Santunan Kecelakaan Capai Rp 52,4 Miliar

Santunan Kecelakaan Capai Rp 52,4 Miliar

Santunan Kecelakaan Capai Rp 52,4 Miliar

Santunan Kecelakaan Capai Rp 52,4 Miliar

BANDUNG – Berdasarkan peraturan dan perundang-undangan,

para pengguna jalan yang mengalami kecelakaan, kecuali kecelakaan tunggal, berhak memperoleh santuan. Di Jabar, nilai santunan kecelakaan selama Januari-April 2014 mencapai puluhan miliar.

“Total nilai santunan selama empat bulan pertama tahun ini yang kami salurkan sebanyak Rp 52.437.213.331,” tandas Kepala Jasa Raharja Jabar, R. Edy Supriyady.Edy mengemukakan, penyaluran nilai santunan tersebut bagi ahli waris korban kecelakaan yang meninggal dunia dan mereka yang mengalami luka-luka.

Bagi ahli waris korbana kecelakaan yang meninggal dunia

, sambungnya, total nilai santunannya mencapai Rp 36.845.500.000. “Sedangkan bagi korban yang mengalami luka-luka, angka santunannya sejumlah Rp15.591.713.331,” kata Edy.Menurutnya, jika perbandingannya dengan periode Januari-April 2013, santunan kecelakaan selama empat bulan perdana 2014 lebih rendah.

Periode Januari-April 2014, ungkap dia, nilai santunan

kecelakaan di Jabar sebesar Rp 57.879.753.760. “Santunan bagi ahli waris korban yang meninggal dunia senilai Rp 40.784.250.000. Sedangkan santunan bagi korban luka-luka angkanya Rp 17.095.503.760,” tuturnya.Edy mengutarakan, total santunan kecelakaan tahun lalu mencapai Rp 177.337,537.657.jo

 

Sumber :

https://www.mindstick.com/Articles/95820/understanding-of-speaking-skills-and-forms-platforms-objectives-and-examples

Lapor Bila ada yang Menahan Gas Elpiji

Lapor Bila ada yang Menahan Gas Elpiji

Lapor Bila ada yang Menahan Gas Elpiji

Lapor Bila ada yang Menahan Gas Elpiji

BANDUNG- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung

menghimbau kepada masyarakat untuk melaporkan jika menemukan adanya pengecer ataupun pangkalan gas elpiji yang dengan sengaja menahan gas elpiji, khususnya untuk tabung ukuran 3 kilogram.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan dan KUKM (Diskoperindag) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, langkah tersebut harus dilakukan menyusul masih terjadinya kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di pasaran, meski stok sudah di tambah oleh PT Pertamina.

“Kita sinyalir kelangkaan gas terjadi beberapa waktu ini di Kota Bandung akibat pengecer

nakal dan itu terjadi karena keterlambatan dari pangkalan ke pengecer,” ujarnya.

Menurut Ema, seharusnya jika sudah ada tambahan pasokan gas elpiji oleh PT Pertamina ke Kota Bandung sudah tidak ada lagi kelangkaan dipasaran akibat kekurangan pasokan.
“Lantaran, pihak pertamina memberikan pasokan dalam jumlah yang cukup, bahkan lebih kelangkaan harusnya sudah tidak ada,” ucap Ema.

Ema juga mengaku, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan kepada kepada para penimbun

karena hal tersebut sudah masuk dalam ranah kepolisian.

“Diskoperindag kapasitasnya hanya bisa melakukan o
“Pameran, simulasi pembelajaran, dan talkshow ini menunjukkan dengan jelas dampak program di tingkat sekolah dan daerah mitra USAID PRIORITAS,” katanya

 

Sumber :

http://www.becomegorgeous.com/blogs/hamzziiii/feminism-understanding–history–characteristics–types–strengths–weaknesses-P82048

Kenaikan Pangkat 16 Personel Bata Seskoau

Kenaikan Pangkat 16 Personel Bata Seskoau

Kenaikan Pangkat 16 Personel Bata Seskoau

Kenaikan Pangkat 16 Personel Bata Seskoau

LEMBANG-Direktur Administrasi (Dirmin) Seskoau Kolonel

Tek Amin Sulaksono bertindak selaku Inspektur Upacara pada Upacara Kenaikan Pangkat bagi 16 personel Bintara dan Tamtama Seskoau periode April 2015 di Lapangan Walet Kampus Seskoau Lembang Bandung Rabu (1/04/2015). Upacara merupakan bentuk penghargaan kepada para personel TNI terutama Bintara dan Tamtama yang dinilai berkinerja bagus sehingga pantas memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Komandan Seskoau Marsda TNI Anang Murdianto dalam sambutannya

yang dibacakan Kolonel Tek Amin Sulaksono, menyampaikan kenaikan pangkat bagi Perwira, Bintara dan Tamtama merupakan bagian dari pembinaan personel TNI yang dilaksanakan secara rutin dan terencana atas prestasi, dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan sepanjang pengabdiannya. Ditambahkan, tidak sedikit Prajurit TNI yang tidak mendapat kenaikan pangkat disebabkan berbagai hal seperti terbatasnya jabatan, kelalaian pribadi maupun kekurangmampuan mengikuti berbagai aturan yang telah ditetapkan oleh satuan, Mabesau dan Mabes TNI.

