Pengertian Faktur Pajak

Pengertian Faktur Pajak

Pengertian Faktur Pajak

Pengertian Faktur Pajak

Lagi ikut bingung melihat akuntan pada pusing menghadapi peraturan pajak yang baru. Dari awal saat sosialisasi saya telah mendapatkan kesan bahwa  sisialisasi tidak dipersiapkan secara baik sehingga banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta sosialisasi peraturan pajak yang tidak dapat dijawab oleh tutor. Namun apa boleh dikata peraturan harus dijalankan.

Tahun lalu saya mempertanyakan kegunaan NPPKP yang harus ditulis pada Faktur Pajak Standar yang secara keseluruhan angkanya sama dengan NPWP.  Sehingga saya melakukan revisi pada aplikasi tanpa merubah elemen data apapun kecuali memprint-out nomor NPWP pada dua lokasi berbeda dengan nama berbeda. Secara jujur saya tidak mengerti apa maksudnya duplikasi  nomor ini. Pada peraturan yang baru penulisan NPPKP di hapus katanya tidak diperlukan lagi. Sebenarnya bukan tidak diperlukan lagi tapi maksud dan tujuan penggunaannya tidak jelas dengan kata lain memang dari awal tidak ada gunanya.

Pada peraturan yang baru nama “Faktur Pajak Standar” diganti dengan “Faktur Pajak” katanya karena tidak diberlakukan lagi “Faktur Pajak Sederhana”. Cara pengisiannya menimbulkan persepsi berbeda antara akuntan yang satu dengan yang lainnya.  Aproved boleh pada level dibawah manajer  mungkin agar petugas pajak lebih mudah untuk berkomunikasi pada level bawah dibanding level direktur apalagi direktur utama, namun secara prinsip hal yang material dalam hal ini tidak banyak berubah. Yang terlihat ada satu indikator yang dihilangkan yaitu tidak membedakan lagi faktur pajak. Intinyakan tarif pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak. Ada juga yang mengatakan tidak ada tujuan yang spesifik dari perubahan ini, itu hanya agar terlihat ada perubahan.

Yang jadi permasalahan adalah penggunaan tanggal surat jalan sebagai dasar yang digunakan dalam pembuatan faktur pajak. Menurut saya ini berlebihan karena dengan tanggal invoice saja berarti negara telah menetapkan haknya diawal, sebelum  pengusaha kena pajak mendapatkan pembayaran dari transaksi kena pajak tersebut. Tempo pembayaran bisa 1 s/d 3 bulan berikutnya atau lebih bahkan mungkin tidak mendapatkan pembayaran sama sekali. Dalam hal ini kewajiban pajak harus tetap dipenuhi.

Dalam penggunaan surat jalan sebagai dasar dalam pembuatan faktur pajak, terlihat pihak instansi pajak tidak memperhatikan proses bisnis yang berjalan dimana tidak semua order penjualan dapat dipenuhi dengan satu surat jalan dan setiap surat jalan belum tentu diterima oleh pembeli apalagi dibayar. Dalam kondisi ini tertunya penjual secara logis menunda pembuatan faktur pajak sampai diperoleh bukti penerimaan dari pembeli. Belum lagi pemenuhan order penjualan yang dilakukan secara bertahap. Disini saya tidak mendapatkan informasi yang tegas apakah setiap surat jalan harus dibuatkan faktur pajak atau seperti biasanya yang banyak dilakukan oleh penjual setelah order terpenuhi. Suatu hal yang logis karena Invoice adalah dokumen transaksi yang sah dan pada sebagian penjual sekaligus digunakan sebagai bukti penerimaan uang dan ditempel Materai. Pada peraturan yang baru dikatakan invoice sudah tidak diperlukan, lalu timbul pertanyaan. “Apakah Materai harus ditempel pada faktur pajak atau pada surat jalan?”. Tutor sosialisasi peraturan pajak tidak bisa menjawab.

