PTN.

Dia mengatakan tengah menyiapkan peraturan untuk menunjang pelaksanaan kebijakan tersebut.

Nasir sendiri ingin menerapkan rencana itu dalam rangka meningkatkan peringkat PTN Indonesia di level internasional.

 

Sumber :

https://my.mac.edu/ICS/Campus_Life/Campus_Groups/MacMurray_College_Choir/Discussion.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=6ac110c3-9423-45b0-8977-6c5342bff9cf

Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan

Kebutuhan Menurut Intensitas Kegunaan

Kebutuhan menurut intensitas (tingkat) fungsi diukur dengan
prioritas atau ukuran tingkat mutlak suatu kebutuhan. Macammacam
kebutuhan menurut intensitasnya yaitu:

1) Kebutuhan Primer

Kebutuhan primer (pokok) adalah kebutuhan sekurang-kurangnya yang
mutlak mesti dipenuhi untuk hidup sebagai seperti manusia.
Tahukah Anda apa saja yang termasuk
kebutuhan ini? Kebutuhan primer meliputi
makanan dan minuman, pakaian, dan juga tempat
tinggal.
Dalam perihal kebutuhan makanan, untuk hidup
sehari-hari diperlukan umumnya 2.100–2.500
kalori per hari. Sedangkan untuk kebutuhan
rumah, masalahnya bukan cuma ada tidaknya
tempat berteduh, namun termasuk tersedianya
penerangan listrik, sumber air bersih, tempat
mandi, buang air, sanitasi, keamanan, dan
sebagainya. Demikian pula untuk pakaian,
setidaknya baju mesti layak digunakan. Pada
perkembangannya kebutuhan primer ini juga
menyangkut kebutuhan akan pendidikan. Sebab
dengan pendidikan, orang dewasa memiliki
keterampilan di bidang tertentu untuk bekal
mencari nafkah sendiri.

2) Kebutuhan Sekunder

Manusia adalah makhluk yang berbudaya
dan bermasyarakat, sehingga
keberadaannya menuntut kebutuhan
selain kebutuhan primer. Kebutuhan yang
dipenuhi setelah kebutuhan primer
disebut kebutuhan sekunder (tambahan).
Kebutuhan sekunder tentang erat dengan
faktor lingkungan hidup dan tradisi
masyarakat dan juga segi psikologis.
Orang yang mempunyai kedudukan di
masyarakat kerap merasa mesti mempunyai
kebutuhan agar dipandang
layak, kalau baju pesta, sepatu
bermerek, komputer, sumbangan atau
sedekah dan lain sebagainya.

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

3) Kebutuhan Tersier

Setelah kebutuhan pokok dan kebutuhan tambahan terpenuhi
akan terlihat kebutuhan tersier (barang mewah) untuk dipenuhi.
Kebutuhan tersier lebih terarah terhadap target untuk mempertinggi
status sosial (prestise) seseorang atau tentang bersama dengan hobi dan
kegemaran tertentu. Contoh kebutuhan tersier adalah mobil
mewah, perhiasan, vila, dan lain-lain.
Perlu Anda ketahui bahwa penggolongan kebutuhan menurut
intensitasnya bersifat relatif dan tidak sama antara satu orang dengan
lainnya. Semua itu terkait dari pendapatan, tingkat pendidikan,
kepentingan, lingkungan, dan situasi sosial budaya daerah
setempat. Ada barang yang tergolong sebagai kebutuhan tersier
bagi seseorang, namun sanggup jadi kebutuhan sekunder bagi orang
lain. Misalnya, satu perangkat computer yang canggih
merupakan kebutuhan mewah bagi seorang ibu rumah tangga.
Namun, bagi seorang programer (pembuat program) komputer,
keberadaan computer berikut merupakan kebutuhan pokok.

Baca Juga :

Inflasi

Inflasi

Kenaikan harga barang dapat berwujud pas atau berlangsung
terus-menerus. Ketika kenaikan berikut berlangsung dalam pas yang
lama dan berlangsung nyaris pada semua barang dan jasa maka tanda-tanda ini
disebut inflasi. Jadi, kenaikan harga pada satu atau dua tipe barang
tidak dapat dikategorikan sebagai inflasi.
Dengan demikian, inflasi (inflation) adalah kenaikan harga barangbarang
yang berwujud lazim dan terus-menerus. Lawan dari inflasi adalah
deflasi (deflation), yaitu situasi di mana tingkat harga mengalami
penurunan terus-menerus.