Di bagian akhir, Danseskoau berpesan kepada para personel Seskoau

yang memperoleh kenaikan pangkat agar terus berusaha untuk mempertahankan militansi, profesionalisme, disiplin, loyalitas dalam tugas serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan yang memadai, sesuai tuntutan perkembangan situasi pada saat ini.

Personel Bintara dan Tamtama Seskoau yang naik pangkat meliputi 8 Bintara dari 1 Serma menjadi Pelda, 3 Serka menjadi Serma, 4 Serda menjadi Sertu dan 8 Tamtama dari 7 Praka menjadi Kopda dan dari 1 Pratu menjadi Praka. Setelah upacara selesai dilanjutkan dengan acara tradisi berupa “pecah telur” dan cebur kolam”.

 

Baca Juga :

 

 

Nilai KAA Harus Dikenalkan ke Generasi Muda

Nilai KAA Harus Dikenalkan ke Generasi Muda

Nilai KAA Harus Dikenalkan ke Generasi Muda

Nilai KAA Harus Dikenalkan ke Generasi Muda

BANDUNG–Putra Presiden pertama RI, Guruh Soekarno

Putra berkunjung ke Bandung dalam rangka peninjauan akhir persiapan peringatan ke-60 KAA bersama tim Kepresidenan Kamis 1 April 2015. Usai jamuan makan siang di Gedung Pakuan, sebelum kembali ke Jakarta, Guruh mengungkapkan unek-uneknya.

“Nilai-nilai KAA ini harus dikenalkan kepada generasi muda,

bukan hanya seremoninya saja. Mereka tidak cukup tahu hanya pada tahun 1955 ada KAA saja, tetapi nilai semangat kebersamaan, perjuaangan dan lain-lainnya harus dikenalkan lebih jauh” ujar Guruh.

Guruh Soekarnoputra yang juga ditunjuk sebagai advisor interior Gedung Merdeka menuturkan banyak negara-negara di Asia Afrika yang merdeka setelah KAA 1955 itu.

“Dari spirit Dasa Sila Bandung yang dilahirkan dari KAA 1955

itu akhirnya membangkitkan kesadaran tentang pentingnya sebuah kemerdekaan. Oleh karena itu setelah KAA 1955 banyak negara-negara di Asia Afrika yang merdeka” katanya.

Khusus menyinggung interior Gedung Merdeka, seingat Guruh, kini ada beberapa yang sudah berubah, diantaranya meja sidang yang sudah bukan aslinya. Sementara interior bangunan dan lain-lain masih asli. (Pun)

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jaring-jaring-kubus

PT KAI Siapkan KA Perintis

PT KAI Siapkan KA Perintis

PT KAI Siapkan KA Perintis

PT KAI Siapkan KA Perintis

BANDUNG-Stasiun Kiaracondong Kota Bandung akan menjadi tempat

pemberangkatan KA perintis Bandung-Cianjur sekaligus menghidupkan kembali jalur yang ditutup awal tahun 2014.

Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung Zunerfin mengatakan dengan pemberangkatan dari Kiara condong maka menjadi berbeda dengan KA sebelumnya yang pemberangkatan dari Stasin Ciroyom.

“Tujuannya Cianjur, sehingga rute perjalanan KA itu lebih panjang

, dan bisa mengakomodasikan penumpang KA dari kawasan Bandung bagian selatan.”

KA itu juga akan berhenti di Stasiun Padalarang Kabupaten Bandung Barat, karena stasiun itu sangat strategis, juga di Cimahi dan stasiun di sepanjang jalur Bandung-Cianjur.

Rute perintis itu, lanjut dia akan tersambung dengan layanan KA Kiansantang

dan KA Siliwangi rute Cianjur – Sukabumi dan Sukabumi – Bogor.