Menurut saya hal ini adalah pemaksaan agar pengakuan transaksi pada saat terjadi pengiriman barang tanpa diperhitungkan tempo pengiriman  dan faktor resiko diperjalanan. Bisa jadi pengiriman tidak diterima oleh pelanggan karena berbagai permasalahan misalnya terjadi hal yang terburuk seperti  kecelakaan sehingga pengiriman tersebut batal. Dengan melihat kondisi tersebut banyak pengusaha akan tetap menggunakan Invoice sebagai bukti transaksi penjualan yang sah, sekalipun tidak dianggap perlu oleh instansi pajak dan banyak pengusaha akan memilih membuat faktur pajak berdasarkan order penjualan yang mungkin terdiri dari beberapa  surat jalan dengan menggunakan tanggal surat jalan yang terakhir. Jelasnya banyak pengusaha akan keberatan membuat faktur pajak untuk setiap surat jalan sehingga timbul perbedaan antara pengusaha dan aturan yang diterbitkan instansi pajak. Apakah ini sengaja dibuat mengambang agar perbedaan itu harus terjadi dengan tujuan tertentu?… Yang pasti dalam hal ini setiap keterlambatan dikenakan aturan denda. Bagi saya berfikir tentang hal itu adalah perkerjaan sia-sia. Terserah pengusaha saja, nggak mau ikut aturan berarti siap bayar  denda. Kita hanya bisa berharap agar  pajak ini benar2 digunakan untuk pembangunan.

Perubahan ini cukup membuat akuntan mengalami kesulitan dan begitu banyak permintaan revisi faktur pajak yang saya amati. Bagi saya dalam penerapan aplikasi komputer tidak ada kesulitan untuk menggunakan dasar apa saja, tinggal mengikuti peraturan dan maunya pengusaha. Mau berdasarkan surat jalan tinggal mengarahkan ke nomor surat jalan, dan perubahan lainnya hapus NPPKP, hapus kata Standar, Hapus nama Jabatan trus recompile dan selesai, Aplikasi yang baru sesuai peraturan pajak yang baru siap beroperasi.  Namun hasilnya tetap membuat akuntan menjadi pusing karena banyak pengusaha tidak mungkin membuat faktur pajak pada saat pembuatan  surat jalan karena barang yang dikirim belum tentu diterima oleh pelanggan, akibatnya nomor faktur pajak dengan tanggal tidak sinkron.  Bagi pengusaha akan timbul permasalahan karena  laporan penjualan dapat memuat  laporan transaksi yang sesunggunya belum terjadi. Laporan yang telah dilaporkan bulan lalu dapat berubah karena ada surat jalan bulan lalu baru dibuat invoice dan faktur pajaknya bulan ini.  Ini adalah konsekweksi dari peraturan yang tidak mempertimbangkan kondisi lapangan. Saya hanya ikut bingung lihat mereka bekerja kayak cacing kepanasan sambil ngedumel yang disebabkan oleh sebuah peraturan. Seharusnya peraturan dibuat tidak mempersulit proses dengan argumentasi yang wajar.

Soal banyak faktur pajak yang minta revisi tinggal print ulang, sekarang sudah pakai tanggal surat jalan. Untuk yang ordernya dipenuhi secara bertahap, Aplikasi secara otomatis pakai tanggal surat jalan terkhir.  Selamat bekerja sambil ngedumel ya!…. tunggu aja perubahan juga akan terjadi tahun depan.

Baca Juga :

Beban Usaha (Produksi)

Beban Usaha (Produksi)

Beban Usaha (Produksi)

Beban Usaha (Produksi)

Beban Usaha meliputi seluruh pos-pos pembiayaan langsung dan tak langsung untuk mendukung kegiatan produksi. Dalam tulisan ini dibahas  usaha penggemukan sapi potong dimana pembiayan produksi berupa pemeliharaan/penggemukan (fattening) ternak sapi potong di feedlot.

1. Biaya Langsung (Variable Cost)

Kelompok biaya langsung yang dimaksud adalah meliputi seluruh pengeluaran untuk membiayai kegiatan produksi atau fattening di lokasi feedlot. Setelah dilakukan evaluasi dan proyeksi selama 8 (delapan) tahun kedepan (2005 – 2012) berikut peneterapan beberapa asumsi-asumsi tertentu, diketahui jumlah rata-rata biaya produksi langsung per bulan adalah sebagai berikut:

Note : PPn 10 % diperhitungan dalam study ini sebagai biaya ini dengan asumsi tertentu.