Dari penjelasan di depan, tersedia tiga komponen yang jadi indikasi
kenaikan harga hingga dikategorikan sebagai inflasi, yaitu adanya
kenaikan harga, kenaikan harga berikut berwujud lazim dan berlangsung
terus-menerus.

a. Jenis-Jenis Inflasi

Jenis-jenis inflasi dapat dibedakan menjadi:
1) Berdasarkan Tingginya Inflasi
Berdasarkan tingginya inflasi per tahun, inflasi digolongkan
menjadi inflasi mudah (di bawah 10% per tahun), sedang (10%
hingga 25%), berat (25% hingga 100%), dan hiperinflasi (lebih
dari 100%).

2) Berdasarkan Sumber Penyebab
Berdasarkan sumber penyebabnya, inflasi digolongkan menjadi
inflasi tekanan keinginan (demand full inflation) dan inflasi
dorongan cost (cost push inflation). Inflasi tekanan permintaan
terjadi dikarenakan meningkatnya keinginan atau pembelian
masyarakat pada barang dan jasa. Sedangkan inflasi
dorongan cost bersumber dari kenaikan cost produksi,
misalnya kenaikan harga bahan baku, energi, atau upah pekerja.
Inflasi juga dapat berlangsung dikarenakan kedua dikarenakan berikut (inflasi
campuran).

3) Berdasarkan Asalnya
Berdasarkan asalnya, inflasi digolongkan jadi inflasi dari
dalam negeri (domestic inflation) dan inflasi dari luar negeri
(imported inflation).

b. Teori-Teori Inflasi
Gejala-gejala inflasi dapat dijelaskan dengan teori-teori inflasi.

1) Kuantitas
Teori kuantitas tergolong teori inflasi
yang paling awal. Meskipun demikian,
masih dapat digunakan untuk menjelaskan
proses inflasi pada zaman moderen saat
ini. Teori ini dipelopori oleh Irving Fisher.
Teori ini utamakan bahwa inflasi
dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah
uang beredar dan kesimpulan masyarakat
terhadap kenaikan harga-harga (faktor
psikologis).
Menurut teori kuantitas, apabila
penawaran uang jadi tambah maka
tingkat harga lazim juga akan naik.
Hubungan segera antara harga dan
kuantitas uang seperti yang digambarkan
oleh teori kuantitas uang sederhana
dapat digunakan untuk menerangkan
situasi inflasi.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

2) Teori Keynes
Menurut Keynes, inflasi terjadi
karena tersedia lebih dari satu masyarakat yang
ingin hidup di luar batas kemampuan
ekonominya. Proses inflasi merupakan
proses perebutan anggota rezeki di antara
kelompok-kelompok sosial yang menginginkan
bagian lebih besar dari yang
bisa dihidangkan oleh masyarakat tersebut.
Proses perebutan ini nampak pada
keadaan di mana keinginan masyarakat
terhadap barang-barang selalu
melebihi kuantitas barang yang tersedia.
Hal ini menimbulkan apa yang disebut
celah inflasi atau inflationary gap.
Celah inflasi timbul dikarenakan golongangolongan
masyarakat berhasil mewujudkan
keinginan mereka jadi permintaan
efektif (permintaan berdaya beli) pada barang-barang
dan jasa. Golongan masyarakat berikut adalah pemerintah,
pengusaha, dan serikat pekerja. Pemerintah berusaha
memperoleh penghasilan yang besar dengan langkah mencetak

uang baru. Pengusaha melakukan investasi dengan modal yang
diperoleh dari kredit bank. Sedangkan pekerja berusaha
memperoleh kenaikan upah/gaji supaya dapat lebih banyak membeli
barang dan jasa. Inflasi akan terus berlangsung selama jumlah
permintaan efisien dari semua golongan masyarakat tersebut
melebihi kuantitas output yang dihasilkan.