Sementara itu layanan jalur KA perintis di wilayah Daop II Bandung itu merupakan salah satu dari sejumlah KA perintis yang akan diluncurkan di jalur Sumatera maupun Jateng dan Jatim. jo

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jenis-dan-contoh-jaringan-hewan

Penanaman Modal Asing

Penanaman Modal Asing

Penanaman Modal Asing

Pengertian Penanaman Modal Asing

Dalam Undang-undang No. 1 Tahun 1967 ditegaskan bahwa Pengertian penanaman modal asing di dalam Undang-undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan-ketentuan Undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung risiko dari penanaman modal tersebut.

Pengertian modal asing dalam Undang-undang ini menurut pasal 2 ialah :

a. alat pembayaran luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia, yang dengan persetujuan Pemerintah digunakan untuk pembiayaan perusahaan di Indonesia.
b. alat-alat untuk perusahaan, termasuk penemuan-penemuan baru milik orang asing dan bahan-bahan, yang dimasukkan dari luar ke dalam wilayah Indonesia, selama alat-alat terse-but tidak dibiayai dari kekayaan devisa Indonesia.
c. bagian dari hasil perusahaan yang berdasarkan Undang-undang ini diperkenankan ditransfer, tetapi dipergunakan untuk membiayai perusahaan di Indonesia.
Adapun modal asing dalam Undang-undang ini tidak hanya berbentuk valuta asing, tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia, penemuan-penemuan milik orang/badan asing yang dipergunakan dalam perusaha¬an di Indonesia dan keuntungan yang boleh ditransfer ke luar negeri tetapi dipergunakan kembali di Indonesia.

Bentuk Hukum, Kedudukan dan Daerah Berusaha

Menurut pasal 3 UPMA perusahaan yang dimaksud dalam pasal 1 yang dijalankan untuk seluruhnya atau bagian terbesar di Indonesia sebagai kesatuan perusahaan tersendiri harus berbentuk Badan Hukum menurut Hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Penanaman modal asing oleh seorang asing

Dalam statusnya sebagai orang perseorangan, dapat menimbulkan kesulitan/ketidak tegasan di bidang hukum Internasional. Dengan kewajiban bentuk badan hukum maka dengan derai-kian akan mendapat ketegasan mengenai status hukumnya yaitu badan hukum Indonesia yang tunduk pada hukum Indonesia. Sebagai badan hukum terdapat ketegasan tentang modal y ditanam di Indonesia. Contoh Teks Editorial

Pemerintah menetapkan daerah berusaha perusahaan-perusa-haan modal asing di Indonesia dengan memperhatikan perkembangan ekonomi nasional maupun ekonomi daerah, macam perusahaan. besarnya penanaman modal dan keinginan Ekonomi Nasional dan Daerah (Pasal 4). Dengan ketentuan ini maka dapat diusahakan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia dengar.

 

Badan Usaha Modal Asing

Dalam pasal 5 UPMA disebutkan, bahwa :
a) Pemerintah menetapkan perincian bidang-bidang usaha yang terbuka bagi modal asing menurut urutan prioritas, dan menentukan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh penanam-an modal asing dalam tiap-tiap usaha tersebut.
b) Perincian menurut urutan prioritas ditetapkan tiap kali pada waktu Pemerintah menyusun rencana-rencana pembangunan jangka menengah dan jangka panjang, dengan memperhatikan perkembangan ekonomi serta teknologi.
Bidang-bidang usaha yang tertutup untuk penanaman modal asing secara penguasaan penuh ialah bidang-bidang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup rakyat banyak menurut pasal 6 UPMA adalah sebagai berikut :
a. pelabuhan-pelabuhan
b. produksi, transmisi dan distribusi tenaga listrik untuk umum
c. telekomunikasi
d. pelayaran
e. penerbangan
f. air minum
g. kereta api umum
h. pembangkit tenaga atom
i. mass media.

 