2     Biaya Tak Langsung (Fixed Cost)

Kelompok biaya tak langsung yang dimaksud adalah meliputi seluruh pengeluaran yang dikeluarkan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan produksi atau fattening di lokasi feedlot. Setelah dilakukan evaluasi dan proyeksi selama 8 (delapan) tahun kedepan (2005 — 2012) berikut penerapan beberapa asumsi-asumsi tertentu, diketahui jumlah ratarata biaya produksi tak Iangsung per bulan adalah sebagai berikut:

3     Biaya Operasional
Kelompok biaya operasional, adalah, meliputi semua pengeluaran yang tidak terpakai sacara langsung maupun tak langsung dalam kegiatan produksi atau fattening di lokasi feedlot. Setelah dilakukan evaluasi dan proyeksi selama 8 (delapan) tahun kedepan (2005 – 2012) berikut penerapan beberapa asumsi-asumsi tertentu, diketahui jumlah rata-rata biaya operasional per bulan. Besarnya biaya operasional tersebut dicadangkan berdasarkan tingkat prosentase terhadap jumlah penerimaan usaha per periode berjalan, sebagai benkut:

Sumber : https://fascinasiansblog.com/

Upaya Pengelolaan Lingkungan

Upaya Pengelolaan Lingkungan

Upaya Pengelolaan Lingkungan

Upaya Pengelolaan Lingkungan

Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan

Upaya Kelola Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) merupakan uraian kegiatan pengelolaan dan pemantauan yang bersifat operasional. Pengelolaan dan pemantauan yang dilakukan adalah pada dampak yang dapat timbuI, berupa:
a. Penurunan kualltas udara
b. Penurunan kebersihan Iingkungan
c. Terbukanya kesempatan kerja dan berusaha.

1) Dampak Sosial
Perubahan Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Kehidupan
Pelaksanan proyek  yang akan menghasilkan suatu product akan membawa perubahan tingkat pengetahuan dan keterampilan baru bagi para karyawan dan masyarakat di sekitarnya, khususnya yang akan terlibat langsung dalam kegiatan konstruksi dan produksi.
Perubahan tingkat pengetahuan bagi para pegawai dapat terjadi secara langsung maupun tak langsung. Secara langsung perubahan tersebut terjadi bagi para pegawai yang mendapatkan training yang diselenggarakan oleh perusahaan. Secara tidak langsung dapat diperoleh para tenaga kerja yaitu berupa pengalaman-pengalaman selama mereka bekerja di perusahaan.

Alat Penunjang Program Pemerintah
Pengoperasian proyek berupa pengembangan usaha akan dapat menunjang program pemerintah dalam beberapa hal, yaitu:
> Meningkatkan nilai tambah dan daya saing atas produksi  dalam negeri.
> Mengaktifkan kehidupan ekonomi dengan adanya kaitan terhadap sektor lainnya.
> Berpartisipasi dalam memulihkan pertumbuhan ekonomi nasional

2) Dampak Ekonomi
o Pengembangan usaha akan memberikan dampak positif terhadap struktur perekonomian pada umumnya dan pekerja usaha ini pada khususnya.
o Meningkatkan penghasilan para Pekerja
Kegiatan proyek yang akan dilakukan tentunya dapat meningkatkan penghasilan masyarakat disekitarnya, hal ini bisa dilihat dari pendapatan rata-rata masyarakat setempat sebelum mereka bekerja di perusahaan dibandingkan dengan pendapatan setelah bekerja pada proyek.
o Meningkatkan pendapatan negara melalui Pajak
Dengan beroperasinya proyek yang dijalankan akan menambah penerimaan negara dari sektor pajak, antara lain:
Pajak Perusahaan (PPh Badan)
Pajak penghasilan karyawan (PPh Pasal 21)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Sumber : https://usgsprojects.org/

Sepakbola Dandim Cup II, SMPN 1 Batusangkar Keluar Sebagai Juara

Sepakbola Dandim Cup II, SMPN 1 Batusangkar Keluar Sebagai Juara

Sepakbola Dandim Cup II, SMPN 1 Batusangkar Keluar Sebagai Juara

Sepakbola Dandim Cup II, SMPN 1 Batusangkar Keluar Sebagai Juara

SMPN I Batusangkar mengalahkan SMPN I Tanjung Emas dengan skor 4-0 pada final kejuaraan Dandim Cup II

tingkat SMP/MTs se Tanah Datar, Sabtu (10/9/2016) di lapangan Gumarang Batusangkar. Pertandingan yang dihelat sore itu ditutup langsung Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi didampingi Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm. Bagus Tri Kuntjoro sekaligus menyerahkan Trophy tetap dan uang pembinaan kepada pemenang.

