Agama Nasrani di Romawi

Agama Nasrani di Romawi

Bangsa Romawi mempunyai kepercayaan sendiri sebelum ajaran nasrani masuk ke romawi. Kepercayaan bangsa Romawi menyesuaikan diri dengan agama yunani yaitu percaya kepada Dewa. Dewa di anggap melindungi manusia. Agama negara menghendaki pengorbanan dan upacara dalam perkembangannya upacara dan perayaan keagamaan di rasakan hanya dapat merupakan manusia dari kesukaran hidup,bukan memecahkan masalah yang dihadapi. Dewa-dewa tidak memberikan jawaban atas rahasia hidup, maut, ketidak Masaian, penderitaan manusia, untung nasib yang di alami manusia. Dikalangan bangsa Romawi baik golongan terpelajar maupun rakyat kemudian meninggalkan kepercayaanya kepada dewa dan beralih kepada kepercayaan yang di sebut religi misteri yang berasal dari mesir. Disamping itu penganut merasa benar-benar ikut dalam upacara itu. Tidak hanya sebagai penonton upacara yang diseleggarakan penderita. Pengertian hidup Masai kembali sesudah meninggal yang di berikan religi misteri pada penganutnya. Memberikan kepada mereka yang hidup miskin sengsara dan terbelenggu. Mereka mengharap akan mengalami moksa mempunyai keyakinan akan merasakan hidup bahagia di akhirat, sesudah berjuang beberapa Masa, akhirnya agama nasrani dapat mengalahkan religi misteri yang pada waktu di anut oleh bangsa romawi.

Agama nasrani mempunyai corak yang serupa dengan religi misteri. Disamping itu agama nasrani juga mengajarkan moksa di dalam agama nasrani ada juga dewa yang di bunuh yaitu putra dari tuhan yang bangkit dari kemautan dan menjamin kebahagiaan Masai kepada orang-orang soleh sebagai hibura atas kesengsaraan di dunia dengan menggunakan anggur dan roti sebagai lambang upacara pesajian, maka orang seakan ikut serta dalam badan dan darah putra tuhan. Orang menganut agama nasrani sesudah mengalami pembabtisan. tetapi ada perbedaan antara religi misteri dengan agama nasrani. Religi misteri berkembang berdasarkan agama yahudi yang telah berMasa-Masa bersifat monotheistis. Dalam perkembangannya di Roma penganut nasrani semkin banyak mereka tidak mau tunduk pada perintah mengadakan upacara korban bagi negara karena masih mengaharapkan kerajaan tuhan, kaisar Romawi menganggap agama nasrani sebagai ancaman dan mulai menuntut penganutnya.

3.1.Kesimpulan

Masa Pertengahan Awal berlangsung setelah runtuhnya Romawi, kira-kira pada 400-an M. Pada Masa Pertengahan Awal, banyak orang yang menganggap bahwa mereka masih berada di Kekaisaran Romawi dan masih sebagai orang Romawi, bahkan banyak pasukan yang menyerbu Romawi menganggap bahwa mereka juga orang Romawi. Menjadi orang Romawi begitu populer sehingga bahkan orang yang tidak pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi lama juga menganggap diri mereka adalah orang Romawi.

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/