Biografi Jabir Ibnu Hayyan : Bapak Kimia Islam

Biografi Jabir Ibnu Hayyan : Bapak Kimia Islam

Biografi Jabir Ibnu Hayyan

Jabir Ibnu Hayyan adalah salah satu ilmuwan yang dianggap paling pantas menyandang gelar ahli kimia Arab pada masa awal perkembangannya.
Abu Abdullah Jabir bin Hayyan al-Kufi as-Sufi adalah nama lengkap Jabir Ibnu Hayyan. Ia lahir pada tahun 721 dan dibesarkan dalam keluarga dokter. Ada pendapat yang menyatakan bahwa Jabir adalah keturunan Yunani yang memeluk agama Islam.
Sejak kecil, Ibnu Hayyan sudah akrab dengan dunia empiris dan medis. Ia berhasil mengklasifikasikan beragam benda berdasarkan unsur kimia yang menyusunnya. Pengklasifikasian itu terbagi tiga, yaitu tubuh, nyawa, dan akal. Jabir memasukkan unsur emas (Au) dan perak (Ag) dalam kategori tubuh, sedangkan sulfur (S) dan arsenik (As) dalam kategori nyawa. Sementara itu, merkuri (Hg) dan sal amoniak (batu bara dan sari minyak) dimasukkannya dalam kategori akal.
Buku dan kumpulan tulisan Ibnu Hayyan terbagi dalam beberapa kelompok penting. Pertama, buku yang berisi sejumlah esai tentang praktek alkemi yang sistemnya merujuk pada alkemi kuno. Kedua, buku yang berisi uraian tentang pengajaran alkemi. Ketiga, buku yang mengenal kesetimbangan. Sebuah uraian tentang landasan teori, atau filosofi alkemi, dan ilmu gaib. Ibnu Hayyan telah menulis sekitar 306 buah buku kimia, yang kemudian diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan disimpan di perpustakaan di seluruh dunia.
Nama Ibnu Hayyan dikenal sebagai ahli kimia setelah ia mempresentasikan sejumlah metode riset kimia hasil penemuannya. Ia pun dianggap sebagai perintis empirisme dan metodologi ilmiah. Ia mampu mengemukakan pandangan-pandangannya tentang teori pembentukan geologis, hasil campuran bermacam logam. Ia juga telah mempelajari dan mendalami proses pembuatan karbonat dan senyawa-senyawa sulfida dan arsen. Selain itu, Ibnu Hayyan juga sering melakukan usaha pemurnian logam, cat warna kain, kulit, dan sebagainya.
Demi menunjang aktifitasnya sebagai ilmuwan, Ibnu Hayyan mendirikan sebuah laboratorium. Di tempat ini, ia melakukan sejumlah percobaan, seperti sublimasi, penyaringan, kristalisasi, dan sebagainya. Menurut Ibnu Hayyan, percobaan adalah aspek paling penting dalam kimia. Jika seseorang tidak dapat meletakkan dasar pengetahuan melalui percobaan maka kemungkinan besar ia akan melakukan kesalahan. Ia juga berkata bahwa sebuah teori kimia tidak dapat diakui kebenarannya jika hanya didasarkan pada apa yang telah dibaca, tapi terlebih dulu harus diuji dan dibuktikan kebenarannya melalui serangkaian percobaan dan penelitian.
Selain menulis esai, Ibnu Hayyan juga menulis literatur. Jumlah literatur karyanya sangat banyak dan mewakili hampir semua bidang ilmu pengetahuan yang ada pada masa itu hingga akhir abad VII. Dari sejumlah fakta yang ada, diketahui bahwa kumpulan tulisan tersebut dibuat pada akhir abad IX dan awal abad X.
Atas jasa dan karyanya di bidang kimia, Jabir Ibnu Hayyan mendapat gelar Bapak Kimia Islam Pertama. Ia tidak hanya terkenal di negeri kelahirannya, tapi juga di wilayah lain, seperti Eropa. Di sana, ia lebih dikenal dengan nama Geber. Ibnu Hayyan adalah ilmuwan pertama yang menggunakan metode ilmiah dalam aktivitasnya di bidang alkemi, yang kemudian dikembangkan menjadi ilmu kimia seperti yang dikenal sekarang. Jabir Ibnu Hayyan juga dikenal sebagai orang pertama yang mendirikan laboratorium dan menggunakan tungku sebagai tempat mengolah mineral, mengekstraksi zat-zat, sebelum kemudian mengklasifikasikannya.
Di laboratoriumnya, Ibnu Hayyan melakukan sejumlah penelitian dan percobaan dengan ketekunan yang luar biasa. Ketekunan tersebut tidak sia-sia karena ia akhirnya berhasil menemukan beberapa senyawa kimia baru, seperti karbida (carbida acid). Lewat percobaan dan penelitiannya, Ibnu Hayyan juga menyumbangkan beberapa teori tentang penguapan, pembutiran, pelelehan, persenyawaan, dan sublimasi. Beberapa percobaan Jabir masih sering digunakan untuk mengklasifikasi unsur kimia, terutama pada bahan logam dan non logam.
Ibnu Hayyan juga menulis sejumlah risalah, terutama yang berkaitan dengan ilmu kimia. Lewat risalahnya, ia memperkenalkan model penelitian baru yang kemudian menjadi titik awal perkembangan ilmu kimia modern. Pada abad pertengahan, risalah Ibnu Hayyan yang berjudul Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab’een diterjemahkan dalam bahasa Latin. Kemudian hari, terjemahan bahasa Latin Kitab al-Kimya diterbitkan kembali oleh seorang Inggris, bernama Robert Chester dengan judul The Book of the Composition of Alchemy (1444). Sementara itu, Kitab al-Sab’een diterjemahkan kembali oleh Gerard dari Cremona. Sebuah buku karya Ibnu Hayyan juga sempat diterjemahkan oleh Berthelot dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances and Book of Eastern Mercury. Pada tahun 1678, seorang penerjemah asal Inggris yang bernama Richard Russel menerjemahkan karya Jabir yang lain dengan judul Sum of Perfection. Di kemudian hari Sum of Perfection menjadi buku terpopuler di Eropa selama beberapa abad. Buku ini memberi pengaruh besar pada proses evolusi ilmu kimia modern.