Hadir di kesempatan itu Forkompinda, Camat Lima Kaum Yusnen, Ketua PSSI Tanah Datar H. Eri , pimpinan BUMN/BUMD dan pimpinan SKPD serta disaksikan ratusan pecandu bola dan suporter kedua tim.

Bupati Irdinansyah dalam sambutannya mengatakan mendukung dan memberi apresiasi

kepada Dandim 0307 Tanah Datar beserta jajaran dengan terlaksananya ajang pembinaan ini dan kepada pemenang akan dibawa ke tingkat provinsi Sumbar di Padang.

Sementara itu Dandim Letkol Arm. Bagus Tri Kuntjoro mengatakan kompetisi ini diikuti oleh 25 tim SMP/MTs se Tanah Datar berjalan dengan aman tertib dan lancar serta penuh rasa sportivitas.

SMP 1 BSK unggul atas SMP I Tanjung Emas 4-0

 

Gol pembuka kemenangan SMP I Batusangkar oleh Rivaldi pada menit 5 dan pada menit 12

kembali mencetak gol melalui tendangan M Haris dari titik finalti atas pelanggaran yang dilakukan pemain belakang SMP I Tj. Emas sehingga kedudukan menjadi 2-0 untuk SMP I Batusangkar
.
Pada menit 26 kembali M Haris menambah keunggulan dengan skor 3-0 sampai turun minum kedudukan belum berubah.

Pada babak kedua SMP I Batusangkar kembali menambah keunggulan melalui tendangan Rivaldi pada menit 39 skor berubah jadi 4-0 .

Dan pada perebutan juara 3 dan 4 antara SMP I Rambatan Vs SMP I Sungai Tarab di menangkan oleh SMP I Rambatan melalui adu pinalti dengan skor pada waktu normal dengan skor 1-1, dilanjutkan dengan adu pinalti dengan skor 4-3 untuk SMP I Rambatan.

Pada akhir pertandingan selain tropy kepada para pemenang juga langsung diserahkan uang pembinaan juara I sebesar Rp. 3 juta disponsori oleh BRI Batusangkar, juara 2 sebesar Rp. 2 juta disponsori oleh Ketua DPRD Kab. Tanah Datar dan juara 3 sebesar Rp. 1 juta disponsori oleh Bank Nagari sedangkan Juara IV sebesar Rp 750 ribu dan Pencetak Gol terbanyak sebesar Rp 200 ribu diberikan oleh Panitia

 

Baca Juga :

Kehadiran Puluhan Relawan Kelas Inspirasi Genjot Motivasi Para Siswa SD di Bukittinggi

Kehadiran Puluhan Relawan Kelas Inspirasi Genjot Motivasi Para Siswa SD di Bukittinggi

Kehadiran Puluhan Relawan Kelas Inspirasi Genjot Motivasi Para Siswa SD di Bukittinggi

Kehadiran Puluhan Relawan Kelas Inspirasi Genjot Motivasi Para Siswa SD di Bukittinggi

Kehadiran puluhan relawan pengajar yang berlatar belakang dari para profesional berbagai profesi

untuk mengajar di Kelas Inspirasi (KI) pada 5 Sekolah Dasar di Bukittinggi, yakni SDN 04 Birugo, SDN 06 Pulai Anak Aia, SDN 08 Kubu Tanjuang, SDN 04 Bukik Apik, dan SDN 08 Tarok Dipo pada Senin, 5 September 2016 disambut dengan gembira oleh para siswa.

Kedatangan serentak puluhan Relawan Pengajar di masing – masing sekolah itu diawali dengan pelaksanaan upacara bendera. Dalam sesi penyampaian amanatnya, masing- masing kepala sekolah dasar juga menyampaikan pada siswa bahwa pada hari ini sekolah kita kedatangan tamu dari tim relawan pengajar sembari memperkenalkan masing – masing relawan pengajar beserta profesinya di hadapan para siswa.

Para relawan pengajar ( inspirator) yang berasal dari beberapa daerah seperti Palembang, Jambi,

Jakarta, Jogja, Bandung, Padang, Bukittinggi, dengan latar belakang profesi yang berbeda-beda ini begitu bertemu dengan para siswa segera saja berbaur.