3) Teori Strukturalis
Teori strukturalis disusun berdasarkan pada pengalaman
di negara-negara Amerika Latin. Teori ini mengimbuhkan perhatian
besar pada susunan perekonomian di negara berkembang.
Inflasi di negara berkembang terutama disebabkan oleh faktorfaktor
struktur ekonominya. Menurut teori ini, situasi struktur
ekonomi negara berkembang yang dapat menimbulkan inflasi
adalah:

a) Ketidakelastisan Penerimaan Ekspor
Nilai ekspor di negara berkembang tumbuh secara
lamban dibandingkan pertumbuhan sektor-sektor lain.
Adapun penyebabnya adalah harga produk-produk
pertanian yang tidak stabil atau rendah dan produksi
barang-barang ekspor tidak dapat mengikuti perubahan
harga.

b) Ketidakelastisan Penawaran atau Produksi Makanan di
Dalam Negeri
Produksi bahan makanan dalam negeri tidak tumbuh
secepat bertambahnya masyarakat dan penghasilan per
kapita. Hal ini mengakibatkan harga bahan makanan di dalam
negeri condong naik, supaya melebihi kenaikan harga
barang-barang lain. Dampak yang ditimbulkan adalah
munculnya tuntutan karyawan untuk mendapat kenaikan
upah atau gaji. Naiknya upah karyawan menyebabkan
kenaikan cost produksi. Hal ini artinya akan menaikkan
harga barang-barang. Kenaikan harga barang-barang
tersebut mengakibatkan timbulnya kenaikan upah lagi.
Kenaikan upah lantas diikuti oleh kenaikan harga
barang-barang, begitu seterusnya.

c. Proses Terjadinya Inflasi di Indonesia
Bagaimana langkah kami menyatakan proses terjadinya inflasi di
Indonesia? Seperti Anda ketahui, inflasi timbul dikarenakan adanya
tekanan dari segi penawaran (cost push inflation), dari segi permintaan
(demand pull inflation), dan dari ekspektasi inflasi. Cost push inflation
dapat disebabkan oleh depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama negara-negara mitra dagang, peningkatan
harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price),
dan berlangsung kekurangan penurunan akibat bencana alam dan
terganggunya distribusi.

Faktor penyebab berlangsung demand pull inflation adalah tingginya
permintaan barang dan jasa relatif pada ketersediaan (output
gap). Dalam konteks makroekonomi, situasi ini dideskripsikan oleh
output riil yang melebihi output potensialnya atau keinginan total
(aggregate demand) lebih besar dari pada kapasitas perekonomian.
Sementara itu, faktor ekspektasi inflasi dipengaruhi oleh perilaku
masyarakat dan pelaku ekonomi apakah lebih condong bersifat
adaptif. Hal ini tercermin dari pembentukan harga di tingkat produsen
dan pedagang terutama pada pas menjelang hari-hari besar
keagamaan dan pemilihan upah minimum regional (UMR).

Baca Juga :

Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhan

Kebutuhan Menurut Waktu Pemenuhan

Pembagian keperluan atas basic pas dibagi menjadi:

1) Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan saat ini adalah keperluan yang wajib dipenuhi
saat ini dan wajib didahulukan. Yang termasuk keperluan ini
misalnya makan, minum, dan kesehatan. Kebutuhan
sekarang berbentuk teratur dan barang yang
diperlukan sebagian besar merupakan barangbarang
kebutuhan pokok yang berpengaruh
terhadap kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan
sekarang merupakan keperluan yang tidak
dapat ditunda atau berbentuk mendesak. Misalnya
manusia butuh obat di pas sakit, payung
di pas hujan, dan makanan dikala jadi lapar.

2) Kebutuhan Masa Depan

Kebutuhan era depan adalah keperluan yang pemenuhannya
sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Misalnya
kebutuhan untuk punyai tempat tinggal sendiri dan pendidikan anak.
Pemenuhan keperluan era depan kebanyakan dilaksanakan dengan
menabung.