Jabir Ibnu Hayyan wafat pada tahun 815 di Kufah.

Sumber: Buku Biografi Para Ilmuwan Muslim


Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer

Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer

Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer

Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer

Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer

Sama halnya dengan Firma, syarat pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM tidak diperlukan karena Persekutuan Komanditer bukanlah badan hukum. Praktik perusahaan yang berbentuk Persekutuan Komanditer di Indonesia membuktikan hal bahwa pada Persekutuan Komanditer tidak ada pemisahan antara kekayaan Persekutuan Komanditer dengan kekayaan pribadi para Sekutu Komplementer karena Persekutuan Komanditer adalah Firma, maka tanggung jawab Sekutu Komplementer secara pribadi untuk keseluruhan. Seperti halnya Firma, pada Persekutuan Komanditer juga terdapat hubungan hukum ke dalam (internal) antara sesama sekutu dan hubungan hukum ke luar (eksternal) antara sekutu dengan pihak ketiga.

Hubungan Hukum dengan Pihak Dalam

Hubungan hukum antara sesama Sekutu Komplemennter sama seperti pada Firma. Hubungan hukum antara Sekutu Komplementer dan Sekutu Komanditer tunduk pada ketentuan Pasal 1623 sampai dengan Pasal 1641 KUH Perdata. Pemasukan modal diatur dalam Pasal 1625 KUH Perdata sementara dalam hal pembagian keuntungan dan kerugian diatur dalam Pasal 1634 KUH Perdata. Pasal-pasal ini berlaku apabila dalam AD tidak diatur.

Menurut ketentuan Pasal 1633 KUH Perdata, Sekutu Komanditer mendapat bagian keuntungan sesuai dengan ketentuan AD CV. Jika dalam AD tidak ditentukan, Sekutu Komanditer mendapat keuntungan sebanding dengan jumlah pemasukannya. Jika CV menderita kerugian, Sekutu Komanditer hanya bertanggung jawab sampai pada banyaknya jumlah pemasukannya itu saja. Bagi Sekutu Komplementer beban kerugian tidak terbatas, kekayaannya pun ikut menjadi jaminan seluruh kerugian persekutuan, hal ini ditegaskan dalam Pasal 18 KUHD, Pasal 1131 dan Pasal 1132 KUH Perdata. Sekutu Komanditer tidak boleh dituntut supaya menambah pemasukannya guna menutupi kerugian dan tidak dapat diminta supaya mengembalikan keuntungan yang telah diterimanya, hal ini dipertegas dalam Pasal 20 ayat (3) KUHD.

Berkaitan dengan dalam soal pengurusan CV, Sekutu Komanditer dilarang melakukan pengurusan meskipun dengan surat kuasa. Sekutu Komanditer hanya boleh mengawasi CV jika ditentukan dalam AD CV tersebut. Apabila ketentuan ini dilanggar, maka sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 21 KUHD memberi sanksi bahwa tanggung jawab Sekutu Komanditer disamakan dengan tanggung jawab Sekutu Komplementer secara pribadi untuk keseluruhan. Untuk menjalankannya, CV dapat menempatkan sejumlah modal atau barang sebagai harta kekayaan CV dan ini dianggap sebagai harta kekayaan yang dipisahkan dari harta kekayaan pribadi Sekutu Komplementer. Hal ini dibolehkan berdasarkan rumusan Pasal 33 KUHD mengenai pemberesan Firma. Kekayaan terpisah ini dapat diperjanjikan dalam AD walaupun bukan badan hukum.

Hubungan Hukum dengan Pihak Luar

Hanya Sekutu Komplementer yang dapat mengadakan hubungan hukum dengan pihak ketiga (pihak luar). Pihak ketiga hanya dapat menagih kepada Sekutu Komplementer sebab sekutu inilah yang bertanggung jawab penuh. Sekutu Komanditer hanya bertanggung jawab kepada Sekutu Komplementer dengan menyerahkan sejumlah pemasukan ditegaskan dalam Pasal 19 ayat (1) KUHD. Sedangkan yang bertanggung jawab kepada pihak ketiga hanya Sekutu Komplementer. Dengan kata lain Sekutu Komplementer bertanggung jawab ke luar dan ke dalam dari pada CV yang bersangkutan.