Seperti yang terlihat di SDN 06 Pulai Anak Aia, Mandiangin Koto Salayan para siswa SDN tersebut terlihat serius dan antusias mendengarkan serta menyimak paparan para Relawan Pengajar. Bahkan para siswa juga ikut bertanya, apa yang para relawan lakukan saat masih seumuran mereka.

“Kelas Inspirasi adalah kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar SD, yaitu pada Hari Inspirasi,” ungkap Gema Ramadhan Handri, salah seorang Inisiator Penggiat Kelas Inspirasi pada GoSumbar di SDN 06 Pulai, Senin 5 September 2016.

Gema juga menuturkan, para profesional ini yang biasa juga disebut relawan pengajar berinteraksi

di sekolah sekaligus berbagi cerita dan pengalaman kerja dan memberi motivasi untuk meraih cita-cita bagi para siswa yang masih belum berfikir ke arah itu.

Interaksi relawan pengajar dengan warga sekolah dilakukan untuk membuka ruang komunikasi dan kolaborasi antar keduanya melalui pengalaman mengunjungi, dan mengajar, dan berinteraksi selama hari inspirasi termasuk masa persiapannya.

Harapannya, para siswa akan memiliki lebih banyak pilihan cita-cita serta menjadi lebih termotivasi untuk memiliki mimpi yang besar. Bagi para profesional pengajar, Kelas Inspirasi dapat memberi pengalaman mengajar di depan kelas sebagai bentuk kontribusi nyata dan aktif terhadap perbaikan masa depan bangsa. Interaksi antara para profesional dengan siswa dan guru SD diharapkan dapat berkembang nantinya menjadi lebih banyak gagasan dan kegiatan yang melibatkan kontribusi kaum profesional.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/iObb20cXUm0635F

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Samakan Persepsi, Walinagari Bertemu Tenaga Pendidik di X Koto Diatas

Forum Wali Nagari Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, mengadakan pertemuan dengan tenaga pendidik Paud/

TK se-Kecamatan X Koto Diatas, Senin (29/08/2016), di ruang serba guna Nagari Paninjauan. Pertemuan dihadiri oleh 32 orang tenaga pendidik Paud/TK , serta wali nagari Sibarambang, Labuah Panjang, Bukik Kanduang, Pasilihan, Tanjung Balit, Paninjauan, termasuk Penilik dan Fasilitator Paud.

“Pertemuan ini dilakukan untuk menyatukan persepsi pemerintahan nagari dan tenaga pendidik Paud,” kata Ketua Forum Wali Nagari, Zulhidin. Seluruh Wali Nagari di Kecamatan X Koto Diatas, mendukung Pendidikan Anak Usia Dini baik moril maupun materil. Seluruh tendik Paud di nagari di kecamatan X Koto Diatas diberi insentif dari dana desa, tambahnya.

Sementara Penilik, Yelnita Asri, berterima kasih atas bantuan dana insentif bagi tendik Paud,

yang diberikan pemerintahan nagari di Kecamatan X Koto Diatas. Insentif dari pemerintahan nagari akan menambah kegairahan tendik Paud.

Pendidikan untuk anak usia dini akan mudah dicapai. Karena transpor dan insentif dana desa ini bisa mencukupi kebutuhan minimal tendik. Tendik Paud/TK Budo Kanduang Nagari Sulit,SulitAir Budi Yarni menambahkan, pendidikan anak usia dini penting diberikan bagi anak untuk menstimulasi tumbuh kembangnya. Melalui PAUD, anak diharapkan bisa melatih kompetensi emosionalnya saat berinteraksi dengan teman sebayanya.

“Fungsi PAUD adalah membentuk kecerdasan emosi anak,” tambahnya. Di PAUD anak akan belajar berbagi

, belajar mengenal emosi teman sebayanya, bagaimana cara menenangkan teman yang sedang sedih.

“Pengetahuan yang bersifat kognitif seperti pengenalan warna, jenis benda, dan penyebutan kata tertentu,” kata Budi. Pengetahuan bisa diberikan orangtua di rumah dengan bantuan kecanggihan teknologi yang membuat semuanya menjadi lebih mudah. Namun, penekanan pada kecerdasan emosional ini hanya bisa didapatkan anak di PAUD bersama teman-teman lainnya.