3) Kebutuhan yang Tidak Tentu Waktunya atau Tidak Terduga

Kebutuhan ini berlangsung tiba-tiba dan berbentuk insidentil (kadangkadang
terjadi). Misalnya, keperluan berbentuk pemberian untuk
saudara yang tertimpa musibah dan biaya pengurusan
kecelakaan.

4) Kebutuhan Sepanjang Waktu

Kebutuhan ini butuh pas yang lama dan boleh
dikatakan selama waktu. Kebutuhan ini sekiranya kebutuhan
menuntut ilmu atau belajar. Saat ini, belajar atau melacak ilmu

merupakan keperluan pokok bagi manusia dan diperlukan
sepanjang hidupnya. Untuk itu, manusia membutuhkan
pendidikan.

Apa yang mampu Anda pahami dari deskripsi berbagai kebutuhan
menurut waktu? Tentunya Anda tidak mengidamkan terjerat terhadap cara
berpikir keliru, yakni asal senang dan senang sekarang, sedangkan
kebutuhan era depan tidak dipikirkan. Sebagai calon ekonom yang
bijaksana, Anda wajib menyaksikan ke era depan dan membuat
perencanaan jadi dari sekarang. Percayalah, bersama dengan ”berakit-rakit
ke hulu” atau ”sehari selembar benang” Anda dapat mencapai
kesuksesan di era datang.

Baca Juga :

Cara Kerja Jaringan Wireless

Cara Kerja Jaringan Wireless

 