Dalam Pasal 20 ayat (1) KUHD ditentukan bahwa Sekutu Komplementer tidak boleh memakai namanya sebagai nama Firma. Sedangkan dalam ayat (2) ditentukan bahwa Sekutu Komanditer tidak boleh melakukan pengurusan walaupun dengan suart kuasa. Apabila Sekutu Komanditer melanggar pasal 20 KUHD, maka menurut ketentuan Pasal 21 KUHD ditegaskan bahwa Sekutu Komanditer harus bertanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan. Hal ini berarti tanggung jawabnya sama dengan Sekutu Komplementer. Mengenai hal ini, Soekardono berpendapat bahwa, adalah adil apabila sekutu yang melanggar Pasal 20 KUHD itu dibebani tanggung jawab hanya mengenai utang-utang yang berjalan dan yang akan timbul selama keadaan pelanggaran itu masih berlangsung. Jika pelanggaran itu sudah berhenti, tidak ada lagi tanggung jawab secara pribadi untuk keseluruhan.

CV diatur dalam Pasal 19 s.d. Pasal 25 KUHD. Pasal 19 ayat (1) KUHD menentukan persekutuan secara melepas uang dinamakan CV, didirikan antara satu orang atau beberapa orang sekutu yang bertanggung jawab secara pribadi untuk seluruhnya, dengan satu atau beberapa orang sebagai pelepas uang pada pihak lain. Sementara dalam Pasal 19 ayat (2) KUHD ditentukan bahwa yang dimaksud dengan CV adalah persekutuan firma dengan suatu keistimewaan yang dibentuk oleh satu atau beberapa orang sekutu komanditer, dimana modal komanditernya berasal dari pemasukan para sekutu komanditer, sehingga CV mempunyai harta kekayaan yang terpisah.

Berdasarkan kedua ketentuan tersebut, CV merupakan Persekutuan Firma dengan bentuk khusus yaitu adanya Sekutu Komanditer yang hanya menyerahkan uang, barang atau tenaga sebagai pemasukan bagi CV dan tidak ikut campur dalam pengurusan maupun penguasaan dalam persekutuan.

Dasar Hukum Pendirian Persekutuan Komanditer

Dasar hukum pendirian Persekutuan Komanditer diatur dalam KUHD, khususnya pasal 19 s/d 21 yang mengatur tentang Persekutuan Komanditer. Tentu juga tidak lupa KUHPerdata, sebagaimana konsep awalnya merupakan Persekutuan atas dasar Perjanjian. Berikut ini kutipan pasal 19 s/d pasal 21 :

Pasal 19

Perseroan yang terbentuk dengan cara meminjamkan uang atau disebut juga perseroan komanditer, didirikan antara seseorang atau antara beberapa orang persero yang bertanggung jawab secara tanggung-renteng untuk keseluruhannya, dan satu orang atau lebih sebagai pemberi pinjaman uang.
Suatu perseroan dapat sekaligus berwujud perseroan firma terhadap persero-persero firma di dalamnya dan perseroan komanditer terhadap pemberi pinjaman uang. (KUHD. 16, 20, 22 dst.)

Pasal 20

Dengan tidak mengurangi kekecualian yang terdapat dalam pasal 30 alinea kedua, maka nama persero komanditer tidak boleh digunakan dalam firma. (KUHD 19-21.)
Persero ini tidak boleh melakukan tindakan pengurusan atau bekerja dalam perusahaan perseroan tersebut, biar berdasarkan pemberian kuasa sekalipun. (KUHD 17, 21, 32.)
Ia tidak ikut memikul kerugian lebih daripada jumlah uang yang telah dimasukkannya dalam perseroan atau yang harus dimasukkannya, tanpa diwajibkan untuk mengembalikan keuntungan yang telah dinikmatinya. (KUHPerd. 1642 dst.)

Pasal 21

Persero komanditer yang melanggar ketentuan-ketentuan alinea pertama atau alinea kedua dari pasal yang lain, bertanggung jawab secara tanggung renteng untuk seluruhnya terhadap semua utang dan perikatan perseroan itu. (KUHD 18.)