“PAUD atau TK intinya adalah melatih empati anak. Sekarang banyak orang pinter tapi kelakuannya nggak benar, sama orangtua melawan, sama teman sering konflik, ini karena kecerdasan emosionalnya yang tidak terasah sejak kecil,” tambahnya.

PAUD/TK, kata Budi, bisa menjadi wadah untuk memperbaiki krisis moral anak bangsa yang semakin memburuk. Dengan kecerdasan emosional yang baik, anak akan tumbuh menjadi orang yang berkepribadian positif di usia yang dewasa. ***

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/gtBXx3Au7bl4d334R5rfd9

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Tikus yang Menepati Janji (Yunani)

Seekor singa tengah tertidur lelap di bawah polion. Tiba-tiba, dari kejauhan, terlihat tikus berlari amat kencang.

Sepertinya ia sedang terburu-buru. Olala, tikus itu pun menabrak wajah singa.

Singa yang sedang tidur, sontak terbangun. Ia marah kepada tikus yang sudah mengganggu tidur siangnya.

Tikus pun tak bisa mengelak. Ia tertangkap oleh singa.

“Kau telah mengganggu tidur siangku. Aku akan memakanmu, agar kamu tidak bisa mengganggu tidur siangku lagi,” ucap singa dengan garang.

Mendengar ucapan singa, tikus menjadi sangat ketakutan.

“Tolong singa, jangan makan aku. Lepaskan aku. Jika kamu melepaskan aku, aku berjanji akan membantumu saat engkau membutuhkan bantuan,” bujuk tikus.

Seketika, singa tertawa terbahak-bahak. “Hahaha! Binatang kecil sepertimu akan menolongku? Kamu pasti mengigau!”

Namun, karena singa masih mengantuk dan ingin melanjutkan tidurnya, ia pun melepaskan tikus.

Tikus berlari sangat girang. Tak lupa, ia berterima kasih karena tak jadi dimangsa oleh singa.

Suatu hari, seorang pemburu masuk ke dalam hutan. Ia memasang perangkap untuk binatang buruannya.

Olala, yang tertangkap adalah singa.

Tubuh singa pun terikat jaring yang dipasang pemburu.

Kebetulan, tikus mendengar kabar tertangkapnya singa.

“Aku harus menolong singa. Aku sudah berjanji akan menolong singa jika ia membutuhkan pertolongan,” gumam tikus.

Ia pun langsung berlari mencari singa.

Benar saja, singa terlihat tak berdaya terikat jaring.

“Tikus, tolonglah aku,” rengek singa.

Dengan sigap, tikus menggunakan gigi-giginya yang tajam untuk memutuskan jaring.

Satu per satu, jaring terputus. Singa pun berhasil bebas.

Singa mengucapkan terima kasih kepada tikus.

Ia juga meminta maaf, karena telah meremehkan kekuatan tikus.

Sejak saat itu, tikus dan singa menjadi teman baik.

Singa selalu melindungi tikus dari mara bahaya. Begitu pun sebaliknya.

Baca Juga :

Tips Bagi Berbicara Dengan Anak Yang Efektif

Tips Bagi Berbicara Dengan Anak Yang Efektif

Untuk mendapatkan cerminan yang lebih nyata mengenai teknik berkomunikasi dengan anak, berikut sejumlah langkah gampang yang dapat dibangun guna berkomunikasi dengan anak secara efektif:

1. Jadilah pendengar yang baik

Untuk menemukan perhatian sarat dari anak, sebelumnya Anda mesti memperhatikan mereka sepenuhnya. Sisihkan masa-masa untuk berkata dengan anak kamu setiap hari, jajaki pahami apa yang hendak dia katakan dan inginkan. Namun, andai Anda tergolong orang yang sibuk dengan pekerjaan, paling tidak pisahkan 1 hari senggang tiap minggu untuk berkata dengannya.

Saat berkata dengan anak-anak, matikan ponsel, komputer, tv atau hal beda yang dapat mengganggu pembicaraan. Tatap matanya saat berkata atau sedang memperhatikan omongannya. Pastikan ia merasa setara dengan Anda. Untuk menciptakan suasana lebih personal dan ia merasa diacuhkan sepenuhnya, pangkulah atau duduklah setara dengannya.

