AMSI meminta pemerintah jamin keamanan data pribadi

AMSI meminta pemerintah jamin keamanan data pribadi

AMSI meminta pemerintah jamin keamanan data pribadi

Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) mendukung rencana Kementerian Komunikasi

dan Informatika (Kominfo) untuk meminta Kepolisian Republik Indonesia menyelidiki potensi pelanggaran keamanan data pribadi oleh perusahaan media sosial asal Amerika Serikat, Facebook.

Rencana itu disampaikan Menteri Kominfo Rudiantara menyusul penjelasan Facebook mengenai kemungkinan bocornya data 1 juta pengguna Facebook asal Indonesia dalam skandal yang melibatkan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica.

Kemunculan kasus ini di tahun-tahun politik, ketika warga Indonesia bersiap memilih kepala daerah, anggota parlemen dan presiden, menurut AMSI menjadi sangat sensitif.

Daam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat, AMSI

mengimbau pemerintah untuk menjamin keamanan data pribadi warga dan memastikan tidak ada penyalahgunaan data itu untuk kepentingan politik dalam pemilihan umum.

AMSI juga mendorong Dewan Perwakilan Rakyat untuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.

Selanjutnya, AMSI juga mendesak Facebook untuk memperbaiki mekanisme perlindungan data pribadi penggunanya, serta mengidentifikasi dan menghapus konten hoaks, hate speech, konten SARA, yang beredar di platformnya.

Terakhir, AMSI meminta Kepolisian Republik Indonesia untuk menyelidiki benar tidaknya

data sejuta penguna Facebook Indonesia yang bocor sebagaimana ramai diberitakan media massa.

Di seluruh dunia, diperkirakan tak kurang dari 87 juta data pengguna Facebook juga bocor.

Asal muasal kebocoran masif data Facebook ini diungkap oleh Christopher Wylie, mantan kepala riset Cambridge Analytica, pada koran Inggris, The Guardian, Maret 2018 lalu.

 

sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/Q8CFLCF