KACA JENDELA YANG KOTOR

KACA JENDELA YANG KOTOR

KACA JENDELA YANG KOTOR

KACA JENDELA YANG KOTOR

Ada sebuah quote dari William Blake yang berbunyi: “If the doors of perception were cleansed, everything would appear as it is – infinite. – Jika pintu persepsi dibersihkan, segala hal akan nampak sebagaimana adanya – sangat luar biasa.”

Baiklah…sebelum saya menjelaskan maksud dari quote tadi, saya akan menceritakan sebuah peristiwa yang dialami sepasang suami istri. Pasangan tersebut baru pindah ke sebuah kontrakan baru di kampung padat penduduk. Setiap pagi di depan rumah mereka banyak orang sibuk mencuci dan menjemur pakaian.

Pada hari I, sang istri berkomentar, “Aneh ya, kenapa orang-orang kalau mencuci pakaian sama sekali tidak bersih. Kotorannya masih tebal begitu.”

Seminggu berlalu, dan sang istri selalu berkomentar bahwa cucian warga yang dijemur di depan kontrakan mereka itu masih sangat kotor. Selama seminggu sang suami hanya diam saja mendengar komentar-komentar istrinya. Lalu pada hari ke-8, si istri memberikan komentar lagi seperti biasa.

“Nah, itu baru bersih. Pak, lihat cucian mereka sekarang menjadi bersih sekali. Tapi kenapa kemarin-kemarin cucian mereka begitu kotor ya?” gumam si istri.

“Tadi pagi saya bangun pagi-pagi sekali. Saya bersihkan semua kaca jendela rumah kita sampai betul-betul bersih,” jawab suaminya seraya pergi meninggalkan si istri yang masih terperangah.

Kehidupan ini berkaitan erat dengan persepsi, yaitu cara pandang berdasarkan pola pikir dan perilaku individu masing-masing. Setiap orang dapat mendeskripsikan situasi atau kejadian secara berbeda berdasarkan penglihatan mereka. Persepsi itu akan mempengaruhi pola pikir serta tindakan kita selanjutnya.

Realitas kehidupan ini terbentuk oleh persepsi kita atau cara pandang kita terhadap segala sesuatu. Apa yang Anda yakini, itulah yang Anda terima. Tetapi seandainya kita mampu mengubahnya (persepsi) menjadi positif, maka segala sesuatu dalam kehidupan ini akan nampak lebih menyenangkan.

Dr. Wayne Dyer mengatakan, “When you change the way you look at things, the things you look at change. – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah.” Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda nikmati.

Pertama adalah selalu berusaha membiasakan diri fokus pada nilai-nilai positif, maka persepsi kita menjadi lebih positif. Contoh ketika kita fokus pada kekurangan seseorang, maka kita akan terus mencari kekurangannya. Tetapi jika kita fokus pada kebaikan seseorang, maka kita akan terus berusaha mencari kebaikan di dalam dirinya dan semakin tertarik pada orang tersebut, bahkan terinspirasi olehnya.

Mungkin sama seperti awal orang sedang dalam masa pacaran, pasti masing-masing memandang pasangan serasa tak memiliki kekurangan karena yang terlihat kelebihannya saja. Hari-hari senantiasa romantis, sebab dalam hubungan itu masing-masing hanya fokus pada sifat-sifat yang positif dan menarik. Semakin ia fokus pada kualitas positif, maka ia pun melihat pasangan semakin menakjubkan sehingga makin jatuh cinta. Begitupun sebaliknya.

Cara lain untuk menjaga persepsi Anda tetap positif adalah dengan selalu berpikir dan bersikap optimis. Saya sangat sependapat dengan Henry Ford yang pernah mengatakan, “If you think you can or if you think you can’t either way you’re always right. – Jika Anda berpikir Anda bisa atau jika Anda berpikir tidak bisa, itu pasti terjadi.” Berpikir dan bersikap optimis tentu membantu persepsi Anda lebih jernih, sehingga nampak jelas peluang-peluang baru yang dapat menolong situasi Anda atau memandu Anda menuju sukses dan kebahagiaan.

Berpikir terbuka dan bersedia belajar tentang banyak hal merupakan salah satu upaya untuk menjernihkan persepsi. Kehidupan ini sangat lengkap artinya terdiri dari beragam situasi, sebab, macam, dan lain sebagainya. Tidak mungkin seseorang menguasai semua ilmu atau menyelami pikiran banyak orang di dunia. Jadi sebaiknya jangan terburu-buru menciptakan kesimpulan, melainkan mencari pelajaran positif yang dapat dipetik sebagai bekal untuk berpikir dan bertindak lebih bijaksana.

Kalau Anda masih ingat.Beberapa waktu yang lalu, media cetak maupun elektronik di tanah air bahkan luar negri sedang dihebohkan video asusila artis papan atas. Jika benar mereka melakukan tindak asusila itu, bukan berarti semua perilaku mereka negatif. Alangkah bijaksana jika kita menjadikan hal itu sebagai pembelajaran untuk tidak mencoba melanggar norma susila, agama maupun hukum, apapun profesi yang kita jalani, karena dampak buruknya sangat luar biasa tak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga keluarga dan masyarakat.

Jika saya perhatikan, orang-orang yang hidupnya cukup sukses di dunia ini senantiasa menjaga persepsi mereka tetap positif. Sehingga sikap dan tindakan mereka juga positif, contohnya tekun berusaha, rendah hati, disiplin, cermat atau berhati-hati dalam segala hal dan lain sebagainya. Disamping itu, mereka mampu melakukan tanggung jawab dengan baik dan menghasilkan karya luar biasa.

Persepsi seumpama `kaca jendela’ untuk melihat segala sesuatu nampak baik atau buruk. Ketika Anda mampu menjadikan persepsi selalu positif, maka Anda juga mempunyai kekuatan untuk melihat segala hal dengan lebih jernih, penuh optimisme, semangat, kasih sayang dan cinta, dan lain sebagainya, sehingga membantu Anda selalu bersikap positif dan tidak menyerah pada keadaan sesulit apapun untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Oleh sebab itu, jika Anda ingin mencapai hasil akhir yang menyenangkan, maka jangan pernah membiarkan ‘kaca jendela’ Anda kotor.

Baca Juga : 

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Kebaikan Lewat Segelas Susu

Cerita ini disarikan seperti tulisan asli di sebuah blog, seperti dikisahkan oleh seorang dokter bernama Howard Kelly.

Suatu hari, seorang anak laki-laki berkeliling dari rumah ke rumah untuk mengantarkan koran seperti biasanya. Karena dari keluarga kurang mampu, ia harus terbiasa bekerja sejak kecil untuk membiayai sekolahnya sendiri. Bekerja sepanjang hari terkadang ia harus menahan lapar, tanpa makan dan tanpa minum. Hal itu sudah biasa ia rasakan, sampai suatu saat ia tak mampu menahan rasa lapar di perutnya.

“Oh, tidak. Aku harus makan sesuatu, perutku terasa sangat sakit,” katanya bergumam pada diri sendiri.