Saat anak Anda merundingkan sesuatu, tidak boleh terburu-buru merespons atau menimpali. Dengarkan dengan baik dan pastikan dia menuntaskan kalimatnya, tunggu hingga dia benar-benar diam baru Anda dapat mulai menyerahkan respons atau jawaban. Dengan begitu, anak Anda bakal merasa benar-benar diacuhkan dan didengarkan. Jika anak mogok bicara sebab suatu hal, bersabarlah dan tetap usahakan guna bertanya kepadanya.

2. Tunjukkan bila Anda tertarik

Sempatkanlah guna menanyakan sehari-hari anak Anda, meskipun terkadang jawaban mereka tak masuk akal. Dengan begitu, mereka bakal merasa diacuhkan dan dekat dengan Anda. Namun, pastikan guna mempersiapkan diri untuk memperhatikan jawaban Anak Anda. Jangan bertanya mengenai kesehariannya andai Anda sedang sibuk.

Cara terbaik guna menunjukkan bila Anda memperhatikan jawabannya ialah dengan mengulang omongannya. Dengan begitu, ketika Anda salah paham, anak kamu akan dapat mengkoreksi dan meluruskan perkataannya.

Jika anak Anda merundingkan tentang kesukaannya atau hobinya, ikutlah tercebur ke dalam kegiatan hobi tersebut. Saat dia suka menyaksikan serangga, bawa dia ke perpustakaan atau belikan kitab pengetahuan mengenai serangga. Tetap tersingkap terhadap segala ucapan Anak kita dan ajak diskusi mengenai hal yang boleh dilaksanakan dan jangan dilakukan, lantas tanya pendapatnya.

3. Berikan batasan yang jelas terhadap yang boleh dan jangan dilakukan

Saat berkata dengan anak, berikan batasan yang jelas terhadap yang boleh dan jangan dilakukan. Dengan menyerahkan batasan, anak Anda bakal berlatih guna bersikap sopan, namun tidak boleh lupa guna memberikan dalil kenapa anak kamu tidak boleh mengerjakan suatu hal.

Misalnya, ketika anak kamu bermain dengan kabel listrik, larang dengan tegas kemudian sampaikan kenapa bermain dengan kabel listrik berbahaya. Dengan begitu, anak kamu akan belajar apa yang berbahaya untuk mereka. Jika anak menangis dan marah, dekatilah dan bicara pelan-pelan.

4. Berbicara secara setara

Berapa pun usia anak anda, berbicaralah dengan sopan dan sesuaikan dengan usia mereka. Dengan memperlakukan anak kamu setara dengan Anda, mereka bakal belajar untuk mengerjakan hal yang sama untuk orang beda dan rekan sebayanya. Jangan lupa bila komunikasi tidak melulu berbicara, namun pun mendengarkan, memakai bahasa tubuh dan pun kasih sayang.

Sumber : http://www.pennfoster.edu/urm.aspx?source=Q346161&url=https://www.pelajaran.co.id

Tips Bagi Anak Susah Makan

Tips Bagi Anak Susah Makan

Untuk menanggulangi masalah susah santap pada anak, orang tua mesti tidak banyak lebih ‘cerdik’ dikomparasikan anak. Berdasarkan keterangan dari sejumlah pakar, terdapat trik tertentu supaya anak bisa melahap makanan yang sudah disediakan.

Berikut sejumlah trik yang patut diusahakan oleh orang tua yang mempunyai masalah anak sulit makan.

1. Perkenalkan variasi makanan secara perlahan

Di umur dua tahun, anak mulai bisa makan sekian banyak jenis makanan laksana orang dewasa. Tetapi mereka butuh waktu supaya terbiasa dengan sekian banyak tekstur dan rasa pelbagai makanan.

Orang tua bisa memperkenalkan pelbagai jenis makanan itu secara perlahan. Misalnya, lumayan sediakan satu jenis makanan yang merangkum sayuran dan protein dalam satu hingga dua hari. Hal ini dilakukan supaya lidahnya terbiasa dengan jenis makanan tersebut.

Biasanya anak tidak inginkan makan sebab belum terbiasa atau tidak mengenal jenis makanan yang bakal dimakan.

2. Sediakan makanan dalam porsi kecil

Kadang anak tak mau makan sebab melihat porsi makanan di piring yang dirasanya terlampau banyak. Cobalah sediakan makanan dalam jumlah porsi sedikit. Apabila anak masih lapar, dia bakal meminta tambah.

Penting disalin bahwa lambung anak umur dibawah 5 tahun masih kecil sampai-sampai orang tua butuh memberi makanan pada anak tidak banyak demi sedikit.