Cara Kerja Jaringan Wireless

Cara Kerja Jaringan Wireless

Bagaimana ya caranya agar sebuah computer dapat berhubungan dengan computer lainnya?? Dengan tidak memakai kabel ataupun bersentuhan langsung secara fisik. Jawabannya adalah Wireless Network (JaringanWireless).
Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana cara kerja Jaringan Wireless
Di awal telah dijelaskan bahwa untuk menghubungkan sebuah computer yang satu dengan yang lain, maka diperlukan adanya Jaringan Wireless. Menurut sebuah buku yang bersangkutan, supaya komputer-komputer yang berada dalam wilayah Jaringan Wireless bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, dari dan ke sesamanya, maka ada tiga komponen dibutuhkan, yaitu:
  1. Sinyal Radio (Radio Signal).
  2. Format Data (Data Format).
  3. Struktur Jaringan atau Network (Network Structure).
Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Kita mengenal adanya 7  Model Lapisan OSI (Open System Connection), yaitu:
  1. Physical Layer (Lapisan Fisik)
  2. Data-Link Layer (Lapisan Keterkaitan Data)
  3. Network Layer (Lapisan Jaringan)
  4. Transport Layer (Lapisan Transport)
  5. Session Layer (Lapisan Sesi)
  6. Presentation Layer (Lapisan Presentasi)
  7. Application Layer (Lapisan Aplikasi)
Masing-masing dari ketiga komponen yang telah disebutkan di atas berada dalam lapisan yang berbeda-beda. Mereka bekerja dan mengontrol lapisan yang berbeda. Sebagai contoh:
Sinyal Radio (komponen pertama), bekerja pada physical layer, atau lapisan fisik. Lalu Format Data atau Data Format mengendalikan beberapa lapisan diatasnya. Dan struktur jaringan berfungsi sebagai alat untuk mengirim dan menerima sinyal radio.
Lebih jelasnya, cara kerja wireless LAN dapat diumpakan seperti cara kerja modem dalam mengirim dan menerima data, ke dan dari internet. Saat akan mengirim data, peralatan-peralatan Wireless tadi akan berfungsi sebagai alat yang mengubah data digital menjadi sinyal radio. Lalu saat menerima, peralatan tadi berfungsi sebagai alat yang mengubah sinyal radio menjadi data digital yang bisa dimengerti dan diproses oleh komputer.
Bagaimana sinyal radio dapat diubah menjadi data digital?
Prinsip dasar yang digunakan pada teknologi wireless ini sebenarnya diambil dari persamaan yang dibuat oleh James Clerk Maxwell di tahun 1964.
Dalam persamaan itu, dengan gamblang dan jelas Maxwell berhasil menunjukkan fakta bahwa, setiap perubahan yang terjadi dalam medan magnet itu akan menciptakan medan-medan listrik. Dan sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam medan-medan listrik itu akan menciptaken medan-medan magnet.
Lebih lanjut Maxwell menjelaskan, saat arus listrik (AC atau alternating current) bergerak melalui kabel atau sarana fisik (konduktor) lainnya, maka, beberapa bagian dari energinya akan terlepas ke ruang bebas di sekitarnya, lalu membentuk medan magnet atau alternating magnetic field.
Kemudian, medan magnet yang tercipta dari energy yang terlepas itu akan menciptakan medan listrik di ruang bebas, yang kemudian akan menciptakan medan magnet lagi, lalu medan listrik lagi, medan magnet lagi, dan seterusnya, hingga arus listrik yang asli atau yang pertama terhenti (terputus, red).
Bentuk energy yang tercipta dari perubahan-perubahan ini, disebut dengan radiasi elektromagnetik (electromagnetic radiation), atau biasa kita kenal sebagai gelombang radio. Itu artinya, radio dapat di definisikan sebagai radiasi dari energi elektromagnetik yang terlepas ke udara (ruang bebas).
Alat yang menghasilkan gelombang radio itu biasa dinamakan TRANSMITTER. Lalu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan menangkap gelombang radio yang ada udara itu, biasa dinamakan RECEIVER.
Agar kedua alat ini (transmitter dan receiver) lebih fokus saat mengirim, membuat pola gelombang, mengarahkan, meningkatkan, dan menangkap sinyal radio, ke dan dari udara, maka dibantulah dengan alat lain, yaitu ANTENA.
Berkat persamaan dari Maxwell, transmitter, receiver, serta antena, yang kemudian disatukan dalam semua peralatan wireless LAN itulah, maka komputer bisa berkomunikasi, mengirim dan menerima data melalui gelombang radio, atau biasa disebut dengan wireless netwok.
Begitu banyak stasiun Radio dengan frequency yang berbeda-beda agar tidak saling bertabrakan, gelombang radio yang akan dikirimkan ke udara itu bisa diatur frequencynya. Yaitu dengan cara mengatur atau memodifikasi arus listrik yang berada pada peralatan pengirim dan penerima tadi (transmitter, receiver).
Dan jarak yang menjadi pemisah antar frequency dinamakan SPECTRUM. Lalu, bagian terkecil dari spectrum disebut dengan BAND. Dan untuk mengukur jumlah perulangan dari satu gelombang ke gelombang yang terjadi dalam hitungan detik, digunakanlah satuan HERTZ (Hz).
Hertz, diambil dari nama orang yang pertama kali melakukan percobaan mengirim dan menangkap gelombang radio, yaitu HEINRICH HERTZ. Satu hertz dihitung sebagai jarak antara satu gelombang ke gelombang berikutnya. Dan sinyal radio itu umumnya berada pada frequency ribuan, jutaan, atau milyaran hertz (KHz, MHz, GHz). Dengan mengatur frequency itulah maka sinyal radio bisa tidak saling bertabrakan.

beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang sebuah HUD

beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang sebuah HUD

beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang sebuah HUD

beberapa faktor yang harus dipertimbangkan

 