Ia pun memutuskan, di rumah terakhir nanti ia akan memberanikan diri meminta makanan untuk ia sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Ia pun mulai melatih setiap kalimat yang akan ia katakan. “Permisi, saya hendak mengantarkan koran. Bolehkah saya meminta sesuatu untuk dimakan?” gumamnya lagi. Berulangkali kalimatnya dibenarkan dan disusunnya ulang. Dalam hatipun ia berdoa, semoga pemilik rumah terakhir nanti berbaik hati memberikannya sepiring nasi goreng untuk mengenyangkan perutnya.

Tak disangka, begitu pintu dibuka, sang anak tersebut justru gugup. Ia takut bahwa ia akan diusir dan dimaki. Alhasil, dari bibirnya ia hanya dapat berkata, “bolehkah aku meminta segelas air putih. Aku haus,” katanya. Namun wanita muda yang membukakan pintunya tahu benar, anak kecil itu tampak lemah dan kelaparan. “Harus bangun sepagi ini dan mengantarkan koran, kau pasti kelaparan,” kata wanita itu sambil menyodorkan segelas penuh susu kental. Diminumnya susu itu perlahan, “berapa aku harus membayarnya?” tanyanya polos. Wanita itu menjawab, “tak ada yang harus kau bayar. Ibuku mengajarkan untuk tidak mengharapkan apapun saat berbuat kebaikan.” Setelah hari itu, Howard Kelly, anak kecil pengantar koran itu selalu hidup dalam semangat dan tak kenal menyerah. Ia berjuang keras untuk mencukupi kebutuhan sekolahnya, serta tak menyia-nyiakan kesempatannya bersekolah.

Bertahun-tahun kemudian, Dr. Howard Kelly mendapat panggilan kritis dari salah seorang pasien yang baru saja dibawa dengan ambulan. Melihat kota asal pasien wanitanya yang merupakan kota kelahirannya, ia pun bergegas dengan penuh rasa penasaran. Memeriksa dengan cermat, Dr. Howard Kelly tak akan pernah lupa tatapan lembut wanita yang lekat dalam ikatannya. Ya, belasan tahun lalu, wanita itu telah menyodorkan segelas susu hangat kental agar ia tak kelaparan. Dan kali ini, tiba giliran Howard membalas ketulusan dan kebaikan hatinya.

Dr. Howard Kelly, memutuskan menyembuhkan wanita tersebut sepenuh hati. Menanggung semua biaya rumah sakit dan memeriksa setiap inci tubuh wanita tersebut untuk memastikan ia sudah sehat dan siap pulang ke rumah. Wanita tua itupun cemas, memegang sebuah amplop tagihan rumah sakit. Dan saat membaca isi amplop tersebut ia hanya bisa takjub, air mata perlahan menetes di pipinya.

Dr. Howard Kelly berkata “Paid in full with one glass of milk”

Kebaikan dalam segelas susu, dibalas beratus kali lipat dengan sebuah jasa tak terkira.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Kisah Pencari Kayu Bakar

Alkisah, di sebuah desa di pinggiran hutan, ada tiga anak muda yang pekerjaan sehari-harinya mencari kayu bakar di hutan. Potongan kayu-kayu kecil yang ada di hutan itu dikumpulkan untuk dijual ke desa lain.Hasilnya, digunakan untuk membeli kebutuhan hidup mereka dan keluarganya.

Suatu hari, ketika sedang mencari kayu bakar, ketiganya menemukan sebuah kotaknya yang aneh. Ketika dibuka, mereka sangat terkejut! Rupanya di dalam kotak itu terdapat begitu banyak perhiasan yang terbuat dari emas. Lalu mereka bertiga berembuk dan keputusannya adalah perhiasan yang mereka temukan itu akan dibagi tiga sama rata.

Namun sebelum perhiasan itu dibagi, ketiga pemuda itu sepakat untuk makan siang terlebih dahulu. Lalu pemuda yang usianya paling muda diminta mengambil sebatang emas dan pergi ke desa terdekat untuk membeli makanan yang paling enak.

Ketika dia pergi meninggalkan teman-temannya, kedua temannya menyusun rencana untuk membunuhnya agar perhiasan itu bisa dibagi untuk berdua saja; dengan begitu masing-masing akan mendapatkan bagian lebih banyak.

Sewaktu pemuda yang berangkat pergi untuk membeli makanan, tiba-tiba dia juga terpikir suatu pikiran negatif! Dia berpikir, “Jika makanan yang saya beli ini diberi racun, kedua temanku pasti akan meninggal setelah memakannya. Dengan demikian perhiasan itu akan menjadi milikku sepenuhnya!” Maka, setelah membeli makanan, dia lalu mampir ke sebuah kedai yang menjual racun serangga dan diam-diam menaburkannya pada makanan yang baru dibelinya itu. Kemudian, dia bergegas kembali ke hutan.

Ketika sampai di tempat perhiasan itu ditemukan, tanpa disangkanya, kedua temannya ini langsung melampiaskan niatnya untuk membunuh, dan pemuda malang itu pun meninggal. Jenazahnya kemudian disingkirkan, dibuang di sebuah semak-semak yang lain. Puas karena niatnya terlaksana, serta merasa sangat lapar, kedua pemuda itu sepakat untuk menikmati makanan yang tadi dibeli oleh temannya. Dengan rakus, mereka malahapnya sampai habis dan akhirnya meninggal karena keracunan.

Singkat kata, ketiga pemuda ini tewas karena pikiran negatif yang mereka pikirkan.

Kerabat Imelda, jika kita berpikiran negatif pada seseorang, tentu ada orang lain yang juga akan berpikiran negatif pada diri kita. Inilah hukum timbal-balik; memang tidak kelihatan, tetapi bisa terjadi kapan saja.

Pikiran negatif yang dikembangkan tidaklah membawa kebaikan pada diri kita; sebaliknya justru akan membawa kehancuran bagi diri sendiri. Olah karena itu, berpikirlah positif terhadap orang lain, agar ada orang lain yang berpikiran positif terhadap diri kita. Jangan mudah untuk menuduh, menghakimi, dan menilai seseorang sebelum kita mengetahui lebih dekat. Lebih baik kembangkan pikiran netral, yaitu lihatlah dahulu, dengarkan, dan kemudian baru memberikan respons. Ini lebih tepat.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Klasifikasi Penataan Ruang

Klasifikasi Penataan Ruang

Klasifikasi Penataan Ruang

Klasifikasi Penataan Ruang

Penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai strategis kawasan.

Penataan ruang berdasarkan sistem terdiri atas:

  1. Sistem Wilayah, penataan ruang berdasarkan sistem wilayah merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah.
  2. Sistem Internal perkotaan, penataan ruang berdasarkan sistem internal perkotaan merupakan pendekatan dalam penataan ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan di dalam kawasan perkotaan.

Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan merupakan komponen dalam penataan ruang baik yang dilakukan berdasarkan wilayah administratif, kegiatan kawasan, maupun nilai strategis kawasan. Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan terdiri atas:

  1. kawasan lindung,
  2. kawasan budi daya

Yang termasuk dalam kawasan lindung adalah:

  • kawasan yang memberikan pelindungan kawasan bawahannya, antara lain, kawasan hutan lindung, kawasan bergambut, dan kawasan resapan air;
  • kawasan perlindungan setempat, antara lain, sempadan pantai, sempadan sungai, kawasan sekitar danau/waduk, dan kawasan sekitar mata air;
  • kawasan suaka alam dan cagar budaya, antara lain, kawasan suaka alam, kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya, kawasan pantai berhutan bakau, taman nasional, taman hutan raya, taman wisata alam, cagar alam, suaka margasatwa, serta kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan;
  • kawasan rawan bencana alam, antara lain, kawasan rawan letusan gunung berapi, kawasan rawan gempa bumi, kawasan rawan tanah longsor, kawasan rawan gelombang pasang, dan kawasan rawan banjir; dan
  • kawasan lindung lainnya, misalnya taman buru, cagar biosfer, kawasan perlindungan plasma nutfah, kawasan pengungsian satwa, dan terumbu karang.

Yang termasuk dalam kawasan budi daya adalah kawasan peruntukan hutan produksi, kawasan peruntukan hutan rakyat, kawasan peruntukan pertanian, kawasan peruntukan perikanan, kawasan peruntukan pertambangan, kawasan peruntukan permukiman, kawasan peruntukan industri, kawasan peruntukan pariwisata, kawasan tempat beribadah, kawasan pendidikan, dan kawasan pertahanan keamanan.

Penataan ruang berdasarkan wilayah administratif terdiri atas:

  1. Penataan ruang wilayah nasional
  2. Penataan ruang wilayah provinsi
  3. Penataan ruang wilayah kabupaten/kota.

Penataan ruang berdasarkan kegiatan kawasan terdiri atas:

  1. Penataan ruang kawasan perkotaan, Kegiatan yang menjadi ciri kawasan perkotaan meliputi tempat permukiman perkotaan serta tempat pemusatan dan pendistribusian kegiatan bukan pertanian, seperti kegiatan pelayanan jasa pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.
  2. Penataan ruang kawasan perdesaan, Kegiatan yang menjadi ciri kawasan perdesaan meliputi tempat permukiman perdesaan, kegiatan pertanian, kegiatan terkait pengelolaan tumbuhan alami, kegiatan pengelolaan sumber daya alam, kegiatan pemerintahan, kegiatan pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan terdiri atas:

  1. penataan ruang kawasan strategis nasional
  2. penataan ruang kawasan strategis provinsi
  3. penataan ruang kawasan strategis kabupaten/kota.

Kawasan strategis merupakan kawasan yang di dalamnya berlangsung kegiatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap:

  1. Tata Ruang di wilayah sekitarnya;
  2. Kegiatan lain di bidang yang sejenis dan kegiatan di bidang lainnya; dan/atau
  3. Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jenis kawasan strategis, antara lain, adalah kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya, pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, serta fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.

  • Yang termasuk kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan, antara lain, adalah kawasan perbatasan negara, termasuk pulau kecil terdepan, dan kawasan latihan militer.
  • Yang termasuk kawasan strategis dari sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi, antara lain, adalah kawasan metropolitan, kawasan ekonomi khusus, kawasan pengembangan ekonomi terpadu, kawasan tertinggal, serta kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas.
  • Yang termasuk kawasan strategis dari sudut kepentingan sosial dan budaya, antara lain, adalah kawasan adat tertentu, kawasan konservasi warisan budaya, termasuk warisan budaya yang diakui sebagai warisan dunia, seperti Kompleks Candi Borobudur dan Kompleks Candi Prambanan.
  • Yang termasuk kawasan strategis dari sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi, antara lain, adalah kawasan pertambangan minyak dan gas bumi termasuk pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai, serta kawasan yang menjadi lokasi instalasi tenaga nuklir.
  • Yang termasuk kawasan strategis dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, antara lain, adalah kawasan pelindungan dan pelestarian lingkungan hidup, termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia seperti Taman Nasional Lorentz, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Komodo.
  • Nilai strategis kawasan tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota diukur berdasarkan aspek eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi penanganan kawasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

Baca Juga :

Pengertian Umum tentang Perencanaan Kota

Pengertian Umum tentang Perencanaan Kota

Pengertian Umum tentang Perencanaan Kota

Pengertian Umum tentang Perencanaan Kota

Pengertian Umum tentang Perencanaan Kota

Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.

Tata ruang adalah wujud struktur ruang dan pola ruang.

Struktur ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana dan sarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang secara hierarkis memiliki hubungan fungsional.

Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.

Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Penyelenggaraan penataan ruang adalah kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pelaksanaan, dan pengawasan penataan ruang.

Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Pengaturan penataan ruang adalah upaya pembentukan landasan hukum bagi Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penataan ruang.

Pembinaan penataan ruang adalah upaya untuk meningkatkan kinerja penataan ruang yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pelaksanaan penataan ruang adalah upaya pencapaian tujuan penataan ruang melalui pelaksanaan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Pengawasan penataan ruang adalah upaya agar penyelenggaraan penataan ruang dapat diwujudkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang.

Pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan struktur ruang dan pola ruang sesuai dengan rencana tata ruang melalui penyusunan dan pelaksanaan program beserta pembiayaannya.

Pengendalian pemanfaatan ruang adalah upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang.

Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang.

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.

Sistem wilayah adalah struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat wilayah.

Sistem internal perkotaan adalah struktur ruang dan pola ruang yang mempunyai jangkauan pelayanan pada tingkat internal perkotaan.

Kawasan adalah wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budi daya.

Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.

Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan sumber daya buatan.

Kawasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Kawasan agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis.

Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan di sekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.

Kawasan megapolitan adalah kawasan yang terbentuk dari 2 (dua) atau lebih kawasan metropolitan yang memiliki hubungan fungsional dan membentuk sebuah sistem.

Kawasan strategis nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.

Kawasan strategis provinsi adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup provinsi terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.

Kawasan strategis kabupaten/kota adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting dalam lingkup kabupaten/kota terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan.

Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau

Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pada Kawasan Perkotaan

a. Penyediaan RTH Berdasarkan Luas Wilayah
Penyediaan RTH berdasarkan luas wilayah di perkotaan adalah sebagai berikut:

  • ruang terbuka hijau di perkotaan terdiri dari RTH Publik dan RTH privat;
  • proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% ruang terbuka hijau publik dan 10% terdiri dari ruang terbuka hijau privat;
  • apabila luas RTH baik publik maupun privat di kota yang bersangkutan telah memiliki total luas lebih besar dari peraturan atau perundangan yang berlaku, maka proporsi tersebut harus tetap dipertahankan keberadaannya.