3. Ajak anak tercebur dalam proses penciptaan makanan

Trik satu ini biasa dipakai pada anak yang melulu ingin memakan satu jenis makanan saja. Biasanya sebab sang anak telah mengejar makanan favoritnya dan tak mau makan yang lain. Ajaklah buah hati kita untuk mengekor proses penciptaan makanan, mulai dari melakukan pembelian barang bahan makanan di pasar atau supermarket, ketika memasak dan proses penghidangan di meja makan.

Saat berbelanja, berikan peluang pada anak guna memilih jenis sayur dan buahan yang bakal dibeli. Misalnya orang tua meminta anak memilih dua jenis sayuran dan dua jenis buahan guna kemudian diubah ketika mendarat di rumah.

4. Hindari ancaman dan hukuman ketika anak tidak inginkan makan

Banyak orang tua tidak jarang tidak sabar saat menyaksikan anak sulit makan. Tetapi praktik memarahi atau menakut-nakuti bukan urusan yang baik guna psikologis anak, sebab si anak bakal merasa bahwa masa-masa makan ialah saat yang tidak menyenangkan.

5. Variasi penyajian makanan

Presentasi makanan pun dapat memprovokasi nafsu santap anak. Sajikanlah makanan yang sarat nutrisi dengan tampilan lebih menarik. Hal ini akan menciptakan waktu santap si buah hati lebih menyenangkan.

Orang tua pun dapat menuangkan naluri kreativitasnya di atas makanan si kecil. Misalnya dengan mencetak nasi goreng dalam format hati atau laksana boneka beruang, atau mencetak nasi dengan format bulat, lantas menaruh kacang-kacangan di atasnya laksana mata dan bihun guna rambutnya, sampai-sampai nasi bihun itu akan nampak laksana boneka.

sumber : http://www.onlinefussballmanager.de/forward.php?tid=143371&url=www.pelajaran.co.id

Wakil Gubernur Riau Hadiri HUT SMAN 1 Pekanbaru Ke-64

Wakil Gubernur Riau Hadiri HUT SMAN 1 Pekanbaru Ke-64

Wakil Gubernur Riau Hadiri HUT SMAN 1 Pekanbaru Ke-64

Wakil Gubernur Riau Hadiri HUT SMAN 1 Pekanbaru Ke-64

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 SMAN 1 Pekanbaru, Rabu

(7/8/2019) dimeriahkan dengan kehadiran Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution sebagai Alumni SMAN 1 Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Wagubri mengatakan bahwa SMAN 1 Pekanbaru sebagai sekolah tertua yang didirikan pada tahun 1 Agustus 1955. Dulu siswanya menumpang belajar di gedung SMA Serirama Pekanbaru. Pada masa Pemerintahan Daerah (Pemda) masih Pemerintahan Provinsi Sumatera Tengah, berdirinya Sekolah Negeri ini menjadi cikal bakal Pemda Provinsi Riau.

“SMA 1 Pekanbaru ini dinegerikan berdasarkan SK Menteri Pendidikan Pada tanggal 16 Agustus 1955,”

ujar Edy Natar.

Edy kemudian memaparkan pencapaian kesuksesan yang telah diraih SMA 1 Pekanbaru, diantaranya terbaik kuis Sains Fisika (KSF), Cerdas Cermat pada olimpiade Fisika se-Riau di FKIP Universitas Riau, Juara 2 cerdas cermat pada olimpiade Kimia Se-Riau di FKIP Universitas Riau, Juara 2 dan 3 ujian kemampuan tertulis kelompok pada olimpiade Kimia Se-Riau di FKIP

Universitas Riau, lalu terbaik 2 Uji kemampuan labor pada Bio Expo Se-Riau di FKIP Universitas Riau,

Harapan 3 Uji kemampuan pada Bio Expo Se-Riau di FKIP Universitas Riau, Kemudian Harapan 1 dan Harapan 6 uji kemampuan tertulis individu pada olimpiade Matematika Se-Riau di UIN Suska Riau.

“Tentunya segudang prestasi tersebut tidak boleh membuat kita terlalu berpuas diri, tapi jadikan sebagai motivasi kembali dalam mengumpulkan prestasi lainnya sampai ketingkat nasional hingga internasional,” pesannya.

 

Baca Juga :