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan ketika merancang sebuah HUD, yaitu:
# Bidang penglihatan – Karena mata seseorang berada di dua titik berbeda, mereka melihat dua gambar yang berbeda. Untuk mencegah mata seseorang dari keharusan untuk mengubah fokus antara dunia luar dan layar HUD, layar adalah “Collimated” (difokuskan pada tak terhingga). Dalam tampilan mobil umumnya terfokus di sekitar jarak ke bemper.
#Eyebox – menampilkan hanya dapat dilihat sementara mata pemirsa dalam 3-dimensi suatu daerah yang disebut Kepala Motion Kotak atau “Eyebox”. HUD Eyeboxes modern biasanya sekitar 5 dengan 3 dari 6 inci. Hal ini memungkinkan pemirsa beberapa kebebasan gerakan kepala. Hal ini juga memungkinkan pilot kemampuan untuk melihat seluruh tampilan selama salah satu mata adalah di dalam Eyebox.
#Terang / kontras – harus menampilkan pencahayaan yang diatur dalam dan kontras untuk memperhitungkan pencahayaan sekitarnya, yang dapat sangat bervariasi (misalnya, dari cahaya terang awan malam tak berbulan pendekatan minimal bidang menyala).
#Menampilkan akurasi – HUD komponen pesawat harus sangat tepat sesuai dengan pesawat tiga sumbu – sebuah proses yang disebut boresighting – sehingga data yang ditampilkan sesuai dengan kenyataan biasanya dengan akurasi ± 7,0 milliradians.
#Instalasi – instalasi dari komponen HUD harus kompatibel dengan avionik lain, menampilkan, dllHUD mengandung tiga komponen utama
•Sebuah Kombinasi/The Combiner
The Combiner adalah bagian dari unit yang terletak tepat di depan pilot. The combiner berada di permukaan dimana informasi diproyeksikan sehingga pilot dapat melihat dan menggunakannya.
•Projector Unit
Unit Proyeksi digunakan untuk memproyeksikan gambar ke Combiner untuk pilot untuk melihat. Unit proyeksi menggunakan Katoda Ray Tube, Dioda cahaya, atau layar kristal cair untuk memproyeksikan gambar.
•Video komputer generasi
Simbol dan data lain yang juga tersedia di beberapa HUDs:
•Boresight atau symbol waterline–menunjukkan dimana pesawat sebenarnya berada (selalu ada pada layar).
•Flight Path Vector(FPV)atau symbol vector kecepatan–menunjukkan dimana pesawat ini benar-benar terjadi, jumlah dari semua gaya yang bekerja pada pesawat. Ebagai contoh,jika pesawat ini bernada up tetapi kehilangan energi, maka FPV symbol akan berada dibawah cakrawala meskipun symbol boresight berada diatas cakrawala. Selama pendekatan dan pendaratan, pilot dapat terbang pendekatan dengan menjaga symbol diFPV keturunan yang dikehendaki sudut dan titik touchdown dilandasan.
•Percepatan energy indicator atau isyarat biasanya di kiri dari symbol FPV, jika pesawat mengalami percepatan maka diatas nya symbol FPV, dan dibawah symbol FPV jika perlambatan.
•Sudut serangan indikator menunjukkan sudut sayap relative terhadap airmass ,sering ditampilkan sebagai “α”.
•Data dan simbol-simbol navigasi untuk pendekatan dan pendaratan, system pemandu penerbangan dapat memberikan isyarat visual didasarkan pada alat bantu navigasi seperti Instrument Landing System atau ditambah Global Positioning System seperti Wide Area Augmentation System.

Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2 jenis

Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2 jenis

Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2 jenis

Penggunaan HUD dapat dibagi menjadi 2 jenis

*HUD yang terikat pada badan pesawat atau kendaraan chasis. Sistem penentuan gambar yang ingin disajikan semata-mata tergantung pada orientasi kendaraan.
*HMD, helm dipasang yang menampilkan HUD dimana elemen akan ditampilkan tergantung pada orientasi dari kepala pengguna.
Teknologi HUD
*CRT (Cathode Ray Tube)
Hal yang sama untuk semua HUD adalah sumber dari gambar yang ditampilkan, CRT, yang dikemudikan oleh generator. Tanda generator mengirimkan informasi ke CRT berbentuk koordinat x dan y. Hal itu merupakan tugas dari CRT untuk menggambarkan koordinat senagai piksel, yaitu grafik. CRT membuat piksel dengan menciptakan suatu sinar elektonil, yang menyerang permukaan tabung (tube).
*Refractive HUD
Dari CRT, sinar diproduksi secara paralel dengan sebuah lensa collimating. Sinar paralel tersebut diproyeksikan ke kaca semitrasnparan (kaca gabungan) dan memantul ke mata pilot. Salah satu keuntungan dari reaktif HUD adalah kemampuan pilot untuk menggerakkan kepalanya dan sekaligus melihat gambar yang ditampilkan pada kaca gabungan.
*Reflective HUD
Kerugian dari HUD reflektif adalah akibatnya pada besarnya tingkat kompleksitas yang terlibat dalam meproduksi penggabungan lekungan dari segi materi dan rekayasa. Keuntungan besarnya adalah kemampuan pada peningkatan tanda brightness (terang), meminimalisir redaman cahaya dari pemandangan visual eksternal dan adanya kemungkinan untuk menghemat ruang di kokpit, karena lensa collimating yang tidak diperlukan.
*System Architecture
HUD komputer mengumpulkan informasi dari sumber – sumber seperti IRS (Inertial Reference System), ADC (Air Data Computer), radio altimeter, gyros, radio navigasi dan kontrol kokpit. Diterjemahkan ke dalam koordinat x dan y, komputer HUD selanjutnya akan menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk hal apa yang akan ditampilkan pada HUD ke generator simbol. Berdasarkan informasi ini, generator simbol menghasilkan koordinat yang diperlukan pada grafik, yang akan dikirmkan ke unit display (CRT) dan ditampilkan sebagai simbol grafik pada permukaan tabung.
Kebanyakan HUD militer mudah memberikan atau melewatkan isyarat kemudi FD melalui generator simbol. HUD memperhitungkan isyarat kemudi pada komputer HUD dan hal tersebut membuatnya sebagai sistem ‘standalone’. Sipil HUD merupakan fail-passive dan mencakup pemeriksaan internal yang besar mulai dari data sampai pada simbol generator. Kebanyakan perselisihan perhitungan dirancang untuk mencegah data palsu tampil.
*Display Clutter
Salah satu perhatian penting dengan simbologi HUD adalah kecenderungan perancang untuk memasukkan data terlalu banyak, sehingga menghasilkan kekacauan tampilan. Kekacauan tampilan ini jauh dari eksklusif untuk HUD, tetapi hal ini sangat kritis pada saat melihat ke arah tampilan. Setiap simbologi yang tampil pada sebuah HUD harus melayani atau memiliki sebuah tujuan dan mengarahkan peningkatan performa. Kenyataannya, bukan piksel tunggal yang dapat menerangi kecuali dia secara langsung mengarahkan pada penigkatan. Prinsip yang diterapkan pada perancangan HUD adalah ‘ketika dalam keraguan, tinggalkan saja’.

Menyikapi Kebijakan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Menyikapi Kebijakan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Menyikapi Kebijakan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Menyikapi Kebijakan Sistem Zonasi Pada Penerimaan Peserta Didik Baru 2019

Pada tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan peraturan terbaru mengenai PPDB 2019

melalui Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 yang diberi nama sistem zonasi. Kebijakan ini menyeleksi setiap siswa untuk diterima di suatu sekolah berdasarkan nilai Ujian Nasional dan domisili siswa tersebut, di mana siswa yang memiliki domisili yang sama dengan sekolah tempatnya mendaftar diberikan kuota lebih besar.

Sistem zonasi sebenarnya sudah ditetapkan sejak tahun lalu, tetapi ruang lingkup domisili yang digunakan saat itu adalah tingkat Kotamadya/Kabupaten, sedangkan pada tahun 2019 ini ruang lingkup domisili yang digunakan untuk menyeleksi siswa adalah tingkat kelurahan.

Kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 dibagi menjadi beberapa jalur

, yaitu jalur zonasi (60%), jalur non-zonasi (30%), jalur prestasi (5%), dan jalur perpindahan domisili orang tua (5%). Dengan kuota terbesar, memilih jalur zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing.

Siswa yang sudah mendaftar dan diterima di sekolah jenjang berikutnya melalui jalur ini tidak bisa mendaftar lagi melalui jalur lain, dan kuota jalur non-zonasi yang jauh lebih kecil diperebutkan oleh seluruh siswa di Indonesia tanpa batas domisili, sehingga jalur non-zonasi menjadi jalur seleksi PPDB yang sangat ketat.

Chief Brand Officer Zenius Education, Glenn Ardi memahami bahwa kebijakan tersebut bertujuan baik untuk menginisiasi pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan kebijakan ini, siswa-siswi dengan potensi akademis yang unggul, tidak akan berkumpul di sekolah-sekolah tertentu saja. Efek jangka panjangnya, kebijakan ini dapat meniadakan istilah sekolah favorit yang dianggap lebih unggul daripada sekolah lainnya.

“Dengan adanya kebijakan ini pula, sumber daya tenaga pendidik diharapkan dapat terdorong

untuk meningkatkan kualitas, kompetensi, dan kapabilitas mereka untuk memfasilitasi kebutuhan akademik siswa-siswi berprestasi yang tersebar tersebut. Namun, terlepas dari semua tujuan baik atas sistem zonasi ini, pemerintah selayaknya memperhatikan aspek standarisasi kualitas infrastruktur sekolah dan tenaga pengajarnya terlebih dahulu,” kata Glenn di Jakarta, Selasa (25/6/2019).

“Jika sistem zonasi ini diberlakukan tanpa diiringi standarisasi kualitas guru dan sarana infrastruktur, maka para siswa-siswi yang telah berjuang mencapai hasil akademik yang baik pada jenjang sebelumnya, tidak akan memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan prestasi mereka,” lanjutnya.

Baca Juga :

 

G-81 Berikan Manfaat Bagi Tanah Kelahirannya

G-81 Berikan Manfaat Bagi Tanah Kelahirannya

G-81 Berikan Manfaat Bagi Tanah Kelahirannya

G-81 Berikan Manfaat Bagi Tanah Kelahirannya

G-81 atau Ganesha 81 merupakan istilah bagi komunitas alumni SMAN 1 Purbalingga

lulusan tahun 1981, hampir setiap tahunnya mereka rutin bersilaturahmi mengadakan kegiatan bersama. Persahabatan dan silaturahmi yang telah terjalin selama 41 tahun membawa dampak yang sangat positif.

Jum’at 6 Juni 2019 masih dalam suasana hari raya, G-81 mengukuhkan empat program sosial yang merupakan wujud kepedulian kepada masyarakat Purbalingga.

Proram pertama, Bakti Sosial Pembagian Sembako Gratis berupa beras, gula

, kopi, teh, minyak, biskuit, kecap, mie instan, sirup orange dan variasi lainnya. Nur Hamam salah satu penggagas kegiatan ini berujar “Untuk kegiatan ini sampai dengan saat ini telah dilakukan sekitar 18 kali, pembagian paket sembako gratis kepada kaum duafa di berbagai wilayah di Purbalingga di lakukan 2 kali dalam satu bulannya dengan membagikan 50-100 paket sembako. Total paket sembako yang telah dibagikan sampai saat ini lebih dari 1000 paket”, jelas Nur Hamam.

Dalam program kedua, Santunan (Bea Siswa) Yatim/Piatu, alumni memberikan santunan berupa uang dan peralatan sekolah kepada 15-30 anak yatim piatu pada setiap kegiatan. Pemberian santunan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemberian sembako gratis.

Program sosial berikutnya adalah Rumah Berbagi Sesama (RBS), dimana alumni

menyediakan busana dan perlengkapan (bukan baru) bagus pakai yang bisa diambil oleh siapapun yang membutuhkan, dengan catatan setiap tamu hanya diperbolehkan mengambil dua potong pakaian setiap kedatangan. Tuti Pratnawati, alumni yang merintis RBS ini menjelaskan bahwa busana yang disediakan dalam RBS ini merupakan sumbangan dari alumni. “Seperti dalam sembako gratis dan santunan yatim piatu, program RBS merupakan sumbangan gotong royong dari alumni. Namun demikian, kami juga membuka pintu jika ada sahabat dari luar alumni yang ingin ikut menyumbang kegiatan sosial ini” jelas Tuti. Rumah Berbagi Sesama berada di Jl. Letkol Isdiman No. 35 Purbalingga.

Program terakhir yang baru pertama kalinya dilakukan adalah Renovasi Rumah Tidak Layak Huni, untuk membantu merenovasi rumah yang masuk kategori ‘tidak layak huni’ agar menjadi rumah yang layak dihuni dan sehat untuk ditinggali, istirahat maupun belajar.

 

Sumber :

https://study.mdanderson.org/eportfolios/125/Home/Seed_plants_Spermatophyta_Definition_Example_Image_Type_Characteristics_Classification