Proporsi 30% merupakan ukuran minimal untuk menjamin keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi dan keseimbangan mikroklimat, maupun sistem ekologis lain yang dapat meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota.
Target luas sebesar 30% dari luas wilayah kota dapat dicapai secara bertahap melalui pengalokasian lahan perkotaan secara tipikal sebagaimana ditunjukkan pada lampiran A.

b. Penyediaan RTH Berdasarkan Jumlah Penduduk
Untuk menentukan luas RTH berdasarkan jumlah penduduk, dilakukan dengan mengalikan antara jumlah penduduk yang dilayani dengan standar luas RTH per kapita sesuai peraturan yang berlaku.

Tabel Penyediaan RTH Berdasarkan Jumlah Penduduk


c. Penyediaan RTH Berdasarkan Kebutuhan Fungsi Tertentu
Fungsi RTH pada kategori ini adalah untuk perlindungan atau pengamanan, sarana dan prasarana misalnya melindungi kelestarian sumber daya alam, pengaman pejalan kaki atau membatasi perkembangan penggunaan lahan agar fungsi utamanya tidak teganggu.
RTH kategori ini meliputi: jalur hijau sempadan rel kereta api, jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi, RTH kawasan perlindungan setempat berupa RTH sempadan sungai, RTH sempadan pantai, dan RTH pengamanan sumber air baku/mata air.

Sumber: Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan, Direktorat Jenderal Penataan Ruang

Sistem, Tujuan, dan Prinsip Ekonomi Islam Menurut Para Ahli

Sistem, Tujuan, dan Prinsip Ekonomi Islam Menurut Para Ahli

Sistem Ekonomi Islam – Sebelum diuraikan lebih jauh sampai pada pemahaman berkenaan prinsip ekonomi islam, khususnya dahulu kami perlu jelas arti kata berikut mulai berasal dari sistem. Mempersoalkan sistem sesungguhnya bukan mengkaji perihal yang baru. Memang di dunia ini tidak ada yang sama sekali baru. Kalau ada yang baru, sesungguhnya suatu hal itu telah lama ada. Dinilai baru, dikarenakan baru ditemukan, baru diungkapkan, baru diketahui oleh orang banyak.

Untuk sampai pada kesepakatan di antara orang-orang pada suatu hal yang tampaknya baru itu, khususnya dahulu berlangsung pertentangan pendapat yang berlanjut pada perdebatan. Perdebatan ini menghasilkan suatu ketentuan yang seolah-olah baru, pada hakekatnya bukanlah perihal yang baru (Onong Uchjana Effendy, Sistem Informasi di dalam Manajemen, Bandung: Penerbit Alumni, 1981, halaman 42).

Sistem adalah suatu hal yang punya bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk menggapai tujuan khusus melalui tiga tahapan, yaitu Input, sistem dan output. Dalam arti luas ungkapan “sistem” telah disamakan maknanya bersama dengan ungkapan “cara”. Pada dasarnya suatu hal sanggup disebut sistem apabila memenuhi dua syarat. Pertama adalah punya bagian-bagian yang saling berinteraksi bersama dengan maksud untuk menggapai tujuan tertentu. Syarat yang kedua adalah bahwa suatu sistem perlu punya tiga unsur, yaitu input, sistem dan output (Nugroho Widjajanto, Sistem Informasi Akuntansi, Jakarta: Erlangga, 2001, hlm. 2)

Kata ekonomi disita berasal dari bahasa Yunani kuno (greek), yang berarti “mengatur urusan rumah tangga”, di mana bagian keluarga yang mampu, ikut terlibat di dalam menghasilkan barang-barang bernilai dan menopang mengimbuhkan jasa (Taqyuddin An-Nabhani, Membangun Sistem Ekonomi Alternatif;Perspektif Islam, Surabaya: Risalah Gusti, 1996, hlm. 47).

Meskipun pengetahuan ekonomi dan sistem ekonomi sama-sama mengkaji ekonomi, kedua perihal ini terlalu berbeda. Ilmu ekonomi pembahasannya meliputi aktivitas yang sesuaikan untuk memperbanyak kekayaan. Sedangkan, sistem ekonomi tidak dibedakan berdasarkan banyak minimal kekayaan, apalagi sama sekali tidak terbujuk oleh kekayaan. Sistem ekonomi masing masing mempunyai perihal corak, wujud dan tujuannya yang berbeda-beda. Sistem ekonomi sendiri terbagi menjadi tiga yaitu sistem kapitalis, sosialis dan Islam.

Ekonomi Islam merupakan kumpulan berasal dari dasar-dasar umum ekonomi yang disita berasal dari Al-Qur‟an dan sunnah Rasulullah dan juga berasal dari tatanan ekonomi yang dibangun di atas dasar-dasar tersebut. Dari kedua dasar berikut secara rencana dan prinsip adalah tetap, tetapi pada praktiknya untuk hal-hal dan suasana dan juga suasana khusus sanggup saja berlaku luwes ada pula yang sanggup mengalami perubahan (Ahmad Izzan, Syahril Tanjung, Referensi Ekonomi Syariah Ayat-ayat Al-Qur’an yang Berdimensi Ekonomi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2006, hlm. 32).

Yang dimaksud sistem ekonomi Islam adalah pengetahuan ekonomi yang ditunaikan di dalam praktik (penerapan pengetahuan ekonomi) sehari-hari di dalam rangka mengorganisasi aspek produksi, distribusi, dan pemanfaatan barang dan jasa yang dihasilkan tunduk di dalam peraturan perundang-undangan Islam. Dengan demikian, peraturan perundangan perekonomian Islam adalah Al-Qur‟an dan Sunnah (Suhrawardi K. Lubis, Hukum Ekonomi Islam, Cet. 1, Jakarta: Sinar Grafika, 2000, h. 14).

Sistem ekonomi Islam yang berlandaskan pada Al-Qur‟an dan sunnah di dalam semua uraiannya tetap lihat manusia secara utuh, agar Al-Qur‟an di dalam memaparkan ajarannya bersama dengan perhatikan keperluan individu dan masyarakat. Individu dilihatnya secara utuh, fisik, akal, dan kalbu, dan masyarakatdihadapinya bersama dengan utamakan adanya group lemah dan kuat, tetapi tidak menjadikan mereka di dalam kelas-kelas yang saling bertentangan sebagaimana halnya komunis, tetapi mendorong mereka semua untuk bekerja sama kegunaan menggapai kemaslahatan individu tanpa mengkorbankan penduduk atau sebaliknya (M. Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi Al-Qur’an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, Jakarta: Lentera Hati, 2006, h. 194).

Sistem ekonomi Islam lahir sebagai sistem yang sanggup mengimbuhkan kemaslahatan bagi semua masyarakat. Karena Islam lihat persoalan ekonomi tidak berasal dari sudut pandang kapitalis yang mengimbuhkan kebebasan dan juga hak pemilikan kepada individu dan menggalakkan bisnis secara perorangan. Tidak pula berasal dari sudut pandangsosialis yang mendambakan menghapuskan semua hak individu dan menjadikan mereka seperti budak ekonomi yang dikendalikan oleh negara. Tetapi Islam membetulkan sikap mementingkan diri sendiri tanpa membiarkannya merusak penduduk (Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, Jilid I, Jakarta: PT. DanaBhakti Wakaf, 1995, h. 10).