Sekian artikel mengenai Syarat Pengesahan Persekutuan Komanditer dan Hubungan Hukum Persekutuan Komanditer. dijelaskan dengan detail mengenai syarat pengesahan Persekutuan Komanditer, hubungan hukum ke pihak dalam Persekutuan Komanditer dan pihak luar Persekutuan Komanditer, dan dasar hukum pendirian Persekutuan Komanditer. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kekritisan anda semuanya.

Baca Juga : 

Disain Penelitian Eksperimen

Disain Penelitian Eksperimen

Disain Penelitian Eksperimen

Disain Penelitian Eksperimen

 

Disain Penelitian Eksperimen:

Disain eksperimen yang dipilih terkait erat dengan tingkat validitas hasil penelitian yang akan diperoleh. Namun demikian, pada penelitian eksperimen di kelas pembelajaran, akan banyak menghadapi berbagai keterbatasan, antara lain:
  1. Kesulitan untuk mengelompokkan siswa secara bebas sesuai keinginan peneliti, yaitu melakukan matching atau penugasan secara random, sehingga sulit memperoleh dua kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok kontrol) yang benar-benar sebanding (komparabel).
  2. Penelitian eksperimen di kelas pada umumnya hanya dapat menggunakan kelas atau kelompok siswa apa adanya, sehingga sampelnya disebut intax sample.
  3. Kendala-kendala yang terkait dengan kejujuran dan keobyektifan guru dalam mengukur dampak perlakuan (hasil belajar).
  4. Kendala untuk mengendalikan factor-faktor (variabel) yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen, misal: interaksi siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak mungkin dicegah, dsb.
Berikut ini disajikan beberapa jenis disain penelitian eksperimen yang dapat dipilih:

1. Desain Pra-Eksperimental (Pre-ED)  Single Group Design

  • Studi kasus 1 tembakan (one shot case study)
  • Pretest – postest satu kelompok
  • Disain rangkaian waktu (Time-series design)

2. Desain Eksperimen Sebenarnya (True-ED)

  • Desain kelompok kontrol pretest-postest
  • Desain kelompok kontrol hanya postest
  • Desain solomon 4 kelompok

3. Desain Eksperimental Semu (Quasi-ED)

  • Desain pretest-postest tak ekuivalen
  • Desain perbandingan kelompok statis
  • Desain berimbang

Sumber : https://www.tapscape.com/how-blogging-has-become-a-world-wide-success/?fbclid

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

Karakteristik Penelitian Eksperimen

 

Berikut ini disajikan beberapa karakteristik penelitian eksperimen, yang membedakan dengan penelitian positivistik lainnya, yaitu:
  1. Metode eksperimen merupakan satu-satunya metode penelitian yang dianggap paling dapat menguji hipotesis hubungan sebab-akibat, atau paling dapat memenuhi validitas internal.
  2. Metode eksperimen merupakan rancangan penelitian yang memberikan pengujian hipotesis yang paling ketat dibanding jenis penelitian yang lain.
  3. Metode eksperimen merupakan penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap dampaknya dalam kondisi yang terkendalikan.
  4. Ciri khas yg membedakan penelitian eksperimen dg penelitian yg lain:
  • Satu atau lebih variabel bebas dimanipulasi (kondisinya dibuat berbeda, misal: treatment dan non-treatment
  • Semua variabel lainnya, kecuali variabel perlakuan (variabel bebas), dikendalikan (dipertahankan tetap).
  • Pengaruh manipulasi variabel bebas (pemberian perlakuan) terhadap variabel terikat diamati, dengan asumsi karena diberi perlakuan yang berbeda maka akan berdampak yang berbeda pula.
  • Adanya komparasi, sehingga perlu penyamaan antara kelompok yang akan dikenai perlakuan dengan kelompok yang tidak dikenai perlakuan (dua kelompok yang akan dibandingkan tersebut harus komparabel).

Ruang Lingkup Penelitian Eksperimen:

1. Sebagian besar eksperimen dalam bidang pendidikan pada umumnya dilakukan dalam rangka melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, biasanya berkaitan dengan usaha untuk menguji pengaruh materi, media, metode, atau praktik pendidikan yang baru terhadap hasil belajar siswa.
2. Rancangan penelitian eksperimen pada umumnya, menggunakan variabel tunggal:
  • satu variabel perlakuan dimanipulasikan (dibuat kondisinya berbeda), selanjutnya diamati akibat/danpak dari perlakuan tersebut terhadap atau lebih variabel tergantung.
  • Variabel yang dimanipulasikan disebut: variabel perlakuan, variabel treatment, variabel eksperimen, atau variabel independen.
  • Variabel yang merupakan akibat/dampak disebut: variabel tergantung, variabel dependen, atau variabel dampak.
  • Masalah pokok: menentukan kelompok kontrol (pembanding) yang sebanding (komparabel); dan membuat konstan (mengontrol/mengendalikan) variabel-variabel non-eksperimental yang dapat mempengaruhi variabel dampak.