Di bawah sistem ekonomi Islam, penumpukan kekayaan oleh sekelompok orang dihindarkan dan langkah-langkah ditunaikan secara otomatis untuk memindahkan aliran kekayaan kepada bagian penduduk yang belum bernasib baik.

Keberhasilan sistem ekonomi Islam terletak pada sejauh mana kecocokan atau keseimbangan sanggup ditunaikan salah satu keperluan dan keperluan etika manusia. Sistem ekonomi berfaedah atau bekerja untuk menggapai tujuan atau hasil khusus yang punya nilai. Sistem ekonomi perlu tersusun berasal dari seperangkat nilai-nilai yang sanggup membangun kerangka organisasi aktivitas organisasi aktivitas ekonomi menurut kerangka referensi tertentu. Sehingga sanggup diungkapkan tiga komponen perlu yang menyusun eksistensinya suatu ekonomi yaitu filsafat sistem, nilai-nilai dasar sistem dan nilai instrumental sistem (Ahmad M. Saefuddin, Studi Nilai-nilai Sistem Ekonomi Islam, Cet. 1, Jakarta: Media Dakwah, 1984, h. 15).

Filasafat sistem ekonomi yang Islami merupakan alternatif jalan keluar bagi ahli pikir yang punya sikap jujur di dalam mencari kebenaran. Filsafat berasal dari pengetahuan ekonomi yang paradigmanya relevan bersama dengan nilai-nilai logik, etik dan estetik agar sanggup difungsionalkan pada tingkah laku ekonomi manusia.

Tujuan Ekonomi Islam

Menurut As-Shatibi tujuan utama syariat Islam adalah menggapai kesejahteraan manusia yang terletak pada bantuan pada lima kemashlahah-an, yaitu keimanan (ad-dien), pengetahuan (al-‘ilm), kehidupan (an-nafs), harta (al-maal), dan kelangsungan keturunan (an-nasl). (Saefuddin, Studi Nilai-Nilai Sistem Ekonomi Islam, h.79-104).

Mashlahah dicapai hanya terkecuali kehidupan manusia hidup di dalam keseimbangan, diantaranya mencakup keseimbangan antara moral dan spiritual agar terciptanya kesejahteraan yang hakiki. Tujuan ekonomi Islam lainnya pakai pendekatan antara lain :

(a) konsumsi manusia dibatasi sampai pada tingkat yang diperlukan dan berfaedah bagi kehidupan manusia, (b) alat pemuas keperluan manusia seimbang bersama dengan tingkat kualitas manusia agar ia sanggup meningkatkan kecerdasan dan kapabilitas teknologinya kegunaan menggali sumber-sumber yang tetap terpendam, (c) di dalam pengaturan distribusi dan sirkulasi barang dan jasa, nilai-nilai moral perlu diterapkan, (d) pemerataan pendapatan ditunaikan bersama dengan mengingat sumber kekayaan seseorang yang diperoleh berasal dari bisnis halal, maka zakat sebagai fasilitas distribusi pendapatan merupakan fasilitas yang ampuh (Halide, Majalah, Mimbar Ummi, 1982, hlm. 15)

Secara umum tujuan ekonomi di dalam Islam adalah untuk menciptakan al-falah atau kemenangan, keselamatan dan kebahagian dunia dan akhirat. Untuk menggapai perihal demikian maka manusia perlu bekerja keras mencari rezeki di dalam rangka memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya baik yang berwujud materi maupun non material (rohaniah), dan juga berbuat baik bersama dengan harta yang dimilikinya bersama dengan perhatikan nilai-nilai dan norma-norma ajaran Islam, berwujud pelaksanaan perintahnya dan menjauhi larangannya agar tercipta kemashlahatan yang sesungguhnya baik untuk dirinya sendiri dan orang lain (Anwar Abbas, Dasar-Dasar Sistem Ekonomi Islam, Jakarta: Fakultas Syariah Dan Hukum, Uin Syahid, 2009, h. 14)

Prinsip-prinsip Ekonomi Islam

Salah satu bukti ketidakmampuan manusia membagi rezeki duniawi adalah permintaan semua manusia untuk menggapai sebanyak mungkin untuk diri dan keluargnya. Tetapi ternyata, banyak yang tidak beroleh dambaannya, apalagi manusia durhaka tidak pernah mulai bahagia bersama dengan perolehanya. Karena itu Allah yang membaginya bersama dengan langkah dan persentase yang sanggup mengantar terjalinnya pertalian timbal balik antara bagian masyarakat.

Pada umumnya nilai-nilai Islam juga di dalam bidang ekonomi terangkum di dalam empat prinsip, yaitu tauhid, keseimbangan, niat bebas, dan tanggung jawab (M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an Tafsir Maudhu’i, Bandung: Mizan,1998, h. 402.).

a. Tauhid

Prinsip pertama di dalam sistem ekonomi Islam adalah tauhid. Dari sinilah lahir prinsip-prinsip yang bukan saja di dalam bidang ekonomi, tetapi juga menyangkut segala aspek kehidupan dunia dan akhirat (M. Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi Al-Qur’an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, Jakarta: Lentera Hati, 2006, h. 198).

Tauhid sanggup dimisalkan sebagai matahari sebagai sumber kehidupan di bumi dan planet sekelilingnya. Tauhid mengantarkan manusia mengakui bahwa keesaan Allah mempunyai kandungan konsekuensi kepercayaan bahwa segala suatu hal bersumber dan juga kesudahannya berakhir pada Allah Swt. (M. Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi Al-Qur’an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, Jakarta: Lentera Hati, 2006, h. 402).

b. Keadilan dan Keseimbangan

Prinsip ekonomi islam yang kedua ini dimaksudkan bahwa semua kebijakan dan aktivitas ekonomi perlu dilandasi jelas keadilan, yaitu menyebabkan dampak positif bagi pertumbuhan dan pemerataan pendapatan dan kesejahteraan semua susunan masyarakat. Adapun yang dimaksud bersama dengan keseimbangan adalah suatu suasana yang mencerminkan kesetaraan antara pendapatan dan pengeluaran, pertumbuhan dan pendistribusian dan antara pendapatan kaum yang sanggup tidak cukup sanggup (Abuddin Nata, Studi Islam Komprehensif, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011, h. 415).

c. Kehendak bebas

Kehendak bebas adalah prinsip yang mengantar seorang Muslim menyakini bahwa Allah Swt. punya kebebasan mutlak, tetapi manusia juga beroleh anugerah kebebasan untuk memilih jalan yang terbentang dihadapannya baik dan buruk. Manusia yang baik di sisi-Nya adalah manusia yang sanggup pakai kebebasan itu di dalam rangka penerapan tauhid dan keseimbangan. (M. Quraish Shihab, Menabur Pesan Illahi Al-Qur’an dan Dinamika Kehidupan Masyarakat, Jakarta: Lentera Hati, 2006, h. 403).

Setiap orang sanggup menikmati kebebasan seutuhnya untuk berbuat suatu hal atau menyita pekerjaan apapun atau pakai kekayaan bersama dengan langkah yang ia sukai. (Afzalur Rahman, Al-Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan, terj. H. M. Arifin, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000, h. 194).

d. Tanggung Jawab

Menurut Islam, bahwa sungguh manusia diberikan kebebasan untuk memilih jalan hidup dan memilih bidang bisnis ekonomi yang bakal dilakukan, tetapi kebebasannya ini perlu bertanggungjawab. (Abuddin Nata, Studi Islam Komprehensif, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011, h. 419).

Konsepsi tanggung jawab di dalam Islam secara komprehensif ditentukan. Ada dua aspek berasal dari rencana ini yang perlu dicatat sejak awal. Pertama, tanggung jawab menyatu bersama dengan standing kekhalifahan manusia keberadaannya sebagai wakil Tuhan di wajah bumi. Kedua, rencana tanggung jawab di dalam Islam pada dasarnyabersifat sukarela dan tidak perlu dicampuradukkan bersama dengan ‘pemaksaan’ yang tidak diterima seutuhnya oleh Islam.

Demikian secara ringkas penjelasan terkait bersama dengan sistem ekonomi islam, tujuan ekonomi islam dan juga sejumlah Prinsip Ekonomi Islam yang sanggup kami berbagi melalui blog ini. Semoga sanggup member manfaat bagi para pembaca.

Sumber : https://tokoh.co.id/

baca juga :

Dasar dan Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi

Dasar dan Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi

Tujuan Pendidikan Pancasila sanggup dipahami dengan menelaah dasar-dasar pendidikan pancasila sebagai anggota yang tidak terpisah di dalam rancangan pendukung capaian di dalam penyelenggaraan pendidikan pancasila di perguruan tinggi. Dasar-dasar yang dimaksud yakni basic filosofis, sosiologis, dan basic yuridis yang dapat diuraikan di dalam artikel ini. Sebagaimana dikemukakan oleh sejumlah pengamat bahwa gerakan untuk merevitalisasi Pancasila kala ini jadi membuktikan tanda-tanda yang menggembirakan. Forum-forum ilmiah di berbagai daerah sudah diselenggarakan baik oleh penduduk umum maupun kalangan akademisi.

Tidak jika instansi negara yakni MPR mencanangkan empat pilar berbangsa yang keliru satunya adalah Pancasila. Memang tersedia pembicaraan perihal istilah pilar tersebut, sebab sepanjang ini dipahami bahwa Pancasila adalah basic negara, tapi impuls untuk menumbuhkembangkan kembali Pancasila perlu disambut dengan baik.

Undang undang Republik Indonesia nomor 12 tahun 2012 perihal Pendidikan Tinggi yang belum lama disahkan, secara eksplisit termasuk menyebutkan bahwa tentang dengan kurikulum nasional setiap perguruan tinggi perlu menyelenggarakan mata kuliah Pancasila, Kewarganegaraan, Agama dan Bahasa Indonesia. Menindaklanjuti undang undang tersebut, Dikti termasuk menawarkan berbagai hibah pembelajaran untuk keempat mata kuliah tersebut.

Pancasila adalah basic filsafah negara indonesia, sebagaimana tercantum di dalam pembukaan UUD 1945. Oleh sebab itu setiap warga negara Indonesia perlu mempelajari, mendalami, menghayati, dan mengamalkan di dalam segala bidang kehidupan. Pancasila merupakan warisan luar biasa berasal dari pendiri bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai luhur. Nilai nilai luhur yang jadi panutan hidup berikut sudah hilang otoritasnya, sehingga manusia jadi bingung. Kebingungan berikut sanggup menyebabkan krisis baik itu krisis moneter yang berdampak terhadap bidang politik, sekaligus krisis moral terhadap sikap prilaku manusia.

Dalam upaya merespon keadaan tersebut, pemerintah perlu mengantisipasi sehingga tidak menuju kearah keadaan yang lebih memprihatinkan. Salah satu solusi yang dilakukan oleh pemerintah, di dalam menjaga nilai-nilai panutan di dalam berbangsa dan bernegara secara lebih efektif yakni melalui bidang pendidikan. Oleh sebab itu, obyek pendidikan pancasila yang dapat diuraikan di dalam artikel ini sasarannya adalah bagi para mahasiswa-mahasiswi di perguruan tinggi.

Adapun dasar-dasar pendidikan pancasila berikut sanggup dijelaskan sebagai berikut:

1. Dasar Filosofis

Pada kala Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme. Kapitalisme berakar terhadap faham individualisme yang menghargai tinggi kebebasan dan hak-hak individu; kala komunisme berakar terhadap faham sosialisme atau kolektivisme yang lebih utamakan kepentingan penduduk di atas kepentingan individual. Kedua aliran ideologi ini melahirkan proses kenegaraan yang berbeda. Faham individualisme melahirkan negara -negara kapitalis yang mendewakan kebebasan (liberalisme) setiap warga, sehingga menyebabkan prilaku dengan superioritas individu, kebebasan berkreasi dan berproduksi untuk beroleh keuntungan yang maksimal.

Sementara faham kolektivisme melahirkan negara-negara komunis yang otoriter dengan obyek untuk menjaga kepentingan rakyat banyak berasal dari eksploitasi segelintir warga pemilik kapital. Pertentangan ideologi ini sudah menyebabkan ‘perang dingin’ yang dampaknya menjadi di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik Indonesia sanggup melepas diri berasal dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan basic (philosophische grondslag) terhadap sebuah rancangan filosofis yang bernama Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung terhadap Pancasila lebih-lebih sanggup berperan sebagai penjaga keseimbangan (margin of appreciation) antara dua ideologi dunia yang bertentangan, sebab di dalam ideologi Pancasila hak-hak individu dan penduduk diakui secara proporsional.

2. Dasar Sosiologis

Bangsa Indonesia yan g penuh kebhinekaan terdiri atas lebih berasal dari 300 suku bangsa yang tersebar di lebih berasal dari 17.000 pulau, secara sosiologis sudah mempraktikan Pancasila sebab nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan kenyataan-kenyataan (materil, formal, dan fungsional) yang tersedia di dalam mas yarakat Ind onesia. Kenyataan objektif ini menjadikan Pancasila sebagai basic yang mengikat setiap warga bangsa untuk taat terhadap nilai-nilai instrumental yang berupa norma atau hukum tertera (peraturan perundang-undangan, yurisprudensi, dan traktat) maupun yang tidak tertera layaknya rutinitas istiadat, kesepakatan atau kesepahaman, dan konvensi.