Pengertian Variabel:

Variabel, adalah gejala atau fakta (data) yang harganya berubah-berubah atau bervariasi. Berikut ini dijelaskan jenis-jenis variabel yang termasuk dalam penelitian eksperimen, yaitu:
  1. Variabel Bebas/independen (variabel perlakuan/eksperimen) merupakan variabel yang akan dilihat pengaruhnya terhadap variabel terikat/dependen, atau variabel dampak.
  2. Variabel Terikat/dependen (variabel dampak)  merupakan variabel hasil/dampak/akibat dari variabel bebas/perlakuan. Variabel terikat  umumnya menjadi tujuan penelitian, sumber masalah, yang ingin ditingkatkan kualitasnya.
  3. Variabel Kontrol (Pengendali) variabel yang berpengaruh terhadap variabel terikat, tetapi pengaruhnya ditiadakan/dikendalikan dengan cara dikontrol (diisolasi) pengaruhnya. Pengontrolan dapat dilakukan melalui pengembangan disain penelitiannya (kondisinya dibuat sama) atau secara statistik tertentu.
  4. Variabel Moderator variabel yang mempengaruhi tingkat hubungan (pengaruh) variabel bebas terhadap variabel terikat. Atau hubungan/pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki nilai yang berbeda pada level yang berbeda.

Prosedur Penelitian Eksperimen:

Langkah-langkah penelitian eksperimen pada dasarnya sama dengan jenis penelitian positivistik yang lain, yaitu:
  1. Memilih dan merumuskan masalah, termasuk akan menguji-cobakan perlakuan apa, dampak dampak apa yang ingin dilihat.
  2. Memilih subyek yang akan dikenai perlakuan dan subyek yang tidak dikenai perlakuan.
  3. Memilih disain penelitian eksperimen.
  4. Mengembangkan instrumen pengukuran (instrumen untuk mengumpulkan data)
  5. Melaksanakan prosedur penelitian dan pengumpulan data.
  6. Menganalisis data
  7. Perumusan kesimpulan

Langkah Operasional Penelitian :

Sebelum peneliti mulai “on action” maka peneliti perlu melakukan:
  1. Membentuk atau memilih kelompok-kelompok (kelompok yang dikenai perlakuan dan kelompok pembanding/kelompok kontrol).
  2. Memperkirakan apa yang akan terjadi pada setiap kelompok.
  3. Mencoba mengontrol semua faktor lain di luar perubahan yang direncanakan.
  4. Mengamati atau mengukur efek pada kelompok-kelompok setelah perlakuan berakhir.
  5. Penelitian eksperimen adalah penelitian untuk menguji hipotesis. Setidak-tidaknya dengan 1 hipotesis  hubungan sebab-akibat dari 2 variabel, yaitu variabel perlakuan dan variabel dampak.
  6. Penelitian eksperimen yang paling sederhana biasanya melibatkan 2 kelompok, yaitu: (1) Kelompok eksperimen, yaitu kelompok yang dikenai perlakuan tertentu, dan (2) Kelompok kontrol atau kelompok pembanding, yaitu kelompok yang tidak dikenai perlakuan.
  7. Kelompok eksperimen menerima treatmen yang baru, suatu treatmen yang sedang diselidiki, sedangkan Kelompok kontrol menerima treatmen yang berbeda atau diberi treatmen seperti biasa.
  8. Dua kelompok yang akan dibandingkan, yaitu kelompok yang menerima treatmen dan kelompok yang tidak dikenai treatmen harus disetarakan terlebih dahulu, agar dapat dipastikan bahwa adanya perbedaan pada variabel terikat semata-mata karena pengaruh perlakuan yang diberikan bukan karena memang sejak awalnya sudah berbeda.

 

Cara Penyetaraan yang dapat dilakukan:

  • Membuat berpasang-pasangan (matching), misal: siswa yang nilai awalnya sama dikelompokkan berpasang-pasangan pada kelompok yang berbeda.
  • Penugasan secara random (random assignment), yaitu menempatkan subyek baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok pembanding dengan cara diundi (dirandom), atau tidak dipilih-pilih.
  • Kesulitan yang terjadi adalah tidak memungkinkan (sulit) mengelompokkan siswa secara bebas, dan terpisah dari rombelnya, karena akan merusak sistem yang telah berjalan. Sehingga sampelnya apa adanya, atau disebut intax sampel.

Sumber : https://www.selfgrowth.com/articles/how-to-search-for-the-right-informational-website?fbclid