Kebhinekaan atau pluralitas penduduk bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi-budaya penuh perbedaan, memicu ideologi Pancasila sanggup di terima sebagai ideologi pemersatu. Data peristiwa menunjukan bahwa setiap kali tersedia upaya perpecahan atau pemberontakan oleh sebagian kelompok masyarakat, maka nilai-nilai Pancasilalah yang dikedepankan sebagai solusi untuk menghimpun kembali. Begitu kuat dan ‘ajaibnya’ kedudukan Pancasila sebagai kapabilitas pemersatu, maka kegagalan upaya pemberontakan yang paling akhir (G30S/PKI) terhadap 1 Oktober 1965 untuk sesudah itu hari berikut dijadikan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.

Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis m embutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh sebab itu nilai-nilai Pancasila perlu dilestarikan berasal dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan penduduk bangsa. Pelestarian nilai-nilai Pancasila dilakukan lebih-lebih melalui proses pendidikan formal, sebab melalui pendidikan berbagai butir nilai Pancasila berikut sanggup disemaikan dan dikembangkan secara terencana dan terpadu.

3. Dasar Yuridis

Pancasila sudah jadi norma basic negara dan basic negara Republik Indonesia yang berlaku adalah Pancasila yang tertuang di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (Pembukaan UUD NRI Tahun 1945) junctis Keputusan Presiden RI Nomor 150 Tahun 1959 perihal Dekrit Presiden RI/Panglima Tertinggi Angkatan Perang Tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Naskah Pembukaan UUD NRI 1945 yang berlaku adalah Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 yang disahkan/di tetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Sila -sila Pancasila yang tertuang di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai Norma Dasar Indonesia dan di dalam konteks politis-yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia. Konsekuensi berasal dari Pancasila tercantum di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, secara yuridis konstitusional mempunyai kapabilitas hukum yang sah, kapabilitas hukum berlaku, dan kapabilitas hukum mengikat.

Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 perihal Sistem Pendidikan Nasional, digunakan sebagai basic penyelenggaraan pendidikan tinggi. Pasal 39 ayat (2) menyebutkan, bahwa isikan kurikulum setiap jenis, jalur, dan jenjang pendidikan perlu memuat: (a) Pendidikan Pancasila, (b) Pendidikan Agama, (c) Pendidikan Kewarganegaraan. Didalam operasionalnya, ketiga mata kuliah perlu berasal dari kurikulum tersebut, dijadikan anggota berasal dari kurikulum berlaku secara nasional.

Sebelum dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 tahun 1999, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 30 tahun 1990 memutuskan status pendidikan Pancasila di dalam kurikulum pendidikan tinggi sebagai mata kuliah perlu untuk setiap program studi dan berupa nasional. Silabus pendidikan pancasila semenjak tahun 1983 hingga tahun 1999, sudah banyak mengalami perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang berlaku di dalam masyarakat, bangsa, dan negara yang terjadi cepat, serta keperluan untuk mengantisipasi tuntunan perkembangan ilmu ilmu yang terlampau pesat disertai dengan pola kehidupan mengglobal. Perubahan berasal dari silabus pancasila adalah dengan keluarnya keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Nomor: 265/Dikti/Kep/2000 perihal penyempurnaan kurikulum inti mata kuliah pengembangan kepribadian pendidikan pancasila terhadap perguruan tinggi Indonesia. Dalam kepurusan ini dinyatakan, bahwa mata kuliah pendidikan pancasila yang termasuk unsur filsafat pancasila, merupakan keliru satu komponen yang tidak sanggup dipisahkan berasal dari kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian (MKPK) terhadap susunan kurikulum inti perguruan tinggi di Indonesia mata kuliah pendidikan pancasila adalah mata kuliah perlu untuk diambil alih oleh setiap mahasiswa terhadap perguruan tinggi untuk program diploma/politeknik dan program sarjana. Pendidikan pancasila dirancang dengan maksud untuk menambahkan pengertian kepada mahasiswa perihal pancasila sebagai filsafat atau tata nilai bangsa, basic negara, dan ideologi nasional dengan segala implikasinya.

Selanjutnya, berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 22/UU/2000 perihal Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi, dan penilaian hasil studi mahasiswa, sudah ditetapkan bahwa pendidikan agama, pendidikan pancasila, dan kepribadian yang perlu diberikan di dalam kurikulum setiap program studi. Oleh sebab itu, untuk lakukan keputusan di atas, maka Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Depdiknas mengeluarkan Surat Keputusan Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di perguruan tinggi. Berdasarkan UU No. 20/2003 perihal proses pendidikan, maka, Direktur Jendral Pendidikan Tinggi mengeluarkan surat keputusan No. 43/Dikti/Kep./2006 perihal kampus-kampus pelaksanaan kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi, SK ini adalah penyempurnaan berasal dari SK yang lalu.

Tujuan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi

Dengan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, diharapkan sanggup tercipta wahana pembelajaran bagi para mahasiswa untuk secara akademik mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-masalah pembangunan bangsa dan negara di dalam perspektif nilai-nilai basic Pancasila sebagai ideologi dan basic negara Republik Indonesia.

Pendidikan Pancasila sebagai anggota berasal dari pendidikan Nasional bertujuan untuk mewujudkan obyek Pendidikan Nasional. Sistem pendidikan nasional yang tersedia merupakan rangkaian konsep, program, tata cara, dan usaha untuk mewujudkan obyek nasional yang diamanatkan Undang -Undang Dasar Tahun 1945, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi obyek penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi pun merupakan anggota berasal dari upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Penjabaran secara tertentu sehubungan dengan obyek penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk:
Memperkuat Pancasila sebagai basic falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai basic Pancasila sebagai norma basic kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai basic Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk sanggup menerapkannya di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Mempersiapkan mahasiswa sehingga sanggup menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui proses pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.
Membentuk sikap mental mahasiswa yang sanggup mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan terhadap tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan penduduk madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk sanggup berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal penduduk bangsa Indonesia.
Demikian uraian sejumlah dasar-dasar pendidikan pancasila dan obyek pendidikan pancasila di perguruan tinggi yang kami rujuk berasal dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

baca juga :

Pengertian Iklan Informatif, Persuasif, dan Mengingatkan

Pengertian Iklan Informatif, Persuasif, dan Mengingatkan

Pengertian Iklan Informatif, Persuasif, dan Mengingatkan – Di Amerika dan Inggris iklan disebut bersama dengan advertisement. Sementara itu di perancis disebut reclame yang artinya meneriakan suatu hal secara berulang-ulang. Di setiap negara kemungkinan miliki istilah sendiri berkenaan iklan sekalipun begitu dasarnya mirip yaitu mentransfer asumsi dan ide kepada orang lain.

Iklan merupakan suatu proses komunikasi yang memiliki tujuan untuk membujuk dan menggiring untuk mengambil tindakan yang untungkan bagi pihak pembuat iklan. Sementara menurut Kriyanto iklan sanggup didefinisikan sebagai komunikasi nonpersonal yang menjajakan pesan-pesan persuasif dari sponsor yang tahu untuk merubah orang belanja produk bersama dengan membayar sejumlah cost untuk media.

Iklan merupakan salah satu wujud promosi yang paling dikenal dan paling banyak dibahas orang, perihal ini sebab energi jangkaunya yang luas. Iklan menjadi instrumen promosi yang amat penting, terutama bagi perusahaan yang memproses barang atau jasa yang bertujuan kepada penduduk luas. Menurut Kleppner didalam bukunya Advertising Procedure menyatakan bahwa iklan berasal dari bahasa latin Ad-vere artinya mengoperkan asumsi dan ide kepada pihak lain. Jika pengertian ini kami terima, maka sesungguhnya iklan tidak ada bedanya bersama dengan pengertian komunikasi yang satu arah. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah “setiap wujud komunikasi nonpersonal berkenaan suatu organisasi, produk, servis atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahui”

Maksud dari ‘dibayar’ terhadap definisi berikut menyatakan bahwa area atau pas bagi suatu pesan iklan terhadap biasanya wajib dibeli. Maksud kata ‘nonpersonal’ artinya suatu iklan melibatkan tempat massa (televisi, radio, majalah, koran, dan lain sebagainya) yang sanggup mengirimkan pesan kepada sejumlah besar kelompok individu terhadap pas bersamaan.

Mendefinisikan pengertian iklan informatif dan persuasif mengenai bersama dengan target iklan itu sendiri. Artinya, iklan informatif adalah iklan yang memiliki tujuan untuk mengimbuhkan informasi. Sedangkan iklan persuasif adalah iklan yang memiliki tujuan untuk usaha persuasif atau membujuk (mempengaruhi). Penjelasan mengenai bersama dengan perihal ini adalah sebagai berikut:

1. Iklan informatif

Iklan ini dianggap amat perlu untuk peluncuran produk atau jasa. Tujuannya untuk merangsang permintaan, target iklan informatif:
Menginformasikan pasar berkenaan keberadaan produk atau jasa
Memperkenalkan cara pemanfaatan baru dari suatu produk tertentu
Menyampaikan pergantian harga
Menjelaskan kerja suatu produk
Menginformasikan jasa-jasa yang disediakan lembaga
Mengutangi kegalauan (calon) pembeli
Membangun citra perusahaan
Dengan kata lain, iklan informatif memiliki tujuan untuk membentuk keinginan pertama. Caranya bersama dengan member itahukan pasar berkenaan produk baru, mengusulkan faedah baru suatu produk, memberitahukan pasar berkenaan pergantian harga, mengatakan cara kerja suatu produk, mengatakan service yang tersedia, mengoreksi kesan yang salah, kurangi kegalauan pembeli, dan membangun citra perusahaan (biasanya ditunaikan besar-besaran terhadap step awal peluncuran suatu style produk).

2. Iklan Persuasif

Merupakan iklan untuk merubah atau membujuk konsumen. Persuasif sering termasuk disebut bersama dengan energi bujuk. Daya bujuk mempunyai energi dampak untuk menyihir orang untuk lakukan sesuatu. Iklan bersama dengan energi bujuk yang kuat nyaris pasti dapat menjalankan costumer untuk mendekatkan diri bersama dengan brand kami dan tertarik untuk mencobanya.

Iklan persuasif ini amat perlu jika menjadi tercipta persaingan dan setiap lembaga mengusahakan menciptakan permintaan. Tujuannya, yaitu:
Membentuk pilihan merk
Mengalihkan pilihan ke brand tertentu
Mengubah persepsi pelanggan terhadap atribut produk
Mendorong costumer untuk belanja pas itu juga
3. Iklan yang memiliki tujuan mengingatkan (reminder)

Iklan ini bertujuan kepada costumer atau calon costumer agar tidak meniadakan produk. Tujuan iklan pengingat:
Mengingatkan costumer bahwa produk yang dibutuhkan ada didalam pas dekat
Mengingatkan costumer dapat daerah atau outlet penjualan
Membuat costumer tetap ingat meskipun tengah tidak ada promosi
Demikian pengertian iklan informatif, persuasif, dan mengingatkan. Sebagai kesimpulan bahwa pengertian iklan yang dimaksud adalah pengertian yang mengenai bersama dengan target iklan itu sendiri.

Baca Juga :

Disdik Evaluasi Rapor Mutu Pendidikan Kabupaten Bandung

Disdik Evaluasi Rapor Mutu Pendidikan Kabupaten Bandung

Disdik Evaluasi Rapor Mutu Pendidikan Kabupaten Bandung

Disdik Evaluasi Rapor Mutu Pendidikan Kabupaten Bandung

Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung masih berupaya meningkatkan mutu pendidikan

. Berdasarkan rapor mutu yang diterima 2018 lalu banyan aspek yang menjadi evaluasi dinas untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat mengatakan, dari hasil rapor mutu 2018 lalu, ada evaluasi yang menjadi interpensi Dinas Pendidikan untuk peningkatan mutu di 2019. Diakuinya, Pendidikan di Kabupaten Bandung lemah dalam sarana prasarana dan tenaga kependidikan.

”Rapor mutu di sarana prasarana masih banyak kekurangan baik fasilitas yang tersedia maupun fasilitas yang perlu perbaikan,” kata Maman di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung baru-baru ini.

Menurutnya, sejauh ini sekolah di Kabupaten Bandung masih banyak yang mengalami

kerusakan ruang kelas, laboratoriun, dan sanitasi yang belum memadai.

”Kalau tenaga pendidik masih banyak diwarnai tenaga pustakawan dan laboran belum memiliki pendidikan sesuai. Ada juga tenaga pendidik yang masih menempuh jenjang kuliah,” ujarnya.

Untuk mengatasi permasalahan sarana prasarana, dia mengaku, Pemkab Bandung tetap konsisten memberikan bantuan anggaran tiap tahunnya. Baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Dana Alokasi Khusus (DAK) selalu ada bantuan.

”Peningkatan mutu pendidik juga dilakukan melalui pelatihan kompetensi bimtek, workshop juga PPG

. Anggaran selalu digelontorkan Rp 7,5 juta setiap satu orang honorer untuk melaksanakan kompetensi,” ucapnya.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah terus mengevaluasi sistem untuk meningkatkan mutu pendidikan, diakuinya sistem zonasi dipercaya bisa mengatasi pemerataan pendidikan sehingga dalam kurun waktu tertentu akan tercipta mutu pendidikan yang dinilai baik.

”Saat ini kita memang melihat adanya penolakan sistem zonasi, tapi untuk jangka waktu tertentu mungkin beberapa tahun kedepan, dampaknya itu akan sangat terasa. Dimana kualitas setiap sekolah baik negeri maupun swasta akan bersaing secara merata karena sama-sama memperoleh siswa dengan kualitas yang bervariatif,” jelasnya.

Kabupaten Bandung sendiri memiliki 249 sekolah SMP Swasta, dan 70 SMP Negeri. Bantuan pemerintah setiap tahunnya selalu digulirkan untuk membantu dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan di tiap sekolah.

”Sekarang di Kabupaten Bandung sudah mulai banyak sekolah swasta yang unggul dalam kompetisi, seperti kemarin O2SN juara diraih oleh sekolah swasta,” tandasnya (mg1/ziz)

 

Baca